Showing posts with label baby. Show all posts
Showing posts with label baby. Show all posts

Friday, June 01, 2018

Dua bulan tiga belas hari kemudian..

Ibrahim Pijar Muaipani, begitu saya dan muai menamainya..

Anak kedua kami yang usianya sudah dua bulan tiga belas hari.. Sebuah lompatan waktu yang cukup lama dari kali terakhir saya menulis di blog ini..

Kenapa begitu lama baru update?
karena saya selalu merasa 'kehabisan waktu', atau mungkin lebih tepatnya belum bisa membagi waktu denga baik sehingga menulis di blog pun belum sempat.. Maaf ya blog, padahal dengan menulis saya kelak bisa membuka lagi jejak-jejak cerita kehidupan yang telah berlalu..

Lalu apa yang mau diceritakan sampai kini?
Yang ingin saya ceritakan saat ini adalah tentang kelahiran Ibrahim yang mengubah segalanya. Yup, litterally segalanya karena dia lahir melalui operasi caesar emergency karena pada saat itu placenta saya--yang memberikan suplai makanan dan oksigen untuknya--ada bagian yang lepas..

hmm.. ini mungkin seperti mengulang cerita untuk kesekian kalinya, cuma kamu perlu tahu blog, bahwa saya dan muai mengalami kecelakaan pada tgl 19 Maret 2018 di jalan joglo raya, saat kamu mau menyeberang dari gang proyek ke gang soneta. Alih-alih memotong jalan untuk menghindari lampu merah perempatan joglo, ada motor vario hitam dari sebelah kanan yang tiba-tiba menabrak kami..

Motor kami pun jatuh ke sisi kanan. kaki kanan muai tertimpa mesin motor dan kelima jari kaki kanannya patah. Sementara saya jatuh miring dengan posisi perut terkena aspal.

saat itu saya tenang, tidak panik, meski perit saya terasa keras, tetapi saya bisa merasakan jabang bayi saya masih aktif bergerak di perut.. saya lebih panik melihat muai yang mengaku kakinya panas dan keungkinan patah. Bentuk kakinya ada yang berubah, sepertinya tulangnya ada yang dislokasi..

Singkat cerita, dengan ambulans jaringan masjid-musala yang ditelpon oleh kakak saya, dan juga bantuan tetangga belakang rumah kami yang membawa motor muai pulang, kami akhirnya berangkat ke RSPI Puri Indah. Kenapa ke sana? Agar saya bisa sekalian mengecek keadaan janin saya.

banyak orang yang menjenguk kami bertanya, "Siapa yang menabrak?","Bertanggung jawab ga dia?", "Kontaknya berapa?". Jujur saya saat itu seperti pasrah dan cenderung bersikap apatis saat si pelaku yang berboncengan motor dengan istri dan anaknya itu mengatakan, "Saya kira bapak mau lurus, taunya belok kanan. Kalau saya ga ambil kanan lebih parah itu tabrakannya."

hmm.. dia berkata begitu sepertinya membela diri. saya diam sambil melihat motornya vario dengan pelat E, berarti dari daerah. Istrinya, yang dia bonceng, celana di bagian pahanya sobek dan jari kaki kirinya ada yang kukunya lepas. Wajah si istri seperti orang yang menangis ditahan, dia kesakitan. Anaknya (sepertinya laki-lakui) tetap di pangkuannya, usianya mungkin 3 atau 4 tahun..

Saya saat itu sungguh ga kepikiran untuk meminta dia bertanggung jawab dan ikut kami ke rumah sakit. Kenapa? saya tahu pasti kejadian ini akan menyusahkan mereka. Ya sudah yang penting kami segera tertangangi, dan kondisi kehamilan saya bisa dicek. Semoga tidak ada yang serius ya.

Si pelaku mencium tangan saya dan muai dan meminta maaf. Saya sudah memaafkan dia cuma saya masih akan selalu ingat wajahnya. Mudah-mudahan dia tidak berbuat hal yang sama lagi ke orang lain ya.

Fast forward di rumah sakit..
Kami dibawa ke igd. karena muai yang terlihat sangat kesakitan, dia pun ditangani lebih awal. yaitu difoto rontgent dan baru kemudian saya juga diperiksa CTG oleh bidan. saat di rumah sakit, Alhamdulillah ada mas jaka (antara) yang membantu kami. dia yang mengurusi administrasi hingga kami bisa dirwat di rumah sakit itu, dengan jaminan kantor muai, dan ditempatkan di satu kamar.

saat saya di-CTG, suster igd bertanya ke saya apakah saya mau diperiksa di poliklinik oleh dr kandungan saya, dr Ni Komang Yeni yang saat itu masih ada di poli. saya pun meng-iya-kan. karena saya ingin tahu keadaan kandungan saya.

Seingat saya saat di CTG, saya bisa merasakan janin saya masih aktif bergerak. namun ada suatu ketika terjadi getaran seperti detak jantung yang sangat keras. Saya baru tahu bahwa itu namanya kontraksi jelang melahirkan. Sebelum ke poli obgyn di lantai 7, saya sempat izin ke toilet dan merasakan sensasi (maaf) pipis yang berbeda, seperti lebih deras. Namun karena tidak ada pendarahan, saya masih biasa-biasa saja. Sensasi yang berbeda itu ternyata pecah ketuban.. zzz.. *maklum saat lahiran jibril kan saya tidak merasakan kontraksi ataupun pecah ketuban..*

Waktu menunjukkan pukul 19.00 saat saya tiba di poli obgyn. saat itu dokter yeni belum ada di ruangan karena dia sedang ada tindakan kuret, dan kemudian visit pasien. saya masih bisa ngobrol dengan suster di poli dan mengatakan bahwa jadwal saya kontrol seharusnya esok harinya, tgl 20 maret. tapi karena hari itu saya kecelakaan, jadi ya sekalian periksa..

tidak lama kemudian dokter yeni datang. dia pun melakukan usg dan saat itu wajahnya menunjukkan kekhawatiran. "Ibu tadi saya liat kontraksinya jelek sekali. ini perut ibu keras sekali dan ada plasenta yang lepas. Ibu harus operasi sekarang juga, tidak boleh pulang lagi ya.."

saat itu saya speechless.. saya WA muai yang masih di igd bawah, tapi nampaknya pesannya tidak langsung sampai. saya juga mengirim pesan ke kakak saya, grup wa editor kantor, dan juga biios.

Selanjutnya yang saya ingat adalah operasi caesar dadakan ini lebih menyakitkan dari operasi saat melahirkan jibril. saya bisa merasakan perih saat dokter saya melakukan sayatan operasi.. OMG..

saat si bayi akhirnya lahir, saya berkesempatan untuk bisa melakukan IMD yang dulu saat jibril tidak sempat saya rasakan.. tapi baru beberapa detik si bayi diletakkan di dada saya, saya mengaku tidak kuat dan meminta bayi diangkat. saya merasa sangat kesakitan, dan setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi. yang saya ingat kemudian saya sudah berada di ruang pemulihan dan melihat kakak saya di kejauahn..

kala itu saya mendengar dokter saya mengatakan bahwa selain operasi caesar juga dilakukan operasi pengangkatan miom yang berjumlah 5 buah karena pendarahan yang tidak berhenti-henti setelah operasi caesar. hal itu membuat operasi berlangsung cukup lama, 2 jam lebih. dokter yeni juga mengatakan meminta persetujuan kakak saya sebagai pihak keluarga dan tindakan pun dilakukan. dia juga mengatakan sudah menjelaskan sedetil-detilnya ke pihak asuransi agar tindakan tersebut dicover asuransi.

saya pun hanya bisa menghela nafas panjang dan kemudian saya diantar ke kamar..

saya melihat foto dan video ibrahim dari kakak saya.. Alhamdulillah dia lahir ke dunia dengan selamat.. nampaknya dia memang sudah waktunya lahir ke dunia, dan takdir dari Allah lah yang membuat dia lahir setelah ayah ibunya kecelakaan..

Kisah ibrahim tidak selesai sampai di situ karena Muai baru dioperasi keesokan harinya. Dia sempat tegang dan uring-uringan karena hampir 24 jam setelah kejadian, kakinya masih ditopang dan dibalut tetapi belum juga dioperasi.

Operasi muai berjalan lebih lama, totalnya hingga dia kembali ke ruangan adalah 4 jam. Saat itu sudah pukul 21.30 malam dan menyisakan jibril dan yangti yang belum pulang dari rumah sakit. Jibril sangat ingin bertemu bapaknya setelah sehari sebelumnya tidak bertemu. Saat Muai kembali ke ruangan, nampaknya dia masih dipengaruhi bius jadi tidak fokus menyapa jibril..

Tapi lagi-lagi Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan Muai memakan 5 pen di kakinya.. Akhirnya satu pen di jari tengah sudah diangkat dan kini dia tengah memasuki masa pemulihan selepas angkat pen tersebut..

Mungkin sampai di sini dulu cerita tentang Ibrahim.. Bayi yang hadir sebagai pelipur lara saat kedua orangtuanya mengalami musibah.. bayi yang (Alhamdulillah) tidak mengalami berat badan turun seperti masnya yang membuat kedua orangtuanya kesusahan..

Semoga kamu sehat selalu ya Ibrahim.. semoga kamu bisa tumbuh pintar dan kelak menjadi anak soleh.. Amiiin..

***

Oiya, sebelum saya lupa.. Meski saya enggak tahu mereka akan baca atau enggak, tapi saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk kakak saya dan suaminya, pak deddy, mamah yang menjaga Jibril (sampai kini pun masih saya repotkan menjaga Jibril), Opa Solo dan Bude Fau, Mbah Tri, Mbah Teguh, Om Juli dan Om Amet, Mbak Mar, Mas Jaka antara yang membantu kami bisa masuk dan dirawat dengan baik di RS, dokter ni komang yeni spOG yang membantu kelahiran Ibrahim dan juga dokter dan suster-suster yang baik hati selama saya dirawat di rumah sakit..

Saya juga mengcapkan terima kasih untuk tim HRD MI yang sangat membantu dan pengertian, UPZ Masjid Nursiyah Daud Paloh, para dedengkot micom, tim desk politik LKBN Antara, mbak tia, mba cici, mba ida, mbak rosi, yani, bunga, mbak titis, tante heri, mas ijul, ibu-ibu pengajian Al-Latiefah, dan juga ibu-ibu PKK RT013 yang menyempatkan diri menjenguk saat kami sudah di rumah..

Saya juga mengucapkan terima kasih kawan-kawan yang menjenguk ke rumah dan memberikan kebahagiaan untuk kami sekeluarga..

***

terakhir saya lampirkan foto Jibril dan Ibrahim ya.. Sampai jumpa di postingan selanjutnya.. :)

Tuesday, August 22, 2017

kali ini soal milestone si bocah aka Jibril..

halo ketemu lagi dengan tulisan "kali ini soal".. hehehe.. udah lama (banget) ya ga nulis soal ini, maklum deh (sok sibuk gitu saya sama dunia nyata, jadi dunia blogging terbengkalai.. #apeu

Saya menulis soal milestone karena beberapa hari lalu grup busui di kantor lagi ngebahas soal kontroversi artis/selebgram/penyanyi yang menggunakan metode BLW (baby lead weaning) ke anaknya yang kini berusia 7 bulan. Jadi ceritanya ada cuitan seorang dokter di twitter yg nyinyir banget mempertanyakan akankan ada peningkatan tren bayi yang harus menjalani operasi karena ususnya terlipat akibat menelan makanan besar/keras yang belum saatnya/belum bisa dicerna oleh bayi setelah si mbak artis ini mempraktekkan metode BLW secara berlebihan ke bayinya..

saya awalnya sempet,"Heh, lebay amat sih.." (baik si mbak artis maupun kenyinyiran dokternya)

Saya jujur bukan penganut BLW sih, karena pernah dicoba dan kala itu jibril sepertinya belum bisa mencerna dengan baik.. dia "hoek" dan kesian aja makanannya ga tertelan.. pernah dia makan sop yang ada pipilan jagungnya.. dan yang terjadi adalah di pup nya ada pipilan jagungnya.. *true story* hahaha, maaf ya jibril.. Jadi sampe sekarang saya masih menggunakan metode spoon feeding dan Alhamdulillah anaknya sudah mulai mau makan sendiri di beberapa kesempatan (kayak makan buah dan waktu makan bersama di sekolah..) Yah perlahan tapi pasti lah..

Saya ga anti BLW sih.. karena menurut saya memang ada bayi2 yang lebih suka/cocok dengan metode tersebut.. cuma ya kalau saya mungkin belum mampu karena masalah keterbatasan tempat, masalah soal bersih2 saat makanan berceceran, dan kesehatan jiwa biar ga marah2 karena makanan berantakan *ehem* untuk menerapkan metode tersebut..

Trus apa hubungannya sama milestone Jibril?

Nah ini.. haha.. ketika saya dapet tautan soal mbak artis itu saya sempet mikir, "Alhamdulillah ya saya udah melalui fase mompetition saat awal2 kehidupan jibril.. yang bawaannya baper kalau anak lain udah bisa ini itu sementara jibril belum.. sekarang sih saya lebih santai dan berusaha insya allah terus meningkatkan potensinya jibril.."

Kalau saya menengok ke masa lalu *halah*.. usia jibril 0-1 tahun itu dipenuhi oleh kebahagiaan ketika dia sudah mulai bisa angkat kepala, tengkurap, merangkak, duduk, dan belajar berdiri.. tapi kemudian kekhawatiran muncul saat dia sudah lewat setahun tapi belum bisa jalan sendiri.. memang dia merangkak cepat sekali, tapi kok belum jalan2? akhirnya di usia 14 atau 15 bulan jibril bisa jalan.. Alhamdulillah..



saat itu jujur saya juga sempet gemes.. kok jibril kemampuan fisiknya cepet (tengkurap, merangkak, duduk, dll) tapi kok jalannya lama sih? tapi akhirnya saya mengucap syukur karena dia bisa jalan.. mengucap syukur karena setiap anak berbeda2 toh?


lalu saat usia jibril 1-2 tahun, milestone yang diharapkan itu si bocah sudah mulai mengoceh.. tapi kok dia lama ya ngomongnya? kadang bisa ngomong bapak, mbah, makan nai (nasi), andi (mandi), dan beberapa kata lainnya. Meski kata 'ibu' belum terucapkan dengan jelas, zzz..



hingga saat dia berusia 2 tahun dia sudah bisa bicara, "bapak bapak bapak" atau "makan makan makan" tapi belum bisa merangkai dua kata seperti anak-anak seusianya.. Akhirnya seperti saya tulis sebelumnya di sini, saya dan muai membawa jibril ke klinik tumbuh kembang.. dan setelah kurang lebih 3 bulan terapi akhirnya jibril bisa berbicara merangkai 2-3 kata..



Tapi lagi-lagi saat itu (alhamdulillah) saya enggak ngerasa kompetitif lagi dengan ibu2 yang anaknya udah lebih pinter.. ya daripada kita misuh2 melulu lebih baik kita menyelesaikan permasalahan bukan? lebih baik kita memperjuangkan dan mensyukuri apa yang kita punya daripada terus membandingkan2kan dengan apa yang dipunya orang lain? *mendadak bijak*



sebab Alhamdulillah jibril bener2 mengerti ibunya.. dia bisa disapih di usia dua tahun loh.. tanpa terlalu banyak drama.. mungkin itu milestone yang bisa saya banggakan/syukuri..

lalu milestone saat dia di usia 2-3 tahun.. kapan toilet training? sejak jibril usia 2,5 tahun saya&muai memang sudah memulai program toilet training untuk jibril.. dengan membeli urinator kecil, dan training pans.. Tapi ya masih maju-mundur juga hingga dia hampir berusia 3 tahun dan kita mulai merasa 'malu' saat ke toko pakaian anak lalu mbak SPG-nya bilang,"eh kok masih pake pampers?" *duar* selamat ya pak, bu, anaknya udah dianggap terlalu gede tuh untuk pake pampers.. zzz...

lagi-lagi, saya sempat stress sih saat jibril bisa 5x pipis setelah mandi hingga celana pendeknya habis dan akhirnya saya menyerah untuk makein dia pampers lagi. Seperti deja vu saat Jibril berusia 4 bulan dan saya akhirnya menyerah pakai popok kain&clodi karena setelah mandi pagi jibril bisa pipis 5x berturut2..

Tapi akhirnya perjuangan ga sia-sia kok.. menjelang ulang tahun ke-3 jibril, anaknya tiba-tiba dan ngerti ngomong kalau mau pipis.. Ya meski masih terjadi sih dia ngompol saat tidur karena kecapean, atau kebanyakan minum, atau bapak ibunya lupa ngajak dia ke toilet, tapi secara umum Jibril udah ngerti konsep ke toilet untuk pipis maupun pup..

bagi saya itulah milestone jibril di usia tiga tahun.. Alhamdulillah sudah lulus toilet training..

Milestone mungkin bisa sangat luar biasa ya.. seperti IQ anaknya 200, bisa lulus seleksi olimpiade fisika/kimia/biologi, you name it.. Tapi kan ga semua orang kayak begitu ya? Ga semua orang itu pinter banget, cerdas banget, luar biasa banget.. Tapi di sisi lain, kita juga kadang ga melihat hal2 yang mungkin 'biasa aja' bagi kita, padahal bagi orang lain itu sudah luar biasa.. *apa sih ini kok ngelantur*

Jadi inti dari tulisan ini adalah saya ingin mengingatkan diri untuk selalu bersyukur bersyukur bersyukur.. karena dengan bersyukur, semua hal terasa lebih bermakna.. ya ga sih? *udah iya in aja ya, hihihi..*



PS: enggak kok, jibril belum bisa main piano.. hahahaha..



Wednesday, September 28, 2016

Hello and Good Bye..

Hal ini sebenarnya mau saya tulis pekan lalu saat saya berada di rumah untuk bedrest...
kenapa bedrest?
karena saya keguguran..
:(

*Kok bisa?*
*Gw aja ga tau kapan lo hamilnya..*

Yup, itulah beberap respons yang saya terima saat kebetulan seorang kawan di grup BIIOS woro-woro soal patungan kado seorang kawan lain yang akan menikah di akhir tahun ini..

jadi ceritanya sebenernya gimana sih, pan? *mulai monolog*

Jadi gini loh..
saya itu sudah ngerasa telat haid setelah saya wisudaan tanggal 27 agustus 2016 lalu.. ketika memasuki bulan september, saya mulai ngerasa agak GR hamil karena udah telat haid dari terakhir seinget saya 21 Juli.. (yang ternyata setelah diinget2 tanggal terakhir haid saya itu bukan 21 juli, tapi 28 juli.. *tanggal haid aja lupa maleeeh*)
Namun saat itu saya ga mau GR dulu karena siklus haid saya itu kembali ga teratur (lebihd ari 28 hari) setelah saya melahirkan jibril.. pernah saya haid 1,5 bulan sekali dan rata2 siklusnya selalu lebih dari sebulan.. untuk itu, sama kaya saat saya hamil jibril, saya bercita2 baru akan testpack setelah 21 september (anggapan jika hingga tanggal itu saya belum haid berarti saya dua bulan ga haid) untuk benar-benar memastikan kehamilan saya..

Tapi ternyata kenyataan berkata lain..
saat itu masih tanggal 13 september, tapi ada tawaran dinas luar kota (DLK) ke belitung.. saya yang udah lama banget *lebay* ga DLK pengen deh sekali-kali DLK lagi biar hepi-hepi.. tapi waktu saya tanya ke muai, dia lalu bilang, "kamu ga mau ngecek dulu?" saya lalu berpikir, iya juga ya.. keesokan harinya saya mendapat kabar bahwa saya 'ketiban rezeki' untuk ikut Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tingkat Madya dari PWI Pusat pada tanggal yang sama dengan tgl ke belitung itu.. saya pun agak BT karena gagal maning mau DLK... *pilu* Tapi ya mau gimana lagi kan? kesempatan ikut UKW kan ga dateng tiap hari kan?

akhirnya sepulang kerja malam itu saya membeli testpack, udah kadung jadi penasaran pengen tau saya hamil atau enggak.. daripada jelang UKW baru ngecek taunya jadi ga konsen kan ujiannya?

Rabu (14/9) pagi sebagun tidur akhirnya saya mencoba testpack... daaaaaan ada dua garis merah.. *Alhamdulillah.. senangnya ga terkira..* Hari itu juga saya mencari rekomendasi dr SpOG baru ke dua teman saya karena dokter saya saat hamil jibril udah pindah praktek dan saya ga tau sama sekali dia praktek di mana.. *sungguh misteri* Saat itu, saya mencoba menelpon ke RSPI Puri Indah mengenai dr SpOG yang direkomendasikan oleh kawan saya.. sayangnya hari itu dia izin ga praktek.. tapi karena saya sangat ingin tahu mengenai status kehamilan saya, saya akhirnya daftar ke dr Handi Sunarya SpOG.

kenapa jadinya pilih ke dr Handi? Alasan saat itu sangatlah cemen, karena dia praktek pagi itu hingga jam11 siang yang berarti saya bisa segera mendapat informasi mengenai kehamilan saya ini.. *dasar ga sabaran..*

selanjutnya, tibalah kami di poliklinik kebidanan RSPI Puri Indah di lantai 7.. ga lama setelah diperiksa berat badan, tensi, dan suhu badan, saya pun bersua dengan dr Handi ini untuk pertama kalinya.

Kesan pertama? orangnya kaku. tapi kayaknya orangnya baik. karena di awal, dia langsung memberikan kartu nama ke saya dengan nomor HP yang bisa dikontak kapan saja.

lalu apa hasil observasinya?
dia bilang untuk usia 7 minggu, baru terlihat kantong kehamilan yang masih sangat kecil. jadi dia minta saya kembali 2 minggu lagi untuk melihat perkembangannya. selain itu, di rahim saya ternyata ada miom. (what??) dr Handi bilang sih miom itu tidak berbahaya dan tidak perlu diapa-apakan juga karena dinilai tidak mengganggu kehamilan.

sepulang dari RSPI Puri Indah saya dan muai sempat berkendara motor muter2 mencari kecamatan kembangan untuk mengurus administrasi makam ayah saya yang sudah terlambat setahun. Setelah berputar-putar dan nyasar, saya baru tau ternyata kecamatan kembangan itu lokasinya udah pindah jadi di komplek meruya ilir, tepat di belakang puskemas meruya (kemana aja saya ga tau lokasi kecamatan kembangan yang baru? zzz..) Setelah ketemu kecamatannya, ternyata untuk gurus administrasi makam itu di kelurahan aja cyn.. (WTH?)

Eniwei..
selanjutnya hari itu saya masuk kerja seperti biasa dengan wajah bahagia.. ihiy.. "I'm gonna have a baby #2.."

Tapi ternyata.. malam itu saya pulang dengan nyeri luar biasa di pinggan belakang sebelah kanan.. saya pikir hal itu karena saya kelelahan saja.. saya pun tidur dan keesokan harinya, Kamis (15/9), saya memutuskan untuk bedrest karena batal ketemuan juga dengan geng cs.. Sebab sakit pinggang belakang tidak berkurang hingga akhirnya saya minta tolong muai untuk membelikan saya counterpain.. :(

setelah dioleh counterpain, sakit pinggang saya mulai berkurang.. tapi kemudian ada hal lain yang terjadi..
saya mulai mendapati flek di celana saya..
dari flek hingga kemudian menjadi darah seperti haid..

saat itu saya mulai sedih.. saya WA dr Handi jawabannya cuma pertanyaan, "Mules tidak?" dan jawaban selanjutnya, "Ok".

mendapati jawaban itu, yang ada dalam pikiran saya adalah, "Saya tidak apa2.. bleeding di awal kehamilan itu biasa.. mungkin saya kecapean saja.. mungkin saya harus bedrest saja.. dst.. dst.."

Jumatnya saya masih merasa seperti menstruasi.. tapi saya tetap positive thinking dan tetap masuk kerja hari itu.. Hingga hari sabtu saya mendapat jatah masuk, saya berjanji pada diri saya, "Baiklah jika saya masih bleeding, saya sepertinya harus ke dokter.."

Jadilah di hari sabtu (17/9), saya mendapat antrian pukul 18.45 dengan dr Handi. saat itu saya secepat mungkin mengedit berita hari itu agar tidak punya utang kerjaan.. Entahlah kenapa Muai baru sampai kantor saya jam18.30 lewat.. jadi saya tiba di RSPI Puri Indah sekitar pukul 19.00. Untung tidak ada antrian saat itu.. jadi setelah cek tensi, berat badan, dan suhu tubuh, saya pun dipersilakan masuk untuk diperiksa..

saat itulah dr Handi memeriksa saya dan berkata, "Sudah ga ada, bu (janinnya). Ibu keguguran."

***

saya.. speechless..
sedih?
kecewa?
sakit?
pusing?
bercampur jadi satu..

menurut dr Handi, keguguran yang saya alami itu terjadi karena embrio yang dihasilkan tidak bagus dan kelainan kromosom. perkembangan janinnya pun tidak sesuai umur yang seharusnya sudah 6-7 minggu (di USG baru tampak seperti 3-4 minggu). Kasus ini pun terjadi 1 dari 6 kehamilan.. jadi bukanlah kasus langka..

***

akhirnya setelahnya saya diberikan surat untuk beristirahat selama 6 hari..

satu hari pertama saya lalui dengan menangis..
ternyata begini ya rasanya keguguran?
sakit, tapi ya sudah begitu saja..

padahal seharusnya saya tahu loh..
saya seharusnya tahu dari awal bahwa ada yang salah dengan usia 6-7 minggu tapi di USG baru terlihat kantong kehamilan seperti usia 3-4 minggu..
seharusnya saya tahu.. saya (kemungkinan besar) akan kehilangan janin saya..
jadi rasanya ga perlu patah hati kaya gini..

***

yang jelas hal ini berlalu sangat cepat buat saya..
tiba-tiba positif hamil..
tiba-tiba keguguran..

Astaghfirullah allaziiim..

***

akhirnya..
setelah beristirahat sampai hari kamis (22/9), saya memutuskan tetap ikut UKW pada Jumat (23/9) dan Sabtu (24/9) dan alhamdulillah saya lulus UKW Wartawan Madya dari PWI Pusat.. :)

kabar yang membahagiakan setelah kabar buruk sebelumnya..

***

sepertinya segitu dulu cerita saya.. semua berlangsung begitu cepat.. saya sampai bingung harus berkata apa lagi..
semoga di masa mendatang Allah memberikan kesempatan saya untuk hamil lagi yah..
Insya Allah saya akan menjalankan amanahnya dengan baik..
tidak sembrono seperti saat ini..

Insya Allah..
Amiiiin




Saturday, June 13, 2015

Bukan salah anakmu..

kalau kamu harus begadang ngerjain tugas kuliah dan dia minta menyusu ketika kamu sudah lelah ingin rebahan tidur..

kalau ketika kamu pulang pukul 22.30 malam anakmu tidak mau menyusu ASIP di botol tapi mau maunya menyusu langsung sama kamu..

kalau setelah pulang piket jam 01.30 dini hari, anakmu yangs sejak sore tidur nyenyak terbangun dan ingin mengajakmu main..

kalau anakmu semakin susah dibuat tidur karena (mungkin) dia ga mau ditinggalin kamu kerja saat dia tertidur..

kalau waktu menyuapi anakmu semakin lama karena dia tidak mau membuka mulut dan suka menyembur-nyemburkan makanan..

kalau kamu (seharusnya) berangkat kerja sendiri sehingga anakmu tidak perlu terganggu tidurnya karena ga ada yang jagain dia di kamar atas..

because
Parenting isn't for Sissies..

demikian

Sunday, May 24, 2015

Jibril sudah sepuluh bulan..

18 Mei lalu.. *telat ya bok postingannya*

Maaf ya nak ibu ga bisa secara detail bercerita tentang milestone apa saja yang sudah kamu lalui di blog ini..

Namun yang pasti, kehadiranmu membuat warna untuk keluarga muaipani

Here are some awesomenes.. :)


Jibril yang terus bergerak..


Jibril and ibu from time to time..


Jibril dan bapak saat tidur.. :D


I love you the the moon and back, Jibril.. :*

Saturday, February 21, 2015

Jibril's MPASI Story..

seru ga judul postingannya? *biasa aja keles.. zzz*

alhamdulillah akhirnya jibril bisa ASI EKSKLUSIF selama 6 bulan.. ihiy.. 
ternyata rasanya biasa aja.. hahahaha, enggak sih ga biasa aja, berasa lah leganya bisa melalui fase ini.. sebab seperti pernah saya ceritakan sebelumnya, ASI saya tuh ga melimpah ruah (kaya ibu2 yg ada akun instagram sewa freezer ASI).. tapi tetep saya bersyukur banget bisa ngasih jibril full ASI..

trus, MPASi-nya jibril adalah masa-masa di mana saya (merasa) lebih bertanggung jawab.. *cieee* 
soalnya setelah MPASI, mau ga mau saya harus masuk dapur dan memasak untuk jibril.. daaan karena saya kurang paham (dan agak malas baca, dan ga ketemu tromol2 kecil untuk frozen food) akhirnya saya masak MPASI untuk sarapannya jibril setiap hari.. huhuhu, semangaaat..

masak sarapan setiap hari, emangnya metode apa yg dipilih? 
karena dsa nya jibril menganjurkan metode who, jadi saya pun ngikutin (dengan trial and error pastinya zzz..) menurut metode who, anak usia 6 bulan ke atas langsung diberikan makan karbohidrat (serelia, kemtang, labu, dsb) dan protein dari daging merah. kenapa demikian? karena banyak kasus anak indonesia kekurangan zat besi. zat besi yang paling bagus atau paling mudah diserap (cmiiw) adalah protein hewani dari daging merah. 
tapi selain urusan zat besi ini, saya sepakat untuk ngasih jibril makanan karbo/sayur duluan karena lebih 'ga berasa' daripada buah.. tujuannya sih biar jibril ga jadi picky eater. kalau makan buah dulu kan udah tau rasa manis, jadi ntar klo dikasih yang anyep2 anaknya susah makan. *suudzon mode on*
jadi kalau aliran food combining sarapannya buah, saya justru langsung ngasih dia menu lengkap di pagi hari, huhuhu. yah semua orang punya argumentasinya masing-masing ya, cuma untuk memenuhi kecukupan gizinya, saya memilih menu ini.

trus disuapin (spoon feed) apa makan sendiri (baby lead weaning/BLW)?
karena dsa nya jibril bilang finger food sebaiknya umur 8 bulan, saya pun nurut dan milih jibril disuapin dulu deh ya.

lalu, bagaimana dengan MPASI jibril? *jeng.. jeng.. jeng..*
jibril memulai makanan padat pertamanya pada 18 januari 2015, pas umurnya 6 bulan.. jadi kalau diitung sampe sekarang saya melanjutkan draft blog ini, jibril udah makan kurang lebih sebulan..

setelah mencuci peralatan makan (kado dari kawan2 CS kesayangan), jibril pun siap memulai MPASI perdananya. saya membuat tepung sendiri dari beras coklat organik untuk makanan perdana jibril.. 
lalu apa yang terjadi? tepungnya bikinnya salah, kaya basah gitu. setelah mateng dibikin bubur oas dimakan rasanya kecut (kaya basi). akhirnya saya langsung giling beras cokelat untuk langsung bikin bubur saat itu.. hasilnya? jibril makan bubur susu beras cokelat+ASI yang ngletis (aka berasa ga mateng, huhuhuhu..) maaf ya sayang..

tapi biar gitu MPASI perdana jibril ada dokumentasinya ni, hihihi.. 


nah mulai besoknya saya bikin lagi tepung beras coklat.. kali ini dengan metode yang benar yaitu ambil beras 2-3 sendok makan --> rendam beras (6-8 jam) --> tiriskan --> sangrai beras hingga kering --> setelah kering angkat --> lalu blender (dengan menggunakan dry mill) --> tepung beras buatan sendiri sudah bisa digunakan.

lalu jibril doyan kah bubur beras? 
yaaah namanya juga anak baru belajar makan, awalnya doi lap lep aja.. tapi setelah beralih ke labu kuning (kabocha) yang rasanya lebih enak, pas dikasih bubur beras lagi doi agak drama. :(

trus jadinya gimana?
jadi kan awalnya saya kasih jibril satu makanan dulu, satu kali sehari. ini diulang sampe 4 hari berturut2 (untuk caritau ada indikasi alergi atau enggak), baru mulai menu baru. tapi trus semua bubar jalan bleh saat jibril ketemu lagi dsa nya pas 22 januari untuk rangkaian imunisasi 6 bulan.. kala itu terjadilah pembicaraan antara saya dan dsa-nya jibril yg pinter (tapi ketus bgt, huhuhu)

saya (s): dok, anak saya kan udah makan. saya nyoba serelia dulu, trus labu kuning. doyan sih dia. 
dokter pinter tapi ketus (dptk): tenang bu, ada saatnya kok nanti anaknya susah makan.
s: err.. (APA SUSAH MAKAN??? <--- teriakan dalam hati) tapi dok, kok kayaknya anak saya kaya laper terus ya. dia nyusunya jadi banyaaaaak bgt. boleh ga makannya 2x sehari?
dptk: loh proteinnya hewaninya mana bu? ati, daging sapi variasi?
s: err, saya emang nyoba dulu dok, dia doyan makannya apa enggak. ntar minggu ketiga baru saya mau coba pake protein hewani.
dptk: harusnya langsung bu, energinya dia dari mana? pantes anaknya laper terus. lalu makannya emang sudah 2x bu, nanti setelah 7 bulan ditingkatkan jadi 3x.
s: oh gitu ya dok.. 

zzzz..

abis capcus dari dokter saya pun mampir ke supermarket. beli ati ayam, daging, telor ayam kampung, jeru baby, pir xiang li untuk persiapan makannya jibril. ini semacam norak sih, kan anaknya makannya juga masih sedikit ya, kenapa belanjanya langsung ini-itu? zzzz..

selanjutnya saya pun bikin kaldu ati dan daging sapi. ini juga agak salah bikin kaldunya, akibatnya si jibril rada kurang doyan waktu dikasih bubur beras+kaldu ati+ati+bayam. kaldunya saya bikin cuma dari ati/daging itu sendiri ampe keluar minyaknya. rasanya ya hambar aja. 

karena kedodolan ini untuk selanjutnya pas bikin kaldu (kali ini kaldu ayam) saya kasih bawang putih untuk penguat rasa. hasilnya? dikasih bubur beras+kaldu ayam+ayam+sayur jibrilnya masih ga terlalu lahap :(

jibril ga lahap makan ini sempet bikin saya nangis *drama*. soalnya kan dia makannya cuma sedikit, padahal gerakannya udah aktif bgt, jadinya lah dia pas ada saya di rumah itu nyusuuuuu melulu. belum lagi minum ASIP nya lebih banyak pas saya kerja. :((

tapi kemudian saya teringat tulisan kawan saya saat MPASI anaknya dulu. kala itu dia sempet stress karena anaknya ga doyan makan. udah mulai ganti dari frozen food ke masak setiap hari, tapi anaknya tetep susah makan. hingga akhirnya solusi dari masalah anak susah makan itu yaaaa ibunya sendiri.. :)

inget kan semboyan, "Happy Mommy, Happy Baby.." nah, itulah yang perlu selalu kita inget dalam segala urusan bebayian termasuk MPASI. saya pun puter otak untuk masak sesuatu yg menggugah selera..

pertama, saya ganti membuat kaldu ayam menjadi membuat kaldu soto ayam. kenapa soto ayam? karena di kaldu soto ayam itu selain bawang putih ada salam, laos, sereh, kemiri dan jahe yang bikin aroma kuah sotonya wangi deh. jadi meski tanpa garam (dan gula) kaldu soto ayam itu (buat saya) bikin nafsu makan. 

kedua, karena jibril keliatannya kurang lahap makan bubur beras, saya akhirnya ganti karbohidratnya dengan kentang kukus. cocok kan ya tuh kentang sama soto.. lalu sayurnya mah tinggal gantian aja, bayam, brokoli, wortel yang tersedia di kulkas.

ketiga, sebelumnya saya memblender sendiri2 lauk, sayur, dan bubur berasnya baru kemudian digabung ketika mau makan. nah sekarang langsung saya blender jadi satu karbo+protein+sayur jadi satu. 

lalu hasilnya? alhamdulillah jibril lebih lahap makannya.. yeay..

trus sampe sebulan ini apa aja yang udah dikasih ke jibril?
hehehe, lumayan banyak juga ternyata. bubur beras coklat, kabocha, alpukat, pir xiang li, pepaya, pisang, kaldu ati ayam+ati ayamnya, kaldu daging+dagingnya, kaldu ayam kampung+ayam kampung, ikan salmon, telur ayam kampung (baru sekali nyoba dan ga doyan), bayam, wortel, brokoli, kacang edamame, kentang, ubi kuning, ubi ungu, tempe, tahu, dan singkong.

trus berapa kali makannya?
hingga saat ini (jibril masuk usia 7 bulan) makannya 3x. urutannya makan menu lengkap di pagi hari. makan buah kaya serat (seringnya pisang) pas siang hari. lalu sorenya makan karbohidrat kaya ubi ungu, labu, atau singkong (dan sekarang saya tambah juga protein nabati tahu/tempe)..

selanjutnya menurut dokter jibril seharusnya sudah mulai 3x makan berat. tapi saya prinsipnya learning by doing aja deh. nanti kita mulai atur-atur menunya jibril gimana biar dia makannya kenyang, gizinya terpenuhi, dan ASI ibunya mencukupi.. amiiin insya allah bisa..

sebagai penutup tulisan ini, saya lampirkan foto jibril seminggu lalu saat dia tertidur di tengah2 makan.. zzz.. alhamdulillah pas bangun makannya mau lanjut, hihihi..


insya allah, we can do it together, baby.. :*


Wednesday, January 14, 2015

Traveling with the baby: (Serasa) Maternity Leave

seneng deh bisa menghabiskan waktu 24/7 bersama si bayi lagi.. ihiy..

liburan mudik kemarin itu ternyata memang me-refresh saya juga.. soalnya setelah sekian lama, saya kembali merasakan nikmatnya menghabiskan waktu sama si bayi dan juga muai sayang selama 24 jam sehari..

Ativitas liburannya selama di solo (kurang lebih sama) deh..
- si bayi bangun jam 7-an
- ibu kemudian masak air panas untuk mandi si bayi dan nyiapin air mandi
- bapak yang mandiin bayi, lalu ibu dandanin bayi.
- ibu mandi, trus bapak mandi, trus bapak-ibu sarapan.
- abis itu agenda bebas, bisa bobo-bobo pagi ampe menjelang siang, atau ngajakin si bayi ketawa-ketiwi haha-hihi, baca buku-buku nya kak sila yang bikin terkesima dan ngeces-ngeces, haha..
- jelang siang biasanya ngemol untuk ngadem dan si bayi bisa bobo siang, hahahaha..
- menjelang sore main ke rumah bude isna di grobagan..
- sorenya balik ke rumah solo baru
- waktunya si bayi mandi sore (dengan pembagian tugas kurang lebih sama kaya mandi pagi)
- trus malamnya si bayi bobo ampe pagi (diselingi beberapa kali nenen, haha)

ga seru banget ya agendanya? ya gapapa sih.. jarang-jarang kan kami sama-sama terus selama 24 sehari.. sampe (hampir) lupa diri ga pumping untuk nambahin stok asip di rumah yang.. ya begitulah.. X( (tapi saya musti tetep bersyukur.. alhamdulillah sampai hari ini, 4 hari lagi menuju jibril 6 bulan, masih ASIX.. yeay, we can do it together, baby.. :D)

saat kami ke jogja (hari ke-6 dan ke-7), ternyata stamina kami mulai menurun ya.. (salahkan cuaca yang hujan melulu.. zzz)
sampai di jogja, minggu (21/12/2014), hari sudah sore. kami akhirnya langsung ke hotel Melia Purosani untuk rebahan dan ponakan-ponakan nyempetin berenang meski kegrimisan. malamnya makan malam sop ayam pak min, trus rombongan keluarga balik ke solo dan kami istirahat aja di hotel ampe besok siangnya deket-deket waktu check out..

hari senin (22/12/2014) kami musti pindah hotel.. ke Jambuluwuk Boutique Malioboro Hotel.. zzz.. PR banget deh hotelnya tinggal nyeberang sungai tapi barang bawaannya buanyak banget.. akhirnya naro barang dulu trus langsung capcus ke bakpia merlino dan gudeg yu djum.. hari itu hujan deres banget dan kayaknya si bayi agak sumeng. jadi setelah dari yu djum kami langsung balik ke hotel dan gegoleran aja ampe besok siangnya menjelang pulang..

rugi ga ke jogja cuma numpang tidur di hotel?
yaaa mau bagaimana lagi.. cuacanya hujan melulu, si bayi agak sumeng dan bapak ibunya udah loyo juga, akhirnya ya ga rugi juga karena udah bayar hotel.. *daripada ga dimanfaatkan tho?* :)) nanti lah kalau liburan lagi dan anak bayinya udah agak besar kita bisa lebih ngebolang.. :D *insya allah*

***

oiya abis sampai rumah ternyata bonding selama seminggu itu berdampak juga sama si bayi loh.. pas tanggal 24 desember-nya kan saya masih libur, trus saya dan muai nonton bioskop sebentar deh tu dan nitip jibril sama yang ti nya.. daaaan si jibril sempet kayak bingung pas minum asip pake dot.. awalnya dia kaya ga mau minum gitu, huhuhuhu.. tapi ga lama sih, besokannya pas saya udah masuk kerja, dia udah mau nyusu pake dot..

huhuhuhu..

saya jadi kangen sama si bayi..
I love you baby jibril.. :*

Friday, January 09, 2015

traveling with the baby: bertahan tanpa AC

di rumah ac di kamar saya bekerja hampir 24 jam setiap hari setelah jibril lahir. ga full 24/7 sih, setiap bangun pagi biasanya ac dimatiin, jendela dibuka biar udara ganti, daaan 1-2 jam kemudian baru ac dinyalain lagi.. *ibunya bayi engap euy klo nyusuin ac mati, udara panas.. *curhits*

naaah, saat mudik ke solo kemarin, tantangan paling nyata yang harus dihadapi (lebay) adalah bertahan tanpa ac. soale di rumah opa di solo baru kan memang ga ada ac. sebelum-sebelumnya sih saya&muai biasanya pake kipas angin (kalau tidur di kamar depan) dan tanpa kipas angin klo tidur di atas. sebenernya sih saya ga mau mikirin soal ini. dalam pikiran saya kan kami niatnya mudik ke solo, insya allah di sana bisa bertahan. kan rumah juga di sana tho?

tapiii. sebelum berangkat soal ac ini sempat jadi pembahasan antara saya&kawan saya yang udah pernah mudik bawa bayinya pas lebaran kemaren. lumayan cari informasi apa aja yang musti disiapin klo naik pesawat bareng bayi, trus soal pumping asi sampai penyimpanan asi selama liburan, perlu enggaknya bawa stroller, dan lain sebagainya.. lalu tibalah kami di pembahasan soal ac ini..

kawan (k): di sana kamarnya ada ac kan?
saya (s): kayaknya sih enggak, hahaha.. 
k: *kurang lebih ngomongnya* itu mesti jadi perhatian juga pan. gw belum pulang mudik ke ****** (kampung suami doi) selama di sana belum ada ac. soalnya anak gw klo rewel yang bisa nenangin gw, ga bisa suami gw. itu akan jadi masalah gw soalnya kalau bayi rewel.
s: heu, alhamdulillah si jibril klo lagi rewel malah lebih tenang sama bapaknya. mungkin gw kurang sabar. lo sabar banget ya berarti..
k: yup, punya bayi membuat gw berubah jadi lebih sabar.

dari pembahasan itu, saya jadi kepikiran.. bayi saya bisa bertahan ga ya??

daaaan jeng jeng jeng..

pas nyampe solo baru termyata kami ditempatkan di kamarnya pakde iwan dan bude umi (kamar belakang) yang kasurnya gelaran, langit2nya cukup tinggi, dan ada kipas angin muter di atas. well, buat saya itu udah lebih dari cukup. sebab sebelumnya saya berpikir kami akan ditempatkan di kamar depan yang lebih kecil..

lalu bayinya gimana?
malam pertama saya pakein celana pendek.. tapi kayaknya salah strategi karena dia kan ga mungkin diselimutin (bawa selimutnya carter yang tebel bulu).. akhirnya besok2nya saya pakein celana panjang dan kaos kaki tapi pakai lengan pendek kaosnya..

apakah tidurnya bayi pulas?
kalau dilihat polanya sih ga jauh beda ya sama hari-hari di rumah. abis magrib (jam7 atau jam8) si bayi akan tidur +/-4 jam baru kemudian bangun 1 1/2 - 2 jam sekali untuk minta nenen. tapi jelas ada juga bedanya.. bedanya dahi dan tengkuknya dia keringetan banyak banget.. ampe bolak-balik musti dilap. saya pun menyesal cuma bawa alas ompol (satu tebal satu tipis) untuk ngelapisin kasurnya si bayi. harusnya bawa salin dua atau tiga tuh sepasang alas ompol karena kan dia keringetan parah, jadinya pulang-pulang tu alas penguk banget baunya.. begitupun juga handuk good morning yang buat ngelap keringet dia dan bantal bayi untuk klo nyusu.. -____-" *untuk perjalanan selanjutnya yah jangan sampai lupa..



tapi memang sih karena cuaca di solo lebih panas daripada jakarta, hari kedua dan ketiga kami di solo, saya mengagendakan makan siang di mol sih.. tujuannya jelas, ibunya numpang ngadem dan bayinya bisa tidur 1-2 jam di stroller.. *orang tua kejam..*



jadi kesimpulan?
jangan menganggap remeh kemampuan adaptasi bayi. mungkin sebenarnya kita (orang tuanya) aja yang agak susah melepaskan diri tidur musti paka ac, huhuhu..  bahkan bayi pun bisa tidur dalam dekapan meskipun cuaca di luar hujan badai tapi dia kegerahan..



jadi apakah sudah bisa melepaskan diri tanpa ac?
ya tapi pas balik ke rumah ya tidurnya balik pake ac lagi sih, hihihihi.. tapi insya allah si bayi bisa beradaptasi lah kalau kita ajak ke tempat-tempat baru..

I'm so proud of you baby jibril

Wednesday, January 07, 2015

Traveling with the Baby: Senang tapi Lunglai.. :))

HAPPY NEW YEAR 2015...

tuh kan kebiasaan nunda-nunda nulis akhirnya desember kelewat tau-tau udah taun baru deh.. zzzz...

eniwei.. bulan desember kemarin, tepatnya 17-23 desember 2014, bapak, ibu, dan jibril mudik ke solo dan melipir ke jogja loooh.. seneng deh akhirnya bisa merealisasikan jalan-jalan keluar kota sama si bayi.. hohoho.. *masih ueforia.*

tapi karena sekarang si bayi sakit (entah basian keluar kota itu, masuk angin, atau ketularan bapaknya yang batuk parah abis liputan ke papua), saya jadi belum bisa menulis panjang kali lebar kali tinggi tentang mudik kemarin.. *bilang aja males pan, hiks* tapi di postingan awal ini, saya terangkan dulu aja deh apa yang akhirnya kami si orang tua newbie untuk melakukan perjalanan jauh bersama bayi berumur 5 bulan itu..

durasi mudik:
7 hari 6 malam yaitu 5 hari di solo dan 2 hari di jogja..

transportasi:
akhirnya kami memilih naik pesawat pp. yah memang secara ongkos lebih mahal ya daripada naik kereta api. tapi berhubung bawa bayi, kita pilih sampai cepat dan selamat.. (alhamdulillah selamat ya, heu..) kami pilih berangkat naik citilink dari halim ke solo dan pulang naik batik air dari jogja ke soetta. ternyata citilink memuaskan karena ga perlu bayar airport tax lagi, sementara batik air delay dan bikin kecele (emang ya lion group selalu deh..)
tips transportasi: kalau naik pesawat naik halim mending otw ke sananya GA USAH LEWAT JORR. ni gw sebel banget sama sopir taksinya yang menyarankan kita lewat JORR biar ga macet tapi taunya SALAH BESAR.. macet parah.. mending kalaupun macet masuk ke tol dalkot.. -___-"

akomodasi:
pas di solo nginepnya ya di rumah opa di solo baru. kami kali ini ditempatkan di kamarnya Pakde Iwan dan Bude Umi di belakang yang kasurnya gelaran di lantai. Alhamdulillah deh ya jadi ga terlalu khawatir si bayi jatuh (daaan di sana beneran si bayi gelundung dari kasur.. :'( *beware of what you wish for*)
pas di jogja kita nginep di dua hotel berbeda, melia purosani dan jambuluwuk malioboro boutique hotel. kenapa bisa di dua hotel? karena bookingnya terpisah.. zzz

kegiatan selama mudik:
ga terlalu ambisius ngapa2in.. keinginannya cuma pengen jalan2 sama bayi di mol baru the park (dangkal sekali), makan tahu kupat, dan minum susu segar shi jack. sisanya ketemu keluarga, silaturahim, dan ternyata kami malah juga sempat menghadiri jagong manten anaknya om rul.

yaudah gitu dulu deh ya.. ntar kita sambung lagi..
doakan si bayi cepat sembuh yaaaah..


Tuesday, October 07, 2014

cerita dari mol..

setelah jibril melewati 40 hari pertama hidupnya, saya (seperti kebanyakan ibu-ibu perkotaan masa kini) pun membawa dia ke mol.. 

pertama kali saya dan muai membawa jibril ke grand indonesia.. berempat kita pergi sama Yang Ti..

dan hasilnya adalah.. ibunya jadi lumayan 'waras' karena akhirnya keluar rumah.. tapi di sisi lain juga sedih karena (kayaknya) orang-orang memandang jibril yang ada di stroller dengan tatapan, "ini bayi baru lahir ngapain sih dibawa ke mol.. ibunya ga tau diri banget.. kasian kan.."

err.. ya pokoknya gitu lah perasaan saya waktu itu.. 

si jibrilnya sendiri sih nyenengin banget.. dia ga rewel selama di mol.. meski habis dari mol biasanya agak sumeng.. :( trus besokannya kadang lemes dan abak rewel.. tapi udah gitu bapak ibunya ga kapok tetep bawa dia ke mol, huhuhu..

hingga kini jibril udah enam kali diajak ke mol.. GI sekali, sency tiga kali (sekali bahkan cuma beduaan sama jibril), puri mol sekali, dan ps sekali.. yang paling brutal resultnya adalah yang ke puri mol karena waktu itu molnya rame banget karena weekend ditambah abis gajian pulak.. udah gitu saya ga bawa asip kaya biasanya, dan ruang ibu dan bayinya kecil dan cuma satu-satu ya.. akibatnya jibrilnya jadi rewel deh karen dia nyusunya ga tuntas.. :(

tapi dari jalan-jalan ke mol itu, sekarang saya punya kegiatan tambahan yaitu menyambangi nursery room untuk nyusuin jibril dan juga ganti pampers.. dari mol2 yang usah saya kunjungi, sejauh ini paling menyenangkan adalah nursery room nya gancit.. (saya waktu itu ke nursery room gancit untuk merah susu saat jibril dirawat di rsia muhammadiyah taman puring karena kuning..) di gancit itu ruangannya cukup luas, ada tiga bilik menyusui yang bertirai, lalu tempat ganti popok, wastafel dll cukup memadai.. 

kalau GI nursery room ada di setiap lantai di sebelah toilet.. tapi ruangannya kecil banget..mmungkin emang sifatnya privat untuk satu keluarga aja karena pintunya bisa dikunci dari dalam.. cuma nyusuin di situ lama2 berasa clautropobic.. @_@

pengalaman paling horor adalah di puri indah, ruang ibu dan bayinya kecil.. lebih gede dikit dari GI sih, cuma masalahnya di mol itu cuma ada satu2nya ruang ibu dan bayi.. jadilah saat mol ramai banget di akhir pekan, rasanya rungsing banget.. :(( tapi di puri indah ini saya ketemu beberapa ibu dan bayi mereka dengan gaya yang lucu2.. ada ibu2 yang anaknya baru umur dua bulan (seumuran jibril) tbayinya gede banget.. aku sampai minder.. :( tapi meski gitu orangnya ramah banget.. ada juga ibu yang pakaiannya gaya pake dress tapi gendong anaknya pake jarik.. plus ada juga ibu2 yang bawa nanny dg gaya tentara.. abis tegap banget, hehehe..

di sency, mother's room nya juga kecil.. mungkin luasnya ga beda jauh sama yg di puri mol.. tapi karena langit2nya tinggi jadi berasanya lebih luas.. saya ke nursery room sency waktu hari kerja, jadi ga rame.. kemarin lebih banyak ketemu dengan ibu-ibu yang merah di sela-sela jam kerja/meeting.. ada satu ibu yang merah pake tangan, keren abiiiis.. ada juga ibu yang merah di sela-sela meeting untuk kemudian lanjut meeting lagi.. oiya di mother's room nya sency itu cuma ada dua kursi untuk menyusui.. tapi tu kursi nyaman banget, bisa digoyang2in juga jadi kaya sambil nimang bayi..

eniwei, katanya nyak abib aka si yasmina, mal yang paling family friendly itu adalah lotte shoping avenue.. sebab nursery room ada di setiap lantai, begitu juga toilet kecil untuk anak yang juga ada di setiap lantai..

hmmm.. apa mol berikutnya yang kita kunjungi adalah love? worth to try..