Showing posts with label parenthood. Show all posts
Showing posts with label parenthood. Show all posts

Thursday, March 28, 2019

Kejutan-Kejutan di Bulan Maret..

Udah tanggal 28 maret bro sis.. Artinya, dua hari lagi tanggal 30 Maret, hohoho..
*trus kenapa, Bu?*

Ya ga kenapa-kenapa sih, zzz.. Saya cuma berdoa, semoga tanggal 30 Maret nanti berjalan dengan baik dan lancar.. Semua sehat, bahagia, dan diberkahi oleh Allah SWT.. Amiiin...

Kok mendadak religius? hehehe.. Soalnya, seperti judul tulisan kali ini, saya mau bercerita tentang kejutan-kejutan di bulan Maret ini.. Kenapa disebut kejutan? karena saya ga mau menggunakan kata musibah yang kurang enak didengar.. *sigh*

***

Seperti diketahui sebelumnya, setiap bulan maret #muaipani akan merayakan anniversary pada tanggal 13.. Lalu, sejak tahun ini bulan maret menjadi lebih meriah dengan lahirnya Tole-I pada 19 Maret 2018.. Selanjutnya di akhir bulan, setiap tanggal 30, Ibu Pani akan merayakan harlah.. :D

Bulan maret yang penuh kebahagiaan biasanya juga dibarengi dengan tindakan impulsif.. Contohnya adalah waktu kami melakukan perjalanan ke Magelang - Dieng - Jogja - Solo pada 2017 lalu.. Perjalanan yang terlalu ngongso dan berakhir kurang menyenangkan karena Jibril sakit..

Tahun lalu, #muaipani anniversary dirayakan dengan sederhana karena memang menyambut kelahiran Tole-I juga.. Meski lagi-lagi kelahiran Tole-I yang penuh drama membuat bulan maret menjadi bittersweet.. *sigh*

Pada tahun ini, banyak rencana yang ingin dilakukan di bulan maret.. mulai dari staycation, atau melakukan perjalanan ke luar kota yang ga terlalu jauh.. Tapi lagi-lagi, rencana tinggal rencana.. Sebab di bulan maret ini serbuan penyakit batpil yang muter-muter ke seluruh anggota keluarga bikin buyar semua rencana..

Rencana kencan saat anniversary aja buyar.. Hari itu, Rabu (13/3), saat saya sudah ambil libur Nyepi (yang jatuh seminggu sebelumnya) agar ga perlu cuti saat anniversary.. Tak dinyana, tak diduga, Muai dan saya (tapi ga sempat keangkat) mendapat telepon dari sekolah mas jibril yang mengatakan kalau mas jibril jatuh saat bermain prosotan dan kepalanya berdarah.. Saat bu guru telepon, Jibril disebut dalam kondisi menangis..

*duar*

Hari itu akhirnya saya dan Muai mengantar mas jibril ke IGD RS Aminah dengan ditemani oleh Bu Iyah, dan Mas Janu dari sekolah.. Kepala mas jibril dibalut, tidak boleh basah, dan dia mendapatkan obat antibiotik dan parasetamol untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan akibat trauma kepala..

Lebih jelasnya bisa dilihat cerita saya di sini

Oiya, saat itu kondisi Muai pun sedang tidak fit. Sakit batuknya sangat mengganggu aktivitasnya hingga dia pun sempat kehilangan suara..

Pengalaman hari itu membuat saya menulis caption di IG yang intinya bahwa yang namanya kehidupan ga selalu sesuai yang kita inginkan.. Tapi selalu ada hikmah yang bisa dipetik.. #uhuk *mendadak bijak*


***

Kejutan di bulan Maret ga sampai di situ.. Setelah kejadian mas Jibril kepalanya bocor, hari jumatnya Muai DLK ke Bali.. Meski tubuhnya kurang sehat, muai tetap melalukan perjalanan ke pulau dewata dengan ikhtiar penyakitnya cepat sembuh. Lho kok aneh lagi sakit malah jalan? Ya karena cuaca di Jakarta udah ga kondusif banget.. Siapa tau kan dengan suasana Bali dia bisa lekas sehat..

Lalu sehatkah Muai pulang dari Bali? Alhamdulillah membaik meski belum sembuh benar..

Tapi jangan sedih, hari Kamis sehari sebelum Muai berangkat ke Bali, saya mulai demam.. Demam yang agak aneh karena tidak disertai batpil sebagai ciri penyakit ISPA. Nah, jumatnya kan Muai ke Bali, saya tetep maksain masuk kerja karena memang libur Sabtu-Minggu dan selanjutnya mau ambil cuti 3 hari sekalian Tole-I ulang tahun dan Rabu (20/3) nemenin mas jibril lomba hardiknas..

Lalu apa yang terjadi? Saya masih mengatasi demam dengan minum parasetamol saat demam naik.. Lalu demam turun beberapa jam kemudian..

Di hari Sabtu, saya sempat membawa mas jibril balik ke IGD karena perbannya dia lepas. Kami sempat kencan singkat makan siang di Texas Chicken dan belanja beberapa keperluan di Superindo..

Hari Minggu nya, saya menerima tamu #gengmakancs2013 Zia, Baity, Ellen, minus Ia di rumah.. Seneng deh akhirnya kami ketemuan lagi setelah lebih dari setahun ga ketemuan.. Cuma ya gitu, setelah tamu-tamu pulang, badan saya rasanya gliyengan banget dan ternyata demam saat itu menyentuh suhu 40,00 derajat celcius.

Eng ing eng.. Saat itu Muai pun ga jadi ngantor untuk mantau debat cawapres karena saya demam tinggi..

Lalu esoknya setelah nganter mas jibril sekolah, Muai nganter saya ke IGD untuk periksa sakit demam yang sudah masuk hari kelima itu..

Hasilnya?

saya positif demam berdarah dengue (DBD) dan harus dirawat di RS karena trombosit sudah turun ke 80 ribu. (Catatan: trombosit normalnya itu ada di kisaran 140 ribu - 390 ribu)

Hari itu Senin (18/3), saya dirawat di rumah sakit.. Padahal besoknya Tole-I ulang tahun ke-1, dan lusanya mas Jibril lomba hardiknas di Lapangan Deppen Pesanggrahan.. *cry cry cry*

***

Subhanallah.. kejutan demi kejutan terjadi di bulan Maret..

Hingga kini Tole-I belum tiup lilin ulang tahun pertamanya.. Orang-orang bilang, "Umur setahun anaknya juga belum terlalu ngerti.."

Iya sih, cuma kan sedih aja dia belum tiup lilin.. Seperti saya ceritakan di sini

Tapi ya mau bagaimana lagi.. Kalau kata Jibril, "Adek Ibrahim ga ulang tahun soalnya Ibu sakit.." *ouch*

Mudah-mudahan nanti kita bisa tiup lilin bareng-bareng ya dek.. Mensyukuri kehidupan yang penuh kejutan ini.. :)


***

Oiya, masih ada satu hal lagi yang perlu saya sampaikan.. Imbas dari saya diopname 5 hari 4 malam adalah stok ASIP ibrahim yang kembali ke titik nol.. Sempat terpikir untuk memberikan dia fresh milk/UHT tapi kemudian ga jadi karena dia sempat demam batpil, dan menurut DSA-nya, di dadanya banyak lendir dan dia kemungkinan besar alergi produk susu sapi (dairy)..

Wot.. wot.. lalu gimana nasib dia saat harus ditinggal kerja padahal stok ASIP habis?

Akhirnya dengan pertimbangan kurang matang, saya memutuskan untuk menambal ASIP Ibrahim dengan almond milk. Kenapa almond milk? pertimbangan saat itu aja.. Saya beli almond milk homemade di shopee untuk menambal stok..

Tole-I nya doyan ga? ya ga doyan2 banget.. Tapi alhamdulillah masih mau diminum..

Hingga kini saya masih menjadi pejuang asi sih.. Masih berusaha meningkatkan produksi ASIP yang menurun karena sakit DBD kemarin.. Doakan saya istiqomah ya.. karena perjalanan masih panjang ni.. Saya sempat putus asa dan mau give up.. Tapi di sisi lain ada kemungkinan kalau Tole-I alergi susu sapi yang membuat saya berpikir bahwa akhirnya asupan ASI lah yang terbaik..


Doakan saya ya.. Amiiiiin..



Friday, June 01, 2018

Dua bulan tiga belas hari kemudian..

Ibrahim Pijar Muaipani, begitu saya dan muai menamainya..

Anak kedua kami yang usianya sudah dua bulan tiga belas hari.. Sebuah lompatan waktu yang cukup lama dari kali terakhir saya menulis di blog ini..

Kenapa begitu lama baru update?
karena saya selalu merasa 'kehabisan waktu', atau mungkin lebih tepatnya belum bisa membagi waktu denga baik sehingga menulis di blog pun belum sempat.. Maaf ya blog, padahal dengan menulis saya kelak bisa membuka lagi jejak-jejak cerita kehidupan yang telah berlalu..

Lalu apa yang mau diceritakan sampai kini?
Yang ingin saya ceritakan saat ini adalah tentang kelahiran Ibrahim yang mengubah segalanya. Yup, litterally segalanya karena dia lahir melalui operasi caesar emergency karena pada saat itu placenta saya--yang memberikan suplai makanan dan oksigen untuknya--ada bagian yang lepas..

hmm.. ini mungkin seperti mengulang cerita untuk kesekian kalinya, cuma kamu perlu tahu blog, bahwa saya dan muai mengalami kecelakaan pada tgl 19 Maret 2018 di jalan joglo raya, saat kamu mau menyeberang dari gang proyek ke gang soneta. Alih-alih memotong jalan untuk menghindari lampu merah perempatan joglo, ada motor vario hitam dari sebelah kanan yang tiba-tiba menabrak kami..

Motor kami pun jatuh ke sisi kanan. kaki kanan muai tertimpa mesin motor dan kelima jari kaki kanannya patah. Sementara saya jatuh miring dengan posisi perut terkena aspal.

saat itu saya tenang, tidak panik, meski perit saya terasa keras, tetapi saya bisa merasakan jabang bayi saya masih aktif bergerak di perut.. saya lebih panik melihat muai yang mengaku kakinya panas dan keungkinan patah. Bentuk kakinya ada yang berubah, sepertinya tulangnya ada yang dislokasi..

Singkat cerita, dengan ambulans jaringan masjid-musala yang ditelpon oleh kakak saya, dan juga bantuan tetangga belakang rumah kami yang membawa motor muai pulang, kami akhirnya berangkat ke RSPI Puri Indah. Kenapa ke sana? Agar saya bisa sekalian mengecek keadaan janin saya.

banyak orang yang menjenguk kami bertanya, "Siapa yang menabrak?","Bertanggung jawab ga dia?", "Kontaknya berapa?". Jujur saya saat itu seperti pasrah dan cenderung bersikap apatis saat si pelaku yang berboncengan motor dengan istri dan anaknya itu mengatakan, "Saya kira bapak mau lurus, taunya belok kanan. Kalau saya ga ambil kanan lebih parah itu tabrakannya."

hmm.. dia berkata begitu sepertinya membela diri. saya diam sambil melihat motornya vario dengan pelat E, berarti dari daerah. Istrinya, yang dia bonceng, celana di bagian pahanya sobek dan jari kaki kirinya ada yang kukunya lepas. Wajah si istri seperti orang yang menangis ditahan, dia kesakitan. Anaknya (sepertinya laki-lakui) tetap di pangkuannya, usianya mungkin 3 atau 4 tahun..

Saya saat itu sungguh ga kepikiran untuk meminta dia bertanggung jawab dan ikut kami ke rumah sakit. Kenapa? saya tahu pasti kejadian ini akan menyusahkan mereka. Ya sudah yang penting kami segera tertangangi, dan kondisi kehamilan saya bisa dicek. Semoga tidak ada yang serius ya.

Si pelaku mencium tangan saya dan muai dan meminta maaf. Saya sudah memaafkan dia cuma saya masih akan selalu ingat wajahnya. Mudah-mudahan dia tidak berbuat hal yang sama lagi ke orang lain ya.

Fast forward di rumah sakit..
Kami dibawa ke igd. karena muai yang terlihat sangat kesakitan, dia pun ditangani lebih awal. yaitu difoto rontgent dan baru kemudian saya juga diperiksa CTG oleh bidan. saat di rumah sakit, Alhamdulillah ada mas jaka (antara) yang membantu kami. dia yang mengurusi administrasi hingga kami bisa dirwat di rumah sakit itu, dengan jaminan kantor muai, dan ditempatkan di satu kamar.

saat saya di-CTG, suster igd bertanya ke saya apakah saya mau diperiksa di poliklinik oleh dr kandungan saya, dr Ni Komang Yeni yang saat itu masih ada di poli. saya pun meng-iya-kan. karena saya ingin tahu keadaan kandungan saya.

Seingat saya saat di CTG, saya bisa merasakan janin saya masih aktif bergerak. namun ada suatu ketika terjadi getaran seperti detak jantung yang sangat keras. Saya baru tahu bahwa itu namanya kontraksi jelang melahirkan. Sebelum ke poli obgyn di lantai 7, saya sempat izin ke toilet dan merasakan sensasi (maaf) pipis yang berbeda, seperti lebih deras. Namun karena tidak ada pendarahan, saya masih biasa-biasa saja. Sensasi yang berbeda itu ternyata pecah ketuban.. zzz.. *maklum saat lahiran jibril kan saya tidak merasakan kontraksi ataupun pecah ketuban..*

Waktu menunjukkan pukul 19.00 saat saya tiba di poli obgyn. saat itu dokter yeni belum ada di ruangan karena dia sedang ada tindakan kuret, dan kemudian visit pasien. saya masih bisa ngobrol dengan suster di poli dan mengatakan bahwa jadwal saya kontrol seharusnya esok harinya, tgl 20 maret. tapi karena hari itu saya kecelakaan, jadi ya sekalian periksa..

tidak lama kemudian dokter yeni datang. dia pun melakukan usg dan saat itu wajahnya menunjukkan kekhawatiran. "Ibu tadi saya liat kontraksinya jelek sekali. ini perut ibu keras sekali dan ada plasenta yang lepas. Ibu harus operasi sekarang juga, tidak boleh pulang lagi ya.."

saat itu saya speechless.. saya WA muai yang masih di igd bawah, tapi nampaknya pesannya tidak langsung sampai. saya juga mengirim pesan ke kakak saya, grup wa editor kantor, dan juga biios.

Selanjutnya yang saya ingat adalah operasi caesar dadakan ini lebih menyakitkan dari operasi saat melahirkan jibril. saya bisa merasakan perih saat dokter saya melakukan sayatan operasi.. OMG..

saat si bayi akhirnya lahir, saya berkesempatan untuk bisa melakukan IMD yang dulu saat jibril tidak sempat saya rasakan.. tapi baru beberapa detik si bayi diletakkan di dada saya, saya mengaku tidak kuat dan meminta bayi diangkat. saya merasa sangat kesakitan, dan setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi. yang saya ingat kemudian saya sudah berada di ruang pemulihan dan melihat kakak saya di kejauahn..

kala itu saya mendengar dokter saya mengatakan bahwa selain operasi caesar juga dilakukan operasi pengangkatan miom yang berjumlah 5 buah karena pendarahan yang tidak berhenti-henti setelah operasi caesar. hal itu membuat operasi berlangsung cukup lama, 2 jam lebih. dokter yeni juga mengatakan meminta persetujuan kakak saya sebagai pihak keluarga dan tindakan pun dilakukan. dia juga mengatakan sudah menjelaskan sedetil-detilnya ke pihak asuransi agar tindakan tersebut dicover asuransi.

saya pun hanya bisa menghela nafas panjang dan kemudian saya diantar ke kamar..

saya melihat foto dan video ibrahim dari kakak saya.. Alhamdulillah dia lahir ke dunia dengan selamat.. nampaknya dia memang sudah waktunya lahir ke dunia, dan takdir dari Allah lah yang membuat dia lahir setelah ayah ibunya kecelakaan..

Kisah ibrahim tidak selesai sampai di situ karena Muai baru dioperasi keesokan harinya. Dia sempat tegang dan uring-uringan karena hampir 24 jam setelah kejadian, kakinya masih ditopang dan dibalut tetapi belum juga dioperasi.

Operasi muai berjalan lebih lama, totalnya hingga dia kembali ke ruangan adalah 4 jam. Saat itu sudah pukul 21.30 malam dan menyisakan jibril dan yangti yang belum pulang dari rumah sakit. Jibril sangat ingin bertemu bapaknya setelah sehari sebelumnya tidak bertemu. Saat Muai kembali ke ruangan, nampaknya dia masih dipengaruhi bius jadi tidak fokus menyapa jibril..

Tapi lagi-lagi Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan Muai memakan 5 pen di kakinya.. Akhirnya satu pen di jari tengah sudah diangkat dan kini dia tengah memasuki masa pemulihan selepas angkat pen tersebut..

Mungkin sampai di sini dulu cerita tentang Ibrahim.. Bayi yang hadir sebagai pelipur lara saat kedua orangtuanya mengalami musibah.. bayi yang (Alhamdulillah) tidak mengalami berat badan turun seperti masnya yang membuat kedua orangtuanya kesusahan..

Semoga kamu sehat selalu ya Ibrahim.. semoga kamu bisa tumbuh pintar dan kelak menjadi anak soleh.. Amiiin..

***

Oiya, sebelum saya lupa.. Meski saya enggak tahu mereka akan baca atau enggak, tapi saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk kakak saya dan suaminya, pak deddy, mamah yang menjaga Jibril (sampai kini pun masih saya repotkan menjaga Jibril), Opa Solo dan Bude Fau, Mbah Tri, Mbah Teguh, Om Juli dan Om Amet, Mbak Mar, Mas Jaka antara yang membantu kami bisa masuk dan dirawat dengan baik di RS, dokter ni komang yeni spOG yang membantu kelahiran Ibrahim dan juga dokter dan suster-suster yang baik hati selama saya dirawat di rumah sakit..

Saya juga mengcapkan terima kasih untuk tim HRD MI yang sangat membantu dan pengertian, UPZ Masjid Nursiyah Daud Paloh, para dedengkot micom, tim desk politik LKBN Antara, mbak tia, mba cici, mba ida, mbak rosi, yani, bunga, mbak titis, tante heri, mas ijul, ibu-ibu pengajian Al-Latiefah, dan juga ibu-ibu PKK RT013 yang menyempatkan diri menjenguk saat kami sudah di rumah..

Saya juga mengucapkan terima kasih kawan-kawan yang menjenguk ke rumah dan memberikan kebahagiaan untuk kami sekeluarga..

***

terakhir saya lampirkan foto Jibril dan Ibrahim ya.. Sampai jumpa di postingan selanjutnya.. :)

Thursday, February 22, 2018

memasuki usia kehamilan 8 bulan..

what??? bulan depan udah mau lahiran???

sungguh perasaan saya sangat gado-gado, karedok, ketoprak (apa sih?) membayangkan tinggal sebentar lagi keluarga Muaipani akan menghadapi 'petualangan' baru.. Antara ga sabar, tapi di sisi lain juga ada kekhawatiran, ketakukan, dan hal-hal lainnya..

ada beberapa hal yang pengen saya curhatin kali ini sebenarnya.. mulai dari hasil pemeriksaan ke dokter kandungan minggu lalu, soal renovasi rumah yang udah tinggal finishing tapi ga finish finish (orang yang renovasi rumah pasti ngerti soal ini..), plus tingkah dan polah Jibril yang makin hari makin zzz...

Kita bahas satu-satu ya...

Kamis pekan lalu, saat usia kehamilan 33 minggu, saya ditemani Muai kembali kontrol ke Dr Ni Komang Yeni di RSPI Puri Indah. Kontrol kehamilan selalu membuat saya harap-harap cemas.. Pekan lalu hujan deras turun dari pagi sampe sore (saya jadwal kontrol jam 15.30).. udah pesen taksi online baru dapet jam 3 lewat, tarif surcharge pulak, dan doi lamaaaaaaa banget nyampenya.. keliatannya lalu lintas emang padat karena hari hujan..

saya ampe nelpon ke poli obgyn biar ditungguin, dan ketika saya hampir sampai rumah sakit beneran ditelpon lagi sama suster poli obgyn nanya saya jadi ke dokter apa enggak.. udah senewen duluan padahal belum diperiksa.. untuk pas diperiksa tensi ga ikutan naik tuh tensi..

Muai pun yang tadinya rencananya mau nge-gojek aja karena males akhirnya bawa motor juga ke RS.. abis katanya susah dapetnya.. sekalinya dapet eh lokasinya masih di cbd tuh sopir.. jauh bener..

Lalu tibalah saat kami masuk dan diperiksa.. Sekadar informasi, sebelum kontrol kali ini, saya menjalani USG 4D untuk screening keadaan si bayi saat 31-32 minggu, saya merasa lega karena si bayi Alhamdulillah dalam kondisi baik.. Nah, pas diperiksa kemarin itu, dr yeni justru concern karena katanya janin saya beratnya kok kurang.. dari yang harusnya naik 400 gram, tapi kok cuma naik 200 gram..

"Bu, kok bayinya kurus? Ibu ga diet kan? tanyanya.

*DUAR.. langsung deg2an lah saya..*

"Bu, kayaknya ibu kurang protein ni bu. Ibu saya kasih peptisol ya, dan makan telur rebus putihnya 3 kali sehari, sekali makan dua telur.."

"Baik dok."


Kok bisa bayinya kurus? padahal berat badan ibunya naik sekilo.. :'( Sedih banget deh saya waktu itu..

Tapi kemudian saya mikir, apakah karena saya sempat lupa minum vitamin dokter selama seminggu? (lupa kok seminggu, kebiasaan kali itu pan! Jitak)
Lalu apakah karena kebanyakan makan nasi padang yang kelebihan karbo itu?? (menurut ngana???)

*sigh*

Maaf ya adek bayi, kalau kamu kurang nutrisi..

Akhirnya saya meminum peptisol (makanan cair tinggi protein, mirip susu tapi klo diminum kaya minum sereal gitu loh, ga kaya minum susu..) dan makan 6 telur rebus (ya ga setiap hari 6 sih), cuma dua hari sempet makan 6 telur dan rasanya luar biasa banget ya... ya intinya 2-4 telur deh yang masih sanggup saya makan, trus mengurangi nasi dan menambah asupan protein..

doain pas kontrol minggu depan berat badan adek bayi sudah sesuai chart ya... Insya Allah, Amiiin..

Hal yang kedua adalah soal renovasi rumah yang sudah memasuki tahap finishing.. pasang jendela, pintu, ngecet, pasang plafon, pasang pintu baru di bawah dan yang masih belum adalah benerin plafon teras rumah bawah, pasang handrail, poles lantai, pasang korden, dan masih banyak lagi..

Kira-kira akan selesai seminggu lagi.. lalu seminggu lagi.. dan mungkin minggu depan seminggu lagi.. (hiks, hayati lelah bang..)

Tapi di luar hal finishing yang tak kunjung finish itu, saya (dan Muai) bersyukur juga karena kami akhirnya bisa merenovasi rumah, menambah ruangan, dan membangun cerita baru di rumah.. :)

Saya berharap sih dengan tambahan ruang dan Insya Allah kehadiran anggota baru di keluarga Muaipani, kami bisa membangun memori-memori baru untuk keluarga kami.. cieee..

Nah yang terakhir dan tidak kalah penting adalah tingkah polah Jibril yang makin menjadi-jadi..

Sekarang ini, Jibril lagi fasenya susah banget disuruh makan.. susah banget dibilangin.. sampe jadinya sering banget ibunya (sekarang bapaknya juga) keseeeel banget sama dia.. Dia akan menegasi semua hal yang dibilangin ke dia..

Contoh 1:
"Jibril ibu mau kerja ya, Jibril jangan rewel ya.."

"Aku mau rewel aja.."


Contoh 2:
"Ibu aku mau makan permen.."

"Ga boleh makan permen, makan nasi dulu baru boleh makan permen abis itu.."

"Aku ga mau makan nasi.."

"Yaudah ga usah makan permen.."

"Aku ga mau makan nasi.."

*ibu yang lagi melow langsung sebel dan nangis karena dah susah-susah disiapin makan.. klo kata bapak ga usah nangis, anaknya emang lagi begitu


contoh 3:
"Jibril jangan naik-naik jendela.."

*Jibril tetep naik-naik jendela*


contoh 4:
"Jibril ayo mandi.."

"Aku ga mau mandi sama ibu, aku mau mandi sama bapak aja.."

"Bapak lagi kerja (biasanya ngedit berita)"

"Aku ga mau mandi sama ibu, aku mau mandi sama bapak aja.."

"Jibril ga nurut ya, kalau ga nurut mainannya ibu simpen.."

"Ga disimpen. (Jibril) nurut.."

*tapi jibril tetep ga nurut..*


daaaan masih banyak hal lainnya yang bikin spaneng dan dramatis.. tapi sungguh deh, mungkin ini fase yang wajar dan saya sedang menjadi ibu yang lebay.. Tapi gapapa ya saya sharing di sini biar di masa depan nanti saya inget dan seharusnya bisa lebih sabar..

"Sabar bunda, dia ga akan selamanya jadi anak kecil.. Tau-tau dia sudah dewasa dan kita akan kehilangan dia.." demikian ucapan bijak buku/artikel parenting.. zzz..

Doakan ya ibu tetep waras... dan bisa update blog lagi lebih reguler..

samjum ya..




Tuesday, August 22, 2017

kali ini soal milestone si bocah aka Jibril..

halo ketemu lagi dengan tulisan "kali ini soal".. hehehe.. udah lama (banget) ya ga nulis soal ini, maklum deh (sok sibuk gitu saya sama dunia nyata, jadi dunia blogging terbengkalai.. #apeu

Saya menulis soal milestone karena beberapa hari lalu grup busui di kantor lagi ngebahas soal kontroversi artis/selebgram/penyanyi yang menggunakan metode BLW (baby lead weaning) ke anaknya yang kini berusia 7 bulan. Jadi ceritanya ada cuitan seorang dokter di twitter yg nyinyir banget mempertanyakan akankan ada peningkatan tren bayi yang harus menjalani operasi karena ususnya terlipat akibat menelan makanan besar/keras yang belum saatnya/belum bisa dicerna oleh bayi setelah si mbak artis ini mempraktekkan metode BLW secara berlebihan ke bayinya..

saya awalnya sempet,"Heh, lebay amat sih.." (baik si mbak artis maupun kenyinyiran dokternya)

Saya jujur bukan penganut BLW sih, karena pernah dicoba dan kala itu jibril sepertinya belum bisa mencerna dengan baik.. dia "hoek" dan kesian aja makanannya ga tertelan.. pernah dia makan sop yang ada pipilan jagungnya.. dan yang terjadi adalah di pup nya ada pipilan jagungnya.. *true story* hahaha, maaf ya jibril.. Jadi sampe sekarang saya masih menggunakan metode spoon feeding dan Alhamdulillah anaknya sudah mulai mau makan sendiri di beberapa kesempatan (kayak makan buah dan waktu makan bersama di sekolah..) Yah perlahan tapi pasti lah..

Saya ga anti BLW sih.. karena menurut saya memang ada bayi2 yang lebih suka/cocok dengan metode tersebut.. cuma ya kalau saya mungkin belum mampu karena masalah keterbatasan tempat, masalah soal bersih2 saat makanan berceceran, dan kesehatan jiwa biar ga marah2 karena makanan berantakan *ehem* untuk menerapkan metode tersebut..

Trus apa hubungannya sama milestone Jibril?

Nah ini.. haha.. ketika saya dapet tautan soal mbak artis itu saya sempet mikir, "Alhamdulillah ya saya udah melalui fase mompetition saat awal2 kehidupan jibril.. yang bawaannya baper kalau anak lain udah bisa ini itu sementara jibril belum.. sekarang sih saya lebih santai dan berusaha insya allah terus meningkatkan potensinya jibril.."

Kalau saya menengok ke masa lalu *halah*.. usia jibril 0-1 tahun itu dipenuhi oleh kebahagiaan ketika dia sudah mulai bisa angkat kepala, tengkurap, merangkak, duduk, dan belajar berdiri.. tapi kemudian kekhawatiran muncul saat dia sudah lewat setahun tapi belum bisa jalan sendiri.. memang dia merangkak cepat sekali, tapi kok belum jalan2? akhirnya di usia 14 atau 15 bulan jibril bisa jalan.. Alhamdulillah..



saat itu jujur saya juga sempet gemes.. kok jibril kemampuan fisiknya cepet (tengkurap, merangkak, duduk, dll) tapi kok jalannya lama sih? tapi akhirnya saya mengucap syukur karena dia bisa jalan.. mengucap syukur karena setiap anak berbeda2 toh?


lalu saat usia jibril 1-2 tahun, milestone yang diharapkan itu si bocah sudah mulai mengoceh.. tapi kok dia lama ya ngomongnya? kadang bisa ngomong bapak, mbah, makan nai (nasi), andi (mandi), dan beberapa kata lainnya. Meski kata 'ibu' belum terucapkan dengan jelas, zzz..



hingga saat dia berusia 2 tahun dia sudah bisa bicara, "bapak bapak bapak" atau "makan makan makan" tapi belum bisa merangkai dua kata seperti anak-anak seusianya.. Akhirnya seperti saya tulis sebelumnya di sini, saya dan muai membawa jibril ke klinik tumbuh kembang.. dan setelah kurang lebih 3 bulan terapi akhirnya jibril bisa berbicara merangkai 2-3 kata..



Tapi lagi-lagi saat itu (alhamdulillah) saya enggak ngerasa kompetitif lagi dengan ibu2 yang anaknya udah lebih pinter.. ya daripada kita misuh2 melulu lebih baik kita menyelesaikan permasalahan bukan? lebih baik kita memperjuangkan dan mensyukuri apa yang kita punya daripada terus membandingkan2kan dengan apa yang dipunya orang lain? *mendadak bijak*



sebab Alhamdulillah jibril bener2 mengerti ibunya.. dia bisa disapih di usia dua tahun loh.. tanpa terlalu banyak drama.. mungkin itu milestone yang bisa saya banggakan/syukuri..

lalu milestone saat dia di usia 2-3 tahun.. kapan toilet training? sejak jibril usia 2,5 tahun saya&muai memang sudah memulai program toilet training untuk jibril.. dengan membeli urinator kecil, dan training pans.. Tapi ya masih maju-mundur juga hingga dia hampir berusia 3 tahun dan kita mulai merasa 'malu' saat ke toko pakaian anak lalu mbak SPG-nya bilang,"eh kok masih pake pampers?" *duar* selamat ya pak, bu, anaknya udah dianggap terlalu gede tuh untuk pake pampers.. zzz...

lagi-lagi, saya sempat stress sih saat jibril bisa 5x pipis setelah mandi hingga celana pendeknya habis dan akhirnya saya menyerah untuk makein dia pampers lagi. Seperti deja vu saat Jibril berusia 4 bulan dan saya akhirnya menyerah pakai popok kain&clodi karena setelah mandi pagi jibril bisa pipis 5x berturut2..

Tapi akhirnya perjuangan ga sia-sia kok.. menjelang ulang tahun ke-3 jibril, anaknya tiba-tiba dan ngerti ngomong kalau mau pipis.. Ya meski masih terjadi sih dia ngompol saat tidur karena kecapean, atau kebanyakan minum, atau bapak ibunya lupa ngajak dia ke toilet, tapi secara umum Jibril udah ngerti konsep ke toilet untuk pipis maupun pup..

bagi saya itulah milestone jibril di usia tiga tahun.. Alhamdulillah sudah lulus toilet training..

Milestone mungkin bisa sangat luar biasa ya.. seperti IQ anaknya 200, bisa lulus seleksi olimpiade fisika/kimia/biologi, you name it.. Tapi kan ga semua orang kayak begitu ya? Ga semua orang itu pinter banget, cerdas banget, luar biasa banget.. Tapi di sisi lain, kita juga kadang ga melihat hal2 yang mungkin 'biasa aja' bagi kita, padahal bagi orang lain itu sudah luar biasa.. *apa sih ini kok ngelantur*

Jadi inti dari tulisan ini adalah saya ingin mengingatkan diri untuk selalu bersyukur bersyukur bersyukur.. karena dengan bersyukur, semua hal terasa lebih bermakna.. ya ga sih? *udah iya in aja ya, hihihi..*



PS: enggak kok, jibril belum bisa main piano.. hahahaha..



Wednesday, September 28, 2016

Hello and Good Bye..

Hal ini sebenarnya mau saya tulis pekan lalu saat saya berada di rumah untuk bedrest...
kenapa bedrest?
karena saya keguguran..
:(

*Kok bisa?*
*Gw aja ga tau kapan lo hamilnya..*

Yup, itulah beberap respons yang saya terima saat kebetulan seorang kawan di grup BIIOS woro-woro soal patungan kado seorang kawan lain yang akan menikah di akhir tahun ini..

jadi ceritanya sebenernya gimana sih, pan? *mulai monolog*

Jadi gini loh..
saya itu sudah ngerasa telat haid setelah saya wisudaan tanggal 27 agustus 2016 lalu.. ketika memasuki bulan september, saya mulai ngerasa agak GR hamil karena udah telat haid dari terakhir seinget saya 21 Juli.. (yang ternyata setelah diinget2 tanggal terakhir haid saya itu bukan 21 juli, tapi 28 juli.. *tanggal haid aja lupa maleeeh*)
Namun saat itu saya ga mau GR dulu karena siklus haid saya itu kembali ga teratur (lebihd ari 28 hari) setelah saya melahirkan jibril.. pernah saya haid 1,5 bulan sekali dan rata2 siklusnya selalu lebih dari sebulan.. untuk itu, sama kaya saat saya hamil jibril, saya bercita2 baru akan testpack setelah 21 september (anggapan jika hingga tanggal itu saya belum haid berarti saya dua bulan ga haid) untuk benar-benar memastikan kehamilan saya..

Tapi ternyata kenyataan berkata lain..
saat itu masih tanggal 13 september, tapi ada tawaran dinas luar kota (DLK) ke belitung.. saya yang udah lama banget *lebay* ga DLK pengen deh sekali-kali DLK lagi biar hepi-hepi.. tapi waktu saya tanya ke muai, dia lalu bilang, "kamu ga mau ngecek dulu?" saya lalu berpikir, iya juga ya.. keesokan harinya saya mendapat kabar bahwa saya 'ketiban rezeki' untuk ikut Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tingkat Madya dari PWI Pusat pada tanggal yang sama dengan tgl ke belitung itu.. saya pun agak BT karena gagal maning mau DLK... *pilu* Tapi ya mau gimana lagi kan? kesempatan ikut UKW kan ga dateng tiap hari kan?

akhirnya sepulang kerja malam itu saya membeli testpack, udah kadung jadi penasaran pengen tau saya hamil atau enggak.. daripada jelang UKW baru ngecek taunya jadi ga konsen kan ujiannya?

Rabu (14/9) pagi sebagun tidur akhirnya saya mencoba testpack... daaaaaan ada dua garis merah.. *Alhamdulillah.. senangnya ga terkira..* Hari itu juga saya mencari rekomendasi dr SpOG baru ke dua teman saya karena dokter saya saat hamil jibril udah pindah praktek dan saya ga tau sama sekali dia praktek di mana.. *sungguh misteri* Saat itu, saya mencoba menelpon ke RSPI Puri Indah mengenai dr SpOG yang direkomendasikan oleh kawan saya.. sayangnya hari itu dia izin ga praktek.. tapi karena saya sangat ingin tahu mengenai status kehamilan saya, saya akhirnya daftar ke dr Handi Sunarya SpOG.

kenapa jadinya pilih ke dr Handi? Alasan saat itu sangatlah cemen, karena dia praktek pagi itu hingga jam11 siang yang berarti saya bisa segera mendapat informasi mengenai kehamilan saya ini.. *dasar ga sabaran..*

selanjutnya, tibalah kami di poliklinik kebidanan RSPI Puri Indah di lantai 7.. ga lama setelah diperiksa berat badan, tensi, dan suhu badan, saya pun bersua dengan dr Handi ini untuk pertama kalinya.

Kesan pertama? orangnya kaku. tapi kayaknya orangnya baik. karena di awal, dia langsung memberikan kartu nama ke saya dengan nomor HP yang bisa dikontak kapan saja.

lalu apa hasil observasinya?
dia bilang untuk usia 7 minggu, baru terlihat kantong kehamilan yang masih sangat kecil. jadi dia minta saya kembali 2 minggu lagi untuk melihat perkembangannya. selain itu, di rahim saya ternyata ada miom. (what??) dr Handi bilang sih miom itu tidak berbahaya dan tidak perlu diapa-apakan juga karena dinilai tidak mengganggu kehamilan.

sepulang dari RSPI Puri Indah saya dan muai sempat berkendara motor muter2 mencari kecamatan kembangan untuk mengurus administrasi makam ayah saya yang sudah terlambat setahun. Setelah berputar-putar dan nyasar, saya baru tau ternyata kecamatan kembangan itu lokasinya udah pindah jadi di komplek meruya ilir, tepat di belakang puskemas meruya (kemana aja saya ga tau lokasi kecamatan kembangan yang baru? zzz..) Setelah ketemu kecamatannya, ternyata untuk gurus administrasi makam itu di kelurahan aja cyn.. (WTH?)

Eniwei..
selanjutnya hari itu saya masuk kerja seperti biasa dengan wajah bahagia.. ihiy.. "I'm gonna have a baby #2.."

Tapi ternyata.. malam itu saya pulang dengan nyeri luar biasa di pinggan belakang sebelah kanan.. saya pikir hal itu karena saya kelelahan saja.. saya pun tidur dan keesokan harinya, Kamis (15/9), saya memutuskan untuk bedrest karena batal ketemuan juga dengan geng cs.. Sebab sakit pinggang belakang tidak berkurang hingga akhirnya saya minta tolong muai untuk membelikan saya counterpain.. :(

setelah dioleh counterpain, sakit pinggang saya mulai berkurang.. tapi kemudian ada hal lain yang terjadi..
saya mulai mendapati flek di celana saya..
dari flek hingga kemudian menjadi darah seperti haid..

saat itu saya mulai sedih.. saya WA dr Handi jawabannya cuma pertanyaan, "Mules tidak?" dan jawaban selanjutnya, "Ok".

mendapati jawaban itu, yang ada dalam pikiran saya adalah, "Saya tidak apa2.. bleeding di awal kehamilan itu biasa.. mungkin saya kecapean saja.. mungkin saya harus bedrest saja.. dst.. dst.."

Jumatnya saya masih merasa seperti menstruasi.. tapi saya tetap positive thinking dan tetap masuk kerja hari itu.. Hingga hari sabtu saya mendapat jatah masuk, saya berjanji pada diri saya, "Baiklah jika saya masih bleeding, saya sepertinya harus ke dokter.."

Jadilah di hari sabtu (17/9), saya mendapat antrian pukul 18.45 dengan dr Handi. saat itu saya secepat mungkin mengedit berita hari itu agar tidak punya utang kerjaan.. Entahlah kenapa Muai baru sampai kantor saya jam18.30 lewat.. jadi saya tiba di RSPI Puri Indah sekitar pukul 19.00. Untung tidak ada antrian saat itu.. jadi setelah cek tensi, berat badan, dan suhu tubuh, saya pun dipersilakan masuk untuk diperiksa..

saat itulah dr Handi memeriksa saya dan berkata, "Sudah ga ada, bu (janinnya). Ibu keguguran."

***

saya.. speechless..
sedih?
kecewa?
sakit?
pusing?
bercampur jadi satu..

menurut dr Handi, keguguran yang saya alami itu terjadi karena embrio yang dihasilkan tidak bagus dan kelainan kromosom. perkembangan janinnya pun tidak sesuai umur yang seharusnya sudah 6-7 minggu (di USG baru tampak seperti 3-4 minggu). Kasus ini pun terjadi 1 dari 6 kehamilan.. jadi bukanlah kasus langka..

***

akhirnya setelahnya saya diberikan surat untuk beristirahat selama 6 hari..

satu hari pertama saya lalui dengan menangis..
ternyata begini ya rasanya keguguran?
sakit, tapi ya sudah begitu saja..

padahal seharusnya saya tahu loh..
saya seharusnya tahu dari awal bahwa ada yang salah dengan usia 6-7 minggu tapi di USG baru terlihat kantong kehamilan seperti usia 3-4 minggu..
seharusnya saya tahu.. saya (kemungkinan besar) akan kehilangan janin saya..
jadi rasanya ga perlu patah hati kaya gini..

***

yang jelas hal ini berlalu sangat cepat buat saya..
tiba-tiba positif hamil..
tiba-tiba keguguran..

Astaghfirullah allaziiim..

***

akhirnya..
setelah beristirahat sampai hari kamis (22/9), saya memutuskan tetap ikut UKW pada Jumat (23/9) dan Sabtu (24/9) dan alhamdulillah saya lulus UKW Wartawan Madya dari PWI Pusat.. :)

kabar yang membahagiakan setelah kabar buruk sebelumnya..

***

sepertinya segitu dulu cerita saya.. semua berlangsung begitu cepat.. saya sampai bingung harus berkata apa lagi..
semoga di masa mendatang Allah memberikan kesempatan saya untuk hamil lagi yah..
Insya Allah saya akan menjalankan amanahnya dengan baik..
tidak sembrono seperti saat ini..

Insya Allah..
Amiiiin




Friday, July 08, 2016

Tawangmangu PP

halooo..
kembali ke lanjutan cerita muaipani family jalan-jalan di solo januari 2016 lalu.. *haha, udah lama banget maleeeh..*

salah satu kegiatan yang kami lakukan saat itu adalah jalan-jalan pp ke tawangmangu.. perjalanan ini awalnya sempet tentatif maju mundur cantik gara-gara saya agak ragu jalan-jalan naik motor sambil mangku jibril pake gendongan (karena saya masih khawatir kalau jibril cuma duduk di antara saya&muai).. tapi yah akhirnya kami berhasil sampai di tawangmangu..

hanya makan siang sejenak, lalu mencari background pegunungan untuk berfoto, setelah itu kami kembali ke solo..

cukup ambisius kah? ambisius. apalagi pake bawa stroller segala, hihihi..











salam manis dari tawangmangu.. kapan-kapan pengen ke sini lagi, sekalian main ke grojokan sewu..

Tuesday, February 09, 2016

Jibril dan berjalan..

Selamat tahun baru 2016.. *meski udah kelewat sebulan lebih, uhuk..*
Selamat tahun baru Imlek.. *karena baru kelewat sedikit, haha..*

Udah lama banget ga nulis di blog ini ya.. Si muai ampe nyindir kapan mau di update blog nya.. Masa terakhir september 2015..

Baiklaaaaah.. Untuk para penikmat blog saya (sok banget deh, padahal paling pembacanya cuma saya dan muai, ciaan) saya berkomitmen untuk update blog (meski) via ponsel.. Jadi nanti foto-fotonya terbatas yang dijepret (emang karet, zzz) dari kamera ponsel juga..

Topik kali ini ga lain dan ga bukan adalah soal jibril dan saat-saat ibu dan bapaknya 'berusaha' (kalau ga mau dibilang panik) supaya jibril bisa berjalan sendiri.. :')

Jibril sejak awal hidupnya memang selalu istimewa untuk saya dan muai. Ketika dulu dia sempat disinar krn kuning dan berat badannya yang naiknya lambat ketika dia umur sebulan sempat membuat kami waswas.. 

Namun jibril selalu mematahkan keraguan dan kekhawatiran kami tentang cara/upaya kami menjadi orangtua baru.. Jibril bisa mengangkat kepala ketika dia umur tiga bulanan.. Dia tergolong cepat dalam perkembangan fisik seperti tengkurap bolak-balik, merangkak, merambat, dan juga memanjat..

Namun hingga umur 13 bulan, kekhawatiran saya kembali timbul saat jibril belum (mau) berjalan sendiri.. Dia lebih suka merangkak. Dia sangat cepat merangkak.. Tetapi begitu dititah untuk belajar berjalan, dia seperti menolak dan kembali merangkak.. Banyak yang bilang sih, merangkak itu baik untuk melatih keseimbangannya.. Bayi yang tidak melalui fase merangkak, biasanya akan ada masalah dlm hal kordinasi tubuh ketika besar kelak.. (Kaya saya yang sering banget kepentok/kesandung padahal jalanan rata.. <-- curiga waktu kecil ga melawati fase merangkak..)

Cukup sedih saat suatu waktu mengajak jibril ke pim dan anak-anak seumurnya yg saya temui semuanya sudah bisa berjalan sendiri.. Ini sebenarnya udah sering dibahas di situs2 parenting dan obrolan antar ibu2.. Kita itu ga boleh membanding2kan anak kita dengan anak orang (ataupun anak sendiri, kakak/adiknya) karena setiap anak itu berbeda-beda kan? Iya sih.. Tapi tetap aja ada peer-group pressure (yang sebenernya ga perlu) agar jibril cepat bisa berjalan sendiri..

Kami pun mengajak dia ke ruang terbuka hijau.. Waktu itu kami mengajaknya ke kebun raya bogor.. Kami buka sepatu dan kaos kakinya sehingga dia bisa berlatih berjalan di rumput.. Jibril sangat senang di sana, happy, ketawa-ketawa.. (Meski kami datengnya sudah kesorean banget) Tapi jujur seneng banget ngeliat dia main di rumput.. Sudah mau dititah, meski belum berjalan sendiri.. Dia tetap suka merangkak di rumput..




(Kebun Raya Bogor, 22 Agustus 2015)

Kami juga suka mentitah jibril di rumah atau tepatnya di kamar.. Mungkin karena ruang kamar yang tidak terlalu luas membuat jibril tidak bisa mengeksplorasi banyak tempat..



(24 september 2015, Jibril sudah bisa berdiri sendiri, tapi begitu melangkah dia jatuh lagi..) 

Di weekend-weekend berikutnya kami selalu mengajaknya jalan-jalan, ke mal dan juga ruang terbuka hijau lainnya.. Tujuannya cuma satu, biar jibril cepat berjalan sendiri.. 


(27 september 2015 di PIM, meski belum bisa jalan tetap bergaya naik motor.. Hihihi)



(Piknik di The Green BSD saat Arisan keluarga, 10 Oktober 2015.. Di depan rumahnya mbak yuni&mas wirawan ini ada rumput hijau.. Jadilah kami ga tau diri piknik di depan rumah orang, hahaha..)

Saat kembali ke kebon raya bogor jibril agak emoh disuruh belajar jalan.. Di tanah lapang yang biasa dipakai piknik orang-orang mungkin rumputnya terasa lebih kasar di kaki jibril.. Dia lebih suka berdiri di tikar dan makan eskrim kepunyaan bapaknya, hihihi..



(Kembali ke Kebon Raya Bogor setelah kondangan di Cipayung, 17 Oktober 2015)

Selanjutnya kami mengajak dia ke Scientia Square Park.. Rencana yang seharusnya merupakan playdate Jibril, Aubrey, Naya, dan Binar.. Tapi akhirnya playdate batal dan kami tetap lanjut ke sana.. 


Surprise surprise.. Sore itu di scientia square park ada kerbau yang diangon di pinggir sawah.. Banyak yang foto bareng kerbaunya, termasuk jibril dan bapaknya (yang kelihatan lebih semringah)

Kami kembali ke scientia square park saat ultah ke-6 kakak mikaylaa.. Saat itu jibril sempat emoh belajar jalan.. Tapi setelah sepatu dan kaos kakinya dibuka, dia mulai semangat belajar jalannya..




Pada hari itu sempet terjadi kejadian tak terduga.. Si jibril yang lagi duduk di stroller-nya memaksa turun dari stroller padahal kondisinya terikat seatbelt-nya.. 

Daaaan berhasil lah dia turun dari stroller dengan luka sobek di pipinya, hiks.. Sobek yang cukup dalam itu membuat ada bekas luka codet di pipinya, hiks.. Yang tetap disyukuri dengan ucapan, "untung anak laki.." :'( 

Gak lama setelah itu seinget saya jibril akhirnya bisa berjalan sendiri.. Meski mamah menyebut jibril berjalan seperti "layangan singit" yang miring2 ataupun "maegeng" yang saya pun ga tau pasti apa artinya, hahaha..

Last but not least, terakhir saya tambahkan foto saat hari ulang tahun bapaknya jibril.. Saat mereka berenang2 di kolam renang hotel mercure sabang.. Gemesh banget liat ekspresinya si bocah lanang.. :*


Alhamdulillah jibril sudah bisa berjalan..
Mari menyambut tantangan selanjutnya.. Mengucapkan kata-kata aka ngomong.. 

(To be continued)











Saturday, July 25, 2015

Jibril satu tahun..

18 juli kemarin..
lagi2 gak tepat waktu ya bu nulisnya.. *sigh* tapi kan yang penting niat ya, huhuhuhu..
ini adalah saat Jibril bersama bapak, ibu, kakak mikaylaa, dan yanti tiup lilin pake pepaya.. :D
kenapa pepaya karena ibunya ga sempet bikin kue gluten and sugar free ga pengen jibril terlalu terpapar makanan manis.. :P

(photo courtesi of Pakde Rully)

Alhamdulillah.. Ternyata satu tahun berasa cepet juga ya.. Meski kalau dilihat anaknya emang cepet banget gedenya juga..

foto atas: 18.07.2014 beberapa menit setelah lahir
foto bawah: 18.07.2015 beberapa menit setelah bobo pagi hari.. :D

gaya tidur antimainstream.. :D

*kenapa foto-fotonya pas tidur ibu? karena ibu suka banget ngeliat jibril tidur, menggemaskan.. :D*

Saat jibril ulang tahun, saya dan muai sebenarnya memang sudah punya satu rencana yaitu mengajak si anak bayi piknik ke taman. taman dengan rerumputan hijau luas dan kalau bisa ga terlalu rame. Saya dan muai emang ga ingin mengajarkan jibril bahwa ulangtaun itu harus ada pesta atau perayaan. alasannya ga punya duit anaknya belum ngerti juga kan?
nah, ada beberapa kandidat taman yang mau kami datengin, kaya taman menteng atau taman suropati dengan pertimbangan ke tengah kota sepi, tapi trus males.. kami sempet pengen ke kebun raya bogor biar sekalian jalan2 ke luar kota, tapi trus ngebayangin pasti rame dan ribet musti naik kereta dan kayaknya di bogornya pasti macet banget kaka.. alternatif ketiga adalah scientia square park yang ada di summarecon serpong yang kami nilai bakal lebih sepi lah..

tapi taunya???

hari itu mamah ditelpon mbak tri (tante saya) yang ngajakin kami sekeluarga untuk jalan-jalan ke rumahnya di cileungsi.. jadi kami diminta sewa mobil trus ntar patungan lah bayarnya dan bisa sekalian main di waterpark di sana.. ajakan mbak tri ini emang sebenernya pernah mengemuka soale Juli (sepupu saya) kan ulang tahun tanggal 16 nya, trus yangti (mamah saya) ulang tahun tanggal 15-nya.. jadi kalau ditambah jibril, ada tiga orang ni yang berulang tahun.. tapi rencana jalan2 keluarga itu sempet menguap karena saya bokek banyak pengeluaran males ngapa2in.. :P

trus saat itu si muai nyoba lah ngontak Big Bird yang katanya lagi diskon lebaran 40% kalo nyewa elf. Cuma setelah ditelpon, menurut call centernya armada si elf nya memang tersedia di pool, tapi sopirnya ga ada.. YAAAAAAAA.. begitupun dengan mobil rental lainnya yang pastinya udah full booked selama lebaran..

mbak tri sempet nawarin nyewa mikrolet sih untuk jalan2 ke sana.. tapi dengan pertimbangan ada 2 bayi, saya dan kakak saya menolak nyewa mikrolet..

pada saat itu saya sempet berasa sedih juga ya ga punya mobil sendiri.. kalau lagi butuh2 kaya gini jadinya ribet.. tapi trus suami saya bilang sih, "Lah wong kita belum mampu beli mobil, lagian belum segitu butuhnya juga, yaudahlah diterima saja.." *well yeah..*

akhirnya hari itu mbak tri sekeluarga datang ke rumah.. silaturahim lebaran..

lalu setelah rembuk lagi akhirnya kami menyampaikan keinginan sih kalau saya dan muai itu sebenernya udah punya rencana mau jalan2 ke scientia square park.. nyobain taman bermain alam terbuka.. yaudah akhirnya kami memesan dua unit taksi dan taksinya akhirnya datang setelah nunggu kurang lebih 2 jam.. -___-"

kami pun tiba di Summarecon Mall Serpong (SMS) yang menyediakan shuttle bus menuju Summarecon Digital Center (SDC) yang di belakangnya ada scientia square park ini.. trus pas nyampe di tempat shuttle busnya masa ada tulisan shuttle bus ga beroperasi selama libur lebaran..

APAAAAA?

sempet patah hati juga saat itu.. mana tu SMS rame buanget kaya cendol.. masa udah jauh2 kami cuma ke mall.. :((

tapi waktu itu mbak tri masih ngotot ga percaya masa ga ada shuttlenya? masa udah jauh2 kita ga jadi ke TKP? pokoknya dia kekeuh kita tetep brangkuts ke taman itu cyn.. gw sih jujur udah BT berat ya.. jadi udah males ngapa2in.. :(

eeeh setengah jam kemudian ternyata ada bus warna hijau bertuliskan SDC.. saya pun langsung norak sampe lari2 segala nyamperin tu bus karena takut ketinggalan.. zzzz.. jadi ternyata yang ga beroperasi itu shuttle ke SDC yang dari tengah kota kayak citraland, blok m, dan mangga dua square. kalau yang dari SMS mah tetep beroperasi sampai jam22.30. Zzzzz..

saat itu sebenernya saya pengen sungkem sama tante saya yang kekeuh yakin klo shuttle bus nya ada, tapi malu..

akhirnya kami pun sampai di TKP sekitar pukul 17.00 dan itu ternyata waktu yang paling tepat untuk berkunjung karena tamannya udah adem, trus bisa liat sunset di lapangan rumput, dan bisa nongkrong2 sampe malem di area food court.. :)

oiya SDC sendiri itu adalah mall (kayak ITC) yang jual elektronik, hp, dan kawan2nya.. mall-nya relatif sepi sih, tapi saya cukup puas sama kebersihan toiletnya dan juga adanya nurserry room (meski lokasinya di lantai 2)

di akhir cerita ini foto jibril di scientia square park.. sebenernya ada banyak foto2 jibril yang lebih kece di kamera bapaknya.. tapi nanti saya buat tulisan terpisah deh untuk foto-foto itu..

selamat ulang tahun pertama anak kesayangan ibu dan bapak..
semoga kamu menjadi anak soleh, pintar, dan membanggakan ya nak..

ibu dan bapak sayang jibril.. :*

Friday, June 19, 2015

First time..



There alwaya be the first time for everything.. 

Today is Jibril's first tantrum.. 

Yup, 15-20 minutes nonstop crying because he didn't want to sleep..

He finaly asleep after too tired of crying.. 

Dear jibril, 
no matter what.. 
ibu and bapak love you so much.. 




Saturday, June 13, 2015

Bukan salah anakmu..

kalau kamu harus begadang ngerjain tugas kuliah dan dia minta menyusu ketika kamu sudah lelah ingin rebahan tidur..

kalau ketika kamu pulang pukul 22.30 malam anakmu tidak mau menyusu ASIP di botol tapi mau maunya menyusu langsung sama kamu..

kalau setelah pulang piket jam 01.30 dini hari, anakmu yangs sejak sore tidur nyenyak terbangun dan ingin mengajakmu main..

kalau anakmu semakin susah dibuat tidur karena (mungkin) dia ga mau ditinggalin kamu kerja saat dia tertidur..

kalau waktu menyuapi anakmu semakin lama karena dia tidak mau membuka mulut dan suka menyembur-nyemburkan makanan..

kalau kamu (seharusnya) berangkat kerja sendiri sehingga anakmu tidak perlu terganggu tidurnya karena ga ada yang jagain dia di kamar atas..

because
Parenting isn't for Sissies..

demikian

Monday, June 01, 2015

Tinggal kelas dan pelajaran tentang hidup..

Selama sekolah SD, SMP, SMA, dan kuliah S1, saya (Alhamdulillah) tidak pernah tinggal kelas.. Ga pernah kebayang seperti apa rasanya ga naik kelas.. mungkin saya akan malu, malu sama adek kelas yang sekarang jadi sekelas.. Trus males2an sekolah deh.. Trus gatau deh bakal jadi kayak gimana.. *heu*

Dulu saya inget pernah punya temen waktu TK 0 kecil namanya si A. Nah si A ini ternyata ga ada lagi pas kelas 0 besar karena ternyata dia langsung masuk SD pas umur 5 tahun. Setahun kemudian pas saya masuk kelas 1 SD, ternyata saya sekelas lagi sama si A ini. Usut punya usut, ternyata dia ga naik kelas waktu masuk SD pas umur 5 tahun. Waktu itu saya ga pernah ngebahas soal dia yg pernah tinggal kelas (yaiyalah waktu itu masih SD, kayaknya logika berpikirnya belum sampe deh pan.. Zzz..) tapi pada suatu kali saya (ga sengaja) liat rapotnya si A ini yang didominasi angka berwarna merah.. :(

Saya ga tau kenapa memori tentang teman saya itu masih saya inget sampe sekarang.. Mungkin itu yg menjadikan saya orang yang emoh tinggal kelas.. Prinsip hidup saya itu mungkin kalau ga bisa 'lulus' dengan nilai baik, ya mending 'lolos' aja gitu, lanjut ke jenjang berikutnya.. Daripada mengulang kan? Rugi waktu, rugi tenaga, rugi banyak lah..

Tapi ternyata ya, jalan hidup membawa saya pada situasi 'tinggal kelas' saat saya berkesempatan kuliah S2.. Hal itu dimulai saat di akhir desember 2013, ternyata saya hamil.. Yup, kehamilan yang sudah ditunggu2 lebih dari 3,5 tahun itu akhirnya terjadi.. :') 
Perasaan saya tentunya bahagia sekali saat itu.. Excited tapi sekaligus cemas.. Cemas mengenai kelanjutan kuliah S2 saya.. :(
Memasuki semester 2 perkuliahan, saya mengalami tuh masa2 kuliah+kerja+hamil yang cukup banyak tantangannya.. Ketika perut semakin besar dan angkot semakin (terasa) tidak layak, tiap pulang kuliah pasti naksi ke kantor (yang tentunya bikin kere maksimal, sigh).. Tapi akhirnya saya mengakhiri semester 2 dengan baik.

Masuk ke semester 3, saya akhirnya mengambil cuti kuliah.. Saat itu pertimbangan saya adalah si bayi baru akan berusia dua bulan dan saya keliatannya ga sanggup menjalankan kuliah+kerja+ibu menyusui sekaligus.. Saat harus ada yg diprioritaskan akhirnya saya anak dan kerjaan ketimbang kuliah.. Pilihan saat itu ada dua sih, kuliah+ngurus anak atau kerja+ngurus anak.. Tentu karena pertimbangan ekonomis (dapet gaji dll) saya akhirnya memilih cuti kuliah.. 

Saya sebenarnya tidak menyesal memilih cuti kuliah.. karena di sisi lain saya bisa mengikuti perkembangan jibril dengan baik.. waktu saya untuk jibril pun cukup leluasa.. Siklus biologisnya jibril juga cukup baik (menurut saya..)
Saat ini jadwal rata-rata harian Jibril *halah* yaitu.. Jam6-7 pagi bangun, trus mandi.. Lanjut makan pagi antara jam7.30-8.an abis itu main dan bobo.. Trus snack time antara jam10-11, lalu bisa main lagi or bobo hingga saatnya makan siang jam12-13.. Abis itu dia main lagi, jam14 biasanya mulai ngantuk trus tidur sejaman.. Abis itu jam15.30-16.00 dia mandi, lalu lanjut makan sore.. Selanjutnya dia bisa main lagi hingga setelah magrib saatnya dia bobo..
Jadi alhamdulillah saya&muai bisa lebih banyak menghabiskan waktu sama jibril di siang hari.. jarang sekali jibril tidur terlalu larut malam gara2 waktu interaksi bersama orangtuanya.. Yah mungkin hanya sekali-kali dia tidur kemalaman saat diajak jalan-jalan seharian..

*eh kok jadi oot ya.. Kan kita lagi ngomongin cuti kuliah, hahah..*

Lanjut ke soal perkuliahan, masuk semester 4 saya mulai kembali kuliah dengan ngambil satu mata kuliah 'budaya politik' yg pd semester 2 saya drop krn jadwalnya jam8 pagi.. (--")
Keputusan saya hanya mengambil satu mata kuliah banyak disayangkan.. Rugi duit, rugi tenaga, dan mengemukanya kenapa ga sekalian aja cuti setaun? Krn toh sama saja saya pasti harus mengambil 2 semester lagi ke depannya..
Tapi ternyata saat dijalani saya kuliah lebih fokus (yaiyalah cuma satu) plus waktu bersama jibril dan kerjaan masih mencukupi..

NAMUN DEMIKIAN.. *duile capslock* Perasaan 'nyaman' itu tiba-tiba berubah 180 derajat saat kawan (seangkatan) saya mem-posting gambar sampul tesisnya.. 'NYES' rasanya jantung saya berdesir.. 'saya tinggal kelas.. Teman-teman saya lulus duluan.. Lalu saya akan melanjutkan kuliah bersama adik kelas..'

Saat itu..
Memori tentang tinggal kelas membuat saya mual.. Membuat saya merasa gagal? *mulai lebay*

Meskipun sih ga segitunya juga deh cyn.. Sebab suami dan kawan-kawan saya menilai ga ada yang salah dengan lulus ga tepat waktu..

"Santai aja sayang.." 

"Ah lu mah gapapa kak ga lulus cepet, karena hidup lo udah ga ada yang perlu dikejar.. Udah kerja, kawin, dan punya anak.. Kalau gw masih banyak yang musti dikejar.."

"Tenang aja pan, hidup lo kan udah settle.. Lagian lo tipe adaptif, pasti bisa bergaul dengan angkatan 2014.. Meski kalau gw jadi lo bakalan ngerasa sama sih.."

Exactly.. 
Gw obviously okay..
Sebab hal ini merupakan konsekuensi logis dari segala hal yang gw pilih..

Doakan saya ya.. Untuk tetap bersemangat kuliah dan menyusun tesis, dan bisa lulus dengan baik dalam dua semester ke depan.. 

Amiiiin..





Sunday, May 24, 2015

Jibril sudah sepuluh bulan..

18 Mei lalu.. *telat ya bok postingannya*

Maaf ya nak ibu ga bisa secara detail bercerita tentang milestone apa saja yang sudah kamu lalui di blog ini..

Namun yang pasti, kehadiranmu membuat warna untuk keluarga muaipani

Here are some awesomenes.. :)


Jibril yang terus bergerak..


Jibril and ibu from time to time..


Jibril dan bapak saat tidur.. :D


I love you the the moon and back, Jibril.. :*

Kompetisi menjadi 'orangtua super'..

balada penyakit malas.. dua bulan udah kelewat aja ni ga nulis di blog.. trus tau-tau anak bayinya udah 10 bulan aja umurnya.. :D

sebelum hal-hal yang dipendam menjadi bisul, saya baiknya menelurkan tulisan di blog ini.. *tsah elah* kali ini saya akan membahas topik paling heits belakangan ini.. soal 'orangtua super' vs 'orangtua nyinyir' di era sosial media gini..

yang paling mengganggu saya ialah isu soal melahirkan anak (normal vs sc vs natural birth vs gentle birth dll)..
saya melahirkan jibril secara sc. alasannya kala itu karena posisi bayi melintang hingga masuk ke minggu ke-37. awalnya saya sedih tidak bisa melahirkan jibril secara normal, cuma pada akhirnya yaudah selow aja.. alhamdulillah bayinya sehat dan biaya kelahirannya ditanggung asuransi kantor.. :)

cuma perasaan selow saya ini sempet berubah 180 derajat..

sebabnya, minggu lalu ada seorang kawan yang melahirkan anaknya dengan normal.. ia membagi artikel soal kate middleton yang terlihat berkilauan menggendong anak keduanya padahal baru aja melahirkan normal.. trus si kawan ini juga menuliskan keterangan bahwa kate itu rajin yoga dan hypnobreathing untuk persiapan melahirkan anaknya.. dia juga menjelaskan bahwa di london itu kelahiran mayoritas dibantu oleh bidan. tugas dokter kandungan lebih banyak hanya mengawasi dan bertindak jika ada situasi darurat.. dalam postingannya itu dia mengkritisi situasi di Indonesia yang orang-orangnya lebih cenderung pro dr kandungan dan lebih sering akhirnya sc..

sebenarnya ya gapapa juga sih doi posting hal itu yah.. akun fb juga akun fb nya dia. kalau malas liat ya tinggal remove post atau unshare aja ya kan? cuma ya tetep aja gitu deh.. kesannya yang ngelahirin sc tuh drajatnya lebih rendah aja dari ibu2 macam ini.. sebenernya ngabis2in energi juga masukin ke hati postingan macam ini.. tapi ya namanya juga hidup ya.. dibanding-bandingin itu kan ga enak rasanya..

yah tapi mungkin aja saya yang sensi.. *sigh*

mungkin melahirkan normal, apalagi tanpa rasa sakit, tanpa biaya mahal, tanpa operasi-operasian adalah prestasi untuk orang ini ya.. karena prestasi jadi inginnya dipamer dibagi ke semua orang..

mungkin ujian untuk saya itu harus sabar.. yaudahlah sabar 'kalah' sama ibu-ibu super yang melahirkan normal.. sabar 'kalah' sama ibu-ibu super yang go green oriented (ga pake pospak harus pake clodi).. sabar 'kalah' sama ibu-ibu yang stok ASIP-nya bisa tiga kulkas lebih.. yaudahlah..

tapi yang pasti saya harus mengucap syukur Alhamdulillah.. jibril saat ini berkembang dengan baik, dia ga susah makan, dia ga nyusahin orangtuanya.. Amiiien..



Tuesday, March 24, 2015

Tahun yang ke-5

Bulan maret selalu menjadi bulan yang istimewa untuk saya dan muai.. Setiap tanggal 13 di bulan ini, kami memperingati hari jadi pernikahan, ihiy.. Tahun ini cukup istimewa karena kami merayakan ulang tahun pernikahan yang kelima.. :)

Kenapa lima tahun pernikahan disebut istimewa? 
Soalnya, dulu pernah diceritain sama mamah, katanya lina tahun pertama pernikahan itu yang paling rawan.. Pasangan sering banget berantem atau ribut selama periode itu.. Kalau bisa melalui lima tahun pertama, biasanya seterusnya bisa langgeng.. Hmmm..

Trus kenyataannya gimana lima tahun pernikahan?
Hehe.. Kalau boleh jujur, menjelang anniversary kemarin, saya sempet bilang ke muai, "cepet ya ga berasa ya ternyata udah lima tahun aja.." Trus dia cuma jawab, "iya ya.."
Meski ga lama setelah obrolan itu, muai pun ujug2 ngoprek file-file foto nikahan dulu yang sampe sekarang belum selesai diedit untuk dibuat jadi album nikahan terindah sepanjang masa #eh.. *waktu sebelum anniversary sih bilangnya ngebut biar bisa selesai sebelum tanggal 13.. Tapi akhirnya sih sampe sekarang belum selesai juga.. Mungkin jadi proyek kado ulang tahun ke-10 nanti.. Zzz..*

Eniwei, back to topic soal pernikahannya.. *duile*
Alhamdulillah ya sampai lima tahun pernikahan ini saya dan muai jarang berantem.. Err ya ada sih berantem2 diem2an kesel2an beberapa kali.. Biasanya masalah sepele gara2 dua anak bungsu ini ga ada yang mau ngalah..  Cuma alhamdulillah ya kemudian baikan lagi.. Huhuhu.. 
Setelah menikah, saya selalu berpikir bahwa komitmen kami menikah itu (insya allah) sekali seumur hidup. Jadi ya kalau ada masalah sama suami, ya mau ga mau harus diselesaikan kan.. Paling sih kalau lagi kesel banget, trus diem2an, dalam hati saya akan bertanya, "Mau berapa lama diem2an? Ini kalau ga ada yang minta maaf duluan ya bakal stuck kaya gini aja.. Zzz.."
Yah akhirnya kami akan baikan sih, dan dunia kembali ceria.. #apasih

Trus, saya juga selalu teringat ucapan dari kawan saya I&K, pasangan yang selalu mesra dan menginspirasi. Saya lupa apa pertanyaan saya untuk meraka, tapi saya inget jawaban mereka kala itu adalah, "santai aja, kita masih punya waktu seumur hidup berdua.."

Heits banget ya kutipan merekaa.. *biasa aja kali pan* iya sih biasa, tapi kan cukup 'nyes' di hati.. :')

Tapi bener deh, dari ungkapan kawan saya itu yang membuat akhirnya saya dan muai akhirnya pasrah saja soal momongan.. Hingga akhirnya setelah 3,5 tahun menikah, kami dapat rezeki saya hamil.. :)

Di tahun keempat tahun lalu, kami tidak merayakan ulang tahun pernikahan.. Alasannya apa saya sampai lupa.. Tapi yang jelas maret tahun lalu itu cukup drama deh.. #halah

Tapi di tahun yang kelima ini, saya tidak bisa berhenti mengucap syukur alhamdulillah karena kini sudah ada Jibril di tengah kami.. Jibril Ksatria Muaipani, lelaki kecil yang akhirnya menambah personil muaipani dari berdua menjadi bertiga.. :)


Untuk itulah pada perayaan tahun ini, saya dan muai memilih booking service apartment, Ascott Jakarta, daripada hotel biasa biar bisa masak MPASI-nya Jibril, hihihihi.. Luar biasa ya bagaimana seorang bayi kecil mengubah dunia orang tuanya..

Trus, jadinya muaipani kemana aja ngerayain anniversary kelima ini?
Kami jalan2 dong.. Hehehehehe.. *ternyata nulis panjang kali lebar kali tinggi di atas cuma intro soal jalan2 muaipani kemarin, uhuk..*

Jadi karena saya hari kamis (12/3) ngorlip+kuliah, pas hari jumat (13/3) yang ditunggu2 badan saya agak ngreges.. (NOOOOO!!!) tapi kan hotel sudah di-booking ya, masa kita ga jadi berangkat.. Hiks.. Lalu meski kami tau klo berangkat abis jumatan itu bakalan kejebak macet, kami tetep aja dudul brangkatnya jam2an dari rumah.. Daaaan bener kan jadinya pas di udah mau nyampe ascott-nya, pake macet parah aja gitu dari tanah abang, hiks.

Abis nyampe hotel si muai lanjut ke kantornya dulu buat rapat redaksi jumatan.. Di hotel, saya, jibril, dan Yangti mulai masak makan sorenya jibril, trus mandiin si anak bayi, dan nidurin si anak bayi dulu deh biar ga cranky..

Setelah muai dateng, sekitar jam18.30-an, kami lalu siap2 jalan ke GI, ihiy.. Saya suka deh nginep di ascott ini, jadi kan lokasinya antara GI dan Thamrin City, jadi pas ke GI gitu kami jalan kaki aja sambil dorong stroller jibril.. Pokoknya berasa kaya di luar negeri deh, hahahaha..

Trus karena udah lama ga makan sushi, kami malam itu milih makan di Itacho sushi yang keliatannya lagi heits ya (atau enggak?) ya pokoknya rame lah restoran sushi itu.. 

Tapi yang bikin bahagia itu justru saat saya ngeliat jibril udah bisa duduk manis di high chair.. :') meski dia ga ikutan makan sih, tapi polahnya sunggu bikin tertawa.. :))






Setelah beres makan per-sushi-an kami sebenernya pesen desert di situ, cuma katanya menu desert belum tersedia.. *pegimana sih ni restoran* akhirnya kami melipir deh ke Hong Tang..

Saya baru pertama kali loh makan di hong tang.. Ternyata ya enak sih, cuma kirain seenak apa.. Taunya ya begitu aja ya, haha.. Pas di Hong Tang udah jam 9 malem.. Si anak bayi udah tepar, batre hp sudah tiris.. Akhirnya cuma foto satu ini..


Selesai dari Hong Tang kami cus deh ke ascott.. Karena Yangti ga ikut nginep, saya, muai, dan jibril nebeng taksinya Yangti sampe ascott, hihi.. *daripada keanginan kan ya.. :))*

Malam itu jibril anteng tidur di baby cot. Hal itu juga yang membuat saya sekarang jadi pengen beli baby cot buat jibril. Biar ga selalu khawatir klo tiba2 dia udah ada di bawah tempat tidur aka jatuh dari kasur.. :'( tapi rugi ga ya? Kan dia udah mau gede? *pelit mode on*

Trus keesokan paginya saya sukses bangun kesiangan, hahahaha.. Jam 8 lewat baru bangun jadi trus buru-buru deh bikin sarapan buat jibril yang udah bangun duluan, haha.. Maaf ya nak, suasana libur ni, ibumu khilaf..

Abis jibril sarapan MPASI rumahan (duile) plus bapak ibunya sarapan roti kaya orang2 bule (halah), kami memutuskan untuk berenang.. :D

Jibril baru pertama kali loh berenang di kolam besar berair dingin.. Trus ternyata anaknya meski nangis di awal, tapi dia bisa beradaptasi setelahnya.. Cumaaaa, sepanjang berenang cemberut terus.. Hihihihi..




Ah jibril kamu kok cemberut siiih.. 

Setelah setengah jam berenang, kami lalu siap2 beres2 untuk check out.. Kok cuma sebentar kakak nginepnya? Soalnya besoknya dapet tugas rapat pagi euy.. *curhits zzz*

Abis check out dan nitip barang di concierge, kami balik makan siang di GI lagi.. Karena bapak dan ibu kelaparan jadinya kami milih makan di marugame udon.. Anak bayinya lagi2 nyenengin, mau duduk di high chair.. Kali ini saya punya fotonya pas dia lagi disuapin pisang sama bapaknya.. 


Errr rada rungsing sih.. Tapi alhamdulillah makannya bagus ya sayang.. :*

Selesai makan, kami pun lanjut keliling GI di lantai dua yang ada mothercare dan kawan2nya, haha.. Daaaan si bapaknya jibril akhirnya masuk ke ELC buat beliin anaknya.. Eng ing eng..




 
Keliatannya bapaknya yang lebih bahagia.. :)) soalnya pas di rumah pun gitu.. 




Trus malam itu kayaknya si bayi tepar kecapean.. Sementara bapak ibunya masih sempet kondangan di daerah karang tengah cileduk yang juga bikin tepar juga.. Hiks..

***

Beberapa hari kemudian, ibunya jibril yang udah kecapean dari hari kamis dan batuk2, ternyata bikin jibril ketularan.. :((

Pas hari selasa (17/3) jibril malamnya demam dan muntah2.. Sedih deh.. Akhirnya pas hari rabu (18/3), tepat pas jibril berusia 8 bulan, dia malah dibawa ke poli anak RSPI Puri Indah.. :((



Dokternya bilang kalau di paru2 jibril banyak lendir.. Dia pun bertanya apakah jibril abis dibawa jalan2? Daaaan ya, saat itu pula kedua orang tuanya merasa bersalah memforsir jibril melakukan aktivitas ini itu.. :((

***

Akhirnyaaaa.. Hari ini, selasa (24/3) kurang lebih seminggu setelah dari dokter, si jibril mulai aktif kembali.. meski dia masih menjadi anak ingusan yang meler, bapak ibunya sudah kembali lega anaknya mulai pulih dari sakit..

Semoga kamu makin pinter ya sayang.. :*

Ps: moral of the story: meski happy anaknya sudah bisa duduk mandiri di high chair restoran, tetep aja mol itu penuh dengan virus dan penyakit.. Jadi kalau bisa ga usah terlalu sering jalan ke mol sama bayi.. Huhuhu..