yeah, akhirnya saya bisa mengucapkan kalimat, "it's good to be back to makro economy desk.." setelah sebelumnya saya merasa demotivasi gila2an dan hampir memutuskan untuk 'berhenti sejenak/ seterusnya' dari pekerjaan ini.. :)
alasannya sih sebenarnya sederhana saja, yaitu berita-berita saya lebih banyak dimuat di koran dibandingkan ketika saya ngepos di kantor wapres di kebon sirih.. sebab meski si menteri rambut putih itu sungguh narsis, dan menteri mantan dirut itu seneng banget kabur2an dari wartawan tapi memang dari mereka banyak isu ekonomi yang aktual, tajam, terpercaya.. *slogan liputan 6 kaleee..* yah pokoknya isu2 'krusial' memang banyak yang diputuskan di 'lapangan banteng'..
walaupun masih banyak isu2 makro yang saya masih ga mudeng sih, saking teknisnya.. terutama urusan surat utang, stabilisasi pasar obligasi pemerintah, pos2 anggaran di APBN, dan lain-lain.. ditambah dengan rakor2nya pak uban yang jam7 pagi, atau yang jam7 malem.. *tu orang emang udah gila yah..*
tapi di sisi lain, mengutip kawan saya mas sof,"di sini biar berita banyak tapi fokus. ga loncat2 kaya di istana.." yeah, wartawan istana memang dituntut untuk bisa membuat semua berita tanpa memilih2 berita apa yang ada.. berita politik, ekonomi, kesra, olahraga, pendidikan, dan lain-lain..
tapi.... namanya juga hidup yah.. selalu aja ada krikil-krikilnya.. *halah bahasanya..* contohnya adalah intrik2 yang terjadi diantara wartawan banteng.. *aiiih* seperti diketahui bahwa wartawan2 ekonomi makro itu sejak jaman baheula kan punya forum namanya FORKEM (Forum Wartawan Keuangan dan Moneter).. nah saat ini si FORKEM ini mau ada pemilihan ketua baru karena ada intrik2 yang tidak perlu saya jabarkan di sini.. jadilah di forum ini terasa seperti ada kubu-kubuan..
yah, saya sebagai newbie (muka lama) sebenernya ga pengen ikut2an intrik itu.. karena jujur, setelah saya liputan setahun lebih di istana wapres dan istana boneka, eh istana presiden, ternyata menjadi wartawan tanpa adanya embel"forum wartawannya" buktinya tidak ada masalah apa2..
yeah, kembali mengutip teman saya yang lain, nadspoya, "lo jadi wartawan wapres jalan-jalan kemana2 pake duit negara. udah kaya PNS lo pan. ga masuk itungan pegawai swasta.." ouch.. that's hurt darling.. :))
tapi yasudahlah.. gw gatau juga sih nyambungnya dimana.. tapi yang jelas, tahun 2011 baru mulai ni.. masih di bulan januari, meskipun udah di akhir.. banyak hal positif yang bisa kita hasilkan tahun ini.. termasuk menghasilkan si buah hati.. *eaaaaa..*
ps: khusus untuk debo, siyasmina, bungtje, dan cameliawiguna.. saya rindu kalian.. kumpul2 harus sering digalakkan.. *kecuuuup*
Showing posts with label FORKEM. Show all posts
Showing posts with label FORKEM. Show all posts
Friday, January 28, 2011
Saturday, January 08, 2011
tahun baru semangat baru doooong.. *harusnya*
hehe, belum-belum udah sinis aja saya di awal tahun 2011.. abisan 3 hari kerja pertama di 2011 saya sakit.. ga tanggung2 sakitnya demam tinggi.. udah bikin heboh seantero jagat *lebay*, maksudnya bikin suami saya khawatir berat.. dua hari ga turun dari tempat tidur, dan akhirnya hari ketiga dah baikkan tapi masih bersisa batuk2 sampai tulisan ini dibuat.. jadi, kenapa saya harus semangat di tahun ini???
well, ga boleh gitu dong yah.. saya harusnya bersyukur..
bersyukur atas rahmat dari 4JJI SWT yang ga ada abisnya.. bayangin aja, saat saya akan di rolling dari istana wapres.. di penghujung tahun saya dikasih rejeki liburan, eh liputan, ke pulau komodo... yup, pulau komodo yang tenar itu.. saya bisa ke sana GRATIS, nginep di hotel paling bagus di sana, ketemu sama biawak raksasa yang cuma ada di sana, dan juga snorkling di pantai pulau bidadari yang baguuuuusssss banget.. :)
yeah, 4JJI emang udah baik banget sama saya..
lagian sebelum sakit saya juga sempat berkumpul dengan kawan2 BIIOS di farewell party-nya windy sebelum kuliah S2 di perth.. everybody has their own holiday destination this year.. ada yang mau ke europe, korea selatan, dan saya dan muai (insya allah) vietnam.. *angguk2*
tapi ada satu hal sih yang sempat 'mengganggu' pikiran saya dari pertemuan itu. pertanyaan apakah "pekerjaan saya sebagai jurnalis akan dijadikan karier".. Muai kayaknya agak gusar dengan pertanyaan itu. sebab yang bertanya seakan2 menilai pekerjaan yang sudah saya tekuni 4 tahun lebih ini tidak bisa "menjanjikan masa depan apa2.."
hmmm... hal ini juga yang menjadi salah satu pikiran saya ketika saya sakit..
"is it time for me to STOP???"
Sebab saat sakit itu saya merasa bahwa "Saya sungguh lelah sekali akibat pekerjaan saya.. saya cape.. bolehkan saya berhenti bekerja dan menggantungkan hidup saya saya suami saja?"
tapi kemudian saya tentu saja TIDAK memutuskan untuk berhenti sih.. karena editor2 saya di desk ekonomi sungguh pengertian..mereka tidak memaksa saya untuk segera masuk saat saya sakit.. dan akhirnya memberikan saya kompensasi tidak liputan malam dadakan karena batuk saya memang belum sembuh...
saya nampaknya butuh suatu target baru ni.. bukan target naik pangkat, naik gaji, atau hal seperti itu.. tapi suatu target agar saya bisa bersemangat setahun ke depan ini..
"Buatlah HL sebanyak2nya sayang. Kamu saat di wapres jarang kan beritamu jadi HL," kata Muai.
aaah, saya sungguh belum tahu apa yang menjadi target saya untuk memulai tahun ini.. yang jelas (ternyata) saya kembali lagi ke makro.. pos yang (dulu) saya elu2kan sebagai pos yang terbaik..
tapi apa iya pos itu masih yang terbaik??
entahlah, saya tidak tahu!
well, ga boleh gitu dong yah.. saya harusnya bersyukur..
bersyukur atas rahmat dari 4JJI SWT yang ga ada abisnya.. bayangin aja, saat saya akan di rolling dari istana wapres.. di penghujung tahun saya dikasih rejeki liburan, eh liputan, ke pulau komodo... yup, pulau komodo yang tenar itu.. saya bisa ke sana GRATIS, nginep di hotel paling bagus di sana, ketemu sama biawak raksasa yang cuma ada di sana, dan juga snorkling di pantai pulau bidadari yang baguuuuusssss banget.. :)
yeah, 4JJI emang udah baik banget sama saya..
lagian sebelum sakit saya juga sempat berkumpul dengan kawan2 BIIOS di farewell party-nya windy sebelum kuliah S2 di perth.. everybody has their own holiday destination this year.. ada yang mau ke europe, korea selatan, dan saya dan muai (insya allah) vietnam.. *angguk2*
tapi ada satu hal sih yang sempat 'mengganggu' pikiran saya dari pertemuan itu. pertanyaan apakah "pekerjaan saya sebagai jurnalis akan dijadikan karier".. Muai kayaknya agak gusar dengan pertanyaan itu. sebab yang bertanya seakan2 menilai pekerjaan yang sudah saya tekuni 4 tahun lebih ini tidak bisa "menjanjikan masa depan apa2.."
hmmm... hal ini juga yang menjadi salah satu pikiran saya ketika saya sakit..
"is it time for me to STOP???"
Sebab saat sakit itu saya merasa bahwa "Saya sungguh lelah sekali akibat pekerjaan saya.. saya cape.. bolehkan saya berhenti bekerja dan menggantungkan hidup saya saya suami saja?"
tapi kemudian saya tentu saja TIDAK memutuskan untuk berhenti sih.. karena editor2 saya di desk ekonomi sungguh pengertian..mereka tidak memaksa saya untuk segera masuk saat saya sakit.. dan akhirnya memberikan saya kompensasi tidak liputan malam dadakan karena batuk saya memang belum sembuh...
saya nampaknya butuh suatu target baru ni.. bukan target naik pangkat, naik gaji, atau hal seperti itu.. tapi suatu target agar saya bisa bersemangat setahun ke depan ini..
"Buatlah HL sebanyak2nya sayang. Kamu saat di wapres jarang kan beritamu jadi HL," kata Muai.
aaah, saya sungguh belum tahu apa yang menjadi target saya untuk memulai tahun ini.. yang jelas (ternyata) saya kembali lagi ke makro.. pos yang (dulu) saya elu2kan sebagai pos yang terbaik..
tapi apa iya pos itu masih yang terbaik??
entahlah, saya tidak tahu!
Thursday, August 05, 2010
menulis dengan hati.. :)
Menulis dengan hati..
Itu kata seorang kawan saya suatu hari saat liputan di istana (presiden) dan hari itu ada belasan bahan berita yg bisa dibuat.. Tapi jika tidak sanggup dibuat semua, tentu harus dipilah2.. Jadi menulisnya harus dengan hati.. *nyambung gas sih???*
tapi yaaa begitulah maksudnya..
Berkaitan dengan itu, tulisan saya kali ini adalah tentang "hubungan" saya dengan narasumber dan hubungannya dengan menulis dengan hati..
Belum lama ini seorang kawan saya-dr media tetangga-melabeli saya sebagai "boedionoholic".. Yang tentu saja label itu dia berikan dengan "sarkas"..
Saya dapet label itu karena waktu itu wapres boediono itu suaranya hilang (krn sakit tenggorokan) dan dia hanya memberi sambutan selama 5 menit, dari normal pidato 20 menitan.. Pak boed waktu itu mengakui bahwa karena cuaca di daerah kurang bersahat (dari baru pulang dari palu&bandung) sehingga suaranya serak..
Saat itu saya langsung ngetweet,"pak boed kalau kerja jangan di forsir pak, klo pak boed sakit kita semua sedih.." kemudian esok harinya suara pak boed masih serak&saya mendengar kabar dari seorang yg bisa dipercaya bahwa pak boed muntah (sepertinya krn masuk angin) sepulang dari bali..
Dan saya pun cerita kepada kawan ini yang akhirnya melabeli saya seperti itu..
Jujur saja saya tidak suka label itu.. Walaupun saya tidak menampik kalau saya merasa "dekat" dengan narasumber profesor itu.. Dekat dalan artian, saya bisa menulis dengan hati.. Karena bagi saya dia adalah orang yang tidak palsu dalam melakukan segala sesuatu..
Saya (dan juga kawan2 wartawan lainnya di wapres) setiap hari melihat dia bekerja keras.. Saat sibuk bisa 4-5 agenda sehari, dan dia memimpin dari rapat ke rapat mengurai masalah2 yg bagai benang kusut di negara ini.. Kami pun pernah beberapa kali wanti2 ke juru bibir,"mas yopie, bilang pak boed kalo kerja jangan di forsir dong. Nanti sakit dia." yaah gatau sih disampaikan atau engga pesan2 itu, tapi beneran kesian.. Pak boed kan udah tua..
Ironisnya, meski kesibukannya membludak.. Pak boed ini bukanlah orang yang bisa "membuat keputusan" ataupun "mengeluarkan kebijakan".. Karena yg "TAMPIL DI SHOW" tentulah si nomor 1 dan bukan si nomor 2..
Tapi yasudahlah.. Bukan itu maksud dari tulisan ini.. Saya hanya mau berbagi bahwa pak profesor ini benar2 berniat untuk bekerja dengan hati.. Dan ini membuat saya (salah satu wartawan yang "mengawalnya") merasa dekat dan bisa menulis dengan hati.. *jiaaaah*
Rasa "dekat" ini pula yg bisa membuat saya bercerita sangat lancar dan mengalir tentang acara nobar perempat final piala dunia brazil vs belanda lalu.. Saya menikmati semua momen yg terjadi saat itu..
Ataupun saat dia mau preskon tentang redenominasi rupiah.. Kakek dari 5 cucu ini bilang,"sudah lama yah kita ga ketemu.. Terakhir pas nonton bola.. Akhirnya spanyol yah.."
Yeah, basa-basi yang begitu saja tp membuat saya tersenyum.. :)
Hubungan dengan narasumber lainnya yang saya rasakan cukup "dekat" adalah dengan sri mulyani indrawati yang sekarang sudah menjadi managing director world bank itu..
Meski dia sudah tidak lagi di indonesia, saya masih suka merindukan dia loh.. Bahkan saya pernah memimpikan dia krn pada siang harinya saya kecewa karena menteri keuangan yang baru tidak sepintar dia.. *sorry pak agus, no offense..*
Mengenai "hubungan" saya dengan bu ani ini, saya sadar kalo saya bukan wartawan serior yg bisa smsan sama dia.. Ataupun wartawan koran no satu itu yang selalu dipanggil dengan inisial namanya.. Tapi beberapa kali bu ani ini menjawab pertanyaan saya sambil merangkul, layaknya seorang ibu.. Dia pun (di saat moodnya baik tentunya) selalu menjawab pertanyaan wartawan dalam situasi apapun&selalu menjadi berita bagus..
Rasa "dekat" itu pun menjadi rasa sentimentil saat saya trenyuh waktu dia bernyanyi "ke jakarta ku kan kembali" saat farewell party dengan kawan2 forkem.. :'(
Sampai saat ini, dua orang inilah yang bisa membuat saya menulis dengan hati karena merasa "dekat".. Tapi meski begitu bukan berarti saya tidak objektif dalam menulis.. Memaparkan fakta adalah tugas saya.. Tapi jujur saja, narasumber yang bekerja dengan hati inilah yang membuat saya masih bisa bertahan menjadi wartawan di sarang kepalsuan negeri ini.. *lebay*
Udah ah.. Serius amat sih tulisannya, kayak orang bener aja.. Fyi, saya ga terima celaan yaah.. *wanti2 galak* kalau mau nyela dalam hati saja, hehehe..
Ps: mungkin kalau punya banyak waktu luang, bisa dicari tau berapa kali saya menulis frase "dengan hati" di tulisan ini.. Ada souvenir cantik untuk 2 penebak pertama.. *preeeet*
Itu kata seorang kawan saya suatu hari saat liputan di istana (presiden) dan hari itu ada belasan bahan berita yg bisa dibuat.. Tapi jika tidak sanggup dibuat semua, tentu harus dipilah2.. Jadi menulisnya harus dengan hati.. *nyambung gas sih???*
tapi yaaa begitulah maksudnya..
Berkaitan dengan itu, tulisan saya kali ini adalah tentang "hubungan" saya dengan narasumber dan hubungannya dengan menulis dengan hati..
Belum lama ini seorang kawan saya-dr media tetangga-melabeli saya sebagai "boedionoholic".. Yang tentu saja label itu dia berikan dengan "sarkas"..
Saya dapet label itu karena waktu itu wapres boediono itu suaranya hilang (krn sakit tenggorokan) dan dia hanya memberi sambutan selama 5 menit, dari normal pidato 20 menitan.. Pak boed waktu itu mengakui bahwa karena cuaca di daerah kurang bersahat (dari baru pulang dari palu&bandung) sehingga suaranya serak..
Saat itu saya langsung ngetweet,"pak boed kalau kerja jangan di forsir pak, klo pak boed sakit kita semua sedih.." kemudian esok harinya suara pak boed masih serak&saya mendengar kabar dari seorang yg bisa dipercaya bahwa pak boed muntah (sepertinya krn masuk angin) sepulang dari bali..
Dan saya pun cerita kepada kawan ini yang akhirnya melabeli saya seperti itu..
Jujur saja saya tidak suka label itu.. Walaupun saya tidak menampik kalau saya merasa "dekat" dengan narasumber profesor itu.. Dekat dalan artian, saya bisa menulis dengan hati.. Karena bagi saya dia adalah orang yang tidak palsu dalam melakukan segala sesuatu..
Saya (dan juga kawan2 wartawan lainnya di wapres) setiap hari melihat dia bekerja keras.. Saat sibuk bisa 4-5 agenda sehari, dan dia memimpin dari rapat ke rapat mengurai masalah2 yg bagai benang kusut di negara ini.. Kami pun pernah beberapa kali wanti2 ke juru bibir,"mas yopie, bilang pak boed kalo kerja jangan di forsir dong. Nanti sakit dia." yaah gatau sih disampaikan atau engga pesan2 itu, tapi beneran kesian.. Pak boed kan udah tua..
Ironisnya, meski kesibukannya membludak.. Pak boed ini bukanlah orang yang bisa "membuat keputusan" ataupun "mengeluarkan kebijakan".. Karena yg "TAMPIL DI SHOW" tentulah si nomor 1 dan bukan si nomor 2..
Tapi yasudahlah.. Bukan itu maksud dari tulisan ini.. Saya hanya mau berbagi bahwa pak profesor ini benar2 berniat untuk bekerja dengan hati.. Dan ini membuat saya (salah satu wartawan yang "mengawalnya") merasa dekat dan bisa menulis dengan hati.. *jiaaaah*
Rasa "dekat" ini pula yg bisa membuat saya bercerita sangat lancar dan mengalir tentang acara nobar perempat final piala dunia brazil vs belanda lalu.. Saya menikmati semua momen yg terjadi saat itu..
Ataupun saat dia mau preskon tentang redenominasi rupiah.. Kakek dari 5 cucu ini bilang,"sudah lama yah kita ga ketemu.. Terakhir pas nonton bola.. Akhirnya spanyol yah.."
Yeah, basa-basi yang begitu saja tp membuat saya tersenyum.. :)
Hubungan dengan narasumber lainnya yang saya rasakan cukup "dekat" adalah dengan sri mulyani indrawati yang sekarang sudah menjadi managing director world bank itu..
Meski dia sudah tidak lagi di indonesia, saya masih suka merindukan dia loh.. Bahkan saya pernah memimpikan dia krn pada siang harinya saya kecewa karena menteri keuangan yang baru tidak sepintar dia.. *sorry pak agus, no offense..*
Mengenai "hubungan" saya dengan bu ani ini, saya sadar kalo saya bukan wartawan serior yg bisa smsan sama dia.. Ataupun wartawan koran no satu itu yang selalu dipanggil dengan inisial namanya.. Tapi beberapa kali bu ani ini menjawab pertanyaan saya sambil merangkul, layaknya seorang ibu.. Dia pun (di saat moodnya baik tentunya) selalu menjawab pertanyaan wartawan dalam situasi apapun&selalu menjadi berita bagus..
Rasa "dekat" itu pun menjadi rasa sentimentil saat saya trenyuh waktu dia bernyanyi "ke jakarta ku kan kembali" saat farewell party dengan kawan2 forkem.. :'(
Sampai saat ini, dua orang inilah yang bisa membuat saya menulis dengan hati karena merasa "dekat".. Tapi meski begitu bukan berarti saya tidak objektif dalam menulis.. Memaparkan fakta adalah tugas saya.. Tapi jujur saja, narasumber yang bekerja dengan hati inilah yang membuat saya masih bisa bertahan menjadi wartawan di sarang kepalsuan negeri ini.. *lebay*
Udah ah.. Serius amat sih tulisannya, kayak orang bener aja.. Fyi, saya ga terima celaan yaah.. *wanti2 galak* kalau mau nyela dalam hati saja, hehehe..
Ps: mungkin kalau punya banyak waktu luang, bisa dicari tau berapa kali saya menulis frase "dengan hati" di tulisan ini.. Ada souvenir cantik untuk 2 penebak pertama.. *preeeet*
Friday, May 21, 2010
hari-hari yang melelahkan..
saya capeee...
begitula saya mengkalkulasikan hari2 terakhir ini.. bukan hanya cape fisik, tapi cape hati, dan pikiran.. cape kali ini adalah akumulasi yang campur aduk antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan perasaan saya di lubuk hati..
*wedeh.. berat banget kayaknya permulaan cerita saya..*
awal mei lalu (1-5 mei tepatnya), saya ikut kunjungan kerja wapres boediono ke jogja dan blitar.. seperti diketahui bahwa saya sangat ingin kembali ke jogja.. kota tempat saya dan muai sempat berbulan madu *ihiy*.. saya juga semangat ikut ke blitar karena saya belum pernah ke kota di mana bung karno dimakamkan.. meski saya semangat pergi.. banyak sekali hal yang mengecewakan.. mulai dari (oknum) humas wapres yang nyebelin, sampai berita yang udah cape2 di bikin tapi ga dimuat.. *meski saya bersyukur ada mediaindonesia.com yang masih menampung beberapa berita saya..*
lalu pada 5 mei nya, saat saya mendarat di jakarta&menelpon suami saya.. hal yang pertama dia katakan adalah,"sayang, sri mulyani mundur. dia jadi managing director world bank per 1 juni." aaah.. begitu pentingnya kabar itu sampai suami saya pun tidak bertanya,"apa kabar?"
jujur saya hari itu sebal sama sri mulyani.. karena dia menteri favorit saya.. tetapi kanpa dia akhirnya menyerah mundur? kenapa dia memberikan kabar itu di pagi hari? di saat yang sama krisis yunani mempengaruhi bursa di dunia?
tapiiii..
di sisi lain hari itu saya bahagia dan bersyukur.. karena saya akan dikirim ke IRAN pada 13-17 mei nanti.. yak, saya buat kapital kata IRAN.. karena ke sana adalah liputan konferensi G15, karena di sana ada Presiden Ahmadinejad, dan di sana adalah pusat peradaban Islam syiah..
Malam tanggal 5 itu pun saya buat foto untuk visa.. dengan kondisi badan cape sekali tapi juga semangat sekali.. yak sekali lagi karena saya akan ke IRAN.. ditambah juga dengan ke Arab saudi untuk umroh bersama Wapres Boediono..*jika saya tadi lupa menambahkan*
hmm.. semua rasanya seperti mimpi di siang bolong.. saat harus nyerahin paspor, saat harus disuntik meningitis yang ternyata lebih sakit dari semua suntikan yang pernah saya coba, saat dipalak untuk mentraktir kawan2 wartawan RI 2.. saya pun masih ingat bagaimana sulitnya mendaftar di web G15.. ribetnya mengisi form visa untuk wartawan, dan mendaftar perlengkapan liputan apa saja yang dibawa, dan hal-hal lainnya..
mimpi itu terus terjadi sampai hari senin 10 mei.. saat seorang humas wapres menelpon saya. singkat saja dia berkata di telpon, "mba, perjalanan ke iran dan ke arab saudi batal. atas instruksi RI 1. waktu ditanya alasannya lebih jauh cuma itu aja mba, atas instruksi RI 1."
saya menjawab,"ok pak."
"padahal sudah gembar-gembor.." kata teman saya.
"belum saatnya menghadap ka'bah.." kata tema saya yang lain.
"padahal sudah dipaksa traktir.." kata teman yang beda lagi.
"padahal sudah disuntik," kata kawan yang juga batal berangkat.
*"miris.." kata saya dalam hati."*
ya sudahlahh.. mungkin tuhan punya rencana untuk saya *meski saya tidak tahu apa itu*..
pada tanggal 13 mei, atau tanggal seharusnya saya berangkat ke arab saudi, saya bisa datang ke pesta perpisahan ibu sri mulyani indrawati di komplek widya chandra.. saya bahagia sekali hari itu.. saya bisa bertemu kawan2 saya.. saya bisa melihat idola saya itu dari dekat.. saya bisa merasakan lirihnya ketika dia bernyanyi "ke jakarta ku kan kembali.." saya melihat suami saya berfoto dengannya.. hingga saya akhirnya bisa berfoto dengannya..





di akhir pekan sabtu dan minggu pun menurut saya bukan hari-hari santai.. :(
kelelahan saya belum selesai karena di hari senin (17/5)lalu saya harus liputan jam7 pagi di lanud halim perdana kusuma.. liputan itu menghasilkan berita utama di halaman satu.. tapi liputan itu harus dilalui dengan pertengkaran dengan asred yang (sebenarnya mungkin secara personal) baik.. tapi kondisi saya sedang ga baik..
kemudian di hari selasa (18/5) ketika wapres boediono punya lima jadwal acara dalam sehari yang dimulai pukul 09.00 dan jadwal terakhir pukul 16.00.. saya penat setengah hidup.. walaupun hasilnya berita saya menjadi berita utama di halaman ekonomi..
tapi menjelang waktu istirahat saya, hari itu terasa sesak..
pada selasa malam, ibu sri mulyani membuat pidato yang mencengankan semua orang.. ia menyebut dirinya pergi ke bank dunia bukan karena murni keinginannya.. tapi karena kartel politik.. kartel politik antara dua kepentingan.. yang sudah menjadi rahasia publik siapa dan siapa..
pidato itu hanya bisa saya baca transkripnya.. tapi bisa saya rasakan amarah dan energi di dalamnya..
hari rabu (19/5) semakin payah.. jadwal wapres hari itu ada dua jam 10 ada pertemuan dengan masyarakat indonesia anti pemalsuan (MIAP), dan jam 15 menjemput presden di lanud halim.. saya pergi ke lanud halim karena (tentu saja) rekan saya yang ikut rombongan presiden lelah.. setelah meliput di singapura dan malaysia dan mengaku terlantar kelaparan di situs jejaring sosial dan grub desk kantor..
lagi-lagi tidak diduga-duda, presiden berkata akan mengumumkan nama menkeu baru jam 20.00 di cikeas..
baiklaaaaah cikeas..
dari halim saya menuju ke cikeas.. saya menuju pendopo rumah presiden yang merupakan "batas" terpribadi presiden yang bisa publik (kalau wartawan boleh saya samakan dengan publik) sentuh..
malam itu hujan, hujan deras sederas-derasnya..
agus martowardojo (dirut bank mandiri) dan anny ratnawati (dirjen anggaran kementrian keuangan) yang diumumkan menjadi mentri dan wakil menteri selama lima menit saja..
pengumuman itu siaran langsung di tivi.. sayapun tersorot kamera tivi.. dan saya malam itu dapat banyak komentar yang mengira saya memakai jaket karena saya tidak pakai seragam..
salah besar..
saya pakai jaket karena saya kedinginan, kehujanan, dan perut saya tidak nyaman rasanya..
*aah kalau boleh intermezo sedikit.. perut saya akhir2 ini berakting aneh.. saya pun sering mual karena bau-bau menyengat.. tapi nanti lah di posting lain saya cerita.. kalau memang ada yang bisa diceritakan..*
kemudian hari kamis (20/5), tepat di hari kebangkitan nasional, presiden melantik menkeu dan wakil menkeu di istana negara. melihat menteri keuangan yang baru yang sumringah di dampingi keluarganya..

(selamat ya pak agus.. mrs agus.. dan adri yang bapaknya jadi menkeu..)
tapi hari itu saya sedih.. melihat menter keuangan idola saya menangis.. menangis untuk pertama kalinya di depan umum..
"Semua yang saya lakukan tidak mungkin tanpa dukungan Tony Sumartono, suami, dan anak-anak adalah aset tidak terkira, pusat kekuatan dalam menjalankan tugas ."
"saya boleh menangis karena bukan menkeu. jadi menkeu tidak boleh nangis.. kalau menangis nanti rupiah terguncang."
hari itu bukan hanya dia, idola saya, yang pergi (atau kalau boleh saya bilang disingkirkan).. juga ada anggito abimanyu (kepala badan kebijakan fiskal kementrian keuangan) yang batal menjadi wakil menteri.. meski enam bula lalu sudah disebut-sebut menempati posisi itu, tapi batal dilantik karena amsalah administrasi.. ia juga sudah menandatangi kontrak kinerja dengan presiden.. tapi "seperti kesetrum listrik, dia tidak dikabari presiden bahwa dia tida dipilih menjadi wakil menkeu.."
sekarang.. sudah masuk sabtu (22/5) dini hari.. saya di kantor.. kelelahan.. sungguh sangat lelah.. bukan hanya fisik saya yang lelah.. tapi lebih dari itu..
ps: maaf jika postingan ini terlalu berlebihan
begitula saya mengkalkulasikan hari2 terakhir ini.. bukan hanya cape fisik, tapi cape hati, dan pikiran.. cape kali ini adalah akumulasi yang campur aduk antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan perasaan saya di lubuk hati..
*wedeh.. berat banget kayaknya permulaan cerita saya..*
awal mei lalu (1-5 mei tepatnya), saya ikut kunjungan kerja wapres boediono ke jogja dan blitar.. seperti diketahui bahwa saya sangat ingin kembali ke jogja.. kota tempat saya dan muai sempat berbulan madu *ihiy*.. saya juga semangat ikut ke blitar karena saya belum pernah ke kota di mana bung karno dimakamkan.. meski saya semangat pergi.. banyak sekali hal yang mengecewakan.. mulai dari (oknum) humas wapres yang nyebelin, sampai berita yang udah cape2 di bikin tapi ga dimuat.. *meski saya bersyukur ada mediaindonesia.com yang masih menampung beberapa berita saya..*
lalu pada 5 mei nya, saat saya mendarat di jakarta&menelpon suami saya.. hal yang pertama dia katakan adalah,"sayang, sri mulyani mundur. dia jadi managing director world bank per 1 juni." aaah.. begitu pentingnya kabar itu sampai suami saya pun tidak bertanya,"apa kabar?"
jujur saya hari itu sebal sama sri mulyani.. karena dia menteri favorit saya.. tetapi kanpa dia akhirnya menyerah mundur? kenapa dia memberikan kabar itu di pagi hari? di saat yang sama krisis yunani mempengaruhi bursa di dunia?
tapiiii..
di sisi lain hari itu saya bahagia dan bersyukur.. karena saya akan dikirim ke IRAN pada 13-17 mei nanti.. yak, saya buat kapital kata IRAN.. karena ke sana adalah liputan konferensi G15, karena di sana ada Presiden Ahmadinejad, dan di sana adalah pusat peradaban Islam syiah..
Malam tanggal 5 itu pun saya buat foto untuk visa.. dengan kondisi badan cape sekali tapi juga semangat sekali.. yak sekali lagi karena saya akan ke IRAN.. ditambah juga dengan ke Arab saudi untuk umroh bersama Wapres Boediono..*jika saya tadi lupa menambahkan*
hmm.. semua rasanya seperti mimpi di siang bolong.. saat harus nyerahin paspor, saat harus disuntik meningitis yang ternyata lebih sakit dari semua suntikan yang pernah saya coba, saat dipalak untuk mentraktir kawan2 wartawan RI 2.. saya pun masih ingat bagaimana sulitnya mendaftar di web G15.. ribetnya mengisi form visa untuk wartawan, dan mendaftar perlengkapan liputan apa saja yang dibawa, dan hal-hal lainnya..
mimpi itu terus terjadi sampai hari senin 10 mei.. saat seorang humas wapres menelpon saya. singkat saja dia berkata di telpon, "mba, perjalanan ke iran dan ke arab saudi batal. atas instruksi RI 1. waktu ditanya alasannya lebih jauh cuma itu aja mba, atas instruksi RI 1."
saya menjawab,"ok pak."
"padahal sudah gembar-gembor.." kata teman saya.
"belum saatnya menghadap ka'bah.." kata tema saya yang lain.
"padahal sudah dipaksa traktir.." kata teman yang beda lagi.
"padahal sudah disuntik," kata kawan yang juga batal berangkat.
*"miris.." kata saya dalam hati."*
ya sudahlahh.. mungkin tuhan punya rencana untuk saya *meski saya tidak tahu apa itu*..
pada tanggal 13 mei, atau tanggal seharusnya saya berangkat ke arab saudi, saya bisa datang ke pesta perpisahan ibu sri mulyani indrawati di komplek widya chandra.. saya bahagia sekali hari itu.. saya bisa bertemu kawan2 saya.. saya bisa melihat idola saya itu dari dekat.. saya bisa merasakan lirihnya ketika dia bernyanyi "ke jakarta ku kan kembali.." saya melihat suami saya berfoto dengannya.. hingga saya akhirnya bisa berfoto dengannya..





di akhir pekan sabtu dan minggu pun menurut saya bukan hari-hari santai.. :(
kelelahan saya belum selesai karena di hari senin (17/5)lalu saya harus liputan jam7 pagi di lanud halim perdana kusuma.. liputan itu menghasilkan berita utama di halaman satu.. tapi liputan itu harus dilalui dengan pertengkaran dengan asred yang (sebenarnya mungkin secara personal) baik.. tapi kondisi saya sedang ga baik..
kemudian di hari selasa (18/5) ketika wapres boediono punya lima jadwal acara dalam sehari yang dimulai pukul 09.00 dan jadwal terakhir pukul 16.00.. saya penat setengah hidup.. walaupun hasilnya berita saya menjadi berita utama di halaman ekonomi..
tapi menjelang waktu istirahat saya, hari itu terasa sesak..
pada selasa malam, ibu sri mulyani membuat pidato yang mencengankan semua orang.. ia menyebut dirinya pergi ke bank dunia bukan karena murni keinginannya.. tapi karena kartel politik.. kartel politik antara dua kepentingan.. yang sudah menjadi rahasia publik siapa dan siapa..
pidato itu hanya bisa saya baca transkripnya.. tapi bisa saya rasakan amarah dan energi di dalamnya..
hari rabu (19/5) semakin payah.. jadwal wapres hari itu ada dua jam 10 ada pertemuan dengan masyarakat indonesia anti pemalsuan (MIAP), dan jam 15 menjemput presden di lanud halim.. saya pergi ke lanud halim karena (tentu saja) rekan saya yang ikut rombongan presiden lelah.. setelah meliput di singapura dan malaysia dan mengaku terlantar kelaparan di situs jejaring sosial dan grub desk kantor..
lagi-lagi tidak diduga-duda, presiden berkata akan mengumumkan nama menkeu baru jam 20.00 di cikeas..
baiklaaaaah cikeas..
dari halim saya menuju ke cikeas.. saya menuju pendopo rumah presiden yang merupakan "batas" terpribadi presiden yang bisa publik (kalau wartawan boleh saya samakan dengan publik) sentuh..
malam itu hujan, hujan deras sederas-derasnya..
agus martowardojo (dirut bank mandiri) dan anny ratnawati (dirjen anggaran kementrian keuangan) yang diumumkan menjadi mentri dan wakil menteri selama lima menit saja..
pengumuman itu siaran langsung di tivi.. sayapun tersorot kamera tivi.. dan saya malam itu dapat banyak komentar yang mengira saya memakai jaket karena saya tidak pakai seragam..
salah besar..
saya pakai jaket karena saya kedinginan, kehujanan, dan perut saya tidak nyaman rasanya..
*aah kalau boleh intermezo sedikit.. perut saya akhir2 ini berakting aneh.. saya pun sering mual karena bau-bau menyengat.. tapi nanti lah di posting lain saya cerita.. kalau memang ada yang bisa diceritakan..*
kemudian hari kamis (20/5), tepat di hari kebangkitan nasional, presiden melantik menkeu dan wakil menkeu di istana negara. melihat menteri keuangan yang baru yang sumringah di dampingi keluarganya..

(selamat ya pak agus.. mrs agus.. dan adri yang bapaknya jadi menkeu..)
tapi hari itu saya sedih.. melihat menter keuangan idola saya menangis.. menangis untuk pertama kalinya di depan umum..
"Semua yang saya lakukan tidak mungkin tanpa dukungan Tony Sumartono, suami, dan anak-anak adalah aset tidak terkira, pusat kekuatan dalam menjalankan tugas ."
"saya boleh menangis karena bukan menkeu. jadi menkeu tidak boleh nangis.. kalau menangis nanti rupiah terguncang."
hari itu bukan hanya dia, idola saya, yang pergi (atau kalau boleh saya bilang disingkirkan).. juga ada anggito abimanyu (kepala badan kebijakan fiskal kementrian keuangan) yang batal menjadi wakil menteri.. meski enam bula lalu sudah disebut-sebut menempati posisi itu, tapi batal dilantik karena amsalah administrasi.. ia juga sudah menandatangi kontrak kinerja dengan presiden.. tapi "seperti kesetrum listrik, dia tidak dikabari presiden bahwa dia tida dipilih menjadi wakil menkeu.."
sekarang.. sudah masuk sabtu (22/5) dini hari.. saya di kantor.. kelelahan.. sungguh sangat lelah.. bukan hanya fisik saya yang lelah.. tapi lebih dari itu..
ps: maaf jika postingan ini terlalu berlebihan
Friday, April 30, 2010
melow manilow.. nostalgia aja deh kita.. :)
perasaan lagi campur aduk ni.. gara2 liputan melelahkan tapi (bagi saya) kurang diapresiasi sama kantor.. yang namanya muncul justru si rekan kerja yang sering cranky plus sok itu.. :( untung kawan2 liputan di istana wakil presiden menyenangkan.. jadilah saya bisa tertawa2 menjalani liputan melelahkan dan menyebalkan.. ;)
but anyway.. daripada mikirin yang sedih2 dan menyebalkan, lebih baik pikirkan hal2 yang menyenangkan.. seperti pertemuan dengan nand, mel, run, nil di senci rabu (27/4) kemaren.. it was only one and a half hour catch up, but i feel happy.. yeah, seneng ketemu mereka karena bisa cerita oversharing tapi ga ada yang complain, hahahaha..
saya juga kangen pengen ngumpul2 sama anak2 inggris 2002 ni.. kangen melakukan aksi norak2an bersama2.. keliling jakarta bareng2, nginep2an, jalan2 ke kota tua, dan lai-lain..
rasanya pengen mewujudkan lagi aksi norak2an binti seru kita.. saya pasang foto2 dari fesbuk ni, biar pada tergerak hatinya untuk ngumpul lagi.. :D
kaya di monumen luka ini..

(kampus kita, mei 2008)
boleh juga jalan2 lagi keliling kota tua, kayak waktu ima pulang kampung..

(Museum Fatahillah, Februari 2009)
atau juga dimaklumin deh kalo bisanya cuma ngupi2 di mal..

(Mateship at brew&co citos, pas sindro pulang kampung 2008)
lalu.. saya pengen naro foto kawan2 saya yang sekarang sudah semakin dewasa..
ini foto kami waktu saya, nadia, riri, dan windy diwisuda .. tapi pipit, asti, lona, (dan cowo2 yang ga ada di foto ini) yang pada masih kuliah mau ngeryain kelulusan kami.. :D
masih pada ABG-ish gimana gitu yah tampang2nya, huhu.. sekarang lima dari kami berduabelas sudah menikah.. :D obrolan kami pun mulai beranjak ke topik2 yang lebih 'serius' seperti bagaimana mendidik anak nanti karena lona sudah hamil,hahaha..

(UI depok, oktober 2006)
ga cumafoto2 itu sih yang mau saya taro di sini.. saya punya tiga teman yang bisa diajak kumpul di waktu tak terduga dan tempat tak terduga pula.. sebenarnya ada tiga teman saya, novi, dita, dan ade.. tapi agak jarang kami kumpul berempat.. lebih sering bertiga dan membuat salah satu dari kami sebal karena (kelupaan) ga diajak, hahaha..
kangen kalian guys..

(Java Jazz Maret 2009)
dan foto ini biar dita ga marah karena sering (kelupaan) ga diajak.. :P

(senci, Februari 2009)
oiya satu foto lagi yang mau saya pasang.. yaitu foto sama temen2 FORKEM.. temen2 waktu liputan makro.. temen2 yang selalu serius kalau lagi bikin berita dan militan saat liputan.. emag ga semua anak2 FORKEM ada di foto ini sih.. karena foto ini latarnya ciamik aja makanya sara plih.. yang jelas, FORKEM udah kaya keluarga, kalau bingung gaada tempat 'bernaung', main aja ke markas FORKEM, di sana pasti rasanya kaya kembali ke rumah.. :D
*agak lebay*

(Stasiun Tj Priok, Mei 2009)
berharap akan naro foto2 yang bisa bikin saya tersenyum kalau lagi cape dan sebal.. (mungkin foto bareng siyasmina, deboramanja, bayugalih, mas_wahn, dan yang lain2 ya???)
anyway.. i think i'm enough for now guys..
i'll cu..
but anyway.. daripada mikirin yang sedih2 dan menyebalkan, lebih baik pikirkan hal2 yang menyenangkan.. seperti pertemuan dengan nand, mel, run, nil di senci rabu (27/4) kemaren.. it was only one and a half hour catch up, but i feel happy.. yeah, seneng ketemu mereka karena bisa cerita oversharing tapi ga ada yang complain, hahahaha..
saya juga kangen pengen ngumpul2 sama anak2 inggris 2002 ni.. kangen melakukan aksi norak2an bersama2.. keliling jakarta bareng2, nginep2an, jalan2 ke kota tua, dan lai-lain..
rasanya pengen mewujudkan lagi aksi norak2an binti seru kita.. saya pasang foto2 dari fesbuk ni, biar pada tergerak hatinya untuk ngumpul lagi.. :D
kaya di monumen luka ini..

(kampus kita, mei 2008)
boleh juga jalan2 lagi keliling kota tua, kayak waktu ima pulang kampung..

(Museum Fatahillah, Februari 2009)
atau juga dimaklumin deh kalo bisanya cuma ngupi2 di mal..

(Mateship at brew&co citos, pas sindro pulang kampung 2008)
lalu.. saya pengen naro foto kawan2 saya yang sekarang sudah semakin dewasa..
ini foto kami waktu saya, nadia, riri, dan windy diwisuda .. tapi pipit, asti, lona, (dan cowo2 yang ga ada di foto ini) yang pada masih kuliah mau ngeryain kelulusan kami.. :D
masih pada ABG-ish gimana gitu yah tampang2nya, huhu.. sekarang lima dari kami berduabelas sudah menikah.. :D obrolan kami pun mulai beranjak ke topik2 yang lebih 'serius' seperti bagaimana mendidik anak nanti karena lona sudah hamil,hahaha..

(UI depok, oktober 2006)
ga cumafoto2 itu sih yang mau saya taro di sini.. saya punya tiga teman yang bisa diajak kumpul di waktu tak terduga dan tempat tak terduga pula.. sebenarnya ada tiga teman saya, novi, dita, dan ade.. tapi agak jarang kami kumpul berempat.. lebih sering bertiga dan membuat salah satu dari kami sebal karena (kelupaan) ga diajak, hahaha..
kangen kalian guys..

(Java Jazz Maret 2009)
dan foto ini biar dita ga marah karena sering (kelupaan) ga diajak.. :P

(senci, Februari 2009)
oiya satu foto lagi yang mau saya pasang.. yaitu foto sama temen2 FORKEM.. temen2 waktu liputan makro.. temen2 yang selalu serius kalau lagi bikin berita dan militan saat liputan.. emag ga semua anak2 FORKEM ada di foto ini sih.. karena foto ini latarnya ciamik aja makanya sara plih.. yang jelas, FORKEM udah kaya keluarga, kalau bingung gaada tempat 'bernaung', main aja ke markas FORKEM, di sana pasti rasanya kaya kembali ke rumah.. :D
*agak lebay*

(Stasiun Tj Priok, Mei 2009)
berharap akan naro foto2 yang bisa bikin saya tersenyum kalau lagi cape dan sebal.. (mungkin foto bareng siyasmina, deboramanja, bayugalih, mas_wahn, dan yang lain2 ya???)
anyway.. i think i'm enough for now guys..
i'll cu..
Subscribe to:
Posts (Atom)