Monday, December 06, 2010

pre-Japan Trip

Setelah drama pergi-enggak-pergi-enggak-(akhirnya) pergi dari Pak Beye ke G20 dan sesi I APEC, akhirnya saya bisa turut serta rombongan Pak Boed yang akan kunker ke jepang pada 13-17 November lalu dalam rangka:
1) penutupan APEC leaders week di Yokohama,
2) silaturahmi bersama masyarakat indonesia di jepang di Sekolah Republik Indonesia di Tokyo,
3) bertemu keidanren, JICA, dan JBIC di Tokyo.
4) berkunjung ke proyek metroway express+ke situation room-nya di Tokyo,
5) mengunjungi disaster reduction center di Kobe, dan
6) Solat Ied di Sekolah Republik Indonesia di Tokyo..

Waaaw, ternyata setelah di rekap cukup banyak juga yah agendanya.. Yang jelas sangat cukup untuk bersyukur sama 4JJI SWT bahwa saya diberi kesempatan menginjakkan kaki di negeri sakura itu.. Ditambah lagi perjalanan ini tidak pernah terpikir dalam benak sebelumnya.. Jadi lah saya mengatakan, "Rezeki dan Nasib membawa saya ke Jepang.. :)"

Dalam perjalanan kali ini juga ada hal yang membuat saya sangat bersemangat dengan perjalanan kali ini yaitu kamera Lumix DMC LX5 yang akan menemani saya hunting foto di negeri futuristis itu *eh*, dan HP (kado ultah suami tp dipinjem dulu) Nokia E63 untuk berkomikasi di Jepang karena di sana HP musti 3G.. (Punya HP emang 2, tapi ga ada yg 3G ciiing..)
*cukup niat persiapannya*

TAPIIIIII..
perlu diketahui bahwa perjalanan ke Jepang bukan hanya membuat saya bersyukur.. Tapi di sisi lain juga membuat pengen nangis..
Ask why?
1) Tanggal 14 november itu ada resepsi pernikahan kawan saya Ms Printeth&Mr T yang sangat istimewa.. Karena saya sudah dikasih bahan baju&bajunya pun sudah jadi.. Maksud hati ingin bercantik2 bersama kawan apa daya.. *lanjutkan sendiri* :(
2) Tanggal 15 November suami saya Muai berulang tahun.. Dan saya tidak ada di Jakarta..
Memang cuma 2 hal yang 'mengganjal' kepergian saya ke Jepang..
But believe me, it sucks!

Wednesday, December 01, 2010

Saya berangkat ke Jepang.. :)

sungguh seperti mimpi saya bisa berangkat dan menginjakkan kaki di negeri sakura 14-17 November kemarin.. yup, tentu saja karena ada 'limpahan' acara APEC dari Pak Beye, yang lagi galau bin risau sama Gunung Merapi yang batuk2 mulu, ke Pak Boed yang harus selalu 'siap' menggantikan Bos nya.. :P

eniwei sebelum 'akhirnya' berangkat ke jepang, tetep dong harus ada drama oh drama.. saya kutip dulu drama yang saya buat tulisannya tanggal (11/11/2010) kemarin..

'Tarik Ulur' Presiden yang merepotkan Banyak Orang

"Wapres Kemungkinan menggantikan Presiden berangkat ke Seoul nanti malam," demikian dikatakan staf Wapres kepada Media Indonesia usai Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Utama Kalibata Jakarta, Rabu (10/11) pagi.
"Memang bisa Pak, persiapan kurang dari satu hari," tanya Media Indonesia.
"Biar bagaimana ya harus siap," kata staf tersebut.

Pagi itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dijadwalkan bertolak ke Korea Selatan untuk menghadiri KTT G-20 Seoul dan berlanjut ke Yokohama, Jepang, untuk menghadiri pertemuan APEC disebutkan melimpahkan tugasnya ke Wapres Boediono. Alasannya, Presiden khawatir dengan perkembangan Gunung Merapi yang masih mengeluarkan awan panas.
Protokol Wapres ngebut mempersiapkan kebutuhan logistik kunjungan Wapres untuk kegiatan G20 dan APEC itu. Pengurusan visa ke Jepang pun dibuat ekspres dan akan diurus dari Korea. Tidak ketinggalan para wartawan yang biasa meliput kegiatan Wapres Boediono pun diminta untuk mempersiapkan diri untuk berangkat ke Seol dan berkumpul di terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta pada pukul 21.00 WIB.
Namun, nampaknya keputusan itu belum final. Presiden Yudhoyono secara mendadak mengadakan rapat terbatas pada pukul 17.00 WIB di Kantor Presiden untuk membahas situasi Merapi terkini sebelum memutuskan mengikuti KTT G20 dan KTT Asean yang merupakan agenda penting itu. Peserta rapat antara lain Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Kapolri Timur Pradopo, Panglima TNI Agus Suhartono dan Mensesneg Sudi Silalahi.
Sampai pukul 19.00, wartawan tetap diingatkan untuk bersiap-siap berangkat ke Korsel. Bahkan wartawan diminta bersiap-siap menunggu di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Akan tetapi, kepastian keberangkatan belum diterima Juru Bicara Wapres Boediono Yopie Hidayat, mengingat Presiden tengah membahas perkembangan kondisi penanganan bencana.
Pukul 21.00 lebih, akhirnya 14 wartawan yang menunggu di bandara Soekarno Hatta mendapat informasi bahwa rapat yang dipimpin Presiden di Istana malam itu belum memutuskan kepastian siapa yang berangkat. Presiden baru memutuskan besok setelah melihat perkembangan Merapi malam hingga pagi.
"Yang jelas malam ini Wapres batal berangkat. Presiden telah mendengarkan hasil assessment final mengenai perkembangan Gunung Merapi. Presiden sudah banyak mendengar pertimbangan, termasuk teleconference dengan pakar vulkanologi mengenai situasi Merapi terkini. Kita lihat dulu kondisinya seperti apa besok," papar Yoppie.
Akhirnya, wartawan yang sudah siap untuk berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta terpaksa kembali lagi ke rumah masing-masing setelah mendapat penjelasan dari Yoppie Hidayat melalui telepon mengenai pembatalan keberangkatan Wapres Boediono. (Dwi Tupani)


pahit ya?? lumayan deh, hehehe.. rasanya tuh capeee banget.. karena pemberitahuan keberangkatan ke korea-jepang itu kurang dari 12 jam, dan akhirnya batal dengan suasana yang ga enak.. hadeeh..

tapi akhirnya saya bisa ke jepang juga sih.. detil soal jepang di postingan mendatang yaah.. :*

yang tertinggal dari china

aiiih masi cerita tentang china aja ni blog.. bosen bosen deh yang baca, hohoho..

ini adalah edisi terakhir tentang liputan wapres ke china..
kali ini saya mau bercerita sedikit tentang perjalanan dari beijing menuju jakarta yang sungguh luar biasa.. kenapa luar biasa, karena kami naik pesawat kepresidenan RJ85 milik pelita air yang meskipun judulnya pesawat kepresidenan tapi seat nya +/-60.. pesawat mini dengan tangki bahan bakar mini juga jadi dari beijing kami harus transit 4x (wuhan, nanning, bangkok, dan singapura) sebelum akhirnya mendarat di jakarta..

setelah berangkat dari beijing jam02.00 dini hari, penumpang pesawat lelap tertidur saat transit di wuhan.. selanjutnya, kami menyambut matahari terbit di bandara nanning, china.. karena ada masalah imigrasi, kami harus transit di nanning kira2 dua jam tanpa bisa masuk ke terminal di bandara.. yasudahlah dinikmati saja.. kita foto-foto di bandara nanning.. :D









lalu soal pesawat kepresidenan RJ85.. untuk tidak mengecilkan arti RJ85 si pesawat kepresiden itu, saya akan berbagi tentang hal-hal yang menyenangkan..

1. soal pilot pesawat kepresidenan.. saya gatau sih yang mana orangnya.. saya cuma sempat berfoto dengan pilot+kru yang membawa saya dari bejing-nanning.. tapi yang jelas pilot RJ85 adalah pilot-pilot (yang menurut saya) terbaik di kelasnya.. karena setiap take off dan landing hampir selalu mulus, dan membuat para penumpang merasa aman.. :D



2. soal pelayanan kelas satu.. kami selalu dapet makanan baru setiap transit.. makanan yang paling enak saat dari bangkok-singapore.. ada yogurt segala, hehehe..

3. soal kursi pesawat.. ga ada yang istimewa sih dari kursi di dalam pesawat RJ85, ga ada inflight entertainment-nya *yaeyalaaah..* tapi saya sempat 'mencoba' kursinya wapres looh.. ceritanya nyobain kursi VIP di pesawat kepresidenan.. :))







4. sebelum mendarat saya mengabadikan langit biru yang sudah kami jalani selama lebih dari 10 jam di udara, mengucapkan 'selamat berpisah' untuk paspor biru yang harus dikembalikan ke setwapres, dan juga dua pin yang menandakan saya bagian dari rombongan resmi wapres..







okelah begitu dulu.. nanti kita sambung di cerita selanjutnya dari negeri sakura.. *aiiih..*