Showing posts with label jogja. Show all posts
Showing posts with label jogja. Show all posts

Thursday, October 19, 2017

Kali ini tentang pulang kampung

Juni lalu, keluarga muaipani pulang kampung ke solo dalam rangka merayakan Idul Fitri 1438 H. Perjalanan itu cukup berkesan untuk saya, ya mungkin juga untuk muai&jibril, karena kami menghabiskan kurang lebih 2 minggu di solo.. *setengah bulan kalau kata mamah, haha..*

Trus 2 minggu itu cuti lebarannya? iya dong! Ngeri kan? Hehehe..

Nggak sengeri itu juga sih.. Karena memang kami terakhir mudik pas lebaran ke solo itu udah 2011 lalu, jadi ya sekarang semacam mengobati kerinduan dan memaknai 'pulang', terutama untuk muai..



Lalu apa yang berkesan selama mudik itu?

Pertama, mungkin soal puasa Ramadan itu sendiri ya. Kalau di jakarta, saya merasa selama Ramadan yang ga beda-beda jauh dengan hari biasa. Kecuali saat sahur, berbuka, dan masjid/musala jadi lebih ramai dari biasanya.

Nah, saat kami mudik ke solo--dengan niat merayakan Idul Fitri--justru saat tiba di sana saya merasa agak malu hati. Sebab, keluarga di sana masih khusuk ibadah Ramadan. Seperti saat saya tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan sederhana, "Gimana Ramadan di Jakarta?" Hmmm.. saya pun langsung berpikir soal 'bussiness as usual' yang saya jalani.. :(


Kedua, mengenai persiapan Idul Fitri di solo. Persiapan Idul Fitri seperti memasak, membersihkan rumah, menyiapkan segalanya untuk open house membuat saya memaknai mudik kali ini bukan sebagai 'liburan' atau 'traveling', tapi justru sebagai 'pulang ke rumah'.

Kenapa saya sebut pulang ke rumah? Karena memang saya turut serta menyiapakan semua hal menjelang open house Idul Fitri. Bukan cuma saya sih tentunya, ada muai dan inlaws yang juga melakukan hal yang sama.

Hal ini cukup berbeda dengan Idul Fitri di Jakarta yang sudah sangat simpel. Tidak perlu repot-repot menyiapkan hidangan lebaran, karena kami tinggal pesan ke tetangga. Butuh kue lebaran? Daripada repot waktu&tenaga tinggal ikut PO kue lebaran aja dari kawan langganan.

Bukan bermaksud membanding-bandingkan mana persiapan lebaran yang lebih baik antara Solo dan Jakarta. Namun saat mudik kemarin saya merasa jiwa lebih 'kaya' aja karena bisa membantu menyiapkan segala sesuatu untuk open house hari raya Idul Fitri.


Ketiga, soal kumpul keluarga besar. Saat lebaran di jakarta, saya sudah tidak punya lagi tradisi kumpul keluarga besar di hari pertama lebaran. Sebab keluarga bapak generasi tuanya sudah ga ada semua. Paling kami berkunjung ke rumah bude dan akan melakukan kumpul-kumpul arisan selepas lebaran.



Hal itu berbeda dengan keluarga besar Muai di solo yang cenderung masih 'cukup lengkap'. Masih ada acara open house saat hari pertama lebaran di rumah Bapak mertua di solo baru. Lalu pertemuan trah keluarga besar di hari kedua lebaran yang biasa disebut sebagai 'hari lebaran di desa'.




Keempat, jelajah kuliner. Salah satu hal yang bisa dilakukan di solo adalah wisata kuliner. Saat mudik kemarin, muai bisa tuh puas-puasin sarapan soto dan nasi liwet, jajan tahu kupat, jajan bakso, jajan mi toprak, dan jajan-jajan lainnya untuk melepas rindu.. *halah*

Yang istimewa di mudik kemarin, karena kami cuti cukup panjang, kami bisa jajan makanan2 legendaris yang baru buka kembali H+berapa lebaran. Berbeda halnya klo kami ambil cuti cuma seminggu kayak di 2011. Bawaannya stres dan agak BT karena baru sebentar happy tau-tau udah mesti masuk kerja lagi.. zzz..


Kelima, soal piknik/touring naik motor antar-kota dalam provinsi, haha.. Perjalanan mudik kami ke solo kemarin bisa dibilang cukup ngirit dalam hal transportasi. Sebab kami kemarin meminjam motor milik mas arif hana (kakak ipar muai) untuk mobilitas selama di solo.. Hal itu membuat kami bisa berkeliling keluar kota seperti ke tawangmangu dan ke wonogiri..

Piknik PP ke Tawangmangu kali ini sangat berkesan untuk saya. Sebab baru kali ini saya bisa membayangkan macetnya puncak saat libur lebaran. Nah, pas kami piknik ke tawangmangu lumayan macet tuh perjalanan--bagi yang bawa mobil, haha.. karena kami naik motor ya lumayan lancar lah..

Trus, kali ini kami memutuskan untuk piknik di Bumi Perkemahan Sekipan, Tawangmangu. Kami ga kemping sih di sana. Cuma seneng aja nikmati suasana, ada sungai kecil--Jibril happy banget pas nyemplung ke sungai kecil.. selain itu kami juga foto-foto di hammock, dan juga di depan rumah-rumah papua. Memang tidak terlalu 'hip' sih, cuma piknik ke sekipan itu sangat menyenangkan lah bagi saya..



Di hari yang berbeda kami juga pergi bermotor ke wonogiri. Saat itu kami bersilaturahim ke rumah Mbok Nem (pengasuh muai dan kakak-kakaknya saat kecil) di Manyaran, Wonogiri.

Tahun ini adalah kali kedua saya silaturahim ke tempat mbok nem. Sebelumnya kami ke sana saat kami mudik 2011. Jadi setelah enam tahun, kami kembali ke sana. Kali ini bersama Jibril.

Hanya saja kali ini pertemuan dengan mbok nem tidak seindah memori saya saat 2011 silam karena mbok nem terserang penyakit pikun sejak sebelum Ramadan. Mbok nem tidak mengenali muai, mbak isna (kakak muai), apalagi saya yang baru kali kedua ini bertemu. Pandangan mbok nem serasa jauh, seperti tidak fokus. Saat diminta jangan stress, mbok nem menjawab dia tidak stress kok.

Trenyuh.

Saya dan Muai pun berpikir untuk memberikan 'pertolongan lebih lanjut' untuk mbok nem. Karena kami menyimpulkan dia terkenan demensia akut. Tapi sebelum semua itu terwujud, sekitar 3 bulan setelah kami bertemu mbok nem, dia dipanggil Allah SWT.

Ya Allah, semoga Mbok Nem khusnul khotimah..


Keenam, piknik keluarga besar ke pantai Parangtitis. Saat di solo kami sekeluarga besar sempat menyewa elf untuk melakukan perjalanan ke jogja. Rute kali ini adalah menjenguk ayah mbak umi (istri mas iwan kakak muai) yang tengah sakit akibat stroke. Kondisi bapaknya mbak umi sudah mulai membaik ketika kami temui. Meski bicaranya masih pelo, tapi sudah bisa berkomunikasi.



Setelah itu, perjalanan kami berlanjut ke Pantai Parangtritis. Sebenarnya kami ingin masuk kota jogja, main di taman pintar, baru kemudian di Parangtritis. Tapi nampaknya jogja dan lebaran adalah dua hal yang enggak banget kalau bersatu. Soalnya jalanan ke arah kota macet banget nget nget.. akhirnya kami ya ga masuk kota tapi langsung ke arah pantai.

Di parangtritis kami tiba pukul 14.00. Matahari lagi cantik-cantiknya ya, hihihi.. tapi seperti biasa, para ponakan dan juga jibril sangat antusias mau nyemplung ke laut. Meski akhirnya mereka bisa ditahan dulu untuk makan, baru kemudian mandi-mandi di laut.

Selesai mandi-mandi di laut, mereka makan-makan lagi, lalu foto langsung jadi berlatar belakang paris beach--singkatan kekinian pantai parangtritis, dan ga lama setelah itu kami pulang lagi ke solo.



Hanya satu hal yang kurang sip selama perjalanan jogja-solo itu. Yaitu sopir elf nya yang bawa mobil ugal-ugalan. Macam sopir angkot/metromini di Jakarta saat macet, klo ga nyodok-nyodok kayaknya ga afdol.. zzz..


Ketujuh, perjalanan pulang transit ke bandung. Sebenarnya perjalanan kami saat pergi pun juga sempat transit di Bandung. Kami mendapat tiket kereta bandung-solo, solo-bandung. Jadilah kami pergi dan pulang transit dulu di ibu kota pariangan itu.. *err..*

Perjalanan dengan transit yang menurut saya berkesan itu memang saat pulang. Saat kami memilih kereta malam dari solo ke bandung walaupun saya paling tidak suka perjalanan malam hari. Soalnya saya ga pernah bisa tidur. Jadi besoknya pasti rentek semua badan..

Di perjalanan kali ini ada bagusnya juga kami naik kereta malam karena jibril bisa tidur (meski ibunya hanya tidur +/-2 jam saja, hiks).

Saat tiba di bandung pun kami cukup impulsif karena sudah memesan travel tetapi belum memesan hotel. Jadilah saya mengontak salah satu sahabat saya nandia yang mamanya tinggal di bandung untuk bisa transit di rumahnya, untuk numpang mandi pagi.. *krik banget ya, haha..*

Fyi, nandia ini waktu itu sedang studi di belanda. Jadi saya main ke rumah mamanya, tanpa bertemu sahabat saya itu..

Cuma Alhamdulillah banget deh punya sahabat yang rasanya udah kaya keluarga jauh gitu. Jadi saat saya ke rumah mamanya itu, saya ngerasa diterima banget. Malah disuguhin sarapan segala. *tamu ngerepotin..*



Makasih banget ya Tante, Teh Dina, Teh Ratna dan keluarga besar margacinta yang udah menerima kami pagi itu.. We're blessed..

Dari rumah mamanya nandia kami pun memulai petualangan di bandung dengan menuju ke... Farm House Lembang.. ternyata meski udah seminggu lewat dari lebaran jalan ke arah lembang tetep macet ya.. udah gitu di farm house nya masih kaya cendol juga.. *emang tempatnya kecil juga..*



Cuma karena Jibril belum pernah main ke tempat binatang-binatang ternak itu yaudah kami ajak ke sana.. bocahnya cukup happy sampai jarinya ga sengaja kegigit kelinci waktu ngasi makan.. zzz.. maaf ya nak, ibumu yang agak kurang tidur saat itu kurang konsentrasi waktu lagi ngasi makan kelinci..



But overall anaknya happy lah.. bapak ibunya sih biasa aja.. cuma yang jadi tau, "Oh gini toh bentuknya Farmhouse.. lain kali ga usah kesini lagi ya, hahaha.."

Selanjutnya kami udah kadung cape.. jadi kami minta pak sopir untuk mampir ke mini market sebelum kami istirahat di hotel Gran Aquila di daerah Pasteur.

Untung banget deh tu pak sopir, disewa untuk 12 jam tapi ga sampe 12 jam kami udahan, hahaha.. rezekinya dia lah ya..

Di hotel karena kami mager, kami pun pesan makan via gofood. Lalu tidur cepat dan keesokan paginya baru kami beraktivitas dan menikmati suasana hotel..


Mengakhiri perjalanan mudik yang panjang dengan istirahat di hotel itu menurut saya adalah hal yang menyenangkan. Sebab kami bisa me-refresh pikiran sebelum kami harus kembali menghadapi rutinitas di ibu kota.. Waktu istirahat di Bandung kemarin itu juga membuat perjalanan mudik kami lebih berarti dan akan selalu dikenang..

Kenapa dikenang? Tunggu lanjutan ceritanya ya.. soal pascamudik lebaran.. :)

See you..

Wednesday, August 09, 2017

Maret: Bulan Impulsif..

Demi melanjutkan cerita mengenai apa-apa saja yang menjadi higlight tahun ini, saya melanjutkan menulis di blog ini..

Sebelum saya mulai, FYI, Jibril sekarang udah 3 tahun..
CAN YOU IMAGIME? My baby is no longer a baby, but will always be my baby.. *Apasih*
Pada tanggal 18 Juli kemarin saya membuat nasi kuning, ayam goreng, mie goreng, dan perkedel.. Saya bikin sop juga biar ga seret, haha.. Plus pelengkap telor dasar suir buatan mamah dan abon mesran yang enak banget oleh-oleh dari solo..



happy birthday jibrill.. semoga kamu menjadi anak soleh kebanggaan ibu&bapak ya...

***

Oke... Marilah kita flash back ke bulan maret 2017..

di bulan maret itu ada dua hal spesial untuk muaipani family setiap tahunnya.. pertama, tanggal 13 itu anniversary muaipani yang tahun ini menginjak 7 tahun.. *whooohoo..* dan yang kedua adalah tanggal 30 atau hari ulang tahunnya ibu pani yang ke... *isi sendiri* ahaha..

Tahun ini kami kembali melirik2 tanggal, merencanakan liburan beberapa saat, dan menghabiskan uang membuat memori baru.. Setelah maju mundur mau ke dieng atau enggak karena ada berita longsor dll.. sempet mau ke bali pas nyepi tapi akhirnya batal karena takut zonk padahal udah mahal2 beli tiket.. akhirnya kami pun memutuskan perjalanan ke magelang - wonosobo - dieng - jogja - solo..

Perjalanannya cukup menyenangkan terutama saat di magelang.. Kami menginap dua malam di Hotel Puri Asri yang suasananya resort dan santai banget.. Seneng deh di sana.. tiap pagi dibangunin soang-soang.. naik perahu bebek.. ngeliatin jibil&muai berenang.. ngeliatin jibril main sepeda.. ditraktir spa sama muai.. dan sempet keluar hotel untuk nyobain kupat tahu mangelang..



sungguh hari ulang tahun yang santai menyenangkan..

***

Di hari ketiga, kami pun melakukan perjalanan ambisius magelang - wonosobo - dieng - jogja.. perjalanannya cukup menyenangkan dan menantang karena ternyata jauuuuh ya boook.. mungkin harusnya nginep sehari di dieng, biar ga terlalu lelah di perjalanan.. tapi karena kami sudah booking hotel di jogja (karena selanjutnya akan mengakhiri perjalanan di solo), kami pun melakukan perjalanan ambisius itu..

Kami hanya melalui wonosobo untuk sampai ke dieng.. di dieng hujan deras ketika kami datang.. jadi setelah menunggu bapak muai (dan pak sopir jumatan), kami berteduh di sebuah warung bakso sekalian makan siang di sana.. Selanjutnya kami memasuki kompleks Candi Arjuna.. Rasanya sungguh berbeda dengan ingatan saya 25 tahun lalu.. kayaknya dulu candinya berantkan dan berbukit-bukit untuk menuju ke sana.. kenapa kok sekarang rasanya rapi?



dari candi arjuna kami bergeser ke kawah sikidang.. tapi hujan turun lagi.. akhirnya kami menuju ke teater, tapi jibril uring-uringan.. ya akhirnya kami kembali lagi menuju kawah sikidang.. akhirnya pun jibril tidak turun dari mobil.. saya dan muai pun bisa naracap sejenak, haha..



selesai berjalan-jalan dan berfoto, hari menjelang sore dan kami pun melapar kembali.. akhirnya kami mampir ke satu warung untuk menjajal mi ongklok yang selalu disebut-sebut makanan khas dieng.. seperti apa rasanya mi ongklok??? ya gitu deh.. hahahaha.. yang membuat istimewa itu memang satenya.. hihihi...



selesai makan kami mampir ke gardu pandang di wonosobo.. muai mengambil banyak gambar di sana.. sementara saya di mobil saja karena kuping saya mulai sakit pengauh dari pilek dan ketinggan lokasi dieng.. berasa kayak lagi naik pesawat menjelang mendarat.. sakit banget rasanya kuping saya..

akhirnya setelah perjalanan yang panjang menuju jogja, kami pun mendarat di greenhouse boutiqe hotel di daerah Prawirotaman.. Pemilihan hotel yang kekinian dan Alhamdulillah kasur hotelnya enak banget.. Malam itu kami makan malam memesan room service.. harga kafe lah makanannya.. tapi daripada mesti keluar lagi kan, mending kami makan di kamar lalu beristirahat..

***

Hari keempat rencananya kami mau ke taman pintar untuk membeli buku, ke pantai parangtritis dan diakhiri bermalam di solo di rumah bapak mertua.. nah, di hari ini saya ngerasa agak menyesal karena tidak memperhitungkan dengan seksama kondisi jibril yang kelelahan setelah perjalanan panjang sehari sebelumnya..

hal ini dimulai sejak sarapan, jibril agak males-malesan makan.. ya mungkin karena sarapan di hotelnya cukup 'seadanya' sih ketimbang sarapan di puri asri yang wah lengkap banget dan enak2.. kata mamah sih jibril mau makan pasta sisa semalam yang menurut mamah juga masih enak.. Hotelnya sendiri sih enak2 aja.. ini penampakan dari lobby pas kita mau pulang..



Menjelang check out, jibril baru aja tidur.. dan di sinilah drama dimulai.. Mungkin (seandainya bisa)saat itu kita late check out aja ya.. biar jibril tidur dulu, istrirahat dulu.. tapi karena menganggap ga ada apa2 yang serius, kami pun langsung jalan ke gudeg yu djum untuk makan siang (dan jibril saat itu sama sekali ga mau makan).. Kami makan di warung yu djum yang di widjilan.. menurut saya dan muai kok rasanya lebih enak yang deket UGM ya.. *apa perasaan aja?*



lanjut ke taman pintar.. di taman pintar jibril sempat berangin2 saat diajak main air.. harusnya klo saya ngerti, dia ga usah diajak main air karena kan belum makan siang... zzz.. setelah itu hujan gerimis, jadi mau main (semacam) arung jeram kecil ga bisa..


ini foto jibril sebelum diajak main air..

karena gerimis, kami pun beranjak ke deretan toko buku di sebelah taman pintar.. membeli beberapa puzzle baru untuk jibril dengan harga lebih murah dari Asemka.. *yay* dan impulsif membeli beberapa buku lainnya..

setelah puas belanja buku, saya pun menelpon sopir rental yang parkir di tempat lain.. di WA dan sms ga bales.. lalu ditelpon ga diangkat2.. mulanya saya biasa2 aja sampe akhirnya mulai panik, marah, dan memaki2 karena semua koper dan barang kita ada di mobil itu.. saya cuma bawa tas kecil yang isinya baju jibril dan dompet.. sementara barang2 lainnya ada di mobil semua..

ASTAGHFURULLAH..

saat itu saya dan muai mulai bt dan panik.. kami pun menelpon rental dan ga diangkat2 juga.. ada beberapa nomor telpon kami coba semua hingga ada satu nomor telepon yang menjawab..

setengah jam kemudian nomor itu meng-sms dan bilang bahwa si sopir sudah bisa dihubungi.. saya pun menghubungi dia minta dijemput di parkiran toko buku sebelah taman pintar.. 15 menit kemudian dia dateng dan meminta maaf karena ketiduran di parkiran kraton..

saya saat itu sunggulah malas, begitu pun muai.. kami berdua pun cuma bilang ke sopirnya untuk berangkat ke parangtritis.. Saat itu kami berdua lupa bahwa sebenarnya ada masalah lainnya yaitu jibril mulai pucat, lemas, dan ga mau makan..

Saat kami sampai di parangtritis jam4 sore dan jibril malah tidur, lemas ga mau makan, cuma mau minum air kelapa muda dan akhirnya jackpot.. hiks saya ampe kesel rasanya kenapa sih dia gamau makan.. (ya mungkin karena emang dia kelelahan dan tenggorokannya ga enak kali pan.. zzz) Akhirnya saya dan muai hanya mengambil beberapa foto di saat matahari udah tergelincir ke barat.. *ya daripada ga ngapa2in di pantai kan..*

Selesai dari pantai, kami menuju solo.. saya bilang ke pak sopir untuk mampir ke Mc D karena di saat ga enak badan biasanya jibril masih mau makan french fries.. Memang dia mau makan kentang goreng itu.. cuma di mobil dia masih sekali lagi jackpot.. hiks..

Malam tiba di solo ternyata bapak cuma sendiri di rumah karena mas iwan (kakaknya muai) sekeluarga sedang ke daerah prambanan karena bapaknya mbak umi terserang stroke.. Malam itu pun jibril demam tinggi.. karena masih ga mau makan, saya minta muai beli obat penurun panas yang dimasukan via anus.. sebab jika tidak jibril harus dibawa ke UGD karena dia punya riwayat kejang saat demam tinggi..

hari itu malam minggu.. seharusnya kami akan balik ke jakarta hari minggunya.. tapi karena saya merasa jibril harus istirahat dulu, akhirnya kami menunda pulang menjadi senin meskipun rugi karena tiket cuma bisa di-refund setengahnya harus nambah izin satu hari.. :((

Akhir cerita.. demam jibril mulai turun di hari minggu.. dia mulai mau makan buah naga, walaupun belum mau makan nasik.. saya dan muai pun membawa dia ke dokter anak (Prof dr Harsono Salimo) yang membuat kami bisa bernafas lega..

***

Untuk kejadian-kejadian liburan impulsif di bulan maret, ada beberapa hal yang bisa saya ambil sebagai bahan pelajaran ke depan:

1. Liburan sama anak itu ga boleh ngongso, mungkin kita masih bisa pulang pergi akap pp.. tapi kita mesti ngukur anak kita yang juga kelelahan dan butuh istirahat banyak

2. Sedia buah-buahan sepanjang perjalanan.. Mungkin akan beda-beda setiap anak.. Tapi kalau dalam kasus Jibril, buah adalah makanan yang ga ditolak dan mudah dicerna sama dia saat sakit/males makan.. Jadi setidaknya perut anaknya ga kosong..

3. Selama anaknya belum sekolah (SD), ga perlu kita pulang hari minggu untuk ngejar senin masuk kerja.. soale, tiket hari minggu itu biasanya lebih mahal daripada hari kerja..

4. Enjoy the trip and the togetherness.. :)

Monday, February 20, 2017

Best of 2016 (bagian 2)

Sebelumnya, saya sudah menulis cerita Best of 2016 (bagian 2) via ponsel.. apa daya tulisan itu hilang entah kemana karena aplikasi email yang crash, sementara tulisannya tidak bisa disimpan di draft.. lalu mutung lah saya untuk menulis ulang tulisan yang panjang kali lebar kali tunggu itu.. *krik*

Tapi akhirnya saya kembali di sini, menilai bahwa saya harus menyelesaikan apa yang sudah saya mulai.. karena untuk bercerita hal-hal yang lain, saya merasa masih punya utang menulis lanjutan Best of 2016 (bagian 1) yang terus menghantui.. *halah*

Jadi, marilah kita mulai ulasan tengah hingga akhir 2016 yang menjadi saya harapkan menjadi kenangan yang tak terlupakan.. *berasa nyanyi lagu golden sweet memorries*

Juli
Di bulan Juli ada dua hal yang terjadi di tanggal 18..
Jibril berusia dua tahun dan saya resmi meraih gelar Magister Humaniora..
It's a happy and surreal day..
:D



Agustus
Di bulan Agustus hal yang paling membanggakan adalah Wisuda.. Alhamdulillah akhirnya saya bisa menyelesaikan kuliah +/-3 tahun yang diwarnai dengan cuti kuliah saat melahirkan jibri.. I'm so blessed.. :')



September
Ada hal yang menyedihkan terjadi di bulan November.. Tapi di balik kesedihan juga ada suatu kebanggan saat saya lulus Uji Kompetensi Wartawan Tingkat Madya PWI Pusat.. Ini merupakan kesempatan yang langka dan Alhamdulillah saya bisa meraihnya.. :)



Oktober
Mengejar mimpi dan cita-cita hingga akhirnya bisa meraih hal tersebut adalah kebahagiaan pribadi. Tetapi membimbing orang lain dan melihatnya maju dan berkembang itu adalah kebagiaan lainnya. Dari sini saya jadi mengerti mengapa profesi guru itu memang pahlawan tanpa tanda jasa. *kok jadi melow gini ya? haha* Intinya sih, di bulan Oktober ini saya (dan editor desk ekonomi lainnya) dapat kenang2an karikatur wajah dari seorang anak magang. Sungguh saya sungguh terharu sekaligus bangga sama si anak ini karena dia salah satu anak magang yang awalnya gugup2 gimana gitu, tapi dia mau belajar hingga kami para editornya bisa melihat ada kemajuan pesat dari saat awal magang hingga di akhir masa magang..



November
Bulan November juga menjadi bulan yang spesial buat saya..
Di awal bulan, saya mendapat kesempatan mengikuti Konferensi International Aprish 2016. Ini merupakan konferensi terakhir saya dengan status mahasiswa S2 UI dengan mempresentasikan tesis saya mengenai Bagaimana Uber Merebut Ruang Transportasi di Jakarta.



Lalu di pertengah bulan November, Pada tanggal 15 November itu, kami merayakan ulang tahun Bapak Muai dengan liburan Muaipani Family our de Central Java: Semarang - Demak - Solo - Jogja - Solo. Meski cuma lima hari dan sangat melelahkan, liburan ini sangat menyenangkan juga..



Di akhir bulan, meski masuknya masih bolong-bolong, Jibril resmi jadi anak sekolahan.. :D



Desember
Di bulan terakhir 2016 ini, mungkin yang menjadi highlight adalah Pernikahan pasangan BIIOS Riri-Rozy pada 12 Desember 2016. Selamat menempuh hidup baru ya ri, semoga langgeng sampai kapan pun.. Berarti piala bergilir BIIOS tinggal nunggu giri untuk bisa diduplikasi.. "Gir, gir, kapan nikah?" *padahal orangnya kemungkinan besar ga baca, haha*



hohoho..
akhirnya selesai juga tulisan ini..
Terima kasih 2016..

Wednesday, January 14, 2015

Traveling with the baby: (Serasa) Maternity Leave

seneng deh bisa menghabiskan waktu 24/7 bersama si bayi lagi.. ihiy..

liburan mudik kemarin itu ternyata memang me-refresh saya juga.. soalnya setelah sekian lama, saya kembali merasakan nikmatnya menghabiskan waktu sama si bayi dan juga muai sayang selama 24 jam sehari..

Ativitas liburannya selama di solo (kurang lebih sama) deh..
- si bayi bangun jam 7-an
- ibu kemudian masak air panas untuk mandi si bayi dan nyiapin air mandi
- bapak yang mandiin bayi, lalu ibu dandanin bayi.
- ibu mandi, trus bapak mandi, trus bapak-ibu sarapan.
- abis itu agenda bebas, bisa bobo-bobo pagi ampe menjelang siang, atau ngajakin si bayi ketawa-ketiwi haha-hihi, baca buku-buku nya kak sila yang bikin terkesima dan ngeces-ngeces, haha..
- jelang siang biasanya ngemol untuk ngadem dan si bayi bisa bobo siang, hahahaha..
- menjelang sore main ke rumah bude isna di grobagan..
- sorenya balik ke rumah solo baru
- waktunya si bayi mandi sore (dengan pembagian tugas kurang lebih sama kaya mandi pagi)
- trus malamnya si bayi bobo ampe pagi (diselingi beberapa kali nenen, haha)

ga seru banget ya agendanya? ya gapapa sih.. jarang-jarang kan kami sama-sama terus selama 24 sehari.. sampe (hampir) lupa diri ga pumping untuk nambahin stok asip di rumah yang.. ya begitulah.. X( (tapi saya musti tetep bersyukur.. alhamdulillah sampai hari ini, 4 hari lagi menuju jibril 6 bulan, masih ASIX.. yeay, we can do it together, baby.. :D)

saat kami ke jogja (hari ke-6 dan ke-7), ternyata stamina kami mulai menurun ya.. (salahkan cuaca yang hujan melulu.. zzz)
sampai di jogja, minggu (21/12/2014), hari sudah sore. kami akhirnya langsung ke hotel Melia Purosani untuk rebahan dan ponakan-ponakan nyempetin berenang meski kegrimisan. malamnya makan malam sop ayam pak min, trus rombongan keluarga balik ke solo dan kami istirahat aja di hotel ampe besok siangnya deket-deket waktu check out..

hari senin (22/12/2014) kami musti pindah hotel.. ke Jambuluwuk Boutique Malioboro Hotel.. zzz.. PR banget deh hotelnya tinggal nyeberang sungai tapi barang bawaannya buanyak banget.. akhirnya naro barang dulu trus langsung capcus ke bakpia merlino dan gudeg yu djum.. hari itu hujan deres banget dan kayaknya si bayi agak sumeng. jadi setelah dari yu djum kami langsung balik ke hotel dan gegoleran aja ampe besok siangnya menjelang pulang..

rugi ga ke jogja cuma numpang tidur di hotel?
yaaa mau bagaimana lagi.. cuacanya hujan melulu, si bayi agak sumeng dan bapak ibunya udah loyo juga, akhirnya ya ga rugi juga karena udah bayar hotel.. *daripada ga dimanfaatkan tho?* :)) nanti lah kalau liburan lagi dan anak bayinya udah agak besar kita bisa lebih ngebolang.. :D *insya allah*

***

oiya abis sampai rumah ternyata bonding selama seminggu itu berdampak juga sama si bayi loh.. pas tanggal 24 desember-nya kan saya masih libur, trus saya dan muai nonton bioskop sebentar deh tu dan nitip jibril sama yang ti nya.. daaaan si jibril sempet kayak bingung pas minum asip pake dot.. awalnya dia kaya ga mau minum gitu, huhuhuhu.. tapi ga lama sih, besokannya pas saya udah masuk kerja, dia udah mau nyusu pake dot..

huhuhuhu..

saya jadi kangen sama si bayi..
I love you baby jibril.. :*

Wednesday, January 07, 2015

Traveling with the Baby: Senang tapi Lunglai.. :))

HAPPY NEW YEAR 2015...

tuh kan kebiasaan nunda-nunda nulis akhirnya desember kelewat tau-tau udah taun baru deh.. zzzz...

eniwei.. bulan desember kemarin, tepatnya 17-23 desember 2014, bapak, ibu, dan jibril mudik ke solo dan melipir ke jogja loooh.. seneng deh akhirnya bisa merealisasikan jalan-jalan keluar kota sama si bayi.. hohoho.. *masih ueforia.*

tapi karena sekarang si bayi sakit (entah basian keluar kota itu, masuk angin, atau ketularan bapaknya yang batuk parah abis liputan ke papua), saya jadi belum bisa menulis panjang kali lebar kali tinggi tentang mudik kemarin.. *bilang aja males pan, hiks* tapi di postingan awal ini, saya terangkan dulu aja deh apa yang akhirnya kami si orang tua newbie untuk melakukan perjalanan jauh bersama bayi berumur 5 bulan itu..

durasi mudik:
7 hari 6 malam yaitu 5 hari di solo dan 2 hari di jogja..

transportasi:
akhirnya kami memilih naik pesawat pp. yah memang secara ongkos lebih mahal ya daripada naik kereta api. tapi berhubung bawa bayi, kita pilih sampai cepat dan selamat.. (alhamdulillah selamat ya, heu..) kami pilih berangkat naik citilink dari halim ke solo dan pulang naik batik air dari jogja ke soetta. ternyata citilink memuaskan karena ga perlu bayar airport tax lagi, sementara batik air delay dan bikin kecele (emang ya lion group selalu deh..)
tips transportasi: kalau naik pesawat naik halim mending otw ke sananya GA USAH LEWAT JORR. ni gw sebel banget sama sopir taksinya yang menyarankan kita lewat JORR biar ga macet tapi taunya SALAH BESAR.. macet parah.. mending kalaupun macet masuk ke tol dalkot.. -___-"

akomodasi:
pas di solo nginepnya ya di rumah opa di solo baru. kami kali ini ditempatkan di kamarnya Pakde Iwan dan Bude Umi di belakang yang kasurnya gelaran di lantai. Alhamdulillah deh ya jadi ga terlalu khawatir si bayi jatuh (daaan di sana beneran si bayi gelundung dari kasur.. :'( *beware of what you wish for*)
pas di jogja kita nginep di dua hotel berbeda, melia purosani dan jambuluwuk malioboro boutique hotel. kenapa bisa di dua hotel? karena bookingnya terpisah.. zzz

kegiatan selama mudik:
ga terlalu ambisius ngapa2in.. keinginannya cuma pengen jalan2 sama bayi di mol baru the park (dangkal sekali), makan tahu kupat, dan minum susu segar shi jack. sisanya ketemu keluarga, silaturahim, dan ternyata kami malah juga sempat menghadiri jagong manten anaknya om rul.

yaudah gitu dulu deh ya.. ntar kita sambung lagi..
doakan si bayi cepat sembuh yaaaah..


Monday, July 23, 2012

Selalu ada Cerita dari Jogja.. :)

Halo semua.. kali ini saya mau cerita soal pengalaman saya di Jogja 3-5 Juli lalu untuk liputan bareng Jasa Raharja..

Sebelum saya cerita lebih jauh, adakah yang tau perusahaan apa Jasa Raharja itu?? *udah berasa humasnya Jasa Raharja aja ni eike.. hehe..*

(foto dari http://www.jasaraharja.co.id)

Sebagai informasi, Jasa Raharja itu ialah sebuah BUMN Asuransi Sosial. Perusahaan ini yang memberikan santunan bagi korban kecelakaan. Korban kecelakaan yang masuk tanggungan Jasa Marga adalah korban kecelakaan lalu lintas yang disebabkan minimal 2 kendaraan (kalau kecelakaan tunggal ga masuk klaim). Yang masuk klaim ialah pemilik kendaraan, dan juga penumpang bus (biasanya bus pariwisata) yang membeli tiket.
Kalau untuk kecelakaan kereta api, kapal laut, dan pesawat udara, korban yang akan mendapatkan santunan jasa raharja ialah mereka yang membeli tiket.
Untuk kecelakaan lalu-lintas, kereta api, dan laut besaran santunannya sudah ditetapkan undang-undang. Yaitu santunan korban meninggakl dunia Rp25 juta. Kemudian santunan untuk korban luka-luka yang dirawat maksimal Rp10 juta, untuk korban cacat permanen maksimal Rp20 juta, dan untuk penguburan Rp2 juta.
Sementara santunan untuk korban kecelakaan udara yang meninggal dunia Rp50 juta. Kemudian santunan untuk korban luka-luka yang dirawat maksimal Rp25 juta, untuk korban cacat permanen maksimal Rp50 juta, dan untuk penguburan Rp2 juta.

Sudah cukup menggambarkan kira-kira si Jasa Raharja ini? Jadi yuk kita mulai ceritanya.. :D

Hari itu Selasa (3/7), jam 06.15 saya sudah tiba terminal 2F bandara Soekarna hatta dari jadwal ngumpul jam 06.30.


Trus yang keliatan orang2 yang ngumpul itu laki2 semua& TUIR2 semua. Malah ada satu orang wartawan radio yang 6 bulan lagi pensiun.. :)) Tapi akhirnya ada juga sih satu wartawan cewe dari bisnis.. Lumayan lah ya ga krik2 banget.. X)

Oiya, di liputan kali ini saya agak2 takjub juga sebenernya. Selain ga pernah liputan Jasa Raharja, ga kenal-orangnya, trus kesan pertama dapet sms dari humasnya yang berinisial D, agak aneh gimana gitu. Masa janjian jam 06.30, eh jam 05.45 doi udah neror, "saya sudah sampai bandara." Saat itu sebenernya pengen saya jawab, "trus kenapa? janjiannya kan jam 06.30? *sensi..* Tapi akhirnya saya cuma jawab, "Ok." *Tapi yaudahsihya.. Mau ke JOGJA ni kita.. :D*

Waktu kami terbang menuju jogja, terlihat dua puncak gunung mengintip di atas awan..


Kami mendarat di bandara Adi Sucipto jam 09.15 dan disambut oleh seorang ibu yang ramah banget. Kirain doi humasnya Jasa Raharja jogja, eh taunya doi kepala cabangnya, hihi.. Hari itu agendanya ketemu Dirlantas Polda Jogja, Ketua Organda jogja, dan juga Kepala Cabang Jasa Raharja Jogja..


Eniho dari agendannya saya nyadar nih, kayaknya bakal susah ni tulisannya karena isunya jogja banget.. Tapi akhirnya kepikiran nulis soal total klaim yang sudah disalurkan secara nasional sih.. Meski narsumnya Kabag Penyuluhan tapi ya berita saya masih layak muat berita itu, hihi.. XD

Sorenya kami kunjungan lapangan ke PO Bus yang bekerja sama dengan jasa raharja.. Di saat saya lagi wawancara dirutnya tuh PO, tiba-tiba ada suara ribut2 antara ayahnya si dirut PO dengan orang jasa raharja yang (gosipnya petantang-petenteng kerjanya, hihi..)

saya sih ga telalu denger apa yang mereka perdebatkan.. Tapi yang jelas pihak PO bus ngadu kalau untuk meminta surat keterangan kecelakaan lalulintas ke polisi itu suka dimintain duit. (meski kata dirlantas jogja ga ada tuh permintaan duit, aih)
Tapi di sisi lain meski saya ga sepenuhnya denger apa yang mereka perdebatkan saya denger si ayahnya dirut PO bus itu bilang, "Korban kecelakaan itu kan ga akan rugi karena dapat santunan. Seperti dapat rezeki dari langit." (WTF)
Saat itu juga saya yang niatnya mau bua wawancara dengan PO bus itu untuk rubrik eksekutif langsung malas seada2ya cuuy..

Liputan hari pertama pun beres.. Malam itu kami makan di Cak Koting, dan mampir ke Malioboro sebentar, tapi udah kemaleman jadi dah banyak toko yang tutup..

Oiya, kami menginap di Jogjakarta Plaza Hotel di daerah kaliurang deket UGM. Hotelnya meski jadul tapi jawani banget.. Cuma yang ga saya suka dari hotel itu, bantalnya yang tipis&lepes (karena saya sulit tidur klo bantalnya tipis.. hiks..)

***

Lanjut liputan hari kedua, Rabu (4/7) yang ternyata ga lebih baik dari hari pertama.. *halah* :))
Sebenernya bukan ga lebih baik sih.. Tapi karena jadwal liputannya itu kunjungan ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RS Bethesda, trus Kantor Perwakilan Bantul, dan mitra-mitra binaan Jasa Raharja di Jogja, saya makin bingung lah mau nulis berita apa.. -_-"

Tapi meski bingung nulis berita apa, saya justru mendapat banyak cerita tentang hidup hari itu.. :)

Pertama, saya baru tahu kalau RS PKU Muhammadiyah tarifnya jauh lebih murah dari tarif RS Swasta kebanyakan.
"RS Muhammadiyah ini bisa dibilang RS buat orang dhuafa kali ya?" kata seorang wartawan.
Saya ga jawab pertanyaan yang ga perlu dijawab itu. Rasanya memang pendiri muhammadiyah punya niat mulia untuk membantu orang.

Kedua, kami mengunjungi salah satu korban kecelakaan lalulintas yang masuk kategori mendapatkan santunan dari Jasa Raharja. Saya sempat memoto si bapak korban kecelakaan yang tetep aja masih bersyukur meski paha kirinya patah. Udah gitu bukan cuma dia lagi korbannya. Istrinya juga mengalami patah tulang paha kiri dan terbaring di ranjang sebelahnya.
Si bapak ini guru, dia bilang kecelakaan terjadi saat dia&istrinya mau belok kiri ke minimarket di pinggir jalan raya sleman. Meski sudah memberi sen kiri, tiba-tiba ada motor berkepatan tinggi menabraknya dari belakang. Dia dan istrinya terpelanting ke kiri hingga kirinya pahanya patah. :(

*Saya trenyuh banget denger ceritanya, tapi justru si bapak korban malah masih bisa tersenyum dan bersyukur masih hidup..*

Ketiga, kami lalu melanjutkan perjalanan ke RS Bethesda. Di salah satu rumah sakit terbesar di jogja itu saya melihat koran MI di ruang humasnya.. *hohoho penting banget deh info ini..*
Di Bethesda ini humasnya Bu Nuri cerita kalau santunan Jasa Raharja itu jauh dari cukup. Sebab korban kecelakaan lalulintas yang butuh dioperasi pasti biayanya di atas Rp10 juta (padahal maksimal santunan untuk korban kecelakaan itu Rp10 juta). Untuk itu RS Bethesda juga memfasilitasi pasien-pasien yang dijamin jamkesmas, ataupun jamkesda.

Keempat, kami menuju ke kantor pelayanan cabang bantul. Di sana kantornya berbentuk ruko, dan pegawai Jasa Raharja-nya dua orang saja. Si Pak Kepala dan anak buahnya yang merangkap divisi umum (angkat2 bangku, beliin minuman tamu, dll). Di kantor pelayanan cabang itu korban/keluarga korban kecelakaan bisa mencairkan dana santunan. Lalu kenapa pegawainya hanya 2 orang, karena memang secara keseluruhan di provinsi yogjakarta pegawai Jasa Raharja hanya 25 atau 26 orang. *krik-krik banget deh*

Lalu kunjungan kerja diselingi makan siang di sebuah rumah penduduk di (daerah) belakang kampus Institut Seni Indonesia (ISI). Di situ ada sebuah rumah milik Mbah Marto yang menjual menu makanan gudeg nggeneng, krecek, garang asem, dan lele mangut.
Penampakan rumahnya ya kaya rumah-rumah di kampung pada umumnya. Trus untuk ngambil makanannya di dapurnya Mbah Marto yang tungkunya masaknya pakai arang. Di situ juga berapa harga makanan yang dibeli diitung langsung sama si mbah, ga pake kalkulator/kertas..
Nah makannya di ruang tamu dan terasnya yang ada meja makan dan bangku panjang. Serta di bale-bale di dalam dan di luar rumah..

Si mbah marto ini katanya umurnya udah mau 90 tahun. Kalau kata anak bungsunya yg juga bantuin ngelayanin di situ, sekarang si mbah udah suka salah-salah kalau ngitung. Seinget saya waktu itu total yang harus dibayar untuk 12 orang (rombongan kami) yang makannya buanyak banget itu Rp250 ribuan. Ga tau juga deh tuh bener apa salah ngitungnya.
Humasnya jasa raharja, mas triadi bilang sama saya, "Itu ngitungnya udah pusing banget loh. Mana ga ada bonnya."
"Trus reimburse-nya gimana mas?" tanya saya.
"Ya mboh." katanya. *dudul*

Lalu meski menu yang dijual sederhana, tapi keliatannya tempat makan mbah marto ini cukup terkenal deh. Menurut anak bungsunya, rata-rata omzet per harinya itu Rp500 ribu-Rp750 ribu kalau ga terlalu rame. Tapi kalau musim liburan kaya kemarin, omzetnya bisa sampai Rp1,5 juta.

Trus si mbah marto ini pernah diliput harian Bernas tahun jebot, hehe.. (karena kala itu doi umurnya masih 70 tahun, cuy..)


Saya juga sempat ngambil fotonya mbah marto, dan foto bareng dia..


Semoga mbah marto sehat selalu yah.. :)

Selesai makan di rumah mbah marto kami mengunjungi dua mitra binaan jasa raharja di daerah kota gede.. Sekedar intermezo, salah satu alasan saya menyukai jogja ialah lalulintasnya yang tertib, dan ketaatan berlalulintas yang lebih baik daripada di jakarta. Tapi waktu di jalan raya bantul saya ngeliat pemandangan ini..


kalau dari belakang keliatannya romantis ya? tapi sejujurnya itu ternyata dua2nya cewek, dan sangat membahayakan kendaraan di belakangnya.. :(

Kunjungan ke mitra binaan itu yang pertama ialah mereka bikin kerajinan becak mini, sepeda ontel mini, dan pajangan topeng dari bahan aluminium, perak, tembaga dan kawan-kawan. Di sini beberapa kawan wartawan cukup lama wawancara si mitra binaan. Tapi kalau saya agak males juga wawancara karena ga yakin bakal bisa dimuat.. Tapi saya sempat memoto proses pembuatan pajangan topeng..


Sebagai perbandingan saja, pajangan topeng aluminium ukuran sedang kalau dibeli dari pengerajin itu harganya sekitar Rp75 ribu. Tapi kalau sudah masuk toko, misalnya mirotta, harganya bisa jadi Rp300 ribuan ciiing..

Dari pengerajin becak mini, kami menuju ke pengerajin bambu.. Yang dibuat itu gerabah, keranjang, tas, lampu, dan lain-lain. Saya sempet beli tudung saji untuk menyajikan hidangan lebaran nanti di rumah.. *duile*

Dari sana berarti sebenernya seluruh rangkaian liputan sudah beres. Saya pun sudah merebahkan diri di kasur nunggu waktunya makan malem.
Tapi kemudian saya dapet BBM dari Mas Tir, kawan indopos yang mau pulang ke solo jadi ga balik bareng ke jakarta. "Kalian jadi mau beli batik ga? Aku sama pak sopir nunggu di luar ya, ngerokok."

Aku dan Dinda, kawan dari bisnis, baru inget kalau hari sebelumnya Pak Heru, sopirnya jasa raharja jogja bilang sama kami kalau dia mau nganter ke tempat batik yang bagus2 dan biasa dikunjungi orang-orang jasa raharja.
"Harga batiknya mulai dari Rp75 ribu sih, tapi dijamin bagus. Bisa dapat diskon juga," kata Pak Heru.

Saya yang udah setengah tepar langsung semangat mau belanja batik, hahahaha.. Akhirnya setelah nge-drop Mas Tir di stasiun lempuyangan, trus nganterin mas dwi (poskota) yang katanya mau nyari telkomsel untuk connect ipad-nya (tapi akhirnya ga ketemu tuh si gedung telkomsel), saya dan dinda dianterin lah ke batik rumah. Ni kartu namanya sempet saya bawa..


Di sana semacam butik gitu kali ya, jadi desainnya ga pasaran, dan jahitannya bagus. Saya membelikan muai kemeja batik 1, saya atasan batik 1, dan celana pendek batik yang bahannya adem 1. Pas di kasir dapet diskon 20% lumayan.. :D

Dari situ si pak heru nganterin kami ke mirotta. Baik banget deh si pak heru ini. Udah gitu kerjanya semangat banget. Padahal meski dia udah 5 tahun jadi sopir di Jasa Raharja, statusnya itu outsource. Jadi tiap tahun dia memperbaharui kontrak.
Dia bilang sama saya, "Saya sih bisa mba meski sampai rumah jam 3 pagi, kalau jam 5 harus jemput tamu ya siap."
"Emang ga capek pak?" tanya saya.
"Capek sih capek mba, tapi kalau kerja itu memang harus tetap semangat. Saya juga mau memberi contoh kawan-kawan (pengemudi) yang lain kalau kerja itu harus ikhlas. Insya Allah rezekinya baik."
*dan saya pun terdiam..*

Akhirnya malam itu diakhiri dengan makan malam wedangan JAC di halaman belakang kraton. Ada banyak hal lain sebenernya yang menarik, tapi rasanya saya sudah cukup banyak mendapat pelajaran tentang hidup hari itu.

Sampai di hotel, saya kembali bermasalah dengan bantal lepes. Saya pun mengganjal bantal dengan plastik oleh-oleh mirotta dan celana pendek.


****

Hari terakhir di jogja, Kamis (5/7) udah tinggal pulang ntar siangnya. Tapi hari itu kami menyempatkan diri berkunjung ke Kraton Jogja.. Asiiik... Saya belum pernah loh masuk kraton, jadi rasanya bersuka cita.. *uhuy*

Kunjungan diawali di Museum Kereta Karaton Ngayogyakarta.. Di sana ada 29 kereta yang dipajang, dan meski umurnya udah 100-200 tahun masih bisa dipakai berjalan. Menurut guide kami, kereta-ketera buatan belanda umumnya lebih bagus karena kacanya terbuat dari kristal. Begitu juga dengan bahan-bahan pembuat rodanya.


Di museum, saya sempat berfoto dengan kereta termegah yang hanya digunakan untuk penobatan raja. Jika nanti sultan hamengkubuwono X digantikan penerusnya, baru kereta itu digunakan lagi..


Dari Museum kereta kami lanjut ke kraton. Rasanya adem ya di dalem kraton.. :) Tanahnya dilapisi pasir, yang kata guide kami tujuannya agar kain para abdi dalem tidak mudah kotor jika duduk di pasir.

Lalu saya juga baru tahu kalau di dalam kraton kita tidak diperbolehkan memakai topi, ataupun membuka payung. Sebab kita sebagai tamu harus menghormati tuan rumah.

Kemudian, saya juga baru tahu kalau ada ruangan yang isinya lukisan Raden Saleh yang 3D. Kenapa 3D, karena mata orang yang di dalam lukisan ngeliat ke arah kita meskipun kita pindah-pindah posisi.. *sebenernya sedikit ngeri sih, haha*

Selesai dari kraton, kami makan siang di rumah makan prasmanan sabar menanti, dan lepas landas ke jakarta sekitar pukl 14.30.

Ketika ngambil bagasi di Bandara Soekarno-Hatta saya sungguh terperangah.. Buseeeet banyak banget kardus-kardus yang harus dibawa.. Selain 2 paket oleh2 (bakpia&gudeg) ternyata tas&tudung saji yang saya beli di mitra binaan juga dimasukin kardus.. Beneran kaya balik mudik.. -_-

*meski itu yang tas biru&satu kardus bukan punya saya sih.. tapi tetep aja..*


***

Lalu sesampainya di rumah saya menyadari kok oleh-oleh mirotta dan celana pendek batik saya ga ada???
Ternyata boi, mereka ketinggalan di bawah bantal di kamar..
OH MY GOD... Mau nangis.. :'(

Saya pun mengontak humas jasa raharja jogja untuk nanyain ke hotelnya.. *dan alhamdulillah ada..*
Lalu saya juga ngontak ami sepupunya muai untuk ngirim tu oleh2 ke jakarta.. *Soalnya ga enak ngerusuhin orang jasa raharja lagi..*

Setelah merepotkan banyak orang, akhirnya tu oleh2 bisa sampai di tangan saya hari Senin (9/7).. Ini dia beberapa isinya..


***

akhir kata.. meski perjalanan ga sepenuhnya mulus.. saya selalu senang bisa kembali ke jogja.. :)