Hari itu, Selasa (15/5), hari terakhir kami liburan.. Hari itu kami tidak lagi ambisius untuk mengunjungi objek-objek wisata tertentu.. Sebab kami harus naik bus dari KL ke Singapore, lalu lanjut naik pesawat dari Singapore ke Jakarta.. Jadi tujuan kami hanyalah pulang dengan selamat di Jakarta..
Tapi ternyata hari itu kami justru berpetualang.. Ibaratnya jantung saya berdebarnya dah ga karuan.. Ditambah kepala nyut-nyutan saking stressnya..
Bagaimana itu bisa terjadi?? Saya rekap aja deh ya tweets saya hari itu
sebagai rekap akhir cerita liburan kami..
Pagi itu, Selasa (15/5), saya&muai sudah siap berangkat dari rumah mas Ollie menuju terminal bersepadu selatan.. Hari yang cerah untuk memulai perjalanan.. Stasiun PWTC pun masih sepi..
Setelah sampai di TBS&sukses beli tiket bus, saya pun ngetwit..
"Sudah sampai terminal bersepadu selatan (#tbs) #KL.. beli 2 tiket bus harganya RM78, uang di dompet RM80.. :))" 9:02 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
bahkan saya sempat berbalas pantun dengan runi&ima..
"@Runii @alatasima klo kata mas arief naik motor pake sarung biasa aja, cuma ruang gerak terbatas, haha" 9:24 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"@alatasima di #KL mah kita naik kereta mulu ma, jd ga sarungan takut melorot.. :))" 9:27 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
hingga akhirnya kami berangkat..
"Kita nak brangkat dulu naik bas.. Mohon doa sihat selalu di jalan.. *mulai ke malay2an..* :)) I'll cu #KL" 9:31 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
***
Setelah mengalami perjalanan yang menegangkan, di changi airport saya pun mulai bercerita..
"Perjalanan dari #KL ke #SG hari ini bisa dibilang sebagai hari yg bikin jantung mau copot&kepala cekot2.." 7:17 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"bermula dari harap2 cemas di #tbs di #KL karena kami belum pesan tiket bus online. Ternyata kami cuma salah antri aja.. :)" 7:20 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Abis dpy tiket, kami sarapan kesiangan dulu di terminal #tbs itu. Oiya, kami milih bus judulnya konsorsium krn waktu dari #SG kami naik itu." 7:21 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Bus konsorsium berangkat tepat waktu jam11 waktu #KL, kami pun tenang2 saja." 7:22 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
*ini foto saya ketika menunggu bus datang di terminal super kece itu..*
"Selama perjalanan, kami mampir ke satu tempat istirahat 30 menit (sy lupa namanya, tp ada 'lucky') nya.. Itu masih aman2 aja.." 7:24 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Tapi setelah jalan dari tempat istirahat, ni bus mulai aneh. Pertama,
supirnya brenti ngisi bensin self service lama bgt." 7:25 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Kedua, dia nurunin penumpang anak kecil di pinggir jalan tol. Saya ga tau tu anak apa penumpang beneran, sodara supirnya atau siapa." 7:26 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Ketiga, ni bus juga sempet nurunin orang 2x sebelum terminal larkin johor baru. Orang2 yg turun rata2 india (maaf bkn bermaksud rasis)." 7:27 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Keempat, selain nurunin orang di tengah jalan, ni bus juga 2x brenti krn (kayaknya) ada kerusakan teknis di setirnya." 7:29 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Kelima, kami tiba di check point woodland #SG. antrian panjang bgt&muai sempet KETAHAN DI IMIGRASI. keliatannya di curigai teroris.. #cih" 7:30 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Klo menurut saya, kami apes aja dapet petugas imigrasi woodland ibu2 yg lamaaaa bgt meriksa2 dokumen&curigaan.." 7:32 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Akhirnya muai dibawa masuk ke pemeriksaan imigrasi&saya dijutekin diperintah untuk nunggu di luar terminal. #cih" 7:33 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Truuuuus yg paling MAHA MENYEBALKAN adalah tu bus konsorsium ga ada loh di parkiran.. Kami DITINGGAL BUS sodara2.. :((" 7:34 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"setelah deg2an gatau mau ngapain, akhirnya kami naik bus umum ke arah Queens Rd (dekat bugis) dg tarif S$2,4 per orang (harus uang pas).." 7:35 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Saya ngoprek2 dompet, untung ada uang S$5 loh, jadi akhirnya kami naik&berdoa supaya bisa nyampe changi tepat waktu.." 7:36 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Kami tiba di terminal bus jam18.00 di Queens Rd, lalu nyari MRT bugis yg jaraknya +/-400 meter dari situ." 7:38 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
*intermezo sejenak, kami akhirnya mulai lega saat menemukan bugis street.. karena ga jauh dari sana ada bugis MRT..*
"Kami naik MRT ke arah changi, dah ga mikir tu MRT penuh banget krn jam pulang kerja.." 7:39 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Akhirnya jam19.10 kami sampai di terminal 1 changi&masih ada sisa waktu 50 menit untuk check in." 7:40 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
"Alhamdulillah sekarang nunggu untuk naik pesawat, doakan selamat sampai jakarta yah.." 7:45 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone
*ini foto saya ketika menunggu..*
***
Alhamdulillah akhirnya kami melihat daratan jakarta..
Akhir cerita liburan yang menegangkan pun ga jadi berakhir tragis.. Singkat kata, untuk memperlancar perjalanan antar kota, antar negara, pilihlah perusahaan bus yang lebih terpercaya.. Kalau bisa jangan bertingkah mencurigakan sampai harus tertahan di imigrasi.. *amit2 ga lagi2..*
***
PS: si muai protes dengan tulisan 'bertingkah mencurigakan' yang saya tulis di atas.. menurut dia, si ibu imigrasi woodland itu aja yang rasis dan berlebihan.. *yeah muai emang ga salah dan insiden di imigrasi itu bisa jadi catatan buruk/tidak mengenakkan soal singapore, bukan hanya untuk muai, tapi juga untuk saya..
Showing posts with label Kuala Lumpur. Show all posts
Showing posts with label Kuala Lumpur. Show all posts
Wednesday, July 11, 2012
Sunday, June 24, 2012
Masa harus selalu kalah sama Malaysia?
Lanjutan cerita liburan muaipani di KL Malaysia belum juga saya lanjutin. Alasannya
simple aja, setelah kasus klaim tari tor-tor oleh mandailing malaysia, rasanya saya
ikut keki&sebel sama negeri tetangga itu. Yah, terlepas dari siapa yang salah, siapa yang ga tau diri, dan siapa yang bodoh yah.. tapi kasus itu justru membuat saya ngerasa Indonesia memang kalah..
Pasalnya, bagi saya Malaysia itu negeri yang (secara garis besar) ga lebih bagus dari Indonesia. Makanannya juga ga lebih enak dari Indonesia.. Keragamannya juga kalah dari Indonesia.. Apalagi keramahan orang-orangnya, kalah jauh lah sama orang Indonesia..
Tapi kok rasanya negeri itu lebih 'dirawat' sama pemerintahnya.. Dan sedihnya itu lah yang membuat negeri kita kalah.. :(
Eniho.. daripada bermelow-melow, yuk kita mulai lanjutan ceritanya..
Hari itu Minggu (13/5), setelah perjalanan kurang lebih 5 jam, dengan sekali istirahat di tempat peristirahatan, kami tiba di terminal bersepadu selatan di pinggiran kota kuala lumpur jam 15.00..
Sebelum saya cerita soal terminal yang kece itu, ada fakta menarik dari jalan tol di Malaysia.. ternyata di sana motor bisa masuk jalan tol loh.. giling ya?? kalau di jakarta motor bisa masuk tol penuh kali ya tu tol, haha..
Eniwei, baru datang di terminal bersepadu selatan (TBS) yang dulunya bernama Tasik Bandar Selatan (TBS) saja saya sudah kagum.. Betapa bersih dan teraturnya terminal bus ini. Ga cukup sampai di situ, terminal bus ini juga dilengkapi wifi yang cukup kenceng. Bisa lah digunakan untuk ngontak mas Ollie temennya muai, dan untuk ngetweet.. *jiaaah tetep*


Di terminal bersepadu selatan, hal yang pertama kami lakukan adalah mencari ATM
untuk tarik tunai ringgit. Ini salah satu trik biar ga takut rawan bawa duit
banyak2 kala bepergian ke luar neger. Cukup tarik tunai aja di atm. Cari jaringan
yang cocok di kartu ATM kamu macam alto, cirrus, plus, visa, dll. Akan ada biaya
administrasi yang klo saya ga salah antara Rp45 ribu-Rp50 ribu sekali narik. Jadi
pikirkan saja jumlah yang kira-kira cukup untuk membiayai kita selama di negara itu. :)
Selesai ngambil duit di ATM kami menuju informasi untuk nanya gimana caranya ke
stasiun LRT. Ternyata stasiunnya ada di sebelah kiri terminal. Di stasiun itu ada
kereta keluar kota (keliatannya yg masih pake rel ganda kaya di Indonesia), trus LRT yang ke arah kota, dan kereta ke bandara KLIA.

Dari situ aja saya udah iri sama negara itu. Gimana jaringan kereta apinya yang ga
semuanya harus modern dan high tech kaya di singapura, tapi susah sangat memadai.
Di stasiun kami harus membeli tiket di mesin tiket, dan kami pun bingung. Orang
malaysia itu menurut saya ga ramah, beda sama orang Indonesia. ga ada yang mau
membantu kecuali kita inisiatif bertanya.
Mana saya tau kan kalau beli karcis ga bisa pake uang 50 ringgit? jadi harus tuker dulu di counter setelah si mbaknya ditanya gimana cari kami beli tiket klo uangnya ga diterima di mesin. :(
Akhirnya kami bisa beli tiket di mesin menuju stasiun PWTC tempat kami harus turun.
Setelah membeli tiket, keluarlah token berwarna biru (bukan kartu kaya di singapur).
Token itu harus di tempelkan ketika masuk stasiun, dan dimusikin seperti ke celengan
ketika keluar di stasiun tujuan.. :)
Sampai di PWTC hujan deras saja sodara2.. Kami pun berteduh dan masuk ke restoran
arab/pakistan hyrderabad. Mereka jualan kari, roti prata, dll. Kami pun makan&minum
dulu sambil ngehubungin Mas Ollie. Ternyata si mas Ollie nyamperin kami di situ,
karena dia agak khawatir kok kami lama banget ga nyampe-nyampe padahal katanya dah sampe terminal bersepadu selatan dari jam15.00 (dan pas di situ udah jam17.30 aja soalnya.. ngook)
Yah maklum lah, namanya juga turis keder ya.. harus liat kiri kanan dulu sebelum
bertindak, haha..
Sampai di kondominium mas Ollie tempat kami menginap selama di KL, kami seperti
merasa di rumah. Yah mungkin karena memang di situ rumahnya Mas Ollie, istri-nya, dan
dua anaknya Afia dan Alman. Jadi memang terasa sangat rumah.. :)
Ini pemandangan dari jendela kamar kami..





Malam itu kami jalan-jalan ke KLCC, mal yang ada menara petronas-nya. Kami kesana naik LRT hingga stasiun Masjid JAmek, lalu nyambung ke KL MRT dari ke arah KLCC.. Lagi-lagi saya iri sama negara itu. Kota KL yang macet dan sumpek ternyata memiliki
transportasi publik yang bisa diandalkan. KL sudah punya LRT, MRT, dan Monorail..
Lalu Jakarta kapan?








Oiya karena terlalu malam, kami cuma sempet melihat petronas dari belakang suria KLCC, dan tidak di depannya.. Sempet sebel sih, tapi berhubung malam itu kami pergi bareng-bareng satu keluarga lain yang temen jauhnya mas Ollie, jadi ga bisa berlama-lama juga..




Yah mal KLCC itu bagi saya cukup bagus, mirip2 pim tapi lebih kecil.. cuma masih kalah lah sama GI, mal favorit saya.. *halah*
Tapi tetap saja dari segi transportasi publik Jakarta KALAH JAUH dari Kuala Lumpur.. Dan itu bagi saya cukup membuat sedih.. Sedih karena kalah.. :(
simple aja, setelah kasus klaim tari tor-tor oleh mandailing malaysia, rasanya saya
ikut keki&sebel sama negeri tetangga itu. Yah, terlepas dari siapa yang salah, siapa yang ga tau diri, dan siapa yang bodoh yah.. tapi kasus itu justru membuat saya ngerasa Indonesia memang kalah..
Pasalnya, bagi saya Malaysia itu negeri yang (secara garis besar) ga lebih bagus dari Indonesia. Makanannya juga ga lebih enak dari Indonesia.. Keragamannya juga kalah dari Indonesia.. Apalagi keramahan orang-orangnya, kalah jauh lah sama orang Indonesia..
Tapi kok rasanya negeri itu lebih 'dirawat' sama pemerintahnya.. Dan sedihnya itu lah yang membuat negeri kita kalah.. :(
Eniho.. daripada bermelow-melow, yuk kita mulai lanjutan ceritanya..
Hari itu Minggu (13/5), setelah perjalanan kurang lebih 5 jam, dengan sekali istirahat di tempat peristirahatan, kami tiba di terminal bersepadu selatan di pinggiran kota kuala lumpur jam 15.00..
Sebelum saya cerita soal terminal yang kece itu, ada fakta menarik dari jalan tol di Malaysia.. ternyata di sana motor bisa masuk jalan tol loh.. giling ya?? kalau di jakarta motor bisa masuk tol penuh kali ya tu tol, haha..
Eniwei, baru datang di terminal bersepadu selatan (TBS) yang dulunya bernama Tasik Bandar Selatan (TBS) saja saya sudah kagum.. Betapa bersih dan teraturnya terminal bus ini. Ga cukup sampai di situ, terminal bus ini juga dilengkapi wifi yang cukup kenceng. Bisa lah digunakan untuk ngontak mas Ollie temennya muai, dan untuk ngetweet.. *jiaaah tetep*


Di terminal bersepadu selatan, hal yang pertama kami lakukan adalah mencari ATM
untuk tarik tunai ringgit. Ini salah satu trik biar ga takut rawan bawa duit
banyak2 kala bepergian ke luar neger. Cukup tarik tunai aja di atm. Cari jaringan
yang cocok di kartu ATM kamu macam alto, cirrus, plus, visa, dll. Akan ada biaya
administrasi yang klo saya ga salah antara Rp45 ribu-Rp50 ribu sekali narik. Jadi
pikirkan saja jumlah yang kira-kira cukup untuk membiayai kita selama di negara itu. :)
Selesai ngambil duit di ATM kami menuju informasi untuk nanya gimana caranya ke
stasiun LRT. Ternyata stasiunnya ada di sebelah kiri terminal. Di stasiun itu ada
kereta keluar kota (keliatannya yg masih pake rel ganda kaya di Indonesia), trus LRT yang ke arah kota, dan kereta ke bandara KLIA.

Dari situ aja saya udah iri sama negara itu. Gimana jaringan kereta apinya yang ga
semuanya harus modern dan high tech kaya di singapura, tapi susah sangat memadai.
Di stasiun kami harus membeli tiket di mesin tiket, dan kami pun bingung. Orang
malaysia itu menurut saya ga ramah, beda sama orang Indonesia. ga ada yang mau
membantu kecuali kita inisiatif bertanya.
Mana saya tau kan kalau beli karcis ga bisa pake uang 50 ringgit? jadi harus tuker dulu di counter setelah si mbaknya ditanya gimana cari kami beli tiket klo uangnya ga diterima di mesin. :(
Akhirnya kami bisa beli tiket di mesin menuju stasiun PWTC tempat kami harus turun.
Setelah membeli tiket, keluarlah token berwarna biru (bukan kartu kaya di singapur).
Token itu harus di tempelkan ketika masuk stasiun, dan dimusikin seperti ke celengan
ketika keluar di stasiun tujuan.. :)
Sampai di PWTC hujan deras saja sodara2.. Kami pun berteduh dan masuk ke restoran
arab/pakistan hyrderabad. Mereka jualan kari, roti prata, dll. Kami pun makan&minum
dulu sambil ngehubungin Mas Ollie. Ternyata si mas Ollie nyamperin kami di situ,
karena dia agak khawatir kok kami lama banget ga nyampe-nyampe padahal katanya dah sampe terminal bersepadu selatan dari jam15.00 (dan pas di situ udah jam17.30 aja soalnya.. ngook)
Yah maklum lah, namanya juga turis keder ya.. harus liat kiri kanan dulu sebelum
bertindak, haha..
Sampai di kondominium mas Ollie tempat kami menginap selama di KL, kami seperti
merasa di rumah. Yah mungkin karena memang di situ rumahnya Mas Ollie, istri-nya, dan
dua anaknya Afia dan Alman. Jadi memang terasa sangat rumah.. :)
Ini pemandangan dari jendela kamar kami..





Malam itu kami jalan-jalan ke KLCC, mal yang ada menara petronas-nya. Kami kesana naik LRT hingga stasiun Masjid JAmek, lalu nyambung ke KL MRT dari ke arah KLCC.. Lagi-lagi saya iri sama negara itu. Kota KL yang macet dan sumpek ternyata memiliki
transportasi publik yang bisa diandalkan. KL sudah punya LRT, MRT, dan Monorail..
Lalu Jakarta kapan?








Oiya karena terlalu malam, kami cuma sempet melihat petronas dari belakang suria KLCC, dan tidak di depannya.. Sempet sebel sih, tapi berhubung malam itu kami pergi bareng-bareng satu keluarga lain yang temen jauhnya mas Ollie, jadi ga bisa berlama-lama juga..




Yah mal KLCC itu bagi saya cukup bagus, mirip2 pim tapi lebih kecil.. cuma masih kalah lah sama GI, mal favorit saya.. *halah*
Tapi tetap saja dari segi transportasi publik Jakarta KALAH JAUH dari Kuala Lumpur.. Dan itu bagi saya cukup membuat sedih.. Sedih karena kalah.. :(
Friday, June 15, 2012
2 negara, 2 kota, 1 cinta *)
*) terinspirasi judul film 3 hati, 2 dunia, 1 cinta
Tanpa bermaksud menjiplak judul satu film di atas, saya mau bercerita lanjutan perjalanan muaipani..
Dua tahun lalu saat kami merencakan jalan-jalan ke Bangkok, Thailand, di kepala kami sudah ada rencana untuk juga mengunjungi Pattaya yang bisa ditempuh +/-4 jam dengan bus dari Bangkok. Alasannya kala itu ingin melihat suasana berbeda (pantai), dan sekaligus mengunjungi dua tempat dalam satu negara.
Hal yang kurang lebih sama juga kami lakukan saat kami meutuskan berlibur ke Saigon, Vietnam tahun lalu. Kala itu kami batal ke ibukota Vietnam di Hanoi karena tiket pesawatnya mahal, jadinya kami memutuskan beranjak ke Mui Ne, yang juga bisa ditempuh dengan bus +/-5 jam. Kota kecil Mui Ne begitu menawan dengan gurun pasirnya, dan juga pantainya yang punya garis pantai panjang&laut yang tenang. :)
Tahun ini kami juga berkunjung ke kota kedua, yaitu Kuala Lumpur (KL), Malaysia. Waktu tempuh yang dibutuhkan dengan naik bus juga kurang lebih sama, +/-5 jam. Bedanya perjalanan kali ini melewati batas dua negara, dan melewati dua imigrasi.. :)
Seperti apa ceritanya? Yuk kita mulai..
Hari itu, Minggu (13/5) pukul 07.30 pagi di M Hotel Singapore. Sayabsudah terbangun meski baru tidur pukul 03.30 dini hari. Alasannya sederhana saja, kami harus berangkat ke KL hari itu. Menurut jadwal, busnya berangkat jam10.30, tapi kami harus tiba di Golden Mile Complex jam10.00.
Setelah mandi, kami memutuskan sarapan dulu. Sarapan di hotel bintang 4 cukup enak. Meski menunya ga sebanyak yang kami kira. Tapi setidaknya pagi itu kami bisa mengisi perut hingga penuh.
Pukul 09.30 kami keluar dari hotel, menuju stasiun MRT Tanjong Pagar dengan setengah berlari.. *duile* Tapi ini beneran karena menurut kalkulasi gothere.sg, dari M Hotel menuju Golden Mile Complex itu waktu tempuhnya +/-45 menit saja.. xD Wajar sih karena kami harus 2x ganti MRT di jalur merah, kemudian kuning. Lalu keluar stasiun Nicole Highway, nyeberangin jalan tol, plus jalan kurang lebih 200 meter.
Sampai di Golden Mile Complex ternyata bus Konsorsium yang akan kami naiki belum datang. *bagoooos, padahal dah banjir keringat* Tapi penumpang2 lainnya yang keliatannya 1 keluarga india sudah nongkrong di sana dengan kopor mereka yang besar-besar.
Sekitar 15 menit kemudian busnya datang.. Saya sempat kaget karena busnya berbentuk bus tingkat.. :D
Sekedar informasi, saya belum pernah loh naik bus tingkat. Kenangan saya tentang bus tingkat cuma sebatas kenangan waktu zaman TK/SD dulu. Saya liat bus tingkat kalau lagi di rumah Mbah Putri-Mbah Kakung di Tn Abang. Cuma sebelum sempat saya naik, bus tingkat udah ga ada :(
Jadi ini adalah perjalanan pertama saya naik bus tingkat, plus perjalanan dua negara pertama saya dengan naik bus..
"Yuk kita berangkat sayang.."
Sampai bertemu di KL yah.. :)





Tanpa bermaksud menjiplak judul satu film di atas, saya mau bercerita lanjutan perjalanan muaipani..
Dua tahun lalu saat kami merencakan jalan-jalan ke Bangkok, Thailand, di kepala kami sudah ada rencana untuk juga mengunjungi Pattaya yang bisa ditempuh +/-4 jam dengan bus dari Bangkok. Alasannya kala itu ingin melihat suasana berbeda (pantai), dan sekaligus mengunjungi dua tempat dalam satu negara.
Hal yang kurang lebih sama juga kami lakukan saat kami meutuskan berlibur ke Saigon, Vietnam tahun lalu. Kala itu kami batal ke ibukota Vietnam di Hanoi karena tiket pesawatnya mahal, jadinya kami memutuskan beranjak ke Mui Ne, yang juga bisa ditempuh dengan bus +/-5 jam. Kota kecil Mui Ne begitu menawan dengan gurun pasirnya, dan juga pantainya yang punya garis pantai panjang&laut yang tenang. :)
Tahun ini kami juga berkunjung ke kota kedua, yaitu Kuala Lumpur (KL), Malaysia. Waktu tempuh yang dibutuhkan dengan naik bus juga kurang lebih sama, +/-5 jam. Bedanya perjalanan kali ini melewati batas dua negara, dan melewati dua imigrasi.. :)
Seperti apa ceritanya? Yuk kita mulai..
Hari itu, Minggu (13/5) pukul 07.30 pagi di M Hotel Singapore. Sayabsudah terbangun meski baru tidur pukul 03.30 dini hari. Alasannya sederhana saja, kami harus berangkat ke KL hari itu. Menurut jadwal, busnya berangkat jam10.30, tapi kami harus tiba di Golden Mile Complex jam10.00.
Setelah mandi, kami memutuskan sarapan dulu. Sarapan di hotel bintang 4 cukup enak. Meski menunya ga sebanyak yang kami kira. Tapi setidaknya pagi itu kami bisa mengisi perut hingga penuh.
Pukul 09.30 kami keluar dari hotel, menuju stasiun MRT Tanjong Pagar dengan setengah berlari.. *duile* Tapi ini beneran karena menurut kalkulasi gothere.sg, dari M Hotel menuju Golden Mile Complex itu waktu tempuhnya +/-45 menit saja.. xD Wajar sih karena kami harus 2x ganti MRT di jalur merah, kemudian kuning. Lalu keluar stasiun Nicole Highway, nyeberangin jalan tol, plus jalan kurang lebih 200 meter.
Sampai di Golden Mile Complex ternyata bus Konsorsium yang akan kami naiki belum datang. *bagoooos, padahal dah banjir keringat* Tapi penumpang2 lainnya yang keliatannya 1 keluarga india sudah nongkrong di sana dengan kopor mereka yang besar-besar.
Sekitar 15 menit kemudian busnya datang.. Saya sempat kaget karena busnya berbentuk bus tingkat.. :D
Sekedar informasi, saya belum pernah loh naik bus tingkat. Kenangan saya tentang bus tingkat cuma sebatas kenangan waktu zaman TK/SD dulu. Saya liat bus tingkat kalau lagi di rumah Mbah Putri-Mbah Kakung di Tn Abang. Cuma sebelum sempat saya naik, bus tingkat udah ga ada :(
Jadi ini adalah perjalanan pertama saya naik bus tingkat, plus perjalanan dua negara pertama saya dengan naik bus..
"Yuk kita berangkat sayang.."
Sampai bertemu di KL yah.. :)





Subscribe to:
Posts (Atom)




