Halo.. apa kabar semua?
kali ini saya mau ngomongin soal pemilu kada DKI Jakarta yang udah berlangsung kemarin. *ya udah bisa keliatan dari judulnya kale, pan..*
Ternyata pasangan Jokowi-Ahok unggul sementara ya versi quick count. Ihiy..
*ketauan nyoblosnya siapa, hehe..*
Foke-Nara yang menempati urutan kedua sepertinya ga nyangka mereka di urutan kedua dengan suara hanya 32%-33%.
Apalagi Hidayat-Didik yang ternyata cuma dapet suara 10%-11%.
Kalau Alex-nono kalah sih saya bodo amat. Lagian siapa dia, kok pede bener bakal dapet suara banyak di DKI.. *dudududu..*
Trus kalau calon-calon independen dapet suara kecil, bagi saya bukan kejutan lagi.
Tapi sebelum saya lanjut cerita, bagi yang ga pengen baca silahkan melipir, tapi bagi yang tertarik lanjut baca, yuk mari mampir.. :P
Pemilu kada DKI selalu menjadi obrolan menarik antara saya dan muai. Obrolan kami bermula dari enam pasang kandidat yang diusung oleh 'parta-partai besar' dan juga calon independen beberapa bulan lalu. Saat Golkar memilih Alex Nurdin si Gubernur Sumsel padahal sebelumnya dukung Foke. Lalu PKS yang memilih Hidayat Nur Wahid sebagai cagub dan bukan Triwasaksana aka Bang Sani yang spanduknya udah eksis di mana-mana itu. Ditambah lagi PDIP dan Gerindra menggaet Jokowi yang masih berstatus Walikota Solo. Hal yang membuat Foke si Gubernur incumbent ga bisa jumawa lagi kaya pilkada 2007, saat dia didukung semua parpol kecuali PKS.
Kala itu Muai berkata sama saya, "Nampaknya parpol mulai memanaskan mesin-mesin poltiknya, sayang. Jakarta itu ibaratnya miniatur Indonesia. Kalau di Jakarta sukses, bisa dilihat elektabilitas mereka di 2014 nanti. Bakal rame ni."
Muai bilang Foke yang didukung Demokrat, PAN, PPP, PKB dan beberapa parpol gurem lainnya kemungkinan bakal berat peluangnya untuk menang. Dia kali ini harus berjuang keras untuk menang. Memang sih dia punya keuntungan dengan menjadi incumbent, tapi tetep aja dengan pamor Demokat yang menurun, elektabilitas dia menurun.
Muai juga cerita soal Jokowi yang akhirnya maju DKI 1 karena didukung oleh Prabowo (Gerindra). Awalnya PDIP bilang akan dukung Foke, tapi kemudian Megawati memberi restu Jokowi maju jadi Cagub DKI.
"Itu karena didorong prabowo, makanya akhirnya megawati setuju agar jokowi maju. Prabowo kan punya uang dan masih punya 'kuasa," kata Muai.
Saya yang saat itu nge-fans sama Jokowi sebagai walikota solo sempet jadi ga simpatik loh. Saya saat itu melihat jokowi kok seperti 'aji mumpung' dan ingin mencari kekuasaan sekali yah. Apalagi dengan icon naik metro mini ketika mendaftar ke KPU, pakai kemeja kotak-kotak, lalu mobil iklan jokowi-basuki di mana-mana.
Di sisi lain ada dua calon independen yaitu Faisal Basri, dan Hendarji Supanji. Dua calon ini akhirnya bisa mendaftar jadi cagub setelah mengumpulkan 400-an KTP (kalau ga salah) sebagai basis dukungan. Awalnya kalau ga salah si Faisal Basri sempat terganjal kasus KTP ganda, tapi kemudian dia bisa lolos verifikasi.
Seingat saya Muai ga terlalu banyak ngomentarin soal cagub dari independen ini. Yang ramai justru dukungan dari kawan-kawan saya media sosial. Ada yang ikutan ngumpulin KTP, turut bantu edukasi ide perubahan yang diusung calon independen, dan juga refleksi ada gerakan masyarakat yang sudah muak sama sistem parpol di Indonesia.
Kalau soal pasangan independen ini saya punya pendapat sendiri. Di luar saya ga terlalu suka sama Faisal Basri karena dia sebagai pengamat ekonomi udah ga pernah bisa ditelepon lagi. *alasannya pribadi banget gitu, haha..* Sementara kalau calon independen lainnya, Hendarji Supanji, saya kok ngeliatnya dia seperti 'job seeker' ya?
Selain itu bagi saya calon independen untuk gubernur DKI rasanya belum pas. Kenapa?
Karena untuk membuat keputusan seorang gubernur harus memiliki dukungan di DPRD yang notabene perwakilan dari parpol-parpol. Seingat saya, APBD DKI itu hampir selalu terlambat disahkan karena DPRD-nya lama memutuskannya. Bukan hanya itu, Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI 2010-2030 itu akhirnya baru bisa disahkan pertengahan tahun 2011. Jika tidak didukung oleh DPRD, bagaimana sebuah program bisa berjalan?
Jadi bagi saya, memilih calon dari parpol tetaplah yang terbaik saat ini. Seorang pemimpin yang hebat itu seharusnya bisa memperbaiki sistem dari dalam, bukan membuat sistem baru lagi.
Sebab saya teringat ucapan muai beberapa waktu lalu soal pendirian parpol baru jelang pemilu (termasuk salah satunya partai nasdem, ehem..) "Pendirian parpol baru oleh orang-orang wajah lama itu bukanlah bentuk dari 'demokrasi', tapi hanya 'patologi politik'," kata Muai. *duile banget deh tu quote.*
Tapi akhirnya saya menyadari bahwa quote itu bener, dan itulah yang membuat saya ga begitu respek dengan calon independen di pemilu kada DKI kali ini. *buat timfaisalbiem no offense*
***
Masalah klasik kedua dari pemilu/pemilu kada yang selalu terjadi tapi ga pernah bisa tuntas diselesaikan adalah soal manipulasi daftar pemilih tetap (DPT). Waktu pemilu/pilpres 2009 kemarin coba siapa aja yang menemukan indikasi kecurangan hingga pasangan SBY-Boediono unggul di atas 50% dalam 1x putaran?
Jujur aja saya kala itu termasuk orang yang curigesyen. Soalnya 'rasanya' cukup banyak yang nyoblos JK, tapi kok suaranya kecil banget ya? *saya agak lupa berapa persen suaranya JK* Tapi waktu itu soal DPT bermasalah kan ga pernah selesai diusut, jadi ya gitu deh... kecurangan sangat mungkin terjadi di pemilu kada DKI.
***
Kemarin hari pencoblosan berlangsung.. Memang ada keriuhan macam warga kelurahan ini ga terdaftar, pasien rumah sakit anu jadi bisa nyoblos karena salah bawa formulir, ataupun ada anak 15 tahun bisa nyoblos.. hohoho..
Tapi ternyata saya cukup terkejut dengan hasil quick count yang menempatkan pasangan jokowi-ahok mendapatkan 42%-43% suara.. waaaw.. Soalnya saya mengira jokowi suaranya kemungkinan nomor 2 lah, masih di bawah foke. Tapi ternyata justru foke yang di nomor 2.
"Tenyata di Jakarta itu banyak orang Jawa, sayang," kata muai waktu kami membahas keunggulan Jokowi.
Saya dan muai kemarin antusias banget ngebahas hasil quick count kemarin. Menurut muai ini adalah salah satu gebrakan PDIP-Gerindra jelang 2014.
"Menurutku PDIP beruntung. Di saat mereka paceklik kepemimpinan, tiba-ada tokoh yang disukai dan mempunyai track record bagus di mata masyarakat," kata muai.
"Jokowi itu memang bagus, sayang. Soalnya di solo itu tidak ada penolakan. Mulai dari kalangan ektrimis, nasionalis, alim, pengusaha china, dan lain-lain, semua ga menolak jokowi.," tambah dia.
Hmm.. mungkin itu juga yang terjadi di Jakarta..
Warga butuh perubahan, dan perubahan itu bukan hanya 'lip service' semata..
***
Akhir kata.. hasil pemilu kada yang resmi dari KPUD belum ada sih.. Tapi dengan hasil quick count kemarin cukup menggambarkan kalau akan ada pemilu kada putaran kedua Jokowi-Ahok vs Foke-Nara.
Siapa gubernur yang ingin anda pilih? Jangan lupa gunakan hati nurani anda, uhuy.. :P
*)disclaimer: tulisan ini merupakan opini pribadi
**)foto-foto dari http://kpujakarta.go.id/
Thursday, July 12, 2012
Wednesday, July 11, 2012
Akhir Liburan yang Menegangkan.. *wakwaaw..*
Hari itu, Selasa (15/5), hari terakhir kami liburan.. Hari itu kami tidak lagi ambisius untuk mengunjungi objek-objek wisata tertentu.. Sebab kami harus naik bus dari KL ke Singapore, lalu lanjut naik pesawat dari Singapore ke Jakarta.. Jadi tujuan kami hanyalah pulang dengan selamat di Jakarta..
Tapi ternyata hari itu kami justru berpetualang.. Ibaratnya jantung saya berdebarnya dah ga karuan.. Ditambah kepala nyut-nyutan saking stressnya..
Bagaimana itu bisa terjadi?? Saya rekap aja deh ya tweets saya hari itu
sebagai rekap akhir cerita liburan kami..
Pagi itu, Selasa (15/5), saya&muai sudah siap berangkat dari rumah mas Ollie menuju terminal bersepadu selatan.. Hari yang cerah untuk memulai perjalanan.. Stasiun PWTC pun masih sepi..
Setelah sampai di TBS&sukses beli tiket bus, saya pun ngetwit..
"Sudah sampai terminal bersepadu selatan (#tbs) #KL.. beli 2 tiket bus harganya RM78, uang di dompet RM80.. :))" 9:02 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
bahkan saya sempat berbalas pantun dengan runi&ima..
"@Runii @alatasima klo kata mas arief naik motor pake sarung biasa aja, cuma ruang gerak terbatas, haha" 9:24 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"@alatasima di #KL mah kita naik kereta mulu ma, jd ga sarungan takut melorot.. :))" 9:27 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
hingga akhirnya kami berangkat..
"Kita nak brangkat dulu naik bas.. Mohon doa sihat selalu di jalan.. *mulai ke malay2an..* :)) I'll cu #KL" 9:31 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
***
Setelah mengalami perjalanan yang menegangkan, di changi airport saya pun mulai bercerita..
"Perjalanan dari #KL ke #SG hari ini bisa dibilang sebagai hari yg bikin jantung mau copot&kepala cekot2.." 7:17 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"bermula dari harap2 cemas di #tbs di #KL karena kami belum pesan tiket bus online. Ternyata kami cuma salah antri aja.. :)" 7:20 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Abis dpy tiket, kami sarapan kesiangan dulu di terminal #tbs itu. Oiya, kami milih bus judulnya konsorsium krn waktu dari #SG kami naik itu." 7:21 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Bus konsorsium berangkat tepat waktu jam11 waktu #KL, kami pun tenang2 saja." 7:22 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
*ini foto saya ketika menunggu bus datang di terminal super kece itu..*
"Selama perjalanan, kami mampir ke satu tempat istirahat 30 menit (sy lupa namanya, tp ada 'lucky') nya.. Itu masih aman2 aja.." 7:24 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Tapi setelah jalan dari tempat istirahat, ni bus mulai aneh. Pertama,
supirnya brenti ngisi bensin self service lama bgt." 7:25 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Kedua, dia nurunin penumpang anak kecil di pinggir jalan tol. Saya ga tau tu anak apa penumpang beneran, sodara supirnya atau siapa." 7:26 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Ketiga, ni bus juga sempet nurunin orang 2x sebelum terminal larkin johor baru. Orang2 yg turun rata2 india (maaf bkn bermaksud rasis)." 7:27 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Keempat, selain nurunin orang di tengah jalan, ni bus juga 2x brenti krn (kayaknya) ada kerusakan teknis di setirnya." 7:29 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Kelima, kami tiba di check point woodland #SG. antrian panjang bgt&muai sempet KETAHAN DI IMIGRASI. keliatannya di curigai teroris.. #cih" 7:30 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Klo menurut saya, kami apes aja dapet petugas imigrasi woodland ibu2 yg lamaaaa bgt meriksa2 dokumen&curigaan.." 7:32 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Akhirnya muai dibawa masuk ke pemeriksaan imigrasi&saya dijutekin diperintah untuk nunggu di luar terminal. #cih" 7:33 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Truuuuus yg paling MAHA MENYEBALKAN adalah tu bus konsorsium ga ada loh di parkiran.. Kami DITINGGAL BUS sodara2.. :((" 7:34 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"setelah deg2an gatau mau ngapain, akhirnya kami naik bus umum ke arah Queens Rd (dekat bugis) dg tarif S$2,4 per orang (harus uang pas).." 7:35 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Saya ngoprek2 dompet, untung ada uang S$5 loh, jadi akhirnya kami naik&berdoa supaya bisa nyampe changi tepat waktu.." 7:36 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Kami tiba di terminal bus jam18.00 di Queens Rd, lalu nyari MRT bugis yg jaraknya +/-400 meter dari situ." 7:38 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
*intermezo sejenak, kami akhirnya mulai lega saat menemukan bugis street.. karena ga jauh dari sana ada bugis MRT..*
"Kami naik MRT ke arah changi, dah ga mikir tu MRT penuh banget krn jam pulang kerja.." 7:39 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Akhirnya jam19.10 kami sampai di terminal 1 changi&masih ada sisa waktu 50 menit untuk check in." 7:40 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Alhamdulillah sekarang nunggu untuk naik pesawat, doakan selamat sampai jakarta yah.." 7:45 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
*ini foto saya ketika menunggu..*
***
Alhamdulillah akhirnya kami melihat daratan jakarta..
Akhir cerita liburan yang menegangkan pun ga jadi berakhir tragis.. Singkat kata, untuk memperlancar perjalanan antar kota, antar negara, pilihlah perusahaan bus yang lebih terpercaya.. Kalau bisa jangan bertingkah mencurigakan sampai harus tertahan di imigrasi.. *amit2 ga lagi2..*
***
PS: si muai protes dengan tulisan 'bertingkah mencurigakan' yang saya tulis di atas.. menurut dia, si ibu imigrasi woodland itu aja yang rasis dan berlebihan.. *yeah muai emang ga salah dan insiden di imigrasi itu bisa jadi catatan buruk/tidak mengenakkan soal singapore, bukan hanya untuk muai, tapi juga untuk saya..
Tapi ternyata hari itu kami justru berpetualang.. Ibaratnya jantung saya berdebarnya dah ga karuan.. Ditambah kepala nyut-nyutan saking stressnya..
Bagaimana itu bisa terjadi?? Saya rekap aja deh ya tweets saya hari itu
sebagai rekap akhir cerita liburan kami..
Pagi itu, Selasa (15/5), saya&muai sudah siap berangkat dari rumah mas Ollie menuju terminal bersepadu selatan.. Hari yang cerah untuk memulai perjalanan.. Stasiun PWTC pun masih sepi..
Setelah sampai di TBS&sukses beli tiket bus, saya pun ngetwit..
"Sudah sampai terminal bersepadu selatan (#tbs) #KL.. beli 2 tiket bus harganya RM78, uang di dompet RM80.. :))" 9:02 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
bahkan saya sempat berbalas pantun dengan runi&ima..
"@Runii @alatasima klo kata mas arief naik motor pake sarung biasa aja, cuma ruang gerak terbatas, haha" 9:24 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"@alatasima di #KL mah kita naik kereta mulu ma, jd ga sarungan takut melorot.. :))" 9:27 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
hingga akhirnya kami berangkat..
"Kita nak brangkat dulu naik bas.. Mohon doa sihat selalu di jalan.. *mulai ke malay2an..* :)) I'll cu #KL" 9:31 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
***
Setelah mengalami perjalanan yang menegangkan, di changi airport saya pun mulai bercerita..
"Perjalanan dari #KL ke #SG hari ini bisa dibilang sebagai hari yg bikin jantung mau copot&kepala cekot2.." 7:17 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"bermula dari harap2 cemas di #tbs di #KL karena kami belum pesan tiket bus online. Ternyata kami cuma salah antri aja.. :)" 7:20 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Abis dpy tiket, kami sarapan kesiangan dulu di terminal #tbs itu. Oiya, kami milih bus judulnya konsorsium krn waktu dari #SG kami naik itu." 7:21 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Bus konsorsium berangkat tepat waktu jam11 waktu #KL, kami pun tenang2 saja." 7:22 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
*ini foto saya ketika menunggu bus datang di terminal super kece itu..*
"Selama perjalanan, kami mampir ke satu tempat istirahat 30 menit (sy lupa namanya, tp ada 'lucky') nya.. Itu masih aman2 aja.." 7:24 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Tapi setelah jalan dari tempat istirahat, ni bus mulai aneh. Pertama,
supirnya brenti ngisi bensin self service lama bgt." 7:25 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Kedua, dia nurunin penumpang anak kecil di pinggir jalan tol. Saya ga tau tu anak apa penumpang beneran, sodara supirnya atau siapa." 7:26 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Ketiga, ni bus juga sempet nurunin orang 2x sebelum terminal larkin johor baru. Orang2 yg turun rata2 india (maaf bkn bermaksud rasis)." 7:27 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Keempat, selain nurunin orang di tengah jalan, ni bus juga 2x brenti krn (kayaknya) ada kerusakan teknis di setirnya." 7:29 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Kelima, kami tiba di check point woodland #SG. antrian panjang bgt&muai sempet KETAHAN DI IMIGRASI. keliatannya di curigai teroris.. #cih" 7:30 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Klo menurut saya, kami apes aja dapet petugas imigrasi woodland ibu2 yg lamaaaa bgt meriksa2 dokumen&curigaan.." 7:32 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Akhirnya muai dibawa masuk ke pemeriksaan imigrasi&saya dijutekin diperintah untuk nunggu di luar terminal. #cih" 7:33 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Truuuuus yg paling MAHA MENYEBALKAN adalah tu bus konsorsium ga ada loh di parkiran.. Kami DITINGGAL BUS sodara2.. :((" 7:34 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"setelah deg2an gatau mau ngapain, akhirnya kami naik bus umum ke arah Queens Rd (dekat bugis) dg tarif S$2,4 per orang (harus uang pas).." 7:35 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Saya ngoprek2 dompet, untung ada uang S$5 loh, jadi akhirnya kami naik&berdoa supaya bisa nyampe changi tepat waktu.." 7:36 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Kami tiba di terminal bus jam18.00 di Queens Rd, lalu nyari MRT bugis yg jaraknya +/-400 meter dari situ." 7:38 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
*intermezo sejenak, kami akhirnya mulai lega saat menemukan bugis street.. karena ga jauh dari sana ada bugis MRT..*
"Kami naik MRT ke arah changi, dah ga mikir tu MRT penuh banget krn jam pulang kerja.." 7:39 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Akhirnya jam19.10 kami sampai di terminal 1 changi&masih ada sisa waktu 50 menit untuk check in." 7:40 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Alhamdulillah sekarang nunggu untuk naik pesawat, doakan selamat sampai jakarta yah.." 7:45 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
*ini foto saya ketika menunggu..*
***
Alhamdulillah akhirnya kami melihat daratan jakarta..
Akhir cerita liburan yang menegangkan pun ga jadi berakhir tragis.. Singkat kata, untuk memperlancar perjalanan antar kota, antar negara, pilihlah perusahaan bus yang lebih terpercaya.. Kalau bisa jangan bertingkah mencurigakan sampai harus tertahan di imigrasi.. *amit2 ga lagi2..*
***
PS: si muai protes dengan tulisan 'bertingkah mencurigakan' yang saya tulis di atas.. menurut dia, si ibu imigrasi woodland itu aja yang rasis dan berlebihan.. *yeah muai emang ga salah dan insiden di imigrasi itu bisa jadi catatan buruk/tidak mengenakkan soal singapore, bukan hanya untuk muai, tapi juga untuk saya..
Tuesday, July 10, 2012
Yang Tersisa Dari Malaysia
Bulan sudah berganti Juli, tapi laporan perjalanan Singapura-Malaysia Mei lalu belum juga selesai. Maklum lah kesibukan dan kemalasan menulis menjadi masalah utama tertundanya laporan perjalanan itu.. *duile*
Tapi sebelum basi beneran, saya mau laporan secara garis besar aja deh tentang perjalanan kami di hari Senin (14/5) lalu seputaran kuala lumpur dan sekitarnya.. :p
Pagi itu kami menuju Terminal Bus/Stasiun Titi Wangsa untuk menuju Genting Highland (semacam kwasan puncak-nya KL) yang bisa ditempuh dengan bus +/-1 jam. Terminal Titi Wangsa hanya berjarak +/-500 meter dari kondominium-nya Mas Ollie temennya Muai. Jadilah kami berjalan kaki sepanjang pinngir kali..
Kami pun membeli tiket bus seharga 5,9 ringgit per orang (tapi dibulatkan jadi 12 ringgit untuk dua tiket).. Lalu kami naik bus berwarna kuning bertulisakan "Genting". Ini beberapa foto jelang kami berangkat..
Di Resort World Genting Highland (kayaknya satu grup sama Resort World Sentosa di Singapore) yang menarik perhatian saya&muai adalah Cable Car (kereta gantung) terpanjang di Asean.. Katanya di atas sana bisa sampai 15 menit lebih melihat pemandangan pegunungan dan resort.. Selain cable car, di genting highland juga ada amusment park indoor dan outdoor.. Permainannnya mirip2 dufan, andalannya pun roaler coaster.. Tapi secara saya dan muai udah ke USS, jadi ga terlalu pengen juga main2 lagi, haha..
Di genting highland juga ada casino.. Jadi banyak deh tuh orang tua-tua yang keluar masuk Genting Highland.. Saya sih mikirnya mereka ga mungkin main2 roaler coaster dong ya? Jadilah mereka kemungkinan ke genting untuk berjudi.. X)
Ini suasana waktu kami tiba di terminal bus genting highland.. Udah kaya pelangi gitu ya warnanya.. :P
Trus ini contohnya ibu/nenek yang baru dateng ke genting untuk berjudi.. Doi ujug2 nengok ke kamera yang dibidik muai ini.. :))
Namun demikian sodara-sodara.. Pas kami ke sana pas si Cabble Car-nya lagi diservice sampe tanggal 17 Mei.. Nyebelin banget deeeeh.. Padahal saya kan ke sana cuma mau naik cabble car... Kembalikan uang kamiiii.. *halah..*
Akhirnya saya cuma foto2 senep aja di depan cabble car.. Cuma emang cuaca saat itu berkabut banget sih.. Ga kebayang kalau kami naik cabble car membelah kabut.. Berasa film horor.. hiiii...
Akhirnya setelah puas foto-foto kami meluncur balik ke terminal bus.. Yah dari awal kan emang niatnya pengen naik cabble car.. Jadi karena ga jadi naik, yoweis lah ga usah lama2, hahaha..
Dari sana kami kembali ke terminal bus Titi Wangsa dan lanjut naik LRT menuju masjid jamek.. Tujuan kami adalah KL central market untuk berbelanja oleh-oleh.. Saya ga tau apa kami berbelanja di pasar yang benar atau salah.. Tapi kemarin kami sih lebih banyak menemukan toko kain/baju yang penjualnya orang India.. (macam di Mayestik atau di Pasar baru gitu, hahaha..)
Selasai dari sana, kami udah bawa segembolan belanjaan.. Kaki rasanya udah mulai panas&saya ngeliat mukanya Muai udah cape banget..
Tapi masih ada satu tujuan lagi yaitu Jalan Bukit Bintang yang menjadi pusat keramaian kota KL.. Ke Bukit Bintang itu harus naik KL Monorail yang tiketnya lebih mahal.. Tapi setelah sampai sih saya suka suasana di sana.. Jalan bukit bintang dikelilingi hotel-hotel bintang 5, mal, dan kafe-kafe di punggir jalan.. (Mirip-mirip orchard road Singapore, tapi juga banyak kafe atau tempat makan di pinggir jalan kaya jalan jaksa.. hehe..)
Setelah puter-puter sekitaran Bukit Bintang, kami memutuskan nyari Maggi Soup di warung makan pinggir jalan.. Maggi Soup itu sejenis Indomie lah.. Enak kan makan anget-anget setelah jalan seharian.. :D
Akhirnya si Muai beneran makan maggi soup, kalau saya nyobain kwetiau rebus dengan kaldu daging.. Enaknya maknyuss tapi jebakan cabe rawitnya buanyak banget.. hahahaha..
Selesai dari Bukit Bintang, kami naik KL Monorail ke Stasiun Titi Wangsa, trus ganti ke LRT ke stasiun PWTC.. Sampai kondominium kami bisa naik ke lantai 31, tapi ternyata Mas Ollie sekeluarga lagi keluar, jadilah kami ngemper di depan rumahnya Mas Ollie.. -_-"
Malam terakhir di KL kami beberes tas agar besok bisa langsung berangkat untuk kembali ke Singapore, dan pulang ke Jakarta..
Sampai ketemu di lanjutan ceritanya.. *masih ada looh.. sigh..*
PS: semua foto dibidik sama Muai, kecuali foto tiket bus, haha..
Tapi sebelum basi beneran, saya mau laporan secara garis besar aja deh tentang perjalanan kami di hari Senin (14/5) lalu seputaran kuala lumpur dan sekitarnya.. :p
Pagi itu kami menuju Terminal Bus/Stasiun Titi Wangsa untuk menuju Genting Highland (semacam kwasan puncak-nya KL) yang bisa ditempuh dengan bus +/-1 jam. Terminal Titi Wangsa hanya berjarak +/-500 meter dari kondominium-nya Mas Ollie temennya Muai. Jadilah kami berjalan kaki sepanjang pinngir kali..
Kami pun membeli tiket bus seharga 5,9 ringgit per orang (tapi dibulatkan jadi 12 ringgit untuk dua tiket).. Lalu kami naik bus berwarna kuning bertulisakan "Genting". Ini beberapa foto jelang kami berangkat..
Di Resort World Genting Highland (kayaknya satu grup sama Resort World Sentosa di Singapore) yang menarik perhatian saya&muai adalah Cable Car (kereta gantung) terpanjang di Asean.. Katanya di atas sana bisa sampai 15 menit lebih melihat pemandangan pegunungan dan resort.. Selain cable car, di genting highland juga ada amusment park indoor dan outdoor.. Permainannnya mirip2 dufan, andalannya pun roaler coaster.. Tapi secara saya dan muai udah ke USS, jadi ga terlalu pengen juga main2 lagi, haha..
Di genting highland juga ada casino.. Jadi banyak deh tuh orang tua-tua yang keluar masuk Genting Highland.. Saya sih mikirnya mereka ga mungkin main2 roaler coaster dong ya? Jadilah mereka kemungkinan ke genting untuk berjudi.. X)
Ini suasana waktu kami tiba di terminal bus genting highland.. Udah kaya pelangi gitu ya warnanya.. :P
Trus ini contohnya ibu/nenek yang baru dateng ke genting untuk berjudi.. Doi ujug2 nengok ke kamera yang dibidik muai ini.. :))
Namun demikian sodara-sodara.. Pas kami ke sana pas si Cabble Car-nya lagi diservice sampe tanggal 17 Mei.. Nyebelin banget deeeeh.. Padahal saya kan ke sana cuma mau naik cabble car... Kembalikan uang kamiiii.. *halah..*
Akhirnya saya cuma foto2 senep aja di depan cabble car.. Cuma emang cuaca saat itu berkabut banget sih.. Ga kebayang kalau kami naik cabble car membelah kabut.. Berasa film horor.. hiiii...
Akhirnya setelah puas foto-foto kami meluncur balik ke terminal bus.. Yah dari awal kan emang niatnya pengen naik cabble car.. Jadi karena ga jadi naik, yoweis lah ga usah lama2, hahaha..
Dari sana kami kembali ke terminal bus Titi Wangsa dan lanjut naik LRT menuju masjid jamek.. Tujuan kami adalah KL central market untuk berbelanja oleh-oleh.. Saya ga tau apa kami berbelanja di pasar yang benar atau salah.. Tapi kemarin kami sih lebih banyak menemukan toko kain/baju yang penjualnya orang India.. (macam di Mayestik atau di Pasar baru gitu, hahaha..)
Selasai dari sana, kami udah bawa segembolan belanjaan.. Kaki rasanya udah mulai panas&saya ngeliat mukanya Muai udah cape banget..
Tapi masih ada satu tujuan lagi yaitu Jalan Bukit Bintang yang menjadi pusat keramaian kota KL.. Ke Bukit Bintang itu harus naik KL Monorail yang tiketnya lebih mahal.. Tapi setelah sampai sih saya suka suasana di sana.. Jalan bukit bintang dikelilingi hotel-hotel bintang 5, mal, dan kafe-kafe di punggir jalan.. (Mirip-mirip orchard road Singapore, tapi juga banyak kafe atau tempat makan di pinggir jalan kaya jalan jaksa.. hehe..)
Setelah puter-puter sekitaran Bukit Bintang, kami memutuskan nyari Maggi Soup di warung makan pinggir jalan.. Maggi Soup itu sejenis Indomie lah.. Enak kan makan anget-anget setelah jalan seharian.. :D
Akhirnya si Muai beneran makan maggi soup, kalau saya nyobain kwetiau rebus dengan kaldu daging.. Enaknya maknyuss tapi jebakan cabe rawitnya buanyak banget.. hahahaha..
Selesai dari Bukit Bintang, kami naik KL Monorail ke Stasiun Titi Wangsa, trus ganti ke LRT ke stasiun PWTC.. Sampai kondominium kami bisa naik ke lantai 31, tapi ternyata Mas Ollie sekeluarga lagi keluar, jadilah kami ngemper di depan rumahnya Mas Ollie.. -_-"
Malam terakhir di KL kami beberes tas agar besok bisa langsung berangkat untuk kembali ke Singapore, dan pulang ke Jakarta..
Sampai ketemu di lanjutan ceritanya.. *masih ada looh.. sigh..*
PS: semua foto dibidik sama Muai, kecuali foto tiket bus, haha..
Subscribe to:
Posts (Atom)














































