Pertandingan perempat final piala dunia Brazil versus Belanda Jumat (2/7) malam lalu memang menyedot atensi pecinta olahraga sepak bola di seluruh dunia, tidak ketinggalan orang nomor dua di negeri ini. Di tengah kesibukannya, Wapres Boediono menyempatkan diri untuk melihat laga perempat final Piala Dunia, bersama dengan wartawan yang biasa meliput di Istana Wakil Presiden.
Agar acara tidak terkesan kaku dan penuh protokoler, Wapres menggelar acara nonton bareng di pendopo halaman belakang rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Sebuah tenda besar telah disiapkan di halaman belakang rumahnya. Tidak ketinggalan sebuah layar raksasa, dan dua televisi layar datar.
Wartawan sudah mulai datang ke kediaman Wapres sejak pukul 19.30 WIB. Namun suasana mulai menghangat saat Wapres Boediono yang malam itu mengenakan polo shirt hitam dan celana krem menyapa wartawan 20 menit jelang kick off pukul 21.00 WIB.
"Brazil bermain di atas Belanda. Saya pilih Brazil menang tipis saja 1-0," kata Wapres yang memang menjagokan Brazil di Piala Dunia kali ini.
Namun ditanya apakah wapres akan taruhan agar Brazil menang, Boediono hanya menjawab dengan senyuman.
Wapres malam itu tampak santai. Bahkan sebelum pertandingan mulai ia pun menyempatkan diri untuk menikmati hidangan soto Kudus yang yang tersedia di halaman dalam kediamannya sambil berbincang ringan dengan para wartawan.
Pertandingan pun dimulai. Selang beberapa waktu, tiba-tiba Ibu Herawati pun menyusul ke pendopo untuk mendampingi Wapres Boediono.
"Gabung...gabung...," katanya, sambil menyalami sebagian wartawan yang hadir.
Suasana yang masih sedikit kaku akhirnya mencair saat Robinho menceloskan bola ke gawang Maarten Stekelenburg di menit ke-10.
"Goooolllllll...."
Sebagian penonton bersorak. Begitupun Wapres yang sedari awal mendukung Brazil tertawa lepas sambil mengepalkan tangannya.
Semangat para wartawan yang mendukung Brazil semakin meninggi saat beberapa kali tim nya hampir menciptakan gol. Sebaliknya pendukung Belanda yaitu para wartawan, Paspampres, dan Protokol Wapres gemas karena Belanda belum bisa keluar dari tekanan.
Saat turun minum skor pertandingan masih 1-0 untuk keunggulan Brazil.
"Kalau saya masih muda, saya mau tantang wartawan (bermain bola). Saya sudah tua sih," komentar Wapres saat istirahat.
Selama waktu istirahat para wartawan nampaknya tidak mau kehilangan momen langka bersama pemimpin negara yang jarang bicara ini. Para wartawan mengajak wapres foto bersama. Wapres juga 'ditodong' menjadi komentator dadakan.
"Bagaimana pak pertandingan tadi," tanya seorang wartawan radio.
"Dari awal Brazil terlihat lebih unggul. Saya mengira skor memang akanm tipis, tapi saya surprise sudah gol di menit awal," kata Wapres.
Pertandingan babak kedua dimulai. Suasana menjadi riuh saat Belanda berhasil menyamakan kedudukan akibat gol bunuh diri Felipe Melo di menit 53 yang tidak bisa menahan tendangan lambung Sneijder.
Akan tetapi sekitar pukul 22.25 WIB Wapres sempat meninggalkan tempat acara nonton bareng untuk menerima telepon yang sekiranya amat penting. Beberapa wartawan sempat menebak-nebak apakah itu telepon dari Presiden SBY yang sedang berada di luar negeri.
Tapi pertanyaan siapa yang menelpon wapres itu menguap, dan suasana kembali meriah saat Wapres kembali muncul untuk melanjutkan menonton, ditambah Gol Sneijder di menit 68 membuat Belanda unggul 2-1.
"Goooollll..." sebagian penonton kembali bersorak.
Namun di menit 73, pemain Brazil Felipe Melo terkena kartu merah. Suasana nonton bareng itu sempat hening sejenak. Mungkin banyak yang khawatir saat Brazil harus bermain dengan 10 pemain.
Akhirnya skor 2-1 untuk Belanda bertahan hingga akhir permainan. Wapres Boediono yang menjagokan Brazil pun kembali ditanya wartawan bagaimana perasaannya saat tim samba jagoannya itu kalah.
"Tadi Brazil memang menurun permainannya. Sedangkan Belanda konsisten.Tapi tadi pertandingannya bagus, saling serang," kata Wapres usai pertandingan.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth, Afrika Selatan itu dapat dikatakan sebagai pertandingan kenangan antara Tim Oranye dan Tim Samba, yang sempat bertemu pada babak perempatfinal pada 1994 dan babak semifinal 1998. (Dwi Tupani)
*) saya suka tulisan ini karena ada energi di sana (meski versi yang terbit banyak dipotong).. dan saya tidak akan melupakan malam itu saat wapres boediono tampil santai dengan bajunya wangi molto banget, hahaha..
Monday, July 05, 2010
Tuesday, June 15, 2010
Kali ini soal taksi..
Blog 13.06.2010
Kali ini saya akan bicara soal taksi.. Yak, taksi yang menjadi salah satu "bisnis kepercayaan" karena saya termasuk penumpang yang hanya mau menggunakan taksi dengan merk tertentu..
Saya menulis ini karena saya kemarin baru saja naik taksi "sepakat" karena saya mengira dia "blue bird". Saya sempet ragu untuk naik hingga akhirnya saya membaca bismillah dan bergumam dalam hati,"ini adalah rejeki si supir taksi. Lagipula tujuannya ga jauh (fly over jatibaru sampai GI) insya allah aman." Pas di taksi supirnya agaknya nyadar saya sempet pas mau naik. Dia nanya "kok td sempet ragu mba?" aaaah makin khawatir aja perasaan saya.. Tapi akhirnya saya menjawab sekenanya,"abis td kacanya gelap, jadi ragu.." *yeah rite, sounds so stupid*
Tapi akhirnya taksi jalan juga daaaan saya pandangi lama argonya mudah2an bukan argo kuda..
Yeah.. Saya beruntung argo taksi "sepakat" yang saya naiki adalah tarif bawah yang berjalan "normal"..
Fiuuuf untunglah saya selamat.. Meski menyisakan rasa "tidak enak hati" karena telah berprasangka buruk dengan pak supir dan merek taksi yg bukan merek fanatik saya..
Pengalaman kemarin membuat saya teringat pengalaman ketika saya ikut kunjungan kerja wapres boediono ke bali 25-28 mei lalu.. Ketika ada waktu luang, di sana saya sempat jalan2 sama kawan saya camelia ke daerah kuta dan membeli oleh2 si denpasar.. Kami pun memilih menggunakan transportasi taksi dari depan hotel.. Sebenarnya banyak taksi yang mangkal di depan hotel, tapi kami berdua lebih memilih menunggu taksi blue bird yang lewat karena faktor "keamanan"..
Saya sempat berbicara dengan supir taksi blue bird di sana.. Rata2 mereka adalah orang luar bali.. Ada yang dari bandung (sudah 5 tahun tidak pernah pulang ke bandung), dan ada yang orang jawa (yang sebelumnya kerja jadi supir charteran milik orang bali).. Total 4 taksi yg saya naiki, supirnya semua para perantau.. Saya sempat berpikir kenapa yah orang bali ga ada yang menjadi supir taksi blue bird? Apakah mereka (maaf) arogan jadi hanya mau jadi bos dengan mengembangkan usaha sewa mobil daripada jadi 'supir karyawan'??
Hmmm Ternyata saya salah besar.. Saya tahu saya salah ketika pulang dari bandara soetta (setelah dari bali), saya nebeng kameramen tv satu group naik taksi ke kantor.. Tidak seperti kameramen lain yang biasanya selalu memilih menggunakan blue bird, kawan saya ini justru mengatakan 'terserah' ketika saya tanya mau naik taksi apa.. Kami pun naik taksi gamya ke kantor dengan argo lebih ekonomis karena selain perbedaan tarif jg karena hari itu hari libur waisak..
Di taksi saya sempet cerita tentang supir taksi blue bird yang kebanyakan bukan orang bali.. Dia justru cerita selama di sana dia naik taksi supirnya selalu orang bali.. Memang sih dia tidak naik blue bird, tapi merk taksi lokal 'dewata' (kalau saya tidak salah ingat) yang merupakan taksi pertama di bali.. Supir taksi dewata cerita kalau blue bird telah mengambil pangsa pasar mereka di bali.. Blue bird awalnya tidak menggunakan merek itu karena memang dilarang. Tapi begitu izin taksinya keluar, blue bird merubah nama perusahaannya agar bisa menggukan merek blue bird..
Dan saya pun tercenung..
Saya tidak ingin masuk ke arah pembicaraan "ini jaman globalisasi dan yang tidak bisa mengejar akan tergilas jaman" ataupun "pengalaman membuktikan bahwa banyak kasus dari merek2 taksi yang tak terpercaya itu.."
Saya hanya ingin mengatakan bahwa masih banyak orang baik di dunia ini.. Kita cukup mempercayai itu.. :)
Kali ini saya akan bicara soal taksi.. Yak, taksi yang menjadi salah satu "bisnis kepercayaan" karena saya termasuk penumpang yang hanya mau menggunakan taksi dengan merk tertentu..
Saya menulis ini karena saya kemarin baru saja naik taksi "sepakat" karena saya mengira dia "blue bird". Saya sempet ragu untuk naik hingga akhirnya saya membaca bismillah dan bergumam dalam hati,"ini adalah rejeki si supir taksi. Lagipula tujuannya ga jauh (fly over jatibaru sampai GI) insya allah aman." Pas di taksi supirnya agaknya nyadar saya sempet pas mau naik. Dia nanya "kok td sempet ragu mba?" aaaah makin khawatir aja perasaan saya.. Tapi akhirnya saya menjawab sekenanya,"abis td kacanya gelap, jadi ragu.." *yeah rite, sounds so stupid*
Tapi akhirnya taksi jalan juga daaaan saya pandangi lama argonya mudah2an bukan argo kuda..
Yeah.. Saya beruntung argo taksi "sepakat" yang saya naiki adalah tarif bawah yang berjalan "normal"..
Fiuuuf untunglah saya selamat.. Meski menyisakan rasa "tidak enak hati" karena telah berprasangka buruk dengan pak supir dan merek taksi yg bukan merek fanatik saya..
Pengalaman kemarin membuat saya teringat pengalaman ketika saya ikut kunjungan kerja wapres boediono ke bali 25-28 mei lalu.. Ketika ada waktu luang, di sana saya sempat jalan2 sama kawan saya camelia ke daerah kuta dan membeli oleh2 si denpasar.. Kami pun memilih menggunakan transportasi taksi dari depan hotel.. Sebenarnya banyak taksi yang mangkal di depan hotel, tapi kami berdua lebih memilih menunggu taksi blue bird yang lewat karena faktor "keamanan"..
Saya sempat berbicara dengan supir taksi blue bird di sana.. Rata2 mereka adalah orang luar bali.. Ada yang dari bandung (sudah 5 tahun tidak pernah pulang ke bandung), dan ada yang orang jawa (yang sebelumnya kerja jadi supir charteran milik orang bali).. Total 4 taksi yg saya naiki, supirnya semua para perantau.. Saya sempat berpikir kenapa yah orang bali ga ada yang menjadi supir taksi blue bird? Apakah mereka (maaf) arogan jadi hanya mau jadi bos dengan mengembangkan usaha sewa mobil daripada jadi 'supir karyawan'??
Hmmm Ternyata saya salah besar.. Saya tahu saya salah ketika pulang dari bandara soetta (setelah dari bali), saya nebeng kameramen tv satu group naik taksi ke kantor.. Tidak seperti kameramen lain yang biasanya selalu memilih menggunakan blue bird, kawan saya ini justru mengatakan 'terserah' ketika saya tanya mau naik taksi apa.. Kami pun naik taksi gamya ke kantor dengan argo lebih ekonomis karena selain perbedaan tarif jg karena hari itu hari libur waisak..
Di taksi saya sempet cerita tentang supir taksi blue bird yang kebanyakan bukan orang bali.. Dia justru cerita selama di sana dia naik taksi supirnya selalu orang bali.. Memang sih dia tidak naik blue bird, tapi merk taksi lokal 'dewata' (kalau saya tidak salah ingat) yang merupakan taksi pertama di bali.. Supir taksi dewata cerita kalau blue bird telah mengambil pangsa pasar mereka di bali.. Blue bird awalnya tidak menggunakan merek itu karena memang dilarang. Tapi begitu izin taksinya keluar, blue bird merubah nama perusahaannya agar bisa menggukan merek blue bird..
Dan saya pun tercenung..
Saya tidak ingin masuk ke arah pembicaraan "ini jaman globalisasi dan yang tidak bisa mengejar akan tergilas jaman" ataupun "pengalaman membuktikan bahwa banyak kasus dari merek2 taksi yang tak terpercaya itu.."
Saya hanya ingin mengatakan bahwa masih banyak orang baik di dunia ini.. Kita cukup mempercayai itu.. :)
Friday, May 21, 2010
hari-hari yang melelahkan..
saya capeee...
begitula saya mengkalkulasikan hari2 terakhir ini.. bukan hanya cape fisik, tapi cape hati, dan pikiran.. cape kali ini adalah akumulasi yang campur aduk antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan perasaan saya di lubuk hati..
*wedeh.. berat banget kayaknya permulaan cerita saya..*
awal mei lalu (1-5 mei tepatnya), saya ikut kunjungan kerja wapres boediono ke jogja dan blitar.. seperti diketahui bahwa saya sangat ingin kembali ke jogja.. kota tempat saya dan muai sempat berbulan madu *ihiy*.. saya juga semangat ikut ke blitar karena saya belum pernah ke kota di mana bung karno dimakamkan.. meski saya semangat pergi.. banyak sekali hal yang mengecewakan.. mulai dari (oknum) humas wapres yang nyebelin, sampai berita yang udah cape2 di bikin tapi ga dimuat.. *meski saya bersyukur ada mediaindonesia.com yang masih menampung beberapa berita saya..*
lalu pada 5 mei nya, saat saya mendarat di jakarta&menelpon suami saya.. hal yang pertama dia katakan adalah,"sayang, sri mulyani mundur. dia jadi managing director world bank per 1 juni." aaah.. begitu pentingnya kabar itu sampai suami saya pun tidak bertanya,"apa kabar?"
jujur saya hari itu sebal sama sri mulyani.. karena dia menteri favorit saya.. tetapi kanpa dia akhirnya menyerah mundur? kenapa dia memberikan kabar itu di pagi hari? di saat yang sama krisis yunani mempengaruhi bursa di dunia?
tapiiii..
di sisi lain hari itu saya bahagia dan bersyukur.. karena saya akan dikirim ke IRAN pada 13-17 mei nanti.. yak, saya buat kapital kata IRAN.. karena ke sana adalah liputan konferensi G15, karena di sana ada Presiden Ahmadinejad, dan di sana adalah pusat peradaban Islam syiah..
Malam tanggal 5 itu pun saya buat foto untuk visa.. dengan kondisi badan cape sekali tapi juga semangat sekali.. yak sekali lagi karena saya akan ke IRAN.. ditambah juga dengan ke Arab saudi untuk umroh bersama Wapres Boediono..*jika saya tadi lupa menambahkan*
hmm.. semua rasanya seperti mimpi di siang bolong.. saat harus nyerahin paspor, saat harus disuntik meningitis yang ternyata lebih sakit dari semua suntikan yang pernah saya coba, saat dipalak untuk mentraktir kawan2 wartawan RI 2.. saya pun masih ingat bagaimana sulitnya mendaftar di web G15.. ribetnya mengisi form visa untuk wartawan, dan mendaftar perlengkapan liputan apa saja yang dibawa, dan hal-hal lainnya..
mimpi itu terus terjadi sampai hari senin 10 mei.. saat seorang humas wapres menelpon saya. singkat saja dia berkata di telpon, "mba, perjalanan ke iran dan ke arab saudi batal. atas instruksi RI 1. waktu ditanya alasannya lebih jauh cuma itu aja mba, atas instruksi RI 1."
saya menjawab,"ok pak."
"padahal sudah gembar-gembor.." kata teman saya.
"belum saatnya menghadap ka'bah.." kata tema saya yang lain.
"padahal sudah dipaksa traktir.." kata teman yang beda lagi.
"padahal sudah disuntik," kata kawan yang juga batal berangkat.
*"miris.." kata saya dalam hati."*
ya sudahlahh.. mungkin tuhan punya rencana untuk saya *meski saya tidak tahu apa itu*..
pada tanggal 13 mei, atau tanggal seharusnya saya berangkat ke arab saudi, saya bisa datang ke pesta perpisahan ibu sri mulyani indrawati di komplek widya chandra.. saya bahagia sekali hari itu.. saya bisa bertemu kawan2 saya.. saya bisa melihat idola saya itu dari dekat.. saya bisa merasakan lirihnya ketika dia bernyanyi "ke jakarta ku kan kembali.." saya melihat suami saya berfoto dengannya.. hingga saya akhirnya bisa berfoto dengannya..





di akhir pekan sabtu dan minggu pun menurut saya bukan hari-hari santai.. :(
kelelahan saya belum selesai karena di hari senin (17/5)lalu saya harus liputan jam7 pagi di lanud halim perdana kusuma.. liputan itu menghasilkan berita utama di halaman satu.. tapi liputan itu harus dilalui dengan pertengkaran dengan asred yang (sebenarnya mungkin secara personal) baik.. tapi kondisi saya sedang ga baik..
kemudian di hari selasa (18/5) ketika wapres boediono punya lima jadwal acara dalam sehari yang dimulai pukul 09.00 dan jadwal terakhir pukul 16.00.. saya penat setengah hidup.. walaupun hasilnya berita saya menjadi berita utama di halaman ekonomi..
tapi menjelang waktu istirahat saya, hari itu terasa sesak..
pada selasa malam, ibu sri mulyani membuat pidato yang mencengankan semua orang.. ia menyebut dirinya pergi ke bank dunia bukan karena murni keinginannya.. tapi karena kartel politik.. kartel politik antara dua kepentingan.. yang sudah menjadi rahasia publik siapa dan siapa..
pidato itu hanya bisa saya baca transkripnya.. tapi bisa saya rasakan amarah dan energi di dalamnya..
hari rabu (19/5) semakin payah.. jadwal wapres hari itu ada dua jam 10 ada pertemuan dengan masyarakat indonesia anti pemalsuan (MIAP), dan jam 15 menjemput presden di lanud halim.. saya pergi ke lanud halim karena (tentu saja) rekan saya yang ikut rombongan presiden lelah.. setelah meliput di singapura dan malaysia dan mengaku terlantar kelaparan di situs jejaring sosial dan grub desk kantor..
lagi-lagi tidak diduga-duda, presiden berkata akan mengumumkan nama menkeu baru jam 20.00 di cikeas..
baiklaaaaah cikeas..
dari halim saya menuju ke cikeas.. saya menuju pendopo rumah presiden yang merupakan "batas" terpribadi presiden yang bisa publik (kalau wartawan boleh saya samakan dengan publik) sentuh..
malam itu hujan, hujan deras sederas-derasnya..
agus martowardojo (dirut bank mandiri) dan anny ratnawati (dirjen anggaran kementrian keuangan) yang diumumkan menjadi mentri dan wakil menteri selama lima menit saja..
pengumuman itu siaran langsung di tivi.. sayapun tersorot kamera tivi.. dan saya malam itu dapat banyak komentar yang mengira saya memakai jaket karena saya tidak pakai seragam..
salah besar..
saya pakai jaket karena saya kedinginan, kehujanan, dan perut saya tidak nyaman rasanya..
*aah kalau boleh intermezo sedikit.. perut saya akhir2 ini berakting aneh.. saya pun sering mual karena bau-bau menyengat.. tapi nanti lah di posting lain saya cerita.. kalau memang ada yang bisa diceritakan..*
kemudian hari kamis (20/5), tepat di hari kebangkitan nasional, presiden melantik menkeu dan wakil menkeu di istana negara. melihat menteri keuangan yang baru yang sumringah di dampingi keluarganya..

(selamat ya pak agus.. mrs agus.. dan adri yang bapaknya jadi menkeu..)
tapi hari itu saya sedih.. melihat menter keuangan idola saya menangis.. menangis untuk pertama kalinya di depan umum..
"Semua yang saya lakukan tidak mungkin tanpa dukungan Tony Sumartono, suami, dan anak-anak adalah aset tidak terkira, pusat kekuatan dalam menjalankan tugas ."
"saya boleh menangis karena bukan menkeu. jadi menkeu tidak boleh nangis.. kalau menangis nanti rupiah terguncang."
hari itu bukan hanya dia, idola saya, yang pergi (atau kalau boleh saya bilang disingkirkan).. juga ada anggito abimanyu (kepala badan kebijakan fiskal kementrian keuangan) yang batal menjadi wakil menteri.. meski enam bula lalu sudah disebut-sebut menempati posisi itu, tapi batal dilantik karena amsalah administrasi.. ia juga sudah menandatangi kontrak kinerja dengan presiden.. tapi "seperti kesetrum listrik, dia tidak dikabari presiden bahwa dia tida dipilih menjadi wakil menkeu.."
sekarang.. sudah masuk sabtu (22/5) dini hari.. saya di kantor.. kelelahan.. sungguh sangat lelah.. bukan hanya fisik saya yang lelah.. tapi lebih dari itu..
ps: maaf jika postingan ini terlalu berlebihan
begitula saya mengkalkulasikan hari2 terakhir ini.. bukan hanya cape fisik, tapi cape hati, dan pikiran.. cape kali ini adalah akumulasi yang campur aduk antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan perasaan saya di lubuk hati..
*wedeh.. berat banget kayaknya permulaan cerita saya..*
awal mei lalu (1-5 mei tepatnya), saya ikut kunjungan kerja wapres boediono ke jogja dan blitar.. seperti diketahui bahwa saya sangat ingin kembali ke jogja.. kota tempat saya dan muai sempat berbulan madu *ihiy*.. saya juga semangat ikut ke blitar karena saya belum pernah ke kota di mana bung karno dimakamkan.. meski saya semangat pergi.. banyak sekali hal yang mengecewakan.. mulai dari (oknum) humas wapres yang nyebelin, sampai berita yang udah cape2 di bikin tapi ga dimuat.. *meski saya bersyukur ada mediaindonesia.com yang masih menampung beberapa berita saya..*
lalu pada 5 mei nya, saat saya mendarat di jakarta&menelpon suami saya.. hal yang pertama dia katakan adalah,"sayang, sri mulyani mundur. dia jadi managing director world bank per 1 juni." aaah.. begitu pentingnya kabar itu sampai suami saya pun tidak bertanya,"apa kabar?"
jujur saya hari itu sebal sama sri mulyani.. karena dia menteri favorit saya.. tetapi kanpa dia akhirnya menyerah mundur? kenapa dia memberikan kabar itu di pagi hari? di saat yang sama krisis yunani mempengaruhi bursa di dunia?
tapiiii..
di sisi lain hari itu saya bahagia dan bersyukur.. karena saya akan dikirim ke IRAN pada 13-17 mei nanti.. yak, saya buat kapital kata IRAN.. karena ke sana adalah liputan konferensi G15, karena di sana ada Presiden Ahmadinejad, dan di sana adalah pusat peradaban Islam syiah..
Malam tanggal 5 itu pun saya buat foto untuk visa.. dengan kondisi badan cape sekali tapi juga semangat sekali.. yak sekali lagi karena saya akan ke IRAN.. ditambah juga dengan ke Arab saudi untuk umroh bersama Wapres Boediono..*jika saya tadi lupa menambahkan*
hmm.. semua rasanya seperti mimpi di siang bolong.. saat harus nyerahin paspor, saat harus disuntik meningitis yang ternyata lebih sakit dari semua suntikan yang pernah saya coba, saat dipalak untuk mentraktir kawan2 wartawan RI 2.. saya pun masih ingat bagaimana sulitnya mendaftar di web G15.. ribetnya mengisi form visa untuk wartawan, dan mendaftar perlengkapan liputan apa saja yang dibawa, dan hal-hal lainnya..
mimpi itu terus terjadi sampai hari senin 10 mei.. saat seorang humas wapres menelpon saya. singkat saja dia berkata di telpon, "mba, perjalanan ke iran dan ke arab saudi batal. atas instruksi RI 1. waktu ditanya alasannya lebih jauh cuma itu aja mba, atas instruksi RI 1."
saya menjawab,"ok pak."
"padahal sudah gembar-gembor.." kata teman saya.
"belum saatnya menghadap ka'bah.." kata tema saya yang lain.
"padahal sudah dipaksa traktir.." kata teman yang beda lagi.
"padahal sudah disuntik," kata kawan yang juga batal berangkat.
*"miris.." kata saya dalam hati."*
ya sudahlahh.. mungkin tuhan punya rencana untuk saya *meski saya tidak tahu apa itu*..
pada tanggal 13 mei, atau tanggal seharusnya saya berangkat ke arab saudi, saya bisa datang ke pesta perpisahan ibu sri mulyani indrawati di komplek widya chandra.. saya bahagia sekali hari itu.. saya bisa bertemu kawan2 saya.. saya bisa melihat idola saya itu dari dekat.. saya bisa merasakan lirihnya ketika dia bernyanyi "ke jakarta ku kan kembali.." saya melihat suami saya berfoto dengannya.. hingga saya akhirnya bisa berfoto dengannya..





di akhir pekan sabtu dan minggu pun menurut saya bukan hari-hari santai.. :(
kelelahan saya belum selesai karena di hari senin (17/5)lalu saya harus liputan jam7 pagi di lanud halim perdana kusuma.. liputan itu menghasilkan berita utama di halaman satu.. tapi liputan itu harus dilalui dengan pertengkaran dengan asred yang (sebenarnya mungkin secara personal) baik.. tapi kondisi saya sedang ga baik..
kemudian di hari selasa (18/5) ketika wapres boediono punya lima jadwal acara dalam sehari yang dimulai pukul 09.00 dan jadwal terakhir pukul 16.00.. saya penat setengah hidup.. walaupun hasilnya berita saya menjadi berita utama di halaman ekonomi..
tapi menjelang waktu istirahat saya, hari itu terasa sesak..
pada selasa malam, ibu sri mulyani membuat pidato yang mencengankan semua orang.. ia menyebut dirinya pergi ke bank dunia bukan karena murni keinginannya.. tapi karena kartel politik.. kartel politik antara dua kepentingan.. yang sudah menjadi rahasia publik siapa dan siapa..
pidato itu hanya bisa saya baca transkripnya.. tapi bisa saya rasakan amarah dan energi di dalamnya..
hari rabu (19/5) semakin payah.. jadwal wapres hari itu ada dua jam 10 ada pertemuan dengan masyarakat indonesia anti pemalsuan (MIAP), dan jam 15 menjemput presden di lanud halim.. saya pergi ke lanud halim karena (tentu saja) rekan saya yang ikut rombongan presiden lelah.. setelah meliput di singapura dan malaysia dan mengaku terlantar kelaparan di situs jejaring sosial dan grub desk kantor..
lagi-lagi tidak diduga-duda, presiden berkata akan mengumumkan nama menkeu baru jam 20.00 di cikeas..
baiklaaaaah cikeas..
dari halim saya menuju ke cikeas.. saya menuju pendopo rumah presiden yang merupakan "batas" terpribadi presiden yang bisa publik (kalau wartawan boleh saya samakan dengan publik) sentuh..
malam itu hujan, hujan deras sederas-derasnya..
agus martowardojo (dirut bank mandiri) dan anny ratnawati (dirjen anggaran kementrian keuangan) yang diumumkan menjadi mentri dan wakil menteri selama lima menit saja..
pengumuman itu siaran langsung di tivi.. sayapun tersorot kamera tivi.. dan saya malam itu dapat banyak komentar yang mengira saya memakai jaket karena saya tidak pakai seragam..
salah besar..
saya pakai jaket karena saya kedinginan, kehujanan, dan perut saya tidak nyaman rasanya..
*aah kalau boleh intermezo sedikit.. perut saya akhir2 ini berakting aneh.. saya pun sering mual karena bau-bau menyengat.. tapi nanti lah di posting lain saya cerita.. kalau memang ada yang bisa diceritakan..*
kemudian hari kamis (20/5), tepat di hari kebangkitan nasional, presiden melantik menkeu dan wakil menkeu di istana negara. melihat menteri keuangan yang baru yang sumringah di dampingi keluarganya..

(selamat ya pak agus.. mrs agus.. dan adri yang bapaknya jadi menkeu..)
tapi hari itu saya sedih.. melihat menter keuangan idola saya menangis.. menangis untuk pertama kalinya di depan umum..
"Semua yang saya lakukan tidak mungkin tanpa dukungan Tony Sumartono, suami, dan anak-anak adalah aset tidak terkira, pusat kekuatan dalam menjalankan tugas ."
"saya boleh menangis karena bukan menkeu. jadi menkeu tidak boleh nangis.. kalau menangis nanti rupiah terguncang."
hari itu bukan hanya dia, idola saya, yang pergi (atau kalau boleh saya bilang disingkirkan).. juga ada anggito abimanyu (kepala badan kebijakan fiskal kementrian keuangan) yang batal menjadi wakil menteri.. meski enam bula lalu sudah disebut-sebut menempati posisi itu, tapi batal dilantik karena amsalah administrasi.. ia juga sudah menandatangi kontrak kinerja dengan presiden.. tapi "seperti kesetrum listrik, dia tidak dikabari presiden bahwa dia tida dipilih menjadi wakil menkeu.."
sekarang.. sudah masuk sabtu (22/5) dini hari.. saya di kantor.. kelelahan.. sungguh sangat lelah.. bukan hanya fisik saya yang lelah.. tapi lebih dari itu..
ps: maaf jika postingan ini terlalu berlebihan
Subscribe to:
Posts (Atom)