Showing posts with label kawan. Show all posts
Showing posts with label kawan. Show all posts

Monday, February 20, 2017

Best of 2016 (bagian 2)

Sebelumnya, saya sudah menulis cerita Best of 2016 (bagian 2) via ponsel.. apa daya tulisan itu hilang entah kemana karena aplikasi email yang crash, sementara tulisannya tidak bisa disimpan di draft.. lalu mutung lah saya untuk menulis ulang tulisan yang panjang kali lebar kali tunggu itu.. *krik*

Tapi akhirnya saya kembali di sini, menilai bahwa saya harus menyelesaikan apa yang sudah saya mulai.. karena untuk bercerita hal-hal yang lain, saya merasa masih punya utang menulis lanjutan Best of 2016 (bagian 1) yang terus menghantui.. *halah*

Jadi, marilah kita mulai ulasan tengah hingga akhir 2016 yang menjadi saya harapkan menjadi kenangan yang tak terlupakan.. *berasa nyanyi lagu golden sweet memorries*

Juli
Di bulan Juli ada dua hal yang terjadi di tanggal 18..
Jibril berusia dua tahun dan saya resmi meraih gelar Magister Humaniora..
It's a happy and surreal day..
:D



Agustus
Di bulan Agustus hal yang paling membanggakan adalah Wisuda.. Alhamdulillah akhirnya saya bisa menyelesaikan kuliah +/-3 tahun yang diwarnai dengan cuti kuliah saat melahirkan jibri.. I'm so blessed.. :')



September
Ada hal yang menyedihkan terjadi di bulan November.. Tapi di balik kesedihan juga ada suatu kebanggan saat saya lulus Uji Kompetensi Wartawan Tingkat Madya PWI Pusat.. Ini merupakan kesempatan yang langka dan Alhamdulillah saya bisa meraihnya.. :)



Oktober
Mengejar mimpi dan cita-cita hingga akhirnya bisa meraih hal tersebut adalah kebahagiaan pribadi. Tetapi membimbing orang lain dan melihatnya maju dan berkembang itu adalah kebagiaan lainnya. Dari sini saya jadi mengerti mengapa profesi guru itu memang pahlawan tanpa tanda jasa. *kok jadi melow gini ya? haha* Intinya sih, di bulan Oktober ini saya (dan editor desk ekonomi lainnya) dapat kenang2an karikatur wajah dari seorang anak magang. Sungguh saya sungguh terharu sekaligus bangga sama si anak ini karena dia salah satu anak magang yang awalnya gugup2 gimana gitu, tapi dia mau belajar hingga kami para editornya bisa melihat ada kemajuan pesat dari saat awal magang hingga di akhir masa magang..



November
Bulan November juga menjadi bulan yang spesial buat saya..
Di awal bulan, saya mendapat kesempatan mengikuti Konferensi International Aprish 2016. Ini merupakan konferensi terakhir saya dengan status mahasiswa S2 UI dengan mempresentasikan tesis saya mengenai Bagaimana Uber Merebut Ruang Transportasi di Jakarta.



Lalu di pertengah bulan November, Pada tanggal 15 November itu, kami merayakan ulang tahun Bapak Muai dengan liburan Muaipani Family our de Central Java: Semarang - Demak - Solo - Jogja - Solo. Meski cuma lima hari dan sangat melelahkan, liburan ini sangat menyenangkan juga..



Di akhir bulan, meski masuknya masih bolong-bolong, Jibril resmi jadi anak sekolahan.. :D



Desember
Di bulan terakhir 2016 ini, mungkin yang menjadi highlight adalah Pernikahan pasangan BIIOS Riri-Rozy pada 12 Desember 2016. Selamat menempuh hidup baru ya ri, semoga langgeng sampai kapan pun.. Berarti piala bergilir BIIOS tinggal nunggu giri untuk bisa diduplikasi.. "Gir, gir, kapan nikah?" *padahal orangnya kemungkinan besar ga baca, haha*



hohoho..
akhirnya selesai juga tulisan ini..
Terima kasih 2016..

Wednesday, December 11, 2013

(hampir) finish..

hari ini kuliah terakhir pemetaan cultural studies yang diisi dengan presentasi topik (calon) tesis yang akan dijadikan makalah akhir untuk nilai mata kuliah tersebut..

Yang terjadi, presentasi saya sepertinya kurang sukses. Bu Melani melihat belum ada konteks yang jelas di topik soal nama dan identitas ke-Indonesia-an yang saya usung. Dia menginginkan saya membuat kategorisasi, periodesasi, dan skema lainnya yang menjadi jalan kerangka berpikir mengenai topik yang saya pilih itu..

Lalu perasaan saya?
seperti ban gembos.. ssshhhhhhh.. kempes di tengah jalan.. Padahal tujuan yang ingin saya capai sudah dekat, tapi trus kendaraan saya bannya kempes cing..

untungnya <-- filosofis orang jawa banget ini udah gembos masih berasa ada untungnya.. :D
hari ini si Andrei Jame main ke kampus untuk ngelegalisasi ijazah&transkrip, jadilah saya, dia, dan memmy makan siang cantik di cafe bloc fisip.

bertemu dengan kawan lama selalu menyenangkan.. membahas info kekinian yang dihadapi. cerita tentang kawan-kawan seangkatan lainnya, dan juga ngegosipin orang, hohoho..

Hal itu membuat saya bisa sedikit beranjak dari kebuntuan otak akibat gembosnya semangat *halah*

Selain itu, ada hal-hal yang cukup remeh-temeh tapi ternyata membuat saya 'terhibur'..
1. karena ada andrei, saya punya teman ngobrol ketika pulang naik cummuter line..
2. melihat ironi seorang bapak tua memberikan tempat duduknya kepada ibu-ibu rempong yang kelelahan, sementara mas2 muda yang bergaya necis justru sok sibuk main bb ga mau ngasih tempat duduk.
3. memilih naik mikrolet M09 karena M11 penuh untuk bisa lanjut naik kopaja P16 dari pasar tanah abang/depan museum tekstil. End up ga ada P16 yang lewat sepanjang jalan akhirnya tetep lanjut naik M09 sampai RS medika permata hijau (jalan panjang). Dari situ berencana naik taksi aja karena cape, taunya taksi ga ada yang kosong. Akhirnya naik angkot B17 trus nyambung B14. *banyak banget gonta-ganti angkotnya*
4. Tapi meski gonta-ganti angkot ternyata waktu tempuhnya cuma beda 15 menit sama naik kopaja. Plus meski gonta-ganti angkot ternyata saya keringetannya ga sepliket kalau naik kopaja. -____-
5. Pas di B17 ada mbak-mbak cantik di depan saya tapi suka ngeludah dan bayarnya pake uang Rp50 ribu yang bikin sopirnya sebel. Akhirnya dia ngasih Rp3000 (kurang ongkos) dan sopirnya bersungut-sungut nyangka si mbaknya sengaja ga nyiapin ongkos.
6. Menu makan malam di kafe media kali ini judulnya puyunghai, padahal kenyataannya telor dadar tebel. -___-
7. Trus pas sekalian makan ke kafe, saya mau mampir ke atm beli pulsa XL untuk ipad. Saya udah nyatet no ipad segala karena hp saya lagi pada di cas. Trus taunya udah jalan menuju ATM lupa kalo kartu atmnya di dompet, dan dompetnya ga dibawa.. -______-

gitu deh.. otak gembos berpengaruh terhadap kejadian-kejadian yang 'menghibur' hari ini..

menjelang malam kala editan saya sudah beres *duile ni bahasa*, akhirnya saya menelpon penasehat spiritual/dukun saya si muai.. dia pasti BT banget ni kalau saya nulis dia dukun.. :)))))) Tapi ya gitu deh, akhirnya setelah doi lowong dengan kerjaan ngorlipnya, saya cerita tentang presentasi yang kurang sukses di kelas pemetaan.

Seperti biasa dia membuat saya cukup terisi (semangatnya).. Membuat saya (sedikit) termotivasi untuk mencari jalan/kerangka berpikir untuk bisa membuat paper/proposal tesis saya untuk tugas UAS pemetaan.

Selesai ngobrol sama mulai, saya tergerak untuk mencari studi pustaka untuk pemetaan CS dan juga untuk bahan teori kritis tentang contoh public sphere-nya Jurgen Habermas di Indonesia. Lalu yang terjadi, bahan yang didapat emang cukup banyak ya, tapi trus kepala saya pening, plus ngantuk banget ya cuy.. secara eike memulai hari dari jam 05.30 hari ini.. Jadi ya dilanjut besok aja kali ya, untuk mulai menulis hari Jumat..

In conclusion, epertinya memang kuliah pasca itu benar-benar berbeda dengan S1. Meski topik yang saya pilih (kiranya) sudah sangat sederhana, tapi untuk membuat sebuah tulisan mengenai konteks tulisan rasanya susah banget. Kaya gak nyampe aja gitu otaknya.

Tapi harusnya kalau saya berusaha, Insya Allah bisa ya.. *menghibur diri sendiri* Udah tinggal ngumpulin tugas akhir aja gitu perkuliahan semester ini.. Memang ada empat tugas yang harus dibuat, tapi ya dikerjain aja, ya gak sih?

Akhirnya, saya sudahi dulu lah curhits saya kali ini.. Doakan semester ini menjadi happy ending.. Doakan saya bisa membuat semangat saya terisi lagi, dan otak saya bisa bekerja lebih baik dari sebelumnya..

ciayoooooo

Tuesday, July 10, 2012

Yang Tersisa Dari Malaysia

Bulan sudah berganti Juli, tapi laporan perjalanan Singapura-Malaysia Mei lalu belum juga selesai. Maklum lah kesibukan dan kemalasan menulis menjadi masalah utama tertundanya laporan perjalanan itu.. *duile*

Tapi sebelum basi beneran, saya mau laporan secara garis besar aja deh tentang perjalanan kami di hari Senin (14/5) lalu seputaran kuala lumpur dan sekitarnya.. :p

Pagi itu kami menuju Terminal Bus/Stasiun Titi Wangsa untuk menuju Genting Highland (semacam kwasan puncak-nya KL) yang bisa ditempuh dengan bus +/-1 jam. Terminal Titi Wangsa hanya berjarak +/-500 meter dari kondominium-nya Mas Ollie temennya Muai. Jadilah kami berjalan kaki sepanjang pinngir kali..

Kami pun membeli tiket bus seharga 5,9 ringgit per orang (tapi dibulatkan jadi 12 ringgit untuk dua tiket).. Lalu kami naik bus berwarna kuning bertulisakan "Genting". Ini beberapa foto jelang kami berangkat..







Di Resort World Genting Highland (kayaknya satu grup sama Resort World Sentosa di Singapore) yang menarik perhatian saya&muai adalah Cable Car (kereta gantung) terpanjang di Asean.. Katanya di atas sana bisa sampai 15 menit lebih melihat pemandangan pegunungan dan resort.. Selain cable car, di genting highland juga ada amusment park indoor dan outdoor.. Permainannnya mirip2 dufan, andalannya pun roaler coaster.. Tapi secara saya dan muai udah ke USS, jadi ga terlalu pengen juga main2 lagi, haha..

Di genting highland juga ada casino.. Jadi banyak deh tuh orang tua-tua yang keluar masuk Genting Highland.. Saya sih mikirnya mereka ga mungkin main2 roaler coaster dong ya? Jadilah mereka kemungkinan ke genting untuk berjudi.. X)

Ini suasana waktu kami tiba di terminal bus genting highland.. Udah kaya pelangi gitu ya warnanya.. :P


Trus ini contohnya ibu/nenek yang baru dateng ke genting untuk berjudi.. Doi ujug2 nengok ke kamera yang dibidik muai ini.. :))


Namun demikian sodara-sodara.. Pas kami ke sana pas si Cabble Car-nya lagi diservice sampe tanggal 17 Mei.. Nyebelin banget deeeeh.. Padahal saya kan ke sana cuma mau naik cabble car... Kembalikan uang kamiiii.. *halah..*

Akhirnya saya cuma foto2 senep aja di depan cabble car.. Cuma emang cuaca saat itu berkabut banget sih.. Ga kebayang kalau kami naik cabble car membelah kabut.. Berasa film horor.. hiiii...















Akhirnya setelah puas foto-foto kami meluncur balik ke terminal bus.. Yah dari awal kan emang niatnya pengen naik cabble car.. Jadi karena ga jadi naik, yoweis lah ga usah lama2, hahaha..




Dari sana kami kembali ke terminal bus Titi Wangsa dan lanjut naik LRT menuju masjid jamek.. Tujuan kami adalah KL central market untuk berbelanja oleh-oleh.. Saya ga tau apa kami berbelanja di pasar yang benar atau salah.. Tapi kemarin kami sih lebih banyak menemukan toko kain/baju yang penjualnya orang India.. (macam di Mayestik atau di Pasar baru gitu, hahaha..)





Selasai dari sana, kami udah bawa segembolan belanjaan.. Kaki rasanya udah mulai panas&saya ngeliat mukanya Muai udah cape banget..

Tapi masih ada satu tujuan lagi yaitu Jalan Bukit Bintang yang menjadi pusat keramaian kota KL.. Ke Bukit Bintang itu harus naik KL Monorail yang tiketnya lebih mahal.. Tapi setelah sampai sih saya suka suasana di sana.. Jalan bukit bintang dikelilingi hotel-hotel bintang 5, mal, dan kafe-kafe di punggir jalan.. (Mirip-mirip orchard road Singapore, tapi juga banyak kafe atau tempat makan di pinggir jalan kaya jalan jaksa.. hehe..)







Setelah puter-puter sekitaran Bukit Bintang, kami memutuskan nyari Maggi Soup di warung makan pinggir jalan.. Maggi Soup itu sejenis Indomie lah.. Enak kan makan anget-anget setelah jalan seharian.. :D

Akhirnya si Muai beneran makan maggi soup, kalau saya nyobain kwetiau rebus dengan kaldu daging.. Enaknya maknyuss tapi jebakan cabe rawitnya buanyak banget.. hahahaha..



Selesai dari Bukit Bintang, kami naik KL Monorail ke Stasiun Titi Wangsa, trus ganti ke LRT ke stasiun PWTC.. Sampai kondominium kami bisa naik ke lantai 31, tapi ternyata Mas Ollie sekeluarga lagi keluar, jadilah kami ngemper di depan rumahnya Mas Ollie.. -_-"

Malam terakhir di KL kami beberes tas agar besok bisa langsung berangkat untuk kembali ke Singapore, dan pulang ke Jakarta..

Sampai ketemu di lanjutan ceritanya.. *masih ada looh.. sigh..*

PS: semua foto dibidik sama Muai, kecuali foto tiket bus, haha..