Wednesday, January 11, 2012

Bang bing bung, yok kita nabung..

Jadi inget filmnya titiek puspa&adi bing slamet entah jaman kapan itu.. Ngajarin kita untuk nabung supaya nantinya dapat untung.. Ihiy..

Tulisan saya kali ini juga soal nabung.. Karena dengan cara ini,ah saya&muai bisa merealiasikan rencana traveling, bangun rumah, mudik, beli barang, dll.. Alasan lainnya adalah karena kami berdua boros buanget.. Pengeluaran tiap bulan kadang2 ga tau diri gitu.. Jajan-jajan impulsifnya gila2an.. Apalagi kalo kita berdua "terjebak" di midnight sale suatu mol.. *halah*

Kami berdua punya 3 macam tabungan.. Yang pertama itu yang di bank. Tabungan yang harus diisi setiap gajian ini sudah ditentukan alokasi per bulannya, dan apapun yang terjadi harus dipatuhi. Tabungan di bank ini alokasinya untuk traveling, bangun rumah, mudik, dll yang memang kebutuhannya cukup besar..
Tabungan jenis kedua adalah uang 'sisa' jajan harian yang dikumpulkan di rumah.. Si Muai sih yang pertama kali ngusulin ini.. Jadi tiba2 kita kere banget, ternyata masih punya simpanan duit, haha.. *tabungan ini paling besar pernah saya ambil Rp100 ribu pas akhir bulan sebelum gajian, haha..*
Tabungan jenis ketiga itu mirip-mirip tabungan yang kedua. Tabungan ini kami simpan di rumah. Tapi bedanya sama tabungan yang kedua, dia ini uang receh di celengan. Jadi tiap ada uang receh sisa kami tabung di sini.. Si celengan recehan berbentuk monyet yang kami punya ini, sebenernya punya muai. Dia menabung dari jaman kami belum menikah.. *lama juga ya boi..*
trus karena kami ingin tau berapa jumlah isi tabungan receh setelah lebih dari 2 tahun itu, malam tahun baru kemarin memutuskan membongkar si celengen monyet yang hasilnya adalah Rp246.750ciiiing.. Hahahaha.. 
Kami rencannya pengen nuker ke bank Rp200 ribu nya. Trus kami masukin ke celengan kedua. Sementara si celengan receh, akan mulai berjuang lagi dari Rp46.750 hehe..

Di tulisan ini, saya juga mau bilang juga.. Bagi sebagian orang mungkin menabung itu ga perlu ya.. Karena kemungkinan mereka memiliki uang lebih dan secara finansial lebih mumpuni lah.. Tapi bagi saya&muai menabung itu sangat berarti untuk kami.. Menabung mengajrkan kami untuk berjuang untuk bisa mendapatkan sesuatu yang kami inginkan.. Yah mungkin butuh waktu lebih lama daripada orang lain, tapi yang terpenting adalah kepuasan ketika kami bisa mendapatkan apa yang kami inginkan.. Cihuuuy..

Untuk mengakhiri masalah tabungan ini.. Saya menyertakan foto2 muai waktu bongkar celengan monyetnya.. Mukanya doi kocak, makanya saya pasang, hohoho..


Selamat menabung semua...

Sent from my iPad

Friday, January 06, 2012

menulis biar tenang.. :)

dua hari lalu saya membaca blog kawan saya yasmina yang bercerita tentang film 'the help'. tulisan yang bisa di baca di sini itu sangat menggugah buat saya..
Soalnya saya jadi penasaran nonton tu film (dan langsung nonton malam itu juga, ampe baru selesai jam 02.30 karena filmnya ternyata panjang), dan saya jadi ingin menulis blog (yang akhirnya saya lakukan sekarang ini)

banyak hal yang pengen saya ceritain sebenernya.. mulai dari cerita soal membangun keluarga, cerita soal transportasi kota, sampai soal pernikahan sahabat esok hari.. cuma karena ke-ngehe-an yang terjadi semalam, buyar lah hal yang sebelumnya ingin saya tulis..
Tapi daripada gairah menulis keburu ilang, sekarang saya akan cerita soal ke-ngehe-an semalam yang membuat saya ga bisa tidur karena rasanya ada yang mengganjal di ujung tenggorokan.. *halah*

cerita soal pekerjaan, kantor, dan dinamika dengan rekan kerja sekantor memang ga pernah ada habisnya.. tapi sebelum saya dianggap 'menyerang' orang lain, saya cerita soal diri saya sendiri dulu..
dulu, ketika saya masih jadi reporter, editor2 saya mengeluhkan betapa susahnya saya dihubungi dari kantor.. kala itu, saya memang emoh banget nerima telpon dari no telpon berawalan 581, 582, 583.. tapi meski ga jawab telepon, saya akan membalas sms jika editor meng-sms saya.. Jika pun dia menelpon dari telepon selulernya, saya pun akan mengangkat teleponnya..
Kenapa saya begitu?
Soalnya waktu saya masih carep, 'kenaikan pangkat' saya menjadi reporter ditangguhkan ga sopan sama atasan.. (yeah, meski memang 3 bulan kemudian saya lulus evaluasi itu, dan setelah itu ga pernah ada masalah lagi..) Jadi kira2 motto saya waktu itu adalah daripada saya sebel duluan karena dimarah2in via telpon, mending saya cuekin aja tu telepon.. (yeah, cakep ya.. masa labil jaman dulu..)
Sampai2 di evaluasi 2 tahun lalu (kalau saya ga salah), pesan dari editor saya adalah, "pani, kamu itu bagus sebenernya. konten ga ada masalah, menembus narasumber ga masalah. tapi nilai evaluasi yang masih di bawah standar dari semua adalah di komunikasi yang kurang lancar."
kala itu saya menjawab, "iya mba, ke depan akan saya perbaiki." dengan tambahan dalam hati, "tapi intinya kerjaan&tulisan gw ga masalah kan? jadi sabodo lah cuma masalah komunikasi doang, hihihi.."

yeah, untuk soal penulisan berita, rasa-rasanya berita saya jarang ada masalah.. (meski saya ga tau sepenuhnya juga karena kala itu saya hanya menulis, tidak mengedit..) karena seiring berjalannya waktu saya sering melihat tulisan yang saya tulis sama persis dengan yang tercetak di koran esoknya (presklar). Editor tidak mengubah banyak tulisan saya, dan itu jelas menjadi kebanggaan tersendiri untuk saya.. :)

Tapi setelah saya jadi asred, baru deh ngerasin kenapa yang di lapangan sama yang di kantor itu suka slek. yang di lapangan ngerasa udah diperas abis2an, sementara yang di kantor frustrasi banget karena hasil liputan kawan2 di lapangan jauh dari harapan.. *yeah, idup emang berat boi..*
akhirnya setelah saya menjadi asred, saya mengenali ada beberapa tipe reporter yang harus saya hadapi (hampir) setiap hari..
Yaitu, pertama, ternyata memang ada reporter yang hobinya mengeluuuuh.. ngeluh ga bisa liputan pagi karena anak sakit lah, ngeluh dateng kepagian di acara karena yang ngasi jadwal salah jam, dan ngeluh2 soal hal lainnya.. reporter tukang ngeluh akan semakin ngehe kalau juga ditambah tulisannya yang acak2an.. reporter yang suka ngeluh akan lebih baik kalau tulisannya baik&benar jadi ga membuat editor2nya frustrasi..
kedua, ada tipe reporter yang pemalas.. yup, pemalas dalam arti sebenarnya.. ga pernah punya inisiatif soal liputan.. dikasih agenda liputan pun males2an ngejalaninnya.. tapi di sisi lain tulisannya rapi&ga merepotkan untuk editornya..
ketiga, ada juga reporter yang rajin&selalu menjalankan perintah editor dalam proyeksinya.. tapi sayangnya tulisan yang dihasilkan seringkali membuat editor2 keningnya berkerut.. kadang perlu waktu lama juga untuk diedit karena bulet, bulet, bulet.. *halah*

jadi, untuk mengakhiri tulisan saya kali ini.. kalau di twitter itu ada accound @advicetowriters yang menarik untuk disimak. Tapi untuk reporter di lapangan sana, saya juga punya advice,
"tugas anda itu menulis, bukan mengeluh.. Bekerjalah yang baik dengan menulis dengan baik dan benar.. Kalau tulisan anda saja belum cukup memuaskan, tolong jangan terlalu sering mengeluh.. Karena itu akan membuat simpati editor anda berkurang, dan bisa saja mendorong anda untuk di rolling ke desk yang jauh lebih berat.. cheers.."

Sunday, January 01, 2012

Selamat Tahun Baru 2012..

Halo blog, apa kabarmu di hari pertama tahun 2012 ini? Mudah-mudahan baik yah karena saya justru melewatkan tahun baru dalam kondisi kurang fit. Yup, dua hari demam tinggi di waktu malam, dan hari ketiga (saat malam tahun baru) demam turun tapi tenggorokan meradang.. :(
Hari ini, saat saya seharusnya masuk kerja akhirnya saya minta izin karena butuh istirahat bgt untuk mengeluarkan 'tenaga lebih besar' satu minggu ke depan saat editor ekonomi tinggal 3 orang..

Tapi meski tahun baru sakit, saya masih tetap mengucap syukur Alhamdulillah.. Sebab saya bisa menghabiskan malam tahun baru dengan menyenangkan.. Saya bisa menghabiskan waktu dengan muai, suami tersayang, sambil nonton dvd, makan delivery McD, dan melihat kembang api (tetangga) dari atas genteng.. :)

Lalu.. Untuk meningkatkan motivasi di tahun baru ini saya akan menulis beberapa resolusi, yakni:
1. Harus mulai meluangkan waktu untuk olah raga supaya badan tetap fit. Jadi (insya allah) tahun baru mendatang ga sakit.. :D
2. Kembali menjalankan gaya hidup sehat yang sempat dijalankan oktober-november 2011 kemarin.. 
3. Semoga rencana-rencana yang sudah disusun bisa berjalan lancar.. Amiiin Amiiin Ya Robbal 'Alamiin.. :)


Sent from my iPad