Showing posts with label Lebaran. Show all posts
Showing posts with label Lebaran. Show all posts

Thursday, October 19, 2017

Kali ini tentang pulang kampung

Juni lalu, keluarga muaipani pulang kampung ke solo dalam rangka merayakan Idul Fitri 1438 H. Perjalanan itu cukup berkesan untuk saya, ya mungkin juga untuk muai&jibril, karena kami menghabiskan kurang lebih 2 minggu di solo.. *setengah bulan kalau kata mamah, haha..*

Trus 2 minggu itu cuti lebarannya? iya dong! Ngeri kan? Hehehe..

Nggak sengeri itu juga sih.. Karena memang kami terakhir mudik pas lebaran ke solo itu udah 2011 lalu, jadi ya sekarang semacam mengobati kerinduan dan memaknai 'pulang', terutama untuk muai..



Lalu apa yang berkesan selama mudik itu?

Pertama, mungkin soal puasa Ramadan itu sendiri ya. Kalau di jakarta, saya merasa selama Ramadan yang ga beda-beda jauh dengan hari biasa. Kecuali saat sahur, berbuka, dan masjid/musala jadi lebih ramai dari biasanya.

Nah, saat kami mudik ke solo--dengan niat merayakan Idul Fitri--justru saat tiba di sana saya merasa agak malu hati. Sebab, keluarga di sana masih khusuk ibadah Ramadan. Seperti saat saya tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan sederhana, "Gimana Ramadan di Jakarta?" Hmmm.. saya pun langsung berpikir soal 'bussiness as usual' yang saya jalani.. :(


Kedua, mengenai persiapan Idul Fitri di solo. Persiapan Idul Fitri seperti memasak, membersihkan rumah, menyiapkan segalanya untuk open house membuat saya memaknai mudik kali ini bukan sebagai 'liburan' atau 'traveling', tapi justru sebagai 'pulang ke rumah'.

Kenapa saya sebut pulang ke rumah? Karena memang saya turut serta menyiapakan semua hal menjelang open house Idul Fitri. Bukan cuma saya sih tentunya, ada muai dan inlaws yang juga melakukan hal yang sama.

Hal ini cukup berbeda dengan Idul Fitri di Jakarta yang sudah sangat simpel. Tidak perlu repot-repot menyiapkan hidangan lebaran, karena kami tinggal pesan ke tetangga. Butuh kue lebaran? Daripada repot waktu&tenaga tinggal ikut PO kue lebaran aja dari kawan langganan.

Bukan bermaksud membanding-bandingkan mana persiapan lebaran yang lebih baik antara Solo dan Jakarta. Namun saat mudik kemarin saya merasa jiwa lebih 'kaya' aja karena bisa membantu menyiapkan segala sesuatu untuk open house hari raya Idul Fitri.


Ketiga, soal kumpul keluarga besar. Saat lebaran di jakarta, saya sudah tidak punya lagi tradisi kumpul keluarga besar di hari pertama lebaran. Sebab keluarga bapak generasi tuanya sudah ga ada semua. Paling kami berkunjung ke rumah bude dan akan melakukan kumpul-kumpul arisan selepas lebaran.



Hal itu berbeda dengan keluarga besar Muai di solo yang cenderung masih 'cukup lengkap'. Masih ada acara open house saat hari pertama lebaran di rumah Bapak mertua di solo baru. Lalu pertemuan trah keluarga besar di hari kedua lebaran yang biasa disebut sebagai 'hari lebaran di desa'.




Keempat, jelajah kuliner. Salah satu hal yang bisa dilakukan di solo adalah wisata kuliner. Saat mudik kemarin, muai bisa tuh puas-puasin sarapan soto dan nasi liwet, jajan tahu kupat, jajan bakso, jajan mi toprak, dan jajan-jajan lainnya untuk melepas rindu.. *halah*

Yang istimewa di mudik kemarin, karena kami cuti cukup panjang, kami bisa jajan makanan2 legendaris yang baru buka kembali H+berapa lebaran. Berbeda halnya klo kami ambil cuti cuma seminggu kayak di 2011. Bawaannya stres dan agak BT karena baru sebentar happy tau-tau udah mesti masuk kerja lagi.. zzz..


Kelima, soal piknik/touring naik motor antar-kota dalam provinsi, haha.. Perjalanan mudik kami ke solo kemarin bisa dibilang cukup ngirit dalam hal transportasi. Sebab kami kemarin meminjam motor milik mas arif hana (kakak ipar muai) untuk mobilitas selama di solo.. Hal itu membuat kami bisa berkeliling keluar kota seperti ke tawangmangu dan ke wonogiri..

Piknik PP ke Tawangmangu kali ini sangat berkesan untuk saya. Sebab baru kali ini saya bisa membayangkan macetnya puncak saat libur lebaran. Nah, pas kami piknik ke tawangmangu lumayan macet tuh perjalanan--bagi yang bawa mobil, haha.. karena kami naik motor ya lumayan lancar lah..

Trus, kali ini kami memutuskan untuk piknik di Bumi Perkemahan Sekipan, Tawangmangu. Kami ga kemping sih di sana. Cuma seneng aja nikmati suasana, ada sungai kecil--Jibril happy banget pas nyemplung ke sungai kecil.. selain itu kami juga foto-foto di hammock, dan juga di depan rumah-rumah papua. Memang tidak terlalu 'hip' sih, cuma piknik ke sekipan itu sangat menyenangkan lah bagi saya..



Di hari yang berbeda kami juga pergi bermotor ke wonogiri. Saat itu kami bersilaturahim ke rumah Mbok Nem (pengasuh muai dan kakak-kakaknya saat kecil) di Manyaran, Wonogiri.

Tahun ini adalah kali kedua saya silaturahim ke tempat mbok nem. Sebelumnya kami ke sana saat kami mudik 2011. Jadi setelah enam tahun, kami kembali ke sana. Kali ini bersama Jibril.

Hanya saja kali ini pertemuan dengan mbok nem tidak seindah memori saya saat 2011 silam karena mbok nem terserang penyakit pikun sejak sebelum Ramadan. Mbok nem tidak mengenali muai, mbak isna (kakak muai), apalagi saya yang baru kali kedua ini bertemu. Pandangan mbok nem serasa jauh, seperti tidak fokus. Saat diminta jangan stress, mbok nem menjawab dia tidak stress kok.

Trenyuh.

Saya dan Muai pun berpikir untuk memberikan 'pertolongan lebih lanjut' untuk mbok nem. Karena kami menyimpulkan dia terkenan demensia akut. Tapi sebelum semua itu terwujud, sekitar 3 bulan setelah kami bertemu mbok nem, dia dipanggil Allah SWT.

Ya Allah, semoga Mbok Nem khusnul khotimah..


Keenam, piknik keluarga besar ke pantai Parangtitis. Saat di solo kami sekeluarga besar sempat menyewa elf untuk melakukan perjalanan ke jogja. Rute kali ini adalah menjenguk ayah mbak umi (istri mas iwan kakak muai) yang tengah sakit akibat stroke. Kondisi bapaknya mbak umi sudah mulai membaik ketika kami temui. Meski bicaranya masih pelo, tapi sudah bisa berkomunikasi.



Setelah itu, perjalanan kami berlanjut ke Pantai Parangtritis. Sebenarnya kami ingin masuk kota jogja, main di taman pintar, baru kemudian di Parangtritis. Tapi nampaknya jogja dan lebaran adalah dua hal yang enggak banget kalau bersatu. Soalnya jalanan ke arah kota macet banget nget nget.. akhirnya kami ya ga masuk kota tapi langsung ke arah pantai.

Di parangtritis kami tiba pukul 14.00. Matahari lagi cantik-cantiknya ya, hihihi.. tapi seperti biasa, para ponakan dan juga jibril sangat antusias mau nyemplung ke laut. Meski akhirnya mereka bisa ditahan dulu untuk makan, baru kemudian mandi-mandi di laut.

Selesai mandi-mandi di laut, mereka makan-makan lagi, lalu foto langsung jadi berlatar belakang paris beach--singkatan kekinian pantai parangtritis, dan ga lama setelah itu kami pulang lagi ke solo.



Hanya satu hal yang kurang sip selama perjalanan jogja-solo itu. Yaitu sopir elf nya yang bawa mobil ugal-ugalan. Macam sopir angkot/metromini di Jakarta saat macet, klo ga nyodok-nyodok kayaknya ga afdol.. zzz..


Ketujuh, perjalanan pulang transit ke bandung. Sebenarnya perjalanan kami saat pergi pun juga sempat transit di Bandung. Kami mendapat tiket kereta bandung-solo, solo-bandung. Jadilah kami pergi dan pulang transit dulu di ibu kota pariangan itu.. *err..*

Perjalanan dengan transit yang menurut saya berkesan itu memang saat pulang. Saat kami memilih kereta malam dari solo ke bandung walaupun saya paling tidak suka perjalanan malam hari. Soalnya saya ga pernah bisa tidur. Jadi besoknya pasti rentek semua badan..

Di perjalanan kali ini ada bagusnya juga kami naik kereta malam karena jibril bisa tidur (meski ibunya hanya tidur +/-2 jam saja, hiks).

Saat tiba di bandung pun kami cukup impulsif karena sudah memesan travel tetapi belum memesan hotel. Jadilah saya mengontak salah satu sahabat saya nandia yang mamanya tinggal di bandung untuk bisa transit di rumahnya, untuk numpang mandi pagi.. *krik banget ya, haha..*

Fyi, nandia ini waktu itu sedang studi di belanda. Jadi saya main ke rumah mamanya, tanpa bertemu sahabat saya itu..

Cuma Alhamdulillah banget deh punya sahabat yang rasanya udah kaya keluarga jauh gitu. Jadi saat saya ke rumah mamanya itu, saya ngerasa diterima banget. Malah disuguhin sarapan segala. *tamu ngerepotin..*



Makasih banget ya Tante, Teh Dina, Teh Ratna dan keluarga besar margacinta yang udah menerima kami pagi itu.. We're blessed..

Dari rumah mamanya nandia kami pun memulai petualangan di bandung dengan menuju ke... Farm House Lembang.. ternyata meski udah seminggu lewat dari lebaran jalan ke arah lembang tetep macet ya.. udah gitu di farm house nya masih kaya cendol juga.. *emang tempatnya kecil juga..*



Cuma karena Jibril belum pernah main ke tempat binatang-binatang ternak itu yaudah kami ajak ke sana.. bocahnya cukup happy sampai jarinya ga sengaja kegigit kelinci waktu ngasi makan.. zzz.. maaf ya nak, ibumu yang agak kurang tidur saat itu kurang konsentrasi waktu lagi ngasi makan kelinci..



But overall anaknya happy lah.. bapak ibunya sih biasa aja.. cuma yang jadi tau, "Oh gini toh bentuknya Farmhouse.. lain kali ga usah kesini lagi ya, hahaha.."

Selanjutnya kami udah kadung cape.. jadi kami minta pak sopir untuk mampir ke mini market sebelum kami istirahat di hotel Gran Aquila di daerah Pasteur.

Untung banget deh tu pak sopir, disewa untuk 12 jam tapi ga sampe 12 jam kami udahan, hahaha.. rezekinya dia lah ya..

Di hotel karena kami mager, kami pun pesan makan via gofood. Lalu tidur cepat dan keesokan paginya baru kami beraktivitas dan menikmati suasana hotel..


Mengakhiri perjalanan mudik yang panjang dengan istirahat di hotel itu menurut saya adalah hal yang menyenangkan. Sebab kami bisa me-refresh pikiran sebelum kami harus kembali menghadapi rutinitas di ibu kota.. Waktu istirahat di Bandung kemarin itu juga membuat perjalanan mudik kami lebih berarti dan akan selalu dikenang..

Kenapa dikenang? Tunggu lanjutan ceritanya ya.. soal pascamudik lebaran.. :)

See you..

Saturday, November 03, 2012

Selow di Solo..

Hehe, maaf ya cerita liburan di solo baru bisa disambung lagi.. Abis mood2an gitu kan kalau nulis.. Jadi sekarang setelah mood terkumpul, marilah kita lanjutkan ceritanya.. uhuy..

***

Selow di Solo, itu udah paling bener jadi tema hari ketiga di solo, Jumat (7/9).. Saat kami sekeluarga sarapan kesiangan (brunch) di soto gading yang konon legendaris itu.. *halah* Lumayan juga sih makan di soto gading, murmer.. Makan berbanyak abisnya ya Alhamdulillah segitu aja, haha..



Selain itu saya juga seneng ngeliat tingkah polah ponakan-ponakan saya yang kadang akur, kadang ribut.. kayaknya hubungannya semacam "love-hate relationship all the way.."





Selesai makan di soto gading, hal yang selanjutnya dilakukan hari itu adalah MENUNGGU.. yoi cuy, nunggu mbak mingky dateng dari jakarta.. Jadwal doi terbang sebenernya jam1/2 3, jadi seharusnya jam 5 udah nyampe solo dong yah.. Tapi ternyata oh ternyata, si batavia air DELAY aja gitu 2 JAM.. -______-"

Keliatannya si mbak mingky udah ampe ilfil nungguin di bandara.. Tapi yang jelas, kami di solo juga udah mati gaya gatau mau ngapain cuuuyyy...


Abis jumatan, kami makan siangnya dibeliin mba isna sate buntel solo yang legendaris.. Ngeliatnya sih ilfil ya bok gede bener, tapi ternyata rasanya enak.. :D *happy tummy*

Tapi meski makan siangnya enak, bete juga loh nunggu ampe jam 7 malem untuk jemput mbak mingky di bandara.. Akhirnya untuk mengurangi kebutekan perasaan gara2 nunggu kelamaan, akhirnya saya ngajak muai, mamah, mikaylaa, dan mika akhirnya ikut ke MOL solo paragon.. *perlu banget ya cuy kita ngemol..*
Solo paragon ternyata baru buka, dan belum semua bagian gedungnya jadi.. Tapi itu mol lumayan juga karena bisa minjem stroler, jadi ketika mikaylaa cape ga usah gendong.. trus banyak tempat ngeteh2 cantik..

Kami pun akhirnya memilih duduk2 di gerai Calais Bubble Tea.. Lucu deh si calais ini gambarnya kumis.. :p


Setelah selesai ngeteh cantik di solo paragon, kami pulang ke solo baru untuk mandi, dan siap2 jemput mba mingky di bandara.. :)

oiya, catatan terpenting hari itu.. Ternyata di solo kemana2 cukup efektif.. Naik taksi rata2 Rp15 ribu.. Trus di solo banyak taksi yang mobilnya avanza/xenia, jadi muatannya bisa berbanyak deh.. :D

Monday, October 15, 2012

menangkap sang waktu, di solo..

Ternyata udah cukup lama ya saya ga nulis di blog ini. Mana cerita mudik ke solo belum dilengkapin. hedeeeeh..

Penyakit menunda-nunda yang lagi kambuh ni. Membuat waktu seakan berlari, dari hitungan hari, minggu, lalu bulan sudah barganti.. *duile*

Padahal saya pernah ngomong sama diri saya sendiri *ngeri juga ya ngomong sendiri, haha* yang intinya sih saya harus rajin ngisi blog untuk menagkap sang waktu, untuk mendokumentasikan apapun yang terus bergerak dinamis. Agar satu waktu nanti jika kita lupa, masih ada catatan yang bercerita. *duile lagi*

Eniho.. sebelum semakin panjang intronya, marilah kita mulai cerita tentang keluarga di solo.. :)

Berbeda dengan dua kunjungan saya&muai ke solo untuk bulan madu, dan mudik lebaran 2011. Kini kunjungan kami ke solo mempunyai niat yang lebih syahdu yaitu liburan seluruh keluarga bersama-sama. Keluarga yang saya maksud adalah keluarga saya (mamah, mbak mingky+mikaylaa), plus keluarganya muai (bapak, mas iwan+mba umi+sila, mba isna+mas arif+mika+rizky).

Liburan keluarga berarti ada adjustment2 yang harus dilakukan. Contoh sederhananya itu bertumpuk2nya koper yang dibawa, ga bisa banyak jalan2 karena keponakan sakit, sampai musti meng-arrange tempat wisata yang children friendly. *curhits pol banget ni..*

Saya ampe bingung mau nulis apalagi, hehehe.. Tapi baiknya kita rangkum kepingan cerita yang ingin saya ingat selalu..


***

Hari itu di Solo, Kamis 6 September, kami ga banyak jalan2 karena mikaylaa demam.. Mungkin karena sehari sebelumnya naik kereta 8,5 jam, tubuhnya belum beradaptasi dengan baik.. jadi hari itu kami memulai hari jelang siang ke rumah mba isna&saudara2 di grobagan.. Karena masih dalam suasana lebaran, kami mampir ke rumah sanak saudara..

Sesiangan praktis kami ga ngapa2in selain nemenin mikaylaa yang main dengan ponakan2 saya dari keluarga muai.. Hingga akhirnya yang menarik di hari itu ketika sorenya sih, kami ngangkot ke mesjid gede.. sebenernya udah solat ashar juga, jadi ke sana cuma duduk2, menikmati suasana mesjid, dan foto2.. :)







Sumpah tu foto saya sama muai aneh banget mukanya.. hahahahha.. Yang motoin si mamah.. Tapi yaudah lah ya.. -_-"

saya berhenti di sini dulu deh ya.. nanti kita lanjutkan postingan soal solo nya..

Friday, September 14, 2012

Kembali ke Solo.. :)

Kembali ke solo berarti juga kembali ke tempat kedua yang rasanya juga seperti "rumah" bagi saya.. :)

Kali ini kami (saya, muai, mamah saya, dan ponakan saya mikaylaa) berangkat ke solo tanggal 5 september kemarin.. Alasannya sederhana, harga tiket lebih murah 2 minggu selepas hari raya..

Maklum saja, tahun ini keluarga saya adalah tuan rumah open house keluarga besar. Ditambah lagi ongkos untuk 4 orang tentu akan makin membengkak jika kami memaksa pergi saat lebaran, atau bahkan seminggu setelahnya.. Lalu menyenangkan, kakak saya tidak mau ketinggalan menikmati sejumput liburan bersama. Dia menyusul hari jumat tanggal 7 dan pulang tanggal 9..

kami berangkat dengan KA Argo Dwipangga dari stasiun gambir pukul 08.00 WIB.. ternyata gambir bisa menjadi objek foto yang cantik pagi itu.. :)


Lalu kami menikmati perjalanan yang cukup panjang sekitar 8,5 jam.. Seperti halnya mamah saya yang sudah lama ga keluar kota, dan Mikaylaa yang baru pertama kali naik kereta jarak jauh..


Kami juga menikmati bekal cemilan, sambil melihat pemandangan sawah gersang hingga yang menghijau sepanjang jalan..




Akhirnya sekitar pukul 16.30 kami sampai di stasiun solo balapan.. Karena perjalanan kali ini diikuti 4 orang dan selama sekitar seminggu, bawaan tas kami cukup banyak.. Akibatnya, tampang setelah sampai solo kurang sip kaya gini.. :))


Sore kami mendapat pengalaman naik taksi plat hitam yang dikelola PT KAI di stasiun.. memang agak mahal harus mengeluarkan ongkos Rp50 ribu dari stasiun ke rumah solo baru karena jika kami pilih taksi plat kuning berargo, tentu ga semahal itu ongkosnya..

Tapi ya sudah lah.. Alhamdulillah kami bisa kembali ke rumah kedua dengan selamat.. :)

Sampai jumpa di lanjutan ceritanya.. :)

Friday, August 31, 2012

Open House Lebaran di Joglo.. :D

Lebaran selalu identik dengan silaturahim dengan keluarga. Dulu saat mbah kakung dan mbah putri (dari pihak mamah saya), dan juga ayah saya masih hidup, selalu ada acara sungkeman ketika lebaran. Setelah sungkeman dengan mbah kakung dan mbah putri, kami melanjutkan silaturahim di rumah kakak tertua ayah saya. Begitu setiap tahun.

Acara sungkeman akhirnya berakhir diadakan setelah ayah saya, dan menyusul mbah putri meninggal tahun 2008. :( Sementara acara silaturahim di keluarga ayah tetap berlangsung setiap tahunnya. Setelah saudara sekandung ayah saya tiada, acara silaturahim diadakan Bude Mimi, istri Pakde Gurit kakak ayah saya.

Akan tetapi tahun lalu, ketika saya berlebaran di Solo, Bude Mimi mengamanatkan acara silaturahim lebaran untuk digelar mamah saya. Keliatannya dia sudah terlalu lelah untuk mengadakan acara tersebut. Dengan demikian, tahun ini menjadi tahun pertama saya untuk membantu mamah mengelar silaturahim saat Lebaran.

Menjadi tuan rumah yang mengadakan "Open House" itu ternyata pusingnya menyaingi pusingnya mahasiswa ngadepin skripsi ya.. *sotoy banget kaya pernah ngambil skripsi aja, haha* :)) Engga segitunya ding, tapi memang cukup melelahkan secara fisik, mental, dan finansial.. *duile*

Pusing pertama dimulai dari makanannya.. Keluarga yang akan datang ke rumah mungkin ga akan lebih dari 40 orang.. Trus kalau lebaran menu makanan yang makanannya standar yaitu harus ada ketupat/lontong, opor ayam, sayur, sambal goreng ati, rendang/semur.. *Err banyak juga ya kalau disiapin sendiri??? xD

Akhirnya mamah saya cerdas sih, doi tahun ini sama sekali ga masak sendiri, tapi mesen hidangan2 lebaran sama kawan pengajiannya, bu sofyan.. Si bu sofyan ini bikin hidangan masing2 untuk 30 porsi. Tapi kalau dikira2 bisa untuk 60 orang.. *secara banyak bener boi* Trus dia juga ngasi bonus puding buah cup..

Trus untuk ketupat&lontong mamah saya pesen sama mpok sati, doi itu tukang kue keliling yang emang sejak beberapa tahun terakhir selalu dipesenin lontong&ketupat sama mamah saya..


Setelah beres masalah pertama, mamah ternyata pengan hidangan yang ada ga cuma hidangan khas lebaran aja.. Jadilah doi mesen siomay-nya mas agus yang cihuy, dan juga nyiapin bakso. Baksonya mamah saya ini sebenernya bakso siap masak yang udah dibungkus itu, tapi dia pasti milih bakso yang paling enak di pasar yang harganya Rp40 ribu sebungkus (isi 50 bakso), dan juga membuat kaldu rahasia.. <--lebay :)) Lalu yang terjadi di hari lebaran sudah bisa ketebak, menu bakso dan siomay paling laku.. *yaeyalaaaah..* orang nampaknya mencari makanan selain ketupat dkk.. Selain bakso dan siomay, sepupu saya ada yang membawa asinan, jadilah makin banyak alternatif makanan di luar ketupat and friends..




Selain makanan makanan, yang masuk hitungan saya harus ada juga adalah kue2 kering lebaran, kacang goreng bawang, minuman seger2 (semacam punch), dan juga air mineral.. Kurang lebih kira2 begitu deh.. *yang ini saya lupa moto..*

Tapi ada yang bener2 beda di persiapan lebaran tahun ini. Muai ngajakin saya untuk beli bunga segar di pasar bunga rawabelong. Di keluarga saya ga pernah tu ada tradisi beli bunga segar, yang ada beli bunga tabur untuk nyekar di makam.. Jadilah saya ngerasa "festive" banget malam takbiran nyempetin beli bunga di pasar bunga rawabelong..
Dan inilah bunga pilihan kami untuk dipajang di hari lebaran..


bunga yang pink itu lily, yang putih bentuk terompet saya ga tau namanya, tapi menurut saya cantik aja.. :)

Selain itu, ponakan saya juga ada yang bawa cake lebaran.. lucu deh bentuknya.. rasanya juga lucu, rasa lemon, jadi ga terlalu mahtekh gimana gitu..


Saya sempat membuat beberapa foto sanak saudara yang hadir hari itu.. Salah satu hal yang saya lupa adalah foto bersama semua tamu-tamu yang hadir.. yah tahun depan seandainya jadi tuan rumah lagi, saya ga lupa deh foto bareng2.. :D







Selain foto-foto para tamu, saya juga foto-foto hal-hal yang mengemuka.. *apasih..* yah pokoknya foto-foto iseng lah.. :D




Selain itu, suasana open house yang meriah juga diisi oleh keriaan ponakan2 saya.. Seneng deh ngeliat mereka, bikin cuaca yang panas terik cantik itu makin ceria..




Hari menjelang sore.. perlahan semua tamu beranjak pulang..


Ternyata ada yang sedih ketika para tamu pulang..


Akhirnya open house perdana di joglo selesai.. Di sini saya pamerkan para personil yang turut mensukseskan open house perdana di joglo..

Mereka adalah..

mamah saya yang paling baik sedunia..


kakak saya&anaknya yang gaya..


saya sendiri.. :D


dan muai suami saya..


Meski masih banyak kekurangan di sana-sini, Alhamdulillah sebagai newbie penyelenggara "Open House" keluarga kami sudah cukup mumpuni lah *duile..

Eniho.. Minal Aidin Wal Faidzin ya, mohon maaf lahir dan batin..