Showing posts with label malaysia. Show all posts
Showing posts with label malaysia. Show all posts

Wednesday, July 11, 2012

Akhir Liburan yang Menegangkan.. *wakwaaw..*

Hari itu, Selasa (15/5), hari terakhir kami liburan.. Hari itu kami tidak lagi ambisius untuk mengunjungi objek-objek wisata tertentu.. Sebab kami harus naik bus dari KL ke Singapore, lalu lanjut naik pesawat dari Singapore ke Jakarta.. Jadi tujuan kami hanyalah pulang dengan selamat di Jakarta..

Tapi ternyata hari itu kami justru berpetualang.. Ibaratnya jantung saya berdebarnya dah ga karuan.. Ditambah kepala nyut-nyutan saking stressnya..

Bagaimana itu bisa terjadi?? Saya rekap aja deh ya tweets saya hari itu
sebagai rekap akhir cerita liburan kami..

Pagi itu, Selasa (15/5), saya&muai sudah siap berangkat dari rumah mas Ollie menuju terminal bersepadu selatan.. Hari yang cerah untuk memulai perjalanan.. Stasiun PWTC pun masih sepi..


Setelah sampai di TBS&sukses beli tiket bus, saya pun ngetwit..
"Sudah sampai terminal bersepadu selatan (#tbs) #KL.. beli 2 tiket bus harganya RM78, uang di dompet RM80.. :))" 9:02 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

bahkan saya sempat berbalas pantun dengan runi&ima..
"@Runii @alatasima klo kata mas arief naik motor pake sarung biasa aja, cuma ruang gerak terbatas, haha" 9:24 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"@alatasima di #KL mah kita naik kereta mulu ma, jd ga sarungan takut melorot.. :))" 9:27 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

hingga akhirnya kami berangkat..
"Kita nak brangkat dulu naik bas.. Mohon doa sihat selalu di jalan.. *mulai ke malay2an..* :)) I'll cu #KL" 9:31 AM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

***
Setelah mengalami perjalanan yang menegangkan, di changi airport saya pun mulai bercerita..
"Perjalanan dari #KL ke #SG hari ini bisa dibilang sebagai hari yg bikin jantung mau copot&kepala cekot2.." 7:17 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"bermula dari harap2 cemas di #tbs di #KL karena kami belum pesan tiket bus online. Ternyata kami cuma salah antri aja.. :)" 7:20 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"Abis dpy tiket, kami sarapan kesiangan dulu di terminal #tbs itu. Oiya, kami milih bus judulnya konsorsium krn waktu dari #SG kami naik itu." 7:21 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"Bus konsorsium berangkat tepat waktu jam11 waktu #KL, kami pun tenang2 saja." 7:22 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

*ini foto saya ketika menunggu bus datang di terminal super kece itu..*


"Selama perjalanan, kami mampir ke satu tempat istirahat 30 menit (sy lupa namanya, tp ada 'lucky') nya.. Itu masih aman2 aja.." 7:24 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"Tapi setelah jalan dari tempat istirahat, ni bus mulai aneh. Pertama,
supirnya brenti ngisi bensin self service lama bgt." 7:25 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"Kedua, dia nurunin penumpang anak kecil di pinggir jalan tol. Saya ga tau tu anak apa penumpang beneran, sodara supirnya atau siapa." 7:26 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"Ketiga, ni bus juga sempet nurunin orang 2x sebelum terminal larkin johor baru. Orang2 yg turun rata2 india (maaf bkn bermaksud rasis)." 7:27 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"Keempat, selain nurunin orang di tengah jalan, ni bus juga 2x brenti krn (kayaknya) ada kerusakan teknis di setirnya." 7:29 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"Kelima, kami tiba di check point woodland #SG. antrian panjang bgt&muai sempet KETAHAN DI IMIGRASI. keliatannya di curigai teroris.. #cih" 7:30 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"Klo menurut saya, kami apes aja dapet petugas imigrasi woodland ibu2 yg lamaaaa bgt meriksa2 dokumen&curigaan.." 7:32 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"Akhirnya muai dibawa masuk ke pemeriksaan imigrasi&saya dijutekin diperintah untuk nunggu di luar terminal. #cih" 7:33 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"Truuuuus yg paling MAHA MENYEBALKAN adalah tu bus konsorsium ga ada loh di parkiran.. Kami DITINGGAL BUS sodara2.. :((" 7:34 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"setelah deg2an gatau mau ngapain, akhirnya kami naik bus umum ke arah Queens Rd (dekat bugis) dg tarif S$2,4 per orang (harus uang pas).." 7:35 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"Saya ngoprek2 dompet, untung ada uang S$5 loh, jadi akhirnya kami naik&berdoa supaya bisa nyampe changi tepat waktu.." 7:36 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"Kami tiba di terminal bus jam18.00 di Queens Rd, lalu nyari MRT bugis yg jaraknya +/-400 meter dari situ." 7:38 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

*intermezo sejenak, kami akhirnya mulai lega saat menemukan bugis street.. karena ga jauh dari sana ada bugis MRT..*


"Kami naik MRT ke arah changi, dah ga mikir tu MRT penuh banget krn jam pulang kerja.." 7:39 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"Akhirnya jam19.10 kami sampai di terminal 1 changi&masih ada sisa waktu 50 menit untuk check in." 7:40 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

"Alhamdulillah sekarang nunggu untuk naik pesawat, doakan selamat sampai jakarta yah.." 7:45 PM - 15 May 12 via Twitter for iPhone

*ini foto saya ketika menunggu..*


***

Alhamdulillah akhirnya kami melihat daratan jakarta..


Akhir cerita liburan yang menegangkan pun ga jadi berakhir tragis.. Singkat kata, untuk memperlancar perjalanan antar kota, antar negara, pilihlah perusahaan bus yang lebih terpercaya.. Kalau bisa jangan bertingkah mencurigakan sampai harus tertahan di imigrasi.. *amit2 ga lagi2..*

***

PS: si muai protes dengan tulisan 'bertingkah mencurigakan' yang saya tulis di atas.. menurut dia, si ibu imigrasi woodland itu aja yang rasis dan berlebihan.. *yeah muai emang ga salah dan insiden di imigrasi itu bisa jadi catatan buruk/tidak mengenakkan soal singapore, bukan hanya untuk muai, tapi juga untuk saya..

Tuesday, July 10, 2012

Yang Tersisa Dari Malaysia

Bulan sudah berganti Juli, tapi laporan perjalanan Singapura-Malaysia Mei lalu belum juga selesai. Maklum lah kesibukan dan kemalasan menulis menjadi masalah utama tertundanya laporan perjalanan itu.. *duile*

Tapi sebelum basi beneran, saya mau laporan secara garis besar aja deh tentang perjalanan kami di hari Senin (14/5) lalu seputaran kuala lumpur dan sekitarnya.. :p

Pagi itu kami menuju Terminal Bus/Stasiun Titi Wangsa untuk menuju Genting Highland (semacam kwasan puncak-nya KL) yang bisa ditempuh dengan bus +/-1 jam. Terminal Titi Wangsa hanya berjarak +/-500 meter dari kondominium-nya Mas Ollie temennya Muai. Jadilah kami berjalan kaki sepanjang pinngir kali..

Kami pun membeli tiket bus seharga 5,9 ringgit per orang (tapi dibulatkan jadi 12 ringgit untuk dua tiket).. Lalu kami naik bus berwarna kuning bertulisakan "Genting". Ini beberapa foto jelang kami berangkat..







Di Resort World Genting Highland (kayaknya satu grup sama Resort World Sentosa di Singapore) yang menarik perhatian saya&muai adalah Cable Car (kereta gantung) terpanjang di Asean.. Katanya di atas sana bisa sampai 15 menit lebih melihat pemandangan pegunungan dan resort.. Selain cable car, di genting highland juga ada amusment park indoor dan outdoor.. Permainannnya mirip2 dufan, andalannya pun roaler coaster.. Tapi secara saya dan muai udah ke USS, jadi ga terlalu pengen juga main2 lagi, haha..

Di genting highland juga ada casino.. Jadi banyak deh tuh orang tua-tua yang keluar masuk Genting Highland.. Saya sih mikirnya mereka ga mungkin main2 roaler coaster dong ya? Jadilah mereka kemungkinan ke genting untuk berjudi.. X)

Ini suasana waktu kami tiba di terminal bus genting highland.. Udah kaya pelangi gitu ya warnanya.. :P


Trus ini contohnya ibu/nenek yang baru dateng ke genting untuk berjudi.. Doi ujug2 nengok ke kamera yang dibidik muai ini.. :))


Namun demikian sodara-sodara.. Pas kami ke sana pas si Cabble Car-nya lagi diservice sampe tanggal 17 Mei.. Nyebelin banget deeeeh.. Padahal saya kan ke sana cuma mau naik cabble car... Kembalikan uang kamiiii.. *halah..*

Akhirnya saya cuma foto2 senep aja di depan cabble car.. Cuma emang cuaca saat itu berkabut banget sih.. Ga kebayang kalau kami naik cabble car membelah kabut.. Berasa film horor.. hiiii...















Akhirnya setelah puas foto-foto kami meluncur balik ke terminal bus.. Yah dari awal kan emang niatnya pengen naik cabble car.. Jadi karena ga jadi naik, yoweis lah ga usah lama2, hahaha..




Dari sana kami kembali ke terminal bus Titi Wangsa dan lanjut naik LRT menuju masjid jamek.. Tujuan kami adalah KL central market untuk berbelanja oleh-oleh.. Saya ga tau apa kami berbelanja di pasar yang benar atau salah.. Tapi kemarin kami sih lebih banyak menemukan toko kain/baju yang penjualnya orang India.. (macam di Mayestik atau di Pasar baru gitu, hahaha..)





Selasai dari sana, kami udah bawa segembolan belanjaan.. Kaki rasanya udah mulai panas&saya ngeliat mukanya Muai udah cape banget..

Tapi masih ada satu tujuan lagi yaitu Jalan Bukit Bintang yang menjadi pusat keramaian kota KL.. Ke Bukit Bintang itu harus naik KL Monorail yang tiketnya lebih mahal.. Tapi setelah sampai sih saya suka suasana di sana.. Jalan bukit bintang dikelilingi hotel-hotel bintang 5, mal, dan kafe-kafe di punggir jalan.. (Mirip-mirip orchard road Singapore, tapi juga banyak kafe atau tempat makan di pinggir jalan kaya jalan jaksa.. hehe..)







Setelah puter-puter sekitaran Bukit Bintang, kami memutuskan nyari Maggi Soup di warung makan pinggir jalan.. Maggi Soup itu sejenis Indomie lah.. Enak kan makan anget-anget setelah jalan seharian.. :D

Akhirnya si Muai beneran makan maggi soup, kalau saya nyobain kwetiau rebus dengan kaldu daging.. Enaknya maknyuss tapi jebakan cabe rawitnya buanyak banget.. hahahaha..



Selesai dari Bukit Bintang, kami naik KL Monorail ke Stasiun Titi Wangsa, trus ganti ke LRT ke stasiun PWTC.. Sampai kondominium kami bisa naik ke lantai 31, tapi ternyata Mas Ollie sekeluarga lagi keluar, jadilah kami ngemper di depan rumahnya Mas Ollie.. -_-"

Malam terakhir di KL kami beberes tas agar besok bisa langsung berangkat untuk kembali ke Singapore, dan pulang ke Jakarta..

Sampai ketemu di lanjutan ceritanya.. *masih ada looh.. sigh..*

PS: semua foto dibidik sama Muai, kecuali foto tiket bus, haha..

Sunday, June 24, 2012

Masa harus selalu kalah sama Malaysia?

Lanjutan cerita liburan muaipani di KL Malaysia belum juga saya lanjutin. Alasannya
simple aja, setelah kasus klaim tari tor-tor oleh mandailing malaysia, rasanya saya
ikut keki&sebel sama negeri tetangga itu. Yah, terlepas dari siapa yang salah, siapa yang ga tau diri, dan siapa yang bodoh yah.. tapi kasus itu justru membuat saya ngerasa Indonesia memang kalah..

Pasalnya, bagi saya Malaysia itu negeri yang (secara garis besar) ga lebih bagus dari Indonesia. Makanannya juga ga lebih enak dari Indonesia.. Keragamannya juga kalah dari Indonesia.. Apalagi keramahan orang-orangnya, kalah jauh lah sama orang Indonesia..

Tapi kok rasanya negeri itu lebih 'dirawat' sama pemerintahnya.. Dan sedihnya itu lah yang membuat negeri kita kalah.. :(

Eniho.. daripada bermelow-melow, yuk kita mulai lanjutan ceritanya..
Hari itu Minggu (13/5), setelah perjalanan kurang lebih 5 jam, dengan sekali istirahat di tempat peristirahatan, kami tiba di terminal bersepadu selatan di pinggiran kota kuala lumpur jam 15.00..

Sebelum saya cerita soal terminal yang kece itu, ada fakta menarik dari jalan tol di Malaysia.. ternyata di sana motor bisa masuk jalan tol loh.. giling ya?? kalau di jakarta motor bisa masuk tol penuh kali ya tu tol, haha..

Eniwei, baru datang di terminal bersepadu selatan (TBS) yang dulunya bernama Tasik Bandar Selatan (TBS) saja saya sudah kagum.. Betapa bersih dan teraturnya terminal bus ini. Ga cukup sampai di situ, terminal bus ini juga dilengkapi wifi yang cukup kenceng. Bisa lah digunakan untuk ngontak mas Ollie temennya muai, dan untuk ngetweet.. *jiaaah tetep*





Di terminal bersepadu selatan, hal yang pertama kami lakukan adalah mencari ATM
untuk tarik tunai ringgit. Ini salah satu trik biar ga takut rawan bawa duit
banyak2 kala bepergian ke luar neger. Cukup tarik tunai aja di atm. Cari jaringan
yang cocok di kartu ATM kamu macam alto, cirrus, plus, visa, dll. Akan ada biaya
administrasi yang klo saya ga salah antara Rp45 ribu-Rp50 ribu sekali narik. Jadi
pikirkan saja jumlah yang kira-kira cukup untuk membiayai kita selama di negara itu. :)

Selesai ngambil duit di ATM kami menuju informasi untuk nanya gimana caranya ke
stasiun LRT. Ternyata stasiunnya ada di sebelah kiri terminal. Di stasiun itu ada
kereta keluar kota (keliatannya yg masih pake rel ganda kaya di Indonesia), trus LRT yang ke arah kota, dan kereta ke bandara KLIA.



Dari situ aja saya udah iri sama negara itu. Gimana jaringan kereta apinya yang ga
semuanya harus modern dan high tech kaya di singapura, tapi susah sangat memadai.

Di stasiun kami harus membeli tiket di mesin tiket, dan kami pun bingung. Orang
malaysia itu menurut saya ga ramah, beda sama orang Indonesia. ga ada yang mau
membantu kecuali kita inisiatif bertanya.
Mana saya tau kan kalau beli karcis ga bisa pake uang 50 ringgit? jadi harus tuker dulu di counter setelah si mbaknya ditanya gimana cari kami beli tiket klo uangnya ga diterima di mesin. :(

Akhirnya kami bisa beli tiket di mesin menuju stasiun PWTC tempat kami harus turun.
Setelah membeli tiket, keluarlah token berwarna biru (bukan kartu kaya di singapur).
Token itu harus di tempelkan ketika masuk stasiun, dan dimusikin seperti ke celengan
ketika keluar di stasiun tujuan.. :)

Sampai di PWTC hujan deras saja sodara2.. Kami pun berteduh dan masuk ke restoran
arab/pakistan hyrderabad. Mereka jualan kari, roti prata, dll. Kami pun makan&minum
dulu sambil ngehubungin Mas Ollie. Ternyata si mas Ollie nyamperin kami di situ,
karena dia agak khawatir kok kami lama banget ga nyampe-nyampe padahal katanya dah sampe terminal bersepadu selatan dari jam15.00 (dan pas di situ udah jam17.30 aja soalnya.. ngook)
Yah maklum lah, namanya juga turis keder ya.. harus liat kiri kanan dulu sebelum
bertindak, haha..

Sampai di kondominium mas Ollie tempat kami menginap selama di KL, kami seperti
merasa di rumah. Yah mungkin karena memang di situ rumahnya Mas Ollie, istri-nya, dan
dua anaknya Afia dan Alman. Jadi memang terasa sangat rumah.. :)

Ini pemandangan dari jendela kamar kami..











Malam itu kami jalan-jalan ke KLCC, mal yang ada menara petronas-nya. Kami kesana naik LRT hingga stasiun Masjid JAmek, lalu nyambung ke KL MRT dari ke arah KLCC.. Lagi-lagi saya iri sama negara itu. Kota KL yang macet dan sumpek ternyata memiliki
transportasi publik yang bisa diandalkan. KL sudah punya LRT, MRT, dan Monorail..
Lalu Jakarta kapan?

















Oiya karena terlalu malam, kami cuma sempet melihat petronas dari belakang suria KLCC, dan tidak di depannya.. Sempet sebel sih, tapi berhubung malam itu kami pergi bareng-bareng satu keluarga lain yang temen jauhnya mas Ollie, jadi ga bisa berlama-lama juga..









Yah mal KLCC itu bagi saya cukup bagus, mirip2 pim tapi lebih kecil.. cuma masih kalah lah sama GI, mal favorit saya.. *halah*

Tapi tetap saja dari segi transportasi publik Jakarta KALAH JAUH dari Kuala Lumpur.. Dan itu bagi saya cukup membuat sedih.. Sedih karena kalah.. :(