Tuesday, February 04, 2020

Baby number 3, yay or nay?

Baby number 3, yay or nay?

Beberapa waktu lalu seorang kawan saya (secara tidak langsung) mengumumkan di medsosnya bahwa dia sedang mengandung anak ketiga.

Seketika itu juga, saya langsung ngomong ke Muai, "Sayang, si A lagi hamil anak ketiga loh. Kita mau juga ga anak ketiga? Hehehe.."

Saya agak lupa sih respons Muai saat itu. Kalau ga salah sih dia bilang boleh-boleh aja. Karena memang bagian terbaik dari punya anak adalah proses pembuatannya.. (jiahahahaha.. 🤪🤪🤪)

Tapi trus selanjutnya (kayaknya setelah berpikir lebih jernih), Muai bilang program baby number 3 ntar dulu. Alasan yang dia kemukakan saat itu bisa saya terima dengan baik karena faktor tole-i belum disapih, lulus toilet training dan jarak umur dengan tole-i yang kurang menguntungkan. Yaitu jarak usia sekolah 3 tahun yang sangat-sangat kami hindari. (Mihil bok biaya sekolah anak..)

Apalagi ada faktor tole-ji mau masuk SD kan. Sekarang kami lagi mempersiapkan biaya sekolah tole-ji (yang masih bisa dicicil sampai april tahun ini..) Selain itu, kami berdua masih mengira-ngira biaya apa saja yang harus disiapkan untuk anak SD nanti. Biaya eskul kah? Katering? Jemputan? Belum kalau mau les-lesan..

Faktor-faktor tersebut udah membuat saya kembali "waras" dan mendamaikan hati bahwa kami belum bisa (atau belum mampu) untuk memiliki anak ketiga..

Tapi kemudian muncul lagi hal yang menggangu pikiran. Yakni, hidup cuma sekali dan terus berjalan maju. Begitupun umur kita. Oke, usia saya tahun ini 36 tahun. Usia yang "masih ideal" untuk mengandung dan punya anak..

Jika tidak sekarang, lalu kapan lagi? 2 tahun lagi? 4 tahun lagi? Kayaknya saya sudah sangat jompo di usia itu.. Sekarang saja suka mager kalau diajak main sama tole-i. Pas menggendong dan mengayun-ayun dia selama 5 menit aja ngos-ngosannya udah kayak lari kemana.. 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

Oh ada juga faktor lain yang harus saya tulis dengan huruf tebal sepertinya. Operasi caecar itu sakit ya. Operasi caesar kedua lebih sakit. Lalu apakah saya siap dengan operasi caesar ketiga yang akan lebih sakit lagi?? I don't think so!

Orang bisa bilang sakitnya ga akan setimpal dengan kebahagiaan yang didapat. Bisa jadi benar, tapi mungkin kebenaran itu bukan untuk saya saat ini.

Jadi kalau enggak program anak ketiga lalu apa?

Banyak hal yang masih menjadi PR besar untuk saya sebagai seorang ibu dengan dua anak. Yaitu bagaimana bisa menjalankan peran sebagai ibu dengan baik. Bagaimana menjaga kewarasan dalam mendidik anak-anak hingga mereka besar nanti. Hingga mereka menjadi pribadi yang baik dan bertanggung jawab.

Memang semakin kita dewasa (menua), kita mesti lebih waras. Berpikir dulu sebelum bertindak. Jika sudah bertidak harus memikirkan juga tanggung jawab.

Menjadi orang tua adalah perjalanan seumur hidup. Pembelajaran seumur hidup.
Ini anaknya dua, yang satu usia TK yang satu usia toddler. Fasenya akan berubah lagi nanti ketika mereka memasuki masa SD, remaja, dewasa, OH NO..

Tapi saya pikirkan fase-fase hidup itu nanti dulu lah. I want to be present. Saya benar-benar "hadir" ketika sedang bersama mereka. Karena kadang saya merasa tidak bisa selalu "hadir" untuk menghadapi tingkah polah mereka yang begitulah..

"Namanya juga anak-anak.." kata orang bijak.

Iya namanya memang anak-anak. Tapi kalau orangtua berada dalam kondisi yang ga waras saat menghadapi anak-anak itu, bisa-bisa yang terjadi kontraproduktif dalam hal pengasuhan. Ujung-ujungnya akan membentuk pribadi anak yang pembangkang dan pemberang. (Udah kayak di buku-buku parenting belum ni? 😑😑😑)

Akhirnya, saya (dan muai mungkin) harus mendamaikan diri sendiri dan dengan sadar mengatakan, "Yeah, dua anak itu cukup. Cukup untuk menjaga kewarasan kami sekeluarga."

Thursday, March 28, 2019

Kejutan-Kejutan di Bulan Maret..

Udah tanggal 28 maret bro sis.. Artinya, dua hari lagi tanggal 30 Maret, hohoho..
*trus kenapa, Bu?*

Ya ga kenapa-kenapa sih, zzz.. Saya cuma berdoa, semoga tanggal 30 Maret nanti berjalan dengan baik dan lancar.. Semua sehat, bahagia, dan diberkahi oleh Allah SWT.. Amiiin...

Kok mendadak religius? hehehe.. Soalnya, seperti judul tulisan kali ini, saya mau bercerita tentang kejutan-kejutan di bulan Maret ini.. Kenapa disebut kejutan? karena saya ga mau menggunakan kata musibah yang kurang enak didengar.. *sigh*

***

Seperti diketahui sebelumnya, setiap bulan maret #muaipani akan merayakan anniversary pada tanggal 13.. Lalu, sejak tahun ini bulan maret menjadi lebih meriah dengan lahirnya Tole-I pada 19 Maret 2018.. Selanjutnya di akhir bulan, setiap tanggal 30, Ibu Pani akan merayakan harlah.. :D

Bulan maret yang penuh kebahagiaan biasanya juga dibarengi dengan tindakan impulsif.. Contohnya adalah waktu kami melakukan perjalanan ke Magelang - Dieng - Jogja - Solo pada 2017 lalu.. Perjalanan yang terlalu ngongso dan berakhir kurang menyenangkan karena Jibril sakit..

Tahun lalu, #muaipani anniversary dirayakan dengan sederhana karena memang menyambut kelahiran Tole-I juga.. Meski lagi-lagi kelahiran Tole-I yang penuh drama membuat bulan maret menjadi bittersweet.. *sigh*

Pada tahun ini, banyak rencana yang ingin dilakukan di bulan maret.. mulai dari staycation, atau melakukan perjalanan ke luar kota yang ga terlalu jauh.. Tapi lagi-lagi, rencana tinggal rencana.. Sebab di bulan maret ini serbuan penyakit batpil yang muter-muter ke seluruh anggota keluarga bikin buyar semua rencana..

Rencana kencan saat anniversary aja buyar.. Hari itu, Rabu (13/3), saat saya sudah ambil libur Nyepi (yang jatuh seminggu sebelumnya) agar ga perlu cuti saat anniversary.. Tak dinyana, tak diduga, Muai dan saya (tapi ga sempat keangkat) mendapat telepon dari sekolah mas jibril yang mengatakan kalau mas jibril jatuh saat bermain prosotan dan kepalanya berdarah.. Saat bu guru telepon, Jibril disebut dalam kondisi menangis..

*duar*

Hari itu akhirnya saya dan Muai mengantar mas jibril ke IGD RS Aminah dengan ditemani oleh Bu Iyah, dan Mas Janu dari sekolah.. Kepala mas jibril dibalut, tidak boleh basah, dan dia mendapatkan obat antibiotik dan parasetamol untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan akibat trauma kepala..

Lebih jelasnya bisa dilihat cerita saya di sini

Oiya, saat itu kondisi Muai pun sedang tidak fit. Sakit batuknya sangat mengganggu aktivitasnya hingga dia pun sempat kehilangan suara..

Pengalaman hari itu membuat saya menulis caption di IG yang intinya bahwa yang namanya kehidupan ga selalu sesuai yang kita inginkan.. Tapi selalu ada hikmah yang bisa dipetik.. #uhuk *mendadak bijak*


***

Kejutan di bulan Maret ga sampai di situ.. Setelah kejadian mas Jibril kepalanya bocor, hari jumatnya Muai DLK ke Bali.. Meski tubuhnya kurang sehat, muai tetap melalukan perjalanan ke pulau dewata dengan ikhtiar penyakitnya cepat sembuh. Lho kok aneh lagi sakit malah jalan? Ya karena cuaca di Jakarta udah ga kondusif banget.. Siapa tau kan dengan suasana Bali dia bisa lekas sehat..

Lalu sehatkah Muai pulang dari Bali? Alhamdulillah membaik meski belum sembuh benar..

Tapi jangan sedih, hari Kamis sehari sebelum Muai berangkat ke Bali, saya mulai demam.. Demam yang agak aneh karena tidak disertai batpil sebagai ciri penyakit ISPA. Nah, jumatnya kan Muai ke Bali, saya tetep maksain masuk kerja karena memang libur Sabtu-Minggu dan selanjutnya mau ambil cuti 3 hari sekalian Tole-I ulang tahun dan Rabu (20/3) nemenin mas jibril lomba hardiknas..

Lalu apa yang terjadi? Saya masih mengatasi demam dengan minum parasetamol saat demam naik.. Lalu demam turun beberapa jam kemudian..

Di hari Sabtu, saya sempat membawa mas jibril balik ke IGD karena perbannya dia lepas. Kami sempat kencan singkat makan siang di Texas Chicken dan belanja beberapa keperluan di Superindo..

Hari Minggu nya, saya menerima tamu #gengmakancs2013 Zia, Baity, Ellen, minus Ia di rumah.. Seneng deh akhirnya kami ketemuan lagi setelah lebih dari setahun ga ketemuan.. Cuma ya gitu, setelah tamu-tamu pulang, badan saya rasanya gliyengan banget dan ternyata demam saat itu menyentuh suhu 40,00 derajat celcius.

Eng ing eng.. Saat itu Muai pun ga jadi ngantor untuk mantau debat cawapres karena saya demam tinggi..

Lalu esoknya setelah nganter mas jibril sekolah, Muai nganter saya ke IGD untuk periksa sakit demam yang sudah masuk hari kelima itu..

Hasilnya?

saya positif demam berdarah dengue (DBD) dan harus dirawat di RS karena trombosit sudah turun ke 80 ribu. (Catatan: trombosit normalnya itu ada di kisaran 140 ribu - 390 ribu)

Hari itu Senin (18/3), saya dirawat di rumah sakit.. Padahal besoknya Tole-I ulang tahun ke-1, dan lusanya mas Jibril lomba hardiknas di Lapangan Deppen Pesanggrahan.. *cry cry cry*

***

Subhanallah.. kejutan demi kejutan terjadi di bulan Maret..

Hingga kini Tole-I belum tiup lilin ulang tahun pertamanya.. Orang-orang bilang, "Umur setahun anaknya juga belum terlalu ngerti.."

Iya sih, cuma kan sedih aja dia belum tiup lilin.. Seperti saya ceritakan di sini

Tapi ya mau bagaimana lagi.. Kalau kata Jibril, "Adek Ibrahim ga ulang tahun soalnya Ibu sakit.." *ouch*

Mudah-mudahan nanti kita bisa tiup lilin bareng-bareng ya dek.. Mensyukuri kehidupan yang penuh kejutan ini.. :)


***

Oiya, masih ada satu hal lagi yang perlu saya sampaikan.. Imbas dari saya diopname 5 hari 4 malam adalah stok ASIP ibrahim yang kembali ke titik nol.. Sempat terpikir untuk memberikan dia fresh milk/UHT tapi kemudian ga jadi karena dia sempat demam batpil, dan menurut DSA-nya, di dadanya banyak lendir dan dia kemungkinan besar alergi produk susu sapi (dairy)..

Wot.. wot.. lalu gimana nasib dia saat harus ditinggal kerja padahal stok ASIP habis?

Akhirnya dengan pertimbangan kurang matang, saya memutuskan untuk menambal ASIP Ibrahim dengan almond milk. Kenapa almond milk? pertimbangan saat itu aja.. Saya beli almond milk homemade di shopee untuk menambal stok..

Tole-I nya doyan ga? ya ga doyan2 banget.. Tapi alhamdulillah masih mau diminum..

Hingga kini saya masih menjadi pejuang asi sih.. Masih berusaha meningkatkan produksi ASIP yang menurun karena sakit DBD kemarin.. Doakan saya istiqomah ya.. karena perjalanan masih panjang ni.. Saya sempat putus asa dan mau give up.. Tapi di sisi lain ada kemungkinan kalau Tole-I alergi susu sapi yang membuat saya berpikir bahwa akhirnya asupan ASI lah yang terbaik..


Doakan saya ya.. Amiiiiin..



Saturday, January 05, 2019

Tentang 2018..

Assalamualaikum blog.. Apa kabar? hehehehe.. Udah lama ya ga bersua.. Terakhir nulis bulan juni, eh sekarang tau-tau dah januari 2019.. zzz..

Emang ngapain aja mamak di 2018? sok sibuk banget ga pernah nulis di blog..

Jawabannya emang SIBUK!
Sibuk kerja, ngurus anak, dan sibuk-sibuk lainnya biar waktu cepat berlalu.. biar kesedihan cepat berlalu.. biar ga baper liat orang2 di sosmed.. :p (curhits alert!)

Sebelum apa2 yang mau ditulis hilang dari pikiran, marilah kita merunut kejadian2 di 2018 yang membuat mamak sibuk buk buk..

Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya di sini, jujur saya emang berasa agak berat untuk bercerita.. berat karena rasanya kok (hidup) saya penuh banget ya...

penuh dengan rutinitas bangun pagi -- anak2 bangun -- anak2 mandi -- jibril siap2 ke sekolah (ini udah bukan saya yang nyuapin dia sarapan&siap2 tapi udah beralih ke yangti&bapak muai) -- karena saya selanjutnya masak mpasi ibrahim (plus nyiapain buat makan siang&sore) -- lalu ngoper makanan adek ibrahim ke yangti -- saya selanjutnya masak air untuk isi termos dan steril pompa, botol asi, dkk -- dan setelah selesai semua saya mandi, lalu siap2 berangkat kerja..

sampa di kantor saya kerja mantengin komputer ampe sekitar jam 11-an -- break pumping dan isoma --- balik lagi kerja ampe sorean jam 4 atau 1/2 5 -- pumping lagi -- trus pulang dan sampai rumah jelang atau setelah magrib..

sampai ke rumah makan sore -- lalu disambut anak2 yang udah heboh dengan berbagai macam polah -- lalu saya mandi dkk -- main/ngebacain jibril buku -- dan selanjutnya udah hampir waktunya anak bayi tidur..

besokannya mirip2 seperti itu dengan diselingi teriak2 di sana-sini karena bocah gede berpolah, bayi kecil rewel, bapaknya anak2 sibuk kerja dan saya stress out..

*sigh*

sampai satu waktu saya cerita ke bapak muai, "Pak, kok kayaknya hidupku saat ini terbatasa banget ya.. beneran ga bisa ngapa2in.. bahkan untuk refreshing aja kayaknya ga bisa.. stress banget.."

daaan bapak muai pun menjawab, "yaiyalah bu. anaknya udah dua masih kecil-kecil. ya memang terbatas. terima sajalah.. memang sedang masanya seperti itu. sabar."

iya sih mesti sabar.. sabar.. sabar.. sabar..
bersyukur.. bersyukur.. bersyukur...
alhamdulillah.. alhamdulillah.. alhamdulillah...

memang itu mantranya kan.. karena coba deh dilihat2 lagi.. ada yang salah ga dengan hidup kita? insya allah hidup kita baik2 saja loh sebenernya..

alhamdulillah masih bisa bangun pagi, ngurusin anak2, dan punya pekerjaan juga kan? masih bisa berguna bagi keluarga, bagi perusahaan.. ya insya allah masih berguna untuk orang lain kan?

hal-hal kecil yang kalau disyukuri ini ternyata yang membuat hidup yang terbatas menjadi lebih lega, lebih bermakna.. karena kita sendiri yang membatasi diri..

jadi mau cerita ini doang untuk menjelaskan apa aja yang terjadi sepanjang 2018???

hehehe.. curhits dulu kakak.. biar di masa depan nanti bisa ketawa2 baca cerita suka duka ini..

yang jelas, di 2018 ada beberapa hal yang menurut saya sudah lebih baik dari sebelumnya..

Pertama, berdamai dengan keuangan yang ketat pascakecelakaan patah kaki muai&lahirnya ibrahim yang caesar+angkat miom.. Keuangan ketat kan bukan berarti gak punya uang toh? Insya Allah ada jalan.. Jujur ini masalah yang bikin stress banget.. kepikiran masa mau jalan2 keluar kota aja susah banget sih.. masa adek ibrahim jalan2 terjauhnya ke cakung (pas umur 4 bulanan..) padahal waktu zaman jibril bayi, umur dua bulan aja udah jalan2 ke bogor, trus pas lima bulan kita udah pulang kampung ke solo..
tapi trus sadar bahwa kita ga bisa banding2in gitu.. karena situasi dan kondisinya kan berbeda.. Apalagi saat saya mendengar cerita seorang kawan yang perjalanan hidupnya lebih mengharu-biru, baru deh sadar bahwa hidup yang sedang saya hadapi itu justru baik-baik saja.. orang lain punya perjuangannya masing2..
Trus ketika saya sudah merasa lebih lapang dada, Alhamdulillah di bulan november kami sekeluarga bisa jalan2 ke bandung.. cuma dua hari satu malam, tapi Alhamdulillah bisa terlaksana dengan lancar.. :)
Oiya, di hari terakhir 2018 kami juga menyempatkan menengok rumah di Jonggol dan piknik ke Taman Buah Mekarsari.. Itu merupakan salah satu perlanan yang spontan dan disiapkan dadakan.. tapi lagi2 alhamdulillah menyenangkan.. :)

Kedua, berdamai dengan tingkah polah jibril yang semakin kompleks.. coba deh dipikir2, dia kan mengalami banyak hal baru dan besar di tahun 2018: mulai dari adik baru, sekolah baru, nilai2 baru, tanggung jawab baru, dan hal2 baru lainnya.. dia kan sedang belajar, kita juga seumur hidup belajar..
"Bersabarlah ibu," sebuah qoute dari bapak muai yang kalau diresapi kadang bikin saya mau nangis merasa bersalah. Di satu sisi saya sering sebeeeeel banget sama jibril.. kok dia menegasi semua hal yang saya bilang.. kok dia sekarang ga mau deket2 saya, dia nempel terus sama bapak. kalau nangis bapak2, apapun bapak2..
Di satu sisi saya kadang merasa, "Yaudahlah kalau jibril ga mau deket2 ibu yaudah. I have something else to do." Tapi di sisi lain, saya ngerasa bahwa dia itu merasa kurang diperhatikan ibunya. Ibunya yang sebelumnya anaknya cuma satu, jadi lebih sering menghabiskan waktu sama dia.. Cuma sekarang ibu sibuk dan marah2 melulu.. hiks, sedih ya..
Tapi saya mengakui sih saya masih harus terus belajar sabar, belajar menerima tingkah pola jibril, dan memahami lebih dul, bukan langsung marah.. bersabar.. take it slow..
HE LOVES YOU NO MATTER WHAT.. ya kaaah???
Bismillah yah.. di tahun ini ibu bisa lebih sabar..

ketiga, menghadapi ibrahim yang setelannya lebih rewel dari kakaknya.. ya namanya juga dua manusia yang berbeda ibu.. daan dia masih bayi.. wajar lah nangis molo.. wajarlah menyita perhatian banget.. wajar lah masih beradaptasi sama lingkungan, makanan, dll.. wajar lah kalau tiba2 doi panas.. wajar.. pokoknya kalau bayi mah wajar lah tingkah dan polahnya yang demanding itu..
"Babbies be Babbies.." mengutip quote di blog cup of jo.
Saya mesti mengingat hal2 penting tentang ibrahim.. bagaimana dia datang secara tiba2 tapi Alhamdulillah selamat tanpa kurang satu apapun.. Dia yang tidak memiliki banyak barang baru karena lungsuran dari kakaknya tapi ga pernah ada masalah.. Dia yang bisa tidur di stroller.. Dia yang membuat ibu bisa memproduksi ASIP yang mencukupi.. Dia yang doyan makan.. Dia yang tidak takut untuk merangkak jauh dan belajar berdiri.. Dia yang memperhatikan dengan seksama jika diajarkan memanggil, "I bu.. I bu.."
yang perlu diingat, waktu ga bisa diulang.. sekarang sebel ntar tau-tau anaknya dah gede kok.. :)

keempat, hubungan dengan muai yang mesti terus dijaga kehangatannya.. (ihiy..) sungguh ini suatu usaha yang perlu dilakukan terus-menerus loh.. bayangin aja, saya paling bisa ngobrol sama muai itu berapa menit sih per hari? ngobrolin macem2 gitu loh, mulai dari hal2 penting ampe ga penting.. kadang pengen berduaan aja ga bisa, bukan ga mau.. mikirnya selalu anak2 ntar gimana? masa dititip yangti. padahal tiap hari juga dah ngerepotin yangti.. kita berdua kadang bercanda, "anak2 diminumin obat batuk aja biar pada tidur.." hahaha, ya kali deh.. (disclaimer: ini becandaan, jangan dianggap kami orangtua durjana ya..)

kelima, pekerjaan di kantor yang gitu2 aja dan semakin menyebalkan untuk dijalani karena memasuki tahun politik.. (IF YOU KNOW WHAT I MEAN..) capek masbro mbaksis.. banyak kawan2 saya yang memutuskan ciao dari dunia jurnalistik karena hal2 kayak gini.. tanpa bermaksud tendensius atau apapun ya.. saya sih sebenernya gapapa juga dengan dinamika politik yang terjadi di negeri ini.. kadang saya berpikir, yang saya lakukan ini tuh benara atau salah sih.. tapi trus saya nanya lagi, benar menurut siapa dan salah menurut siapakan?
tapi di sisi lain saya kadang memilih berdiri dan memandang dari kejauhan dan ngetawain dua poros yang sama2 noraknya ini.. mencoba menganalisis bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain.. lalu membaca situasi dan mengambil kesimpulan dari suatu proses ke proses lainnya..
saya ngerasa ga perlu lah baper2 sama proses politik.. apalagi jadi hilang logika dan sesat pikir..
teringat kata seorang kawan di kantor, "banyak2 istighfar aja pani.." hihihi..

keenam, soal lingkaran pertemanan saya yang semakin kecil (atau bahkan bukan lingkaran lagi bentuknya) di tahun ini.. semakin jarang aja saya berkumpul bersama teman2.. kayaknya waktu sebelum lahiran deh ketemuan sama geng makan cs.. pas bukber biios aja saya ga bisa dateng karena jibril baru kelar sakit cacar.. paling bertemu dengan beberapa teman aja..
pertemuan dengan kawan sempat terjadi karena mereka datang ke rumah setelah ibrahim lahir.. :)
di sisi lain, pertemanan masih berjalan di grup WA dan instagram (dan sesekali FB dan twitter) saja nampaknya.. melihat dari jauh kehidupan kawan2..
ada juga pertemanan baru dengan sesama ibu pumping di kantor.. pertemanan senasib sepenanggungan.. semangat selalu ibu2.. :)
ga banyak yang bisa diceritain karena ya memang tahun ini kayaknya saya cukup ansos.. (meski bukan bermaksud untuk menjadi ansos.. cuma apa daya.. banyak banget urusan di tahun ini.. hmm..)

kayaknya udah panjang ni tulisannya.. sudah cukup mewakili 2018 lah ya..

sekarang dah masuk 2019.. saya berharap yang baik2 aja lah di tahun ini.. semoga kita semua diberikan kesehatan, keberkahan, dan kesuksesan dalam hidup.. amiiiiin...



Friday, June 01, 2018

Dua bulan tiga belas hari kemudian..

Ibrahim Pijar Muaipani, begitu saya dan muai menamainya..

Anak kedua kami yang usianya sudah dua bulan tiga belas hari.. Sebuah lompatan waktu yang cukup lama dari kali terakhir saya menulis di blog ini..

Kenapa begitu lama baru update?
karena saya selalu merasa 'kehabisan waktu', atau mungkin lebih tepatnya belum bisa membagi waktu denga baik sehingga menulis di blog pun belum sempat.. Maaf ya blog, padahal dengan menulis saya kelak bisa membuka lagi jejak-jejak cerita kehidupan yang telah berlalu..

Lalu apa yang mau diceritakan sampai kini?
Yang ingin saya ceritakan saat ini adalah tentang kelahiran Ibrahim yang mengubah segalanya. Yup, litterally segalanya karena dia lahir melalui operasi caesar emergency karena pada saat itu placenta saya--yang memberikan suplai makanan dan oksigen untuknya--ada bagian yang lepas..

hmm.. ini mungkin seperti mengulang cerita untuk kesekian kalinya, cuma kamu perlu tahu blog, bahwa saya dan muai mengalami kecelakaan pada tgl 19 Maret 2018 di jalan joglo raya, saat kamu mau menyeberang dari gang proyek ke gang soneta. Alih-alih memotong jalan untuk menghindari lampu merah perempatan joglo, ada motor vario hitam dari sebelah kanan yang tiba-tiba menabrak kami..

Motor kami pun jatuh ke sisi kanan. kaki kanan muai tertimpa mesin motor dan kelima jari kaki kanannya patah. Sementara saya jatuh miring dengan posisi perut terkena aspal.

saat itu saya tenang, tidak panik, meski perit saya terasa keras, tetapi saya bisa merasakan jabang bayi saya masih aktif bergerak di perut.. saya lebih panik melihat muai yang mengaku kakinya panas dan keungkinan patah. Bentuk kakinya ada yang berubah, sepertinya tulangnya ada yang dislokasi..

Singkat cerita, dengan ambulans jaringan masjid-musala yang ditelpon oleh kakak saya, dan juga bantuan tetangga belakang rumah kami yang membawa motor muai pulang, kami akhirnya berangkat ke RSPI Puri Indah. Kenapa ke sana? Agar saya bisa sekalian mengecek keadaan janin saya.

banyak orang yang menjenguk kami bertanya, "Siapa yang menabrak?","Bertanggung jawab ga dia?", "Kontaknya berapa?". Jujur saya saat itu seperti pasrah dan cenderung bersikap apatis saat si pelaku yang berboncengan motor dengan istri dan anaknya itu mengatakan, "Saya kira bapak mau lurus, taunya belok kanan. Kalau saya ga ambil kanan lebih parah itu tabrakannya."

hmm.. dia berkata begitu sepertinya membela diri. saya diam sambil melihat motornya vario dengan pelat E, berarti dari daerah. Istrinya, yang dia bonceng, celana di bagian pahanya sobek dan jari kaki kirinya ada yang kukunya lepas. Wajah si istri seperti orang yang menangis ditahan, dia kesakitan. Anaknya (sepertinya laki-lakui) tetap di pangkuannya, usianya mungkin 3 atau 4 tahun..

Saya saat itu sungguh ga kepikiran untuk meminta dia bertanggung jawab dan ikut kami ke rumah sakit. Kenapa? saya tahu pasti kejadian ini akan menyusahkan mereka. Ya sudah yang penting kami segera tertangangi, dan kondisi kehamilan saya bisa dicek. Semoga tidak ada yang serius ya.

Si pelaku mencium tangan saya dan muai dan meminta maaf. Saya sudah memaafkan dia cuma saya masih akan selalu ingat wajahnya. Mudah-mudahan dia tidak berbuat hal yang sama lagi ke orang lain ya.

Fast forward di rumah sakit..
Kami dibawa ke igd. karena muai yang terlihat sangat kesakitan, dia pun ditangani lebih awal. yaitu difoto rontgent dan baru kemudian saya juga diperiksa CTG oleh bidan. saat di rumah sakit, Alhamdulillah ada mas jaka (antara) yang membantu kami. dia yang mengurusi administrasi hingga kami bisa dirwat di rumah sakit itu, dengan jaminan kantor muai, dan ditempatkan di satu kamar.

saat saya di-CTG, suster igd bertanya ke saya apakah saya mau diperiksa di poliklinik oleh dr kandungan saya, dr Ni Komang Yeni yang saat itu masih ada di poli. saya pun meng-iya-kan. karena saya ingin tahu keadaan kandungan saya.

Seingat saya saat di CTG, saya bisa merasakan janin saya masih aktif bergerak. namun ada suatu ketika terjadi getaran seperti detak jantung yang sangat keras. Saya baru tahu bahwa itu namanya kontraksi jelang melahirkan. Sebelum ke poli obgyn di lantai 7, saya sempat izin ke toilet dan merasakan sensasi (maaf) pipis yang berbeda, seperti lebih deras. Namun karena tidak ada pendarahan, saya masih biasa-biasa saja. Sensasi yang berbeda itu ternyata pecah ketuban.. zzz.. *maklum saat lahiran jibril kan saya tidak merasakan kontraksi ataupun pecah ketuban..*

Waktu menunjukkan pukul 19.00 saat saya tiba di poli obgyn. saat itu dokter yeni belum ada di ruangan karena dia sedang ada tindakan kuret, dan kemudian visit pasien. saya masih bisa ngobrol dengan suster di poli dan mengatakan bahwa jadwal saya kontrol seharusnya esok harinya, tgl 20 maret. tapi karena hari itu saya kecelakaan, jadi ya sekalian periksa..

tidak lama kemudian dokter yeni datang. dia pun melakukan usg dan saat itu wajahnya menunjukkan kekhawatiran. "Ibu tadi saya liat kontraksinya jelek sekali. ini perut ibu keras sekali dan ada plasenta yang lepas. Ibu harus operasi sekarang juga, tidak boleh pulang lagi ya.."

saat itu saya speechless.. saya WA muai yang masih di igd bawah, tapi nampaknya pesannya tidak langsung sampai. saya juga mengirim pesan ke kakak saya, grup wa editor kantor, dan juga biios.

Selanjutnya yang saya ingat adalah operasi caesar dadakan ini lebih menyakitkan dari operasi saat melahirkan jibril. saya bisa merasakan perih saat dokter saya melakukan sayatan operasi.. OMG..

saat si bayi akhirnya lahir, saya berkesempatan untuk bisa melakukan IMD yang dulu saat jibril tidak sempat saya rasakan.. tapi baru beberapa detik si bayi diletakkan di dada saya, saya mengaku tidak kuat dan meminta bayi diangkat. saya merasa sangat kesakitan, dan setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi. yang saya ingat kemudian saya sudah berada di ruang pemulihan dan melihat kakak saya di kejauahn..

kala itu saya mendengar dokter saya mengatakan bahwa selain operasi caesar juga dilakukan operasi pengangkatan miom yang berjumlah 5 buah karena pendarahan yang tidak berhenti-henti setelah operasi caesar. hal itu membuat operasi berlangsung cukup lama, 2 jam lebih. dokter yeni juga mengatakan meminta persetujuan kakak saya sebagai pihak keluarga dan tindakan pun dilakukan. dia juga mengatakan sudah menjelaskan sedetil-detilnya ke pihak asuransi agar tindakan tersebut dicover asuransi.

saya pun hanya bisa menghela nafas panjang dan kemudian saya diantar ke kamar..

saya melihat foto dan video ibrahim dari kakak saya.. Alhamdulillah dia lahir ke dunia dengan selamat.. nampaknya dia memang sudah waktunya lahir ke dunia, dan takdir dari Allah lah yang membuat dia lahir setelah ayah ibunya kecelakaan..

Kisah ibrahim tidak selesai sampai di situ karena Muai baru dioperasi keesokan harinya. Dia sempat tegang dan uring-uringan karena hampir 24 jam setelah kejadian, kakinya masih ditopang dan dibalut tetapi belum juga dioperasi.

Operasi muai berjalan lebih lama, totalnya hingga dia kembali ke ruangan adalah 4 jam. Saat itu sudah pukul 21.30 malam dan menyisakan jibril dan yangti yang belum pulang dari rumah sakit. Jibril sangat ingin bertemu bapaknya setelah sehari sebelumnya tidak bertemu. Saat Muai kembali ke ruangan, nampaknya dia masih dipengaruhi bius jadi tidak fokus menyapa jibril..

Tapi lagi-lagi Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan Muai memakan 5 pen di kakinya.. Akhirnya satu pen di jari tengah sudah diangkat dan kini dia tengah memasuki masa pemulihan selepas angkat pen tersebut..

Mungkin sampai di sini dulu cerita tentang Ibrahim.. Bayi yang hadir sebagai pelipur lara saat kedua orangtuanya mengalami musibah.. bayi yang (Alhamdulillah) tidak mengalami berat badan turun seperti masnya yang membuat kedua orangtuanya kesusahan..

Semoga kamu sehat selalu ya Ibrahim.. semoga kamu bisa tumbuh pintar dan kelak menjadi anak soleh.. Amiiin..

***

Oiya, sebelum saya lupa.. Meski saya enggak tahu mereka akan baca atau enggak, tapi saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk kakak saya dan suaminya, pak deddy, mamah yang menjaga Jibril (sampai kini pun masih saya repotkan menjaga Jibril), Opa Solo dan Bude Fau, Mbah Tri, Mbah Teguh, Om Juli dan Om Amet, Mbak Mar, Mas Jaka antara yang membantu kami bisa masuk dan dirawat dengan baik di RS, dokter ni komang yeni spOG yang membantu kelahiran Ibrahim dan juga dokter dan suster-suster yang baik hati selama saya dirawat di rumah sakit..

Saya juga mengcapkan terima kasih untuk tim HRD MI yang sangat membantu dan pengertian, UPZ Masjid Nursiyah Daud Paloh, para dedengkot micom, tim desk politik LKBN Antara, mbak tia, mba cici, mba ida, mbak rosi, yani, bunga, mbak titis, tante heri, mas ijul, ibu-ibu pengajian Al-Latiefah, dan juga ibu-ibu PKK RT013 yang menyempatkan diri menjenguk saat kami sudah di rumah..

Saya juga mengucapkan terima kasih kawan-kawan yang menjenguk ke rumah dan memberikan kebahagiaan untuk kami sekeluarga..

***

terakhir saya lampirkan foto Jibril dan Ibrahim ya.. Sampai jumpa di postingan selanjutnya.. :)

Thursday, February 22, 2018

memasuki usia kehamilan 8 bulan..

what??? bulan depan udah mau lahiran???

sungguh perasaan saya sangat gado-gado, karedok, ketoprak (apa sih?) membayangkan tinggal sebentar lagi keluarga Muaipani akan menghadapi 'petualangan' baru.. Antara ga sabar, tapi di sisi lain juga ada kekhawatiran, ketakukan, dan hal-hal lainnya..

ada beberapa hal yang pengen saya curhatin kali ini sebenarnya.. mulai dari hasil pemeriksaan ke dokter kandungan minggu lalu, soal renovasi rumah yang udah tinggal finishing tapi ga finish finish (orang yang renovasi rumah pasti ngerti soal ini..), plus tingkah dan polah Jibril yang makin hari makin zzz...

Kita bahas satu-satu ya...

Kamis pekan lalu, saat usia kehamilan 33 minggu, saya ditemani Muai kembali kontrol ke Dr Ni Komang Yeni di RSPI Puri Indah. Kontrol kehamilan selalu membuat saya harap-harap cemas.. Pekan lalu hujan deras turun dari pagi sampe sore (saya jadwal kontrol jam 15.30).. udah pesen taksi online baru dapet jam 3 lewat, tarif surcharge pulak, dan doi lamaaaaaaa banget nyampenya.. keliatannya lalu lintas emang padat karena hari hujan..

saya ampe nelpon ke poli obgyn biar ditungguin, dan ketika saya hampir sampai rumah sakit beneran ditelpon lagi sama suster poli obgyn nanya saya jadi ke dokter apa enggak.. udah senewen duluan padahal belum diperiksa.. untuk pas diperiksa tensi ga ikutan naik tuh tensi..

Muai pun yang tadinya rencananya mau nge-gojek aja karena males akhirnya bawa motor juga ke RS.. abis katanya susah dapetnya.. sekalinya dapet eh lokasinya masih di cbd tuh sopir.. jauh bener..

Lalu tibalah saat kami masuk dan diperiksa.. Sekadar informasi, sebelum kontrol kali ini, saya menjalani USG 4D untuk screening keadaan si bayi saat 31-32 minggu, saya merasa lega karena si bayi Alhamdulillah dalam kondisi baik.. Nah, pas diperiksa kemarin itu, dr yeni justru concern karena katanya janin saya beratnya kok kurang.. dari yang harusnya naik 400 gram, tapi kok cuma naik 200 gram..

"Bu, kok bayinya kurus? Ibu ga diet kan? tanyanya.

*DUAR.. langsung deg2an lah saya..*

"Bu, kayaknya ibu kurang protein ni bu. Ibu saya kasih peptisol ya, dan makan telur rebus putihnya 3 kali sehari, sekali makan dua telur.."

"Baik dok."


Kok bisa bayinya kurus? padahal berat badan ibunya naik sekilo.. :'( Sedih banget deh saya waktu itu..

Tapi kemudian saya mikir, apakah karena saya sempat lupa minum vitamin dokter selama seminggu? (lupa kok seminggu, kebiasaan kali itu pan! Jitak)
Lalu apakah karena kebanyakan makan nasi padang yang kelebihan karbo itu?? (menurut ngana???)

*sigh*

Maaf ya adek bayi, kalau kamu kurang nutrisi..

Akhirnya saya meminum peptisol (makanan cair tinggi protein, mirip susu tapi klo diminum kaya minum sereal gitu loh, ga kaya minum susu..) dan makan 6 telur rebus (ya ga setiap hari 6 sih), cuma dua hari sempet makan 6 telur dan rasanya luar biasa banget ya... ya intinya 2-4 telur deh yang masih sanggup saya makan, trus mengurangi nasi dan menambah asupan protein..

doain pas kontrol minggu depan berat badan adek bayi sudah sesuai chart ya... Insya Allah, Amiiin..

Hal yang kedua adalah soal renovasi rumah yang sudah memasuki tahap finishing.. pasang jendela, pintu, ngecet, pasang plafon, pasang pintu baru di bawah dan yang masih belum adalah benerin plafon teras rumah bawah, pasang handrail, poles lantai, pasang korden, dan masih banyak lagi..

Kira-kira akan selesai seminggu lagi.. lalu seminggu lagi.. dan mungkin minggu depan seminggu lagi.. (hiks, hayati lelah bang..)

Tapi di luar hal finishing yang tak kunjung finish itu, saya (dan Muai) bersyukur juga karena kami akhirnya bisa merenovasi rumah, menambah ruangan, dan membangun cerita baru di rumah.. :)

Saya berharap sih dengan tambahan ruang dan Insya Allah kehadiran anggota baru di keluarga Muaipani, kami bisa membangun memori-memori baru untuk keluarga kami.. cieee..

Nah yang terakhir dan tidak kalah penting adalah tingkah polah Jibril yang makin menjadi-jadi..

Sekarang ini, Jibril lagi fasenya susah banget disuruh makan.. susah banget dibilangin.. sampe jadinya sering banget ibunya (sekarang bapaknya juga) keseeeel banget sama dia.. Dia akan menegasi semua hal yang dibilangin ke dia..

Contoh 1:
"Jibril ibu mau kerja ya, Jibril jangan rewel ya.."

"Aku mau rewel aja.."


Contoh 2:
"Ibu aku mau makan permen.."

"Ga boleh makan permen, makan nasi dulu baru boleh makan permen abis itu.."

"Aku ga mau makan nasi.."

"Yaudah ga usah makan permen.."

"Aku ga mau makan nasi.."

*ibu yang lagi melow langsung sebel dan nangis karena dah susah-susah disiapin makan.. klo kata bapak ga usah nangis, anaknya emang lagi begitu


contoh 3:
"Jibril jangan naik-naik jendela.."

*Jibril tetep naik-naik jendela*


contoh 4:
"Jibril ayo mandi.."

"Aku ga mau mandi sama ibu, aku mau mandi sama bapak aja.."

"Bapak lagi kerja (biasanya ngedit berita)"

"Aku ga mau mandi sama ibu, aku mau mandi sama bapak aja.."

"Jibril ga nurut ya, kalau ga nurut mainannya ibu simpen.."

"Ga disimpen. (Jibril) nurut.."

*tapi jibril tetep ga nurut..*


daaaan masih banyak hal lainnya yang bikin spaneng dan dramatis.. tapi sungguh deh, mungkin ini fase yang wajar dan saya sedang menjadi ibu yang lebay.. Tapi gapapa ya saya sharing di sini biar di masa depan nanti saya inget dan seharusnya bisa lebih sabar..

"Sabar bunda, dia ga akan selamanya jadi anak kecil.. Tau-tau dia sudah dewasa dan kita akan kehilangan dia.." demikian ucapan bijak buku/artikel parenting.. zzz..

Doakan ya ibu tetep waras... dan bisa update blog lagi lebih reguler..

samjum ya..




Friday, January 19, 2018

Kali Ini Soal Tips-Tips Parenting

Kemarin waktu di kantor, saya sempat membaca blognya diana rikasari soal gimana dia bisa survive ngasuh dua anak di negeri orang tanpa nanny di sini..

Ga semuanya bisa saya aplikasikan sih, cuma ada satu hal yang menarik perhatian saya itu soal gimana si diana ini bangun lebih pagi dari anak-anaknya agar dia bisa me time dulu.. jadi karena dia udah me time, jadi bisa lebih 'siap' deh menghadapi kejutan di hari itu..

tapi bagi saya ini PR BUANGET, hahaha.. secara Jibril konsisten bangun antara jam 5-6 pagi.. sementara saya (dan muai) kerap kali tidur di atas jam11 malem yang akibatnya abis salat subuh kita pengennya molor lagi.. sementara Jibril udah siap untuk beraktivitas.. zzz.. *PR BANGET MASBRO MBAKSIS*

Ini sebenernya salah sih.. harusnya kami bisa disiplin soal jam tidur malam, jadinya paginya ga terlalu zombie di pagi hari.. cuma ya gitu deh.. teorinya gampang dijalaninnya susah..

Selain soal bangun pagi ini, tips dari diana yang menurut saya okeh banget itu adalah soal membiarkan anaknya pecicilan aja gitu.. biarkan dia berlari-larian, teriak-teriak, bebaskeun aja.. anggap berisik dan pecicilannya tu anak sebagai "white noise".. biarkan anak-anak menghabiskan energinya yang berlebih.. biar mereka lelah dan akhirnya akan beristirahat.. saya sendiri ga paham sih maksudnya white noise, cuma mungkin jika diartikan secara bebas ya santai aja lah.. ga usah tegang2 banget.. ga usah kayak orang dewasa yang ga asik saat keganggu dan kebrisikan..

nah, hari ini kan kebetulan saya lagi libur.. trus jibril hari ini lagi seneng main bareng sama sepupunya di ruang tamu bawah.. nah ada lah saatnya mereka rebutan mainan, trus ada yang nangis sebentar.. trus ada saatnya Jibril lari-larian muter-muter dorong troli belanja mainan.. mungkin lebih dari lima menit ya dia itu muter-muter dan suara troli yang berderit-derit itu.. Jujur itu rasanya udah geregetan banget dengerinnya.. tapi di sisi lain saya liat sepupunya jibril selow aja tuh denger suara berisik.. malah ikut happy lari-larian.. sampai akhirnya mendekati waktu tidur siangnya jibril dan saya ajak jibril udahan main untuk tidur..

Meski anaknya menolak tidur siang, tapi dengan hati dan perasaan (ibunya) yang lagi ga spaneng, anaknya bisa dibujukin naik ke kamar untuk tidur siang.. tetep sih ga langsung tidur, masih petakilan sana-sini di kasur.. tapi ya akhirnya tidur juga sih dalam waktu yang ga terlalu lama juga.. *HOREEE.. TIPS INI BERHASIL..*

mungkin memang ibunya yang mesti belajar sabar.. ga sumbu pendek.. menikmati kebrisikan dan pecicilannya si anak, ketimbang marah-marah karena keganggu.. doakan ibu lebih sabar ya.. soalnya beberapa kali bapaknya jibril negur saya untuk sabar, dan saya sebel banget karena ditegur di depan anak.. *ZBL BGT KAKAK..*

Tips parenting lainnya bukan dari blog nya diana rikasari sih.. tapi berdasarkan pengalaman saya aja ni.. Soal toilet training dan mengajarkan kemandirian ke anak ni misalnya.. Saat ini kan jibril udah lulus toilet training, dah bisa bilang kalau mau pipis dan pup.. tapi apakah berarti ibu sudah terbebas dari masalah ompol dan pup di celana? oh tentu tidak dong, hehehe..

karena kadang dia juga telat bilang mau pipis dan akhirnya udah basah deh celananya.. malah lebih parah kalau bapak ibunya lupa ajak dia ke toilet dalam beberapa waktu, dia bisa nahan pipis dan akhirnya ngewer aja dia, huhuhu..

soal pup juga begitu, sering dia sukses bilang mau pup lalu dia pup di wc dengan sukses.. tapi di lain waktu dia baru bilang mau pup setelah pup di celana.. *ZZZ..* seperti sore ini.. mendadak dia buka celana lalu ke kamar toilet.. pas saya tanya dia bilang mau pipis tapi dia sambil main shower untuk bersihin sesuatu di lantai yang ternyata pup yang jatuh.. *OH NOOOOO..* pas didudukin di toilet dia ternyata beneran masih pup, tapi sebelumnya sudah pup di celana..

dari kejadian sore tadi, selain masalah jibril telat bilang mau pup, ada hal yang menarik sebenarnya.. yaitu dia secara sadar langsung masuk ke kamar mandi sendiri dan berusaha untuk membersihkan pupnya dia.. suatu tindakan yang menurut saya mandiri dan bertanggung jawab dari seorang anak berumur 3,5 tahun.. *WAY TO GO JIBRIL..*

mamah saya pun sempet bilang, "Ya namanya juga punya anak kecil. Mesti terbiasa soal ompol dan pup ini.. Ga bisa lah jijikan.." *DAN SAYA PUN AGAK MALU.. KARENA ZAMAN DULU KAN GA ADA POSPAK BROSIS..*

well, saya belum lulus ujian kesabaran sih menjadi orangtua bagi Jibril (dan Insya Allah adiknya nanti).. tapi yang jelas saya mesti terus belajar dan bersabar.. karena balik lagi ke magic mantra, "Happy mommy, Happy kid.." :)

Tuesday, January 09, 2018

Di Atas Meja - Payung Teduh

[Verse 1]
Di atas meja rindu itu hilang
Dalam kata-kata
Sebentar lagi kita saling lupa

[Pre-Chorus 1]
Kita menjelma pagi dingin yang dipayungi kabut
Tak bisa lagi bercerita apa adanya

[Chorus]
Mengapa takut pada lara
Sementara semua rasa bisa kita cipta
Akan selalu ada tenang
Di sela-sela gelisah yang menunggu reda

[Verse 2]
Di dalam kamar rindu itu menguap
Dalam kebisuan
Sebentar lagi kita semakin lupa

[Pre-Chorus 2]
Kita menjelma kebisuan yang tak bisa diungkap
Tak bisa lagi bercerita apa adanya

[Chorus]
Mengapa takut pada lara
Sementara semua rasa bisa kita cipta
Akan selalu ada tenang
Di sela-sela gelisah yang menunggu reda

Verse 3]
Di tiap langkah rindu kita menghilang
Penuh keraguan
Lalu kita pun sungguh smakin lupa
Oooo..

[Pre-Chorus 3]
Kita menjelma kebisuan yang tak kunjung terungkap
Tak bisa lagi bercerita apa adanya

[Chorus]
Mengapa takut pada lara
Sementara semua rasa bisa kita cipta
Akan selalu ada tenang
Disela-sela gelisah yang menunggu reda

Ou ooh..
Ou ooh..


***

Saya tulis lirik lagi Di Atas Meja - Payung Teduh ini karena saya jujur gemes banget di video liriknya nulisnya Diatas Meja.. booook, di atas itu dipisah kali.. #evaluasibahasa

It HURT my eyes you know.. zzz

Di sisi lain, jujur lagu memberikan 'kesadaran baru' bahwa banyak rasa yang bisa diciptakan, tetapi orang sering fokusnya ke sedih atau lara.. :')


***

Terima kasih Payung Teduh..


Tuesday, December 26, 2017

Memaknai 2017 dengan Ikhlas

berat amat judulnya, pan?

ya, mungkin memang berat ya.. namanya juga memaknai tahun ini dengan ikhlas.. *err.. mbulet banget, ga ngejawab pertanyaan, haha..*

intinya tulisan ini saya buat di penghujung 2017 dalam rangka introspeksi, kontemplasi, dan si si lainnya.. *apasih..*

Jadi, apa saja yang telah terjadi di 2017?

hmm.. di awal tahun saya sempat merasa kesal.. kesal karena 'ketiban pulung' mengerjakan halaman ekonomi berdua saja (dari total tim berempat) karena dua personelnya cuti.. sebenernya ga ada hal yang salah dengan itu.. namanya cuti kan hak setiap karyawan.. ya dua kawan saya cuti saat akhir tahun ya hak mereka.. beban kerja bertambah karena kolega yang lain cuti ya di-ikhlas-kan saja toh?

setelah tim kembali lengkap ternyata ada skandal busuk di tim kerja saya yang terungkap.. skandal yang memalukan karena sudah berlangsung lebih dari dua tahun.. bayangin ada orang berbohong selama lebih dari dua tahun dan kemudian terungkap? rasanya udah ga bisa diungkapkan dengan kata-kata.. bayangin selama ini dia boongin lo karena sakit? kerjaan2 dia banyak yang didiskon karena memperhatikan kondisinya yang "katanya" sakit. trus ternyata dia nipu? nipu bukan cuma lo dan tim lo, tapi perusahaan, teman2 liputannya, dan berbagai pihak yang entah siapa aja..

dan yang paling menyakitkan buat saya (berubah dari lo gw jadi saya lagi, pardon me..) adalah saat orang2 nyangka bahwa rekan2 satu tim dia sebenernya tau, tapi nutup2in.. intinya rekan satu timnya terimbas hal busuk itu lah..

dan akhirnya ada konsekuensi yang saya (dan satu anggota tim lainnya) tanggung akibat kasus skandal busuk itu.. kami di-rolling dari desk ekonomi.. rolling sebenernya adalah hal yang wajar dan normal di redaksi.. ga ada yang salah dengan hal itu.. tapi bagi saya yang masuk desk ekonomi di 2011, di-rolling setelah 6 tahun rasanya agak gimana gitu ya.. mungkin perasaan keluar dari comfort zone, menuju zona lain yang entah seperti apa rasanya.. dan prosedur biasa dalam setiap rolling, dapat surat hari ini, efektif rolling esok harinya..

adapt or die, sis..

lalu saya pun memulai ritme baru mulai pertengahan maret 2017 di mediaindonesia.com aka Micom.. bisa dikatakan micom (yang dulunya MIOL) ini adalah 'rumah' pertama saya di MI.. sebelum saya masuk desk politik, lalu ekonomi, saya memulai karier reporter saya menjadi reporter MIOL..

ternyata, banyak hal yang berbeda di Micom ketimbang di harian.. mulai dari tidak perlu membuat proyeksi, rapat proyeksi-bajet-checking, ngedit berita lalu acc halaman, hingga piket malam.. kenapa? karena kami bekerja based on shift.. ada jam kerjanya dan selama jam kerja itu ya ngedit berita nonsetop.. ya ga nonsetop sih, cuma jumlah berita yang diedit jelas lebih banyak daripada di harian..

tapi ada dukanya juga di micom itu.. lebih sering kena semprot dan bagian 'cuci piring' berita-berita yang terbit di koran.. meski sebenernya itu berita koran, begitu tayang di Micom esok harinya yang mesti ralat duluan ya micom.. yang kena somasi duluan ya micom.. sekarang orang ngecek berita via online kok, dah jarang kali ya baca koran..

namun lagi-lagi keluhan di micom dari waktu ke waktu itu masih sama.. kinerjanys susah naik karena memang timnya terbatas, lalu kemampuan server terbatas, dan masih banyak hal lainnya.. tapi hari gene, saat era media cetak mulai pudar tapi media online yang dimiliki masih belum sesuai harapan, trus masa kita ngeluh terus dan menjadi bagian dari masalah yang ga kela-kelar?

saya sih enggak mau menjadi orang yang penuh dengan hal-hal negatif karena kondisi ini.. mengeluh terus kok kita begini aja sih, kok kita ga bisa maju sih? yaudah ikhlas aja kali.. *ceile..* saya harusnya bekerja dengan baik, setidaknya untuk diri sendiri ga sih? give the best of you.. (meski jujur, kadang motivasi saya pun naik turun dalam bekerja.. jadi harus terus mengingatkan diri sendiri..)

Lalu, apa lagi yang menarik tahun ini?
seperti sudah saya jabarkan di postingan sebelumnya.. bahwa kami melakukan perjalanan pulang kampung yang luar biasa.. yaiyalahya dua minggu cyn..

daaan setelah mudik itu kami mendapatkan rezeki yaitu kehamilan saya yang kedua (apa ketiga ya?) ya intinya Insya Allah adiknya Jibril is on the way march or april 2018.. *doakan semua lancar, sehat, selamat ya.. amiiiiin..*

sekarang kehamilan saya sudah masuk 26 minggu dan kehamilan ini sungguh luar biasa.. kenapa luar biasa? karena saya bingung menjabarkannya seperti apa, jadi saya buat list aja ya..

1. di awal kehamilan saya sempat parno banget.. (mungkin karena sebelumnya saya pernah keguguran ya?) tapi alhamdulillah trimester awal saya lalui dengan lancar meski muntah2 cukup parah..

2. hasil lab cek darah dan urine yang (saya anggap) kurang baik.. saya mengalami hb rendah, urine ada bakterinya, trus yang agak bikin gimana gitu yaitu defisiensi vitamin D.. kalau di googling agak ngeri2 gimana gitu dampak defisiensi vitamin D ini.. jadilah saya mesti berjemur setiap hari antara pukul 06.00-08.00 dan juga mengkonsumsi vitamin D3 dosis tinggi sebagai akselerator..

3. saya sering merasa lelah karena Hb rendah dan mesti lebih banyak mengonsumsi daging merah.. ini berbeda dengan kehamilan pertama saya di 2013-2014.. saat itu saya masih bisa kuliah dengan rute joglo-depok-kedoya-joglo 3x seminggu.. dan soal konsumsi daging merah ini juga agak PR karena di tukang sayur langganan mamah jarang yang bawa daging kecuali dipesan.. tapi saya berusaha untuk lebih banyak makan daging merah sih.. meski pengeluaran lebih besar ya.. *ujung2nya duit, haha*

4. Alhamdulillah di kehamilan kali ini saya mendapatkan rezeki nompok dinas luar negeri ke Paris, Prancis.. saat kehamilan saya masuk usia 23 minggu, saya mendapat penugasan ke Paris.. respons pertama saya ya enggak percaya lah ya.. setelah rolling ke micom, dan kemudian saya hamil, dinas ke luar kota ya udah "bhay" aja sih menurut saya.. apalagi udah akhir tahun, ya ditunjuk untuk dinas luar negeri ya agak2 ga mungkin lah ya.. Tapi ternyata saya mendapatkan rezeki itu.. rezeki adek bayi kalau orang2 bilang.. bisa berangkat ke paris.. ngerasain winter untuk pertama kalinya.. menginjakkan kaki di benua eropa untuk pertama kalina.. dan melihat salah satu kota ikonis dunia untuk pertama kalinya.. dan mencicipi naik pesawat long houl di kelas bisnis untuk pertama kalinya.. Alhamdulillah.. :) Mungkin jika sempat dan ingin, saya akan membuat tulisan khusus soal paris.. karena banyak juga yang ingin saya ceritakan.. (tapi kalau sempet lo yah.. hahaha)

5. daaaan hal luar biasa lainnya yang saya alami dalam kehamilan ini adalah saya diopname di rumah sakit pada kamis (21/12) - sabtu (23/12) kemarin karena serangan asma akut.. jreng jreng jreng.. saya sejak selasa memang ngerasa pilek, lalu berasa tenggorokan sakit, dan rasanya sudah mau radang.. tapi saya berharap tidur nyenyak, madu, jeruk nipis, dan makan teratur bisa membuat keadaan membaik. Tapi ternyata kamis dini hari saya justru sesak nafas, hingga tidak bisa tidur.. karena Muai sedang di luar kota, paginya saya bertanya apakah saya harus ke UGD karena sudah sesak nafas sejak malam. Muai menyarankan saya konsultasi dulu ke dokter kandungan saya.. setelah saya konsultasi, dokter kandungan saya pun menyarankan saya untuk ke UGD dulu.. Akhirnya sekitar pukul 08.00 saya berangkat ke UGD naik taksi online.. alhamdulillah lalu lintas pagi itu ga terlalu macet, jadi sekitar 30 menitan saya sudah sampai rumah sakit..
Di sana orang2 agak aneh sih ngeliat saya, udah engap sendirian pulak kan.. tapi ya mau gimana lagi.. masa saya ngajak mamah dan juga jibril? padahal di rumah lagi ada tukang yang renovasi rumah? malah runyam ntar situasi kan.. akhirnya ya saya diobservasi di UGD, kemudian datanglah dokter spesialis paru yang merujuk saya untuk dirawat inap.. :(

Jadi ya bapak-bapak ibu-ibu, serangan asma itu bisa datang di saat kondisi tubuh kelelahan (capek paris belum selesai kayaknya), alergi (saya punya riwayat alergi debu, cuaca), infeksi (flu, batpil, yang saya alami), dan juga kehamilan.. saya yang kekeuh mengaku tidak punya riwayat asma jadi ngerasa tertampar (duile tertampar) oleh kenyataan bahwa saya bisa juga terkena serangan asma.. hal ini pun membuat saya merasa kecil di hadapan Allah SWT.. saya nampaknya seperti sok2an banget dan kurang bersyukur..

Tapi Alhamdulillah saya sekarang sudah membaik ni.. sudah di rumah, meski masih harus istirahat sampai besok.. kali ini saya enggak mau ngongso dulu deh.. mungkin di satu sisi saya jadi agak cemen.. berasa lemes melulu dan kayaknya kurang setrong gitu menghadapi penyakit.. tapi di sisi lain saya juga ngerasa harus mengukur diri dari kondisi badan saya sendiri.. yaaa, mungkin orang-orang di kantor akan ngomongin.. (ini GR banget..) tapi yang menjalani hidup dengan kondisi badan seperti ini ya kan saya sendiri..

Jadi di penghujung tahun ini, saya ingin mengucapkan Alhamdulillah untuk semua hal yang diberikan Allah buat saya.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..

Trus intinya postingan ini apa ya?
Intinya, jangan lupa bersyukur lah.. :)


Thursday, October 19, 2017

Kali ini tentang pulang kampung

Juni lalu, keluarga muaipani pulang kampung ke solo dalam rangka merayakan Idul Fitri 1438 H. Perjalanan itu cukup berkesan untuk saya, ya mungkin juga untuk muai&jibril, karena kami menghabiskan kurang lebih 2 minggu di solo.. *setengah bulan kalau kata mamah, haha..*

Trus 2 minggu itu cuti lebarannya? iya dong! Ngeri kan? Hehehe..

Nggak sengeri itu juga sih.. Karena memang kami terakhir mudik pas lebaran ke solo itu udah 2011 lalu, jadi ya sekarang semacam mengobati kerinduan dan memaknai 'pulang', terutama untuk muai..



Lalu apa yang berkesan selama mudik itu?

Pertama, mungkin soal puasa Ramadan itu sendiri ya. Kalau di jakarta, saya merasa selama Ramadan yang ga beda-beda jauh dengan hari biasa. Kecuali saat sahur, berbuka, dan masjid/musala jadi lebih ramai dari biasanya.

Nah, saat kami mudik ke solo--dengan niat merayakan Idul Fitri--justru saat tiba di sana saya merasa agak malu hati. Sebab, keluarga di sana masih khusuk ibadah Ramadan. Seperti saat saya tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan sederhana, "Gimana Ramadan di Jakarta?" Hmmm.. saya pun langsung berpikir soal 'bussiness as usual' yang saya jalani.. :(


Kedua, mengenai persiapan Idul Fitri di solo. Persiapan Idul Fitri seperti memasak, membersihkan rumah, menyiapkan segalanya untuk open house membuat saya memaknai mudik kali ini bukan sebagai 'liburan' atau 'traveling', tapi justru sebagai 'pulang ke rumah'.

Kenapa saya sebut pulang ke rumah? Karena memang saya turut serta menyiapakan semua hal menjelang open house Idul Fitri. Bukan cuma saya sih tentunya, ada muai dan inlaws yang juga melakukan hal yang sama.

Hal ini cukup berbeda dengan Idul Fitri di Jakarta yang sudah sangat simpel. Tidak perlu repot-repot menyiapkan hidangan lebaran, karena kami tinggal pesan ke tetangga. Butuh kue lebaran? Daripada repot waktu&tenaga tinggal ikut PO kue lebaran aja dari kawan langganan.

Bukan bermaksud membanding-bandingkan mana persiapan lebaran yang lebih baik antara Solo dan Jakarta. Namun saat mudik kemarin saya merasa jiwa lebih 'kaya' aja karena bisa membantu menyiapkan segala sesuatu untuk open house hari raya Idul Fitri.


Ketiga, soal kumpul keluarga besar. Saat lebaran di jakarta, saya sudah tidak punya lagi tradisi kumpul keluarga besar di hari pertama lebaran. Sebab keluarga bapak generasi tuanya sudah ga ada semua. Paling kami berkunjung ke rumah bude dan akan melakukan kumpul-kumpul arisan selepas lebaran.



Hal itu berbeda dengan keluarga besar Muai di solo yang cenderung masih 'cukup lengkap'. Masih ada acara open house saat hari pertama lebaran di rumah Bapak mertua di solo baru. Lalu pertemuan trah keluarga besar di hari kedua lebaran yang biasa disebut sebagai 'hari lebaran di desa'.




Keempat, jelajah kuliner. Salah satu hal yang bisa dilakukan di solo adalah wisata kuliner. Saat mudik kemarin, muai bisa tuh puas-puasin sarapan soto dan nasi liwet, jajan tahu kupat, jajan bakso, jajan mi toprak, dan jajan-jajan lainnya untuk melepas rindu.. *halah*

Yang istimewa di mudik kemarin, karena kami cuti cukup panjang, kami bisa jajan makanan2 legendaris yang baru buka kembali H+berapa lebaran. Berbeda halnya klo kami ambil cuti cuma seminggu kayak di 2011. Bawaannya stres dan agak BT karena baru sebentar happy tau-tau udah mesti masuk kerja lagi.. zzz..


Kelima, soal piknik/touring naik motor antar-kota dalam provinsi, haha.. Perjalanan mudik kami ke solo kemarin bisa dibilang cukup ngirit dalam hal transportasi. Sebab kami kemarin meminjam motor milik mas arif hana (kakak ipar muai) untuk mobilitas selama di solo.. Hal itu membuat kami bisa berkeliling keluar kota seperti ke tawangmangu dan ke wonogiri..

Piknik PP ke Tawangmangu kali ini sangat berkesan untuk saya. Sebab baru kali ini saya bisa membayangkan macetnya puncak saat libur lebaran. Nah, pas kami piknik ke tawangmangu lumayan macet tuh perjalanan--bagi yang bawa mobil, haha.. karena kami naik motor ya lumayan lancar lah..

Trus, kali ini kami memutuskan untuk piknik di Bumi Perkemahan Sekipan, Tawangmangu. Kami ga kemping sih di sana. Cuma seneng aja nikmati suasana, ada sungai kecil--Jibril happy banget pas nyemplung ke sungai kecil.. selain itu kami juga foto-foto di hammock, dan juga di depan rumah-rumah papua. Memang tidak terlalu 'hip' sih, cuma piknik ke sekipan itu sangat menyenangkan lah bagi saya..



Di hari yang berbeda kami juga pergi bermotor ke wonogiri. Saat itu kami bersilaturahim ke rumah Mbok Nem (pengasuh muai dan kakak-kakaknya saat kecil) di Manyaran, Wonogiri.

Tahun ini adalah kali kedua saya silaturahim ke tempat mbok nem. Sebelumnya kami ke sana saat kami mudik 2011. Jadi setelah enam tahun, kami kembali ke sana. Kali ini bersama Jibril.

Hanya saja kali ini pertemuan dengan mbok nem tidak seindah memori saya saat 2011 silam karena mbok nem terserang penyakit pikun sejak sebelum Ramadan. Mbok nem tidak mengenali muai, mbak isna (kakak muai), apalagi saya yang baru kali kedua ini bertemu. Pandangan mbok nem serasa jauh, seperti tidak fokus. Saat diminta jangan stress, mbok nem menjawab dia tidak stress kok.

Trenyuh.

Saya dan Muai pun berpikir untuk memberikan 'pertolongan lebih lanjut' untuk mbok nem. Karena kami menyimpulkan dia terkenan demensia akut. Tapi sebelum semua itu terwujud, sekitar 3 bulan setelah kami bertemu mbok nem, dia dipanggil Allah SWT.

Ya Allah, semoga Mbok Nem khusnul khotimah..


Keenam, piknik keluarga besar ke pantai Parangtitis. Saat di solo kami sekeluarga besar sempat menyewa elf untuk melakukan perjalanan ke jogja. Rute kali ini adalah menjenguk ayah mbak umi (istri mas iwan kakak muai) yang tengah sakit akibat stroke. Kondisi bapaknya mbak umi sudah mulai membaik ketika kami temui. Meski bicaranya masih pelo, tapi sudah bisa berkomunikasi.



Setelah itu, perjalanan kami berlanjut ke Pantai Parangtritis. Sebenarnya kami ingin masuk kota jogja, main di taman pintar, baru kemudian di Parangtritis. Tapi nampaknya jogja dan lebaran adalah dua hal yang enggak banget kalau bersatu. Soalnya jalanan ke arah kota macet banget nget nget.. akhirnya kami ya ga masuk kota tapi langsung ke arah pantai.

Di parangtritis kami tiba pukul 14.00. Matahari lagi cantik-cantiknya ya, hihihi.. tapi seperti biasa, para ponakan dan juga jibril sangat antusias mau nyemplung ke laut. Meski akhirnya mereka bisa ditahan dulu untuk makan, baru kemudian mandi-mandi di laut.

Selesai mandi-mandi di laut, mereka makan-makan lagi, lalu foto langsung jadi berlatar belakang paris beach--singkatan kekinian pantai parangtritis, dan ga lama setelah itu kami pulang lagi ke solo.



Hanya satu hal yang kurang sip selama perjalanan jogja-solo itu. Yaitu sopir elf nya yang bawa mobil ugal-ugalan. Macam sopir angkot/metromini di Jakarta saat macet, klo ga nyodok-nyodok kayaknya ga afdol.. zzz..


Ketujuh, perjalanan pulang transit ke bandung. Sebenarnya perjalanan kami saat pergi pun juga sempat transit di Bandung. Kami mendapat tiket kereta bandung-solo, solo-bandung. Jadilah kami pergi dan pulang transit dulu di ibu kota pariangan itu.. *err..*

Perjalanan dengan transit yang menurut saya berkesan itu memang saat pulang. Saat kami memilih kereta malam dari solo ke bandung walaupun saya paling tidak suka perjalanan malam hari. Soalnya saya ga pernah bisa tidur. Jadi besoknya pasti rentek semua badan..

Di perjalanan kali ini ada bagusnya juga kami naik kereta malam karena jibril bisa tidur (meski ibunya hanya tidur +/-2 jam saja, hiks).

Saat tiba di bandung pun kami cukup impulsif karena sudah memesan travel tetapi belum memesan hotel. Jadilah saya mengontak salah satu sahabat saya nandia yang mamanya tinggal di bandung untuk bisa transit di rumahnya, untuk numpang mandi pagi.. *krik banget ya, haha..*

Fyi, nandia ini waktu itu sedang studi di belanda. Jadi saya main ke rumah mamanya, tanpa bertemu sahabat saya itu..

Cuma Alhamdulillah banget deh punya sahabat yang rasanya udah kaya keluarga jauh gitu. Jadi saat saya ke rumah mamanya itu, saya ngerasa diterima banget. Malah disuguhin sarapan segala. *tamu ngerepotin..*



Makasih banget ya Tante, Teh Dina, Teh Ratna dan keluarga besar margacinta yang udah menerima kami pagi itu.. We're blessed..

Dari rumah mamanya nandia kami pun memulai petualangan di bandung dengan menuju ke... Farm House Lembang.. ternyata meski udah seminggu lewat dari lebaran jalan ke arah lembang tetep macet ya.. udah gitu di farm house nya masih kaya cendol juga.. *emang tempatnya kecil juga..*



Cuma karena Jibril belum pernah main ke tempat binatang-binatang ternak itu yaudah kami ajak ke sana.. bocahnya cukup happy sampai jarinya ga sengaja kegigit kelinci waktu ngasi makan.. zzz.. maaf ya nak, ibumu yang agak kurang tidur saat itu kurang konsentrasi waktu lagi ngasi makan kelinci..



But overall anaknya happy lah.. bapak ibunya sih biasa aja.. cuma yang jadi tau, "Oh gini toh bentuknya Farmhouse.. lain kali ga usah kesini lagi ya, hahaha.."

Selanjutnya kami udah kadung cape.. jadi kami minta pak sopir untuk mampir ke mini market sebelum kami istirahat di hotel Gran Aquila di daerah Pasteur.

Untung banget deh tu pak sopir, disewa untuk 12 jam tapi ga sampe 12 jam kami udahan, hahaha.. rezekinya dia lah ya..

Di hotel karena kami mager, kami pun pesan makan via gofood. Lalu tidur cepat dan keesokan paginya baru kami beraktivitas dan menikmati suasana hotel..


Mengakhiri perjalanan mudik yang panjang dengan istirahat di hotel itu menurut saya adalah hal yang menyenangkan. Sebab kami bisa me-refresh pikiran sebelum kami harus kembali menghadapi rutinitas di ibu kota.. Waktu istirahat di Bandung kemarin itu juga membuat perjalanan mudik kami lebih berarti dan akan selalu dikenang..

Kenapa dikenang? Tunggu lanjutan ceritanya ya.. soal pascamudik lebaran.. :)

See you..

Tuesday, August 22, 2017

kali ini soal milestone si bocah aka Jibril..

halo ketemu lagi dengan tulisan "kali ini soal".. hehehe.. udah lama (banget) ya ga nulis soal ini, maklum deh (sok sibuk gitu saya sama dunia nyata, jadi dunia blogging terbengkalai.. #apeu

Saya menulis soal milestone karena beberapa hari lalu grup busui di kantor lagi ngebahas soal kontroversi artis/selebgram/penyanyi yang menggunakan metode BLW (baby lead weaning) ke anaknya yang kini berusia 7 bulan. Jadi ceritanya ada cuitan seorang dokter di twitter yg nyinyir banget mempertanyakan akankan ada peningkatan tren bayi yang harus menjalani operasi karena ususnya terlipat akibat menelan makanan besar/keras yang belum saatnya/belum bisa dicerna oleh bayi setelah si mbak artis ini mempraktekkan metode BLW secara berlebihan ke bayinya..

saya awalnya sempet,"Heh, lebay amat sih.." (baik si mbak artis maupun kenyinyiran dokternya)

Saya jujur bukan penganut BLW sih, karena pernah dicoba dan kala itu jibril sepertinya belum bisa mencerna dengan baik.. dia "hoek" dan kesian aja makanannya ga tertelan.. pernah dia makan sop yang ada pipilan jagungnya.. dan yang terjadi adalah di pup nya ada pipilan jagungnya.. *true story* hahaha, maaf ya jibril.. Jadi sampe sekarang saya masih menggunakan metode spoon feeding dan Alhamdulillah anaknya sudah mulai mau makan sendiri di beberapa kesempatan (kayak makan buah dan waktu makan bersama di sekolah..) Yah perlahan tapi pasti lah..

Saya ga anti BLW sih.. karena menurut saya memang ada bayi2 yang lebih suka/cocok dengan metode tersebut.. cuma ya kalau saya mungkin belum mampu karena masalah keterbatasan tempat, masalah soal bersih2 saat makanan berceceran, dan kesehatan jiwa biar ga marah2 karena makanan berantakan *ehem* untuk menerapkan metode tersebut..

Trus apa hubungannya sama milestone Jibril?

Nah ini.. haha.. ketika saya dapet tautan soal mbak artis itu saya sempet mikir, "Alhamdulillah ya saya udah melalui fase mompetition saat awal2 kehidupan jibril.. yang bawaannya baper kalau anak lain udah bisa ini itu sementara jibril belum.. sekarang sih saya lebih santai dan berusaha insya allah terus meningkatkan potensinya jibril.."

Kalau saya menengok ke masa lalu *halah*.. usia jibril 0-1 tahun itu dipenuhi oleh kebahagiaan ketika dia sudah mulai bisa angkat kepala, tengkurap, merangkak, duduk, dan belajar berdiri.. tapi kemudian kekhawatiran muncul saat dia sudah lewat setahun tapi belum bisa jalan sendiri.. memang dia merangkak cepat sekali, tapi kok belum jalan2? akhirnya di usia 14 atau 15 bulan jibril bisa jalan.. Alhamdulillah..



saat itu jujur saya juga sempet gemes.. kok jibril kemampuan fisiknya cepet (tengkurap, merangkak, duduk, dll) tapi kok jalannya lama sih? tapi akhirnya saya mengucap syukur karena dia bisa jalan.. mengucap syukur karena setiap anak berbeda2 toh?


lalu saat usia jibril 1-2 tahun, milestone yang diharapkan itu si bocah sudah mulai mengoceh.. tapi kok dia lama ya ngomongnya? kadang bisa ngomong bapak, mbah, makan nai (nasi), andi (mandi), dan beberapa kata lainnya. Meski kata 'ibu' belum terucapkan dengan jelas, zzz..



hingga saat dia berusia 2 tahun dia sudah bisa bicara, "bapak bapak bapak" atau "makan makan makan" tapi belum bisa merangkai dua kata seperti anak-anak seusianya.. Akhirnya seperti saya tulis sebelumnya di sini, saya dan muai membawa jibril ke klinik tumbuh kembang.. dan setelah kurang lebih 3 bulan terapi akhirnya jibril bisa berbicara merangkai 2-3 kata..



Tapi lagi-lagi saat itu (alhamdulillah) saya enggak ngerasa kompetitif lagi dengan ibu2 yang anaknya udah lebih pinter.. ya daripada kita misuh2 melulu lebih baik kita menyelesaikan permasalahan bukan? lebih baik kita memperjuangkan dan mensyukuri apa yang kita punya daripada terus membandingkan2kan dengan apa yang dipunya orang lain? *mendadak bijak*



sebab Alhamdulillah jibril bener2 mengerti ibunya.. dia bisa disapih di usia dua tahun loh.. tanpa terlalu banyak drama.. mungkin itu milestone yang bisa saya banggakan/syukuri..

lalu milestone saat dia di usia 2-3 tahun.. kapan toilet training? sejak jibril usia 2,5 tahun saya&muai memang sudah memulai program toilet training untuk jibril.. dengan membeli urinator kecil, dan training pans.. Tapi ya masih maju-mundur juga hingga dia hampir berusia 3 tahun dan kita mulai merasa 'malu' saat ke toko pakaian anak lalu mbak SPG-nya bilang,"eh kok masih pake pampers?" *duar* selamat ya pak, bu, anaknya udah dianggap terlalu gede tuh untuk pake pampers.. zzz...

lagi-lagi, saya sempat stress sih saat jibril bisa 5x pipis setelah mandi hingga celana pendeknya habis dan akhirnya saya menyerah untuk makein dia pampers lagi. Seperti deja vu saat Jibril berusia 4 bulan dan saya akhirnya menyerah pakai popok kain&clodi karena setelah mandi pagi jibril bisa pipis 5x berturut2..

Tapi akhirnya perjuangan ga sia-sia kok.. menjelang ulang tahun ke-3 jibril, anaknya tiba-tiba dan ngerti ngomong kalau mau pipis.. Ya meski masih terjadi sih dia ngompol saat tidur karena kecapean, atau kebanyakan minum, atau bapak ibunya lupa ngajak dia ke toilet, tapi secara umum Jibril udah ngerti konsep ke toilet untuk pipis maupun pup..

bagi saya itulah milestone jibril di usia tiga tahun.. Alhamdulillah sudah lulus toilet training..

Milestone mungkin bisa sangat luar biasa ya.. seperti IQ anaknya 200, bisa lulus seleksi olimpiade fisika/kimia/biologi, you name it.. Tapi kan ga semua orang kayak begitu ya? Ga semua orang itu pinter banget, cerdas banget, luar biasa banget.. Tapi di sisi lain, kita juga kadang ga melihat hal2 yang mungkin 'biasa aja' bagi kita, padahal bagi orang lain itu sudah luar biasa.. *apa sih ini kok ngelantur*

Jadi inti dari tulisan ini adalah saya ingin mengingatkan diri untuk selalu bersyukur bersyukur bersyukur.. karena dengan bersyukur, semua hal terasa lebih bermakna.. ya ga sih? *udah iya in aja ya, hihihi..*



PS: enggak kok, jibril belum bisa main piano.. hahahaha..



Wednesday, August 16, 2017

Cerita kecil di bulan April: Piknik ke Kebun Binatang Ragunan


Setelah saya buka-buka galeri foto di ponsel, di bulan April ternyata ada kegiatan yang belum sempat saya share banyak medsos karena kadung kecapean, hahaha..


Waktu itu (akhirnya) saya, muai, dan jibril piknik ke kebun binatang ragunan. Piknik ke kebun binatang ini sebenernya sempet bikin saya 'agak gimana gitu'.. karena kan pada dasarnya binatang itu hidupnya ga di kebun binatang ya, ada habitatnya masing-masing.. namun di sisi lain, cara pembelajaran yang paling baik untuk jibril adalah melihat, mendengar, merasakan pengalaman tentang sesuatu.. termasuk perkenalan dia dengan binatang-binatang lewat gambar dan puzzle..


Akhirnya dengan pertimbangan ini-itu itu-ini, kami bertiga jalan-jalan deh ke ragunan..


Trus seru ga?


Ternyataaaaa.. seruuuuu.. karena jibril happy banget main sepeda di sana..


Mungkin karena luas, adem banyak pohon, dan banyak binatang yang dia kenal kali ya.. makanya dia happy..


Bahkan saya dan muai agak keteteran ngejar jibril yang makin lancar main balance bike di sana.. udah bisa meluncur dia.. udah ngerti juga kalau ada hambatan di depannya, dia harus berhenti dengan cara bangun dan mengerem dengan kaki.. *anakku makin besar.. :')*


Hari ini kami membawa bekal makanan dari rumah&duduk lesehan di lapangan luas dekat kandang gajah.. 


Pesan saya kalau ke ragunan ya, ga usah terlalu ambisius karena luas banget ternyata itu.. trus meski banyak penunjuk arah, tetep aja suka disorientasi.. zzz..


Kami waktu itu memutuskan untuk ga masuk ke pusat primata karena harus naik tangga&jalan lagi lebih banyak.. *jompo*


Oh satu lagi, meski kayaknya ribet, bawa stroller sangat dianjurkan untuk para orangtua yang nggak terlalu perkasa untuk gendong bocah waktu bobo/cape..


Kemarin sih jibril juga ga mau naik stroller awalnya.. tapi setelah perjalanan panjang&dipersuasi bahwa bapak dan ibu harus gantian salat, dia akhirnya mau duduk di stroller saat menunggu bapak salat..


***


Akhir cerita meski kami udah kecapean jalan2 di ragunan, kami masih lanjut jalan ke PIM karena pengen ngadem di AC.. hahaha..


***


Ini beberapa foto saat kami piknik ke ragunan.. maafkeun kalau kurang memadai..













Sent from my iPhone

Wednesday, August 09, 2017

Maret: Bulan Impulsif..

Demi melanjutkan cerita mengenai apa-apa saja yang menjadi higlight tahun ini, saya melanjutkan menulis di blog ini..

Sebelum saya mulai, FYI, Jibril sekarang udah 3 tahun..
CAN YOU IMAGIME? My baby is no longer a baby, but will always be my baby.. *Apasih*
Pada tanggal 18 Juli kemarin saya membuat nasi kuning, ayam goreng, mie goreng, dan perkedel.. Saya bikin sop juga biar ga seret, haha.. Plus pelengkap telor dasar suir buatan mamah dan abon mesran yang enak banget oleh-oleh dari solo..



happy birthday jibrill.. semoga kamu menjadi anak soleh kebanggaan ibu&bapak ya...

***

Oke... Marilah kita flash back ke bulan maret 2017..

di bulan maret itu ada dua hal spesial untuk muaipani family setiap tahunnya.. pertama, tanggal 13 itu anniversary muaipani yang tahun ini menginjak 7 tahun.. *whooohoo..* dan yang kedua adalah tanggal 30 atau hari ulang tahunnya ibu pani yang ke... *isi sendiri* ahaha..

Tahun ini kami kembali melirik2 tanggal, merencanakan liburan beberapa saat, dan menghabiskan uang membuat memori baru.. Setelah maju mundur mau ke dieng atau enggak karena ada berita longsor dll.. sempet mau ke bali pas nyepi tapi akhirnya batal karena takut zonk padahal udah mahal2 beli tiket.. akhirnya kami pun memutuskan perjalanan ke magelang - wonosobo - dieng - jogja - solo..

Perjalanannya cukup menyenangkan terutama saat di magelang.. Kami menginap dua malam di Hotel Puri Asri yang suasananya resort dan santai banget.. Seneng deh di sana.. tiap pagi dibangunin soang-soang.. naik perahu bebek.. ngeliatin jibil&muai berenang.. ngeliatin jibril main sepeda.. ditraktir spa sama muai.. dan sempet keluar hotel untuk nyobain kupat tahu mangelang..



sungguh hari ulang tahun yang santai menyenangkan..

***

Di hari ketiga, kami pun melakukan perjalanan ambisius magelang - wonosobo - dieng - jogja.. perjalanannya cukup menyenangkan dan menantang karena ternyata jauuuuh ya boook.. mungkin harusnya nginep sehari di dieng, biar ga terlalu lelah di perjalanan.. tapi karena kami sudah booking hotel di jogja (karena selanjutnya akan mengakhiri perjalanan di solo), kami pun melakukan perjalanan ambisius itu..

Kami hanya melalui wonosobo untuk sampai ke dieng.. di dieng hujan deras ketika kami datang.. jadi setelah menunggu bapak muai (dan pak sopir jumatan), kami berteduh di sebuah warung bakso sekalian makan siang di sana.. Selanjutnya kami memasuki kompleks Candi Arjuna.. Rasanya sungguh berbeda dengan ingatan saya 25 tahun lalu.. kayaknya dulu candinya berantkan dan berbukit-bukit untuk menuju ke sana.. kenapa kok sekarang rasanya rapi?



dari candi arjuna kami bergeser ke kawah sikidang.. tapi hujan turun lagi.. akhirnya kami menuju ke teater, tapi jibril uring-uringan.. ya akhirnya kami kembali lagi menuju kawah sikidang.. akhirnya pun jibril tidak turun dari mobil.. saya dan muai pun bisa naracap sejenak, haha..



selesai berjalan-jalan dan berfoto, hari menjelang sore dan kami pun melapar kembali.. akhirnya kami mampir ke satu warung untuk menjajal mi ongklok yang selalu disebut-sebut makanan khas dieng.. seperti apa rasanya mi ongklok??? ya gitu deh.. hahahaha.. yang membuat istimewa itu memang satenya.. hihihi...



selesai makan kami mampir ke gardu pandang di wonosobo.. muai mengambil banyak gambar di sana.. sementara saya di mobil saja karena kuping saya mulai sakit pengauh dari pilek dan ketinggan lokasi dieng.. berasa kayak lagi naik pesawat menjelang mendarat.. sakit banget rasanya kuping saya..

akhirnya setelah perjalanan yang panjang menuju jogja, kami pun mendarat di greenhouse boutiqe hotel di daerah Prawirotaman.. Pemilihan hotel yang kekinian dan Alhamdulillah kasur hotelnya enak banget.. Malam itu kami makan malam memesan room service.. harga kafe lah makanannya.. tapi daripada mesti keluar lagi kan, mending kami makan di kamar lalu beristirahat..

***

Hari keempat rencananya kami mau ke taman pintar untuk membeli buku, ke pantai parangtritis dan diakhiri bermalam di solo di rumah bapak mertua.. nah, di hari ini saya ngerasa agak menyesal karena tidak memperhitungkan dengan seksama kondisi jibril yang kelelahan setelah perjalanan panjang sehari sebelumnya..

hal ini dimulai sejak sarapan, jibril agak males-malesan makan.. ya mungkin karena sarapan di hotelnya cukup 'seadanya' sih ketimbang sarapan di puri asri yang wah lengkap banget dan enak2.. kata mamah sih jibril mau makan pasta sisa semalam yang menurut mamah juga masih enak.. Hotelnya sendiri sih enak2 aja.. ini penampakan dari lobby pas kita mau pulang..



Menjelang check out, jibril baru aja tidur.. dan di sinilah drama dimulai.. Mungkin (seandainya bisa)saat itu kita late check out aja ya.. biar jibril tidur dulu, istrirahat dulu.. tapi karena menganggap ga ada apa2 yang serius, kami pun langsung jalan ke gudeg yu djum untuk makan siang (dan jibril saat itu sama sekali ga mau makan).. Kami makan di warung yu djum yang di widjilan.. menurut saya dan muai kok rasanya lebih enak yang deket UGM ya.. *apa perasaan aja?*



lanjut ke taman pintar.. di taman pintar jibril sempat berangin2 saat diajak main air.. harusnya klo saya ngerti, dia ga usah diajak main air karena kan belum makan siang... zzz.. setelah itu hujan gerimis, jadi mau main (semacam) arung jeram kecil ga bisa..


ini foto jibril sebelum diajak main air..

karena gerimis, kami pun beranjak ke deretan toko buku di sebelah taman pintar.. membeli beberapa puzzle baru untuk jibril dengan harga lebih murah dari Asemka.. *yay* dan impulsif membeli beberapa buku lainnya..

setelah puas belanja buku, saya pun menelpon sopir rental yang parkir di tempat lain.. di WA dan sms ga bales.. lalu ditelpon ga diangkat2.. mulanya saya biasa2 aja sampe akhirnya mulai panik, marah, dan memaki2 karena semua koper dan barang kita ada di mobil itu.. saya cuma bawa tas kecil yang isinya baju jibril dan dompet.. sementara barang2 lainnya ada di mobil semua..

ASTAGHFURULLAH..

saat itu saya dan muai mulai bt dan panik.. kami pun menelpon rental dan ga diangkat2 juga.. ada beberapa nomor telpon kami coba semua hingga ada satu nomor telepon yang menjawab..

setengah jam kemudian nomor itu meng-sms dan bilang bahwa si sopir sudah bisa dihubungi.. saya pun menghubungi dia minta dijemput di parkiran toko buku sebelah taman pintar.. 15 menit kemudian dia dateng dan meminta maaf karena ketiduran di parkiran kraton..

saya saat itu sunggulah malas, begitu pun muai.. kami berdua pun cuma bilang ke sopirnya untuk berangkat ke parangtritis.. Saat itu kami berdua lupa bahwa sebenarnya ada masalah lainnya yaitu jibril mulai pucat, lemas, dan ga mau makan..

Saat kami sampai di parangtritis jam4 sore dan jibril malah tidur, lemas ga mau makan, cuma mau minum air kelapa muda dan akhirnya jackpot.. hiks saya ampe kesel rasanya kenapa sih dia gamau makan.. (ya mungkin karena emang dia kelelahan dan tenggorokannya ga enak kali pan.. zzz) Akhirnya saya dan muai hanya mengambil beberapa foto di saat matahari udah tergelincir ke barat.. *ya daripada ga ngapa2in di pantai kan..*

Selesai dari pantai, kami menuju solo.. saya bilang ke pak sopir untuk mampir ke Mc D karena di saat ga enak badan biasanya jibril masih mau makan french fries.. Memang dia mau makan kentang goreng itu.. cuma di mobil dia masih sekali lagi jackpot.. hiks..

Malam tiba di solo ternyata bapak cuma sendiri di rumah karena mas iwan (kakaknya muai) sekeluarga sedang ke daerah prambanan karena bapaknya mbak umi terserang stroke.. Malam itu pun jibril demam tinggi.. karena masih ga mau makan, saya minta muai beli obat penurun panas yang dimasukan via anus.. sebab jika tidak jibril harus dibawa ke UGD karena dia punya riwayat kejang saat demam tinggi..

hari itu malam minggu.. seharusnya kami akan balik ke jakarta hari minggunya.. tapi karena saya merasa jibril harus istirahat dulu, akhirnya kami menunda pulang menjadi senin meskipun rugi karena tiket cuma bisa di-refund setengahnya harus nambah izin satu hari.. :((

Akhir cerita.. demam jibril mulai turun di hari minggu.. dia mulai mau makan buah naga, walaupun belum mau makan nasik.. saya dan muai pun membawa dia ke dokter anak (Prof dr Harsono Salimo) yang membuat kami bisa bernafas lega..

***

Untuk kejadian-kejadian liburan impulsif di bulan maret, ada beberapa hal yang bisa saya ambil sebagai bahan pelajaran ke depan:

1. Liburan sama anak itu ga boleh ngongso, mungkin kita masih bisa pulang pergi akap pp.. tapi kita mesti ngukur anak kita yang juga kelelahan dan butuh istirahat banyak

2. Sedia buah-buahan sepanjang perjalanan.. Mungkin akan beda-beda setiap anak.. Tapi kalau dalam kasus Jibril, buah adalah makanan yang ga ditolak dan mudah dicerna sama dia saat sakit/males makan.. Jadi setidaknya perut anaknya ga kosong..

3. Selama anaknya belum sekolah (SD), ga perlu kita pulang hari minggu untuk ngejar senin masuk kerja.. soale, tiket hari minggu itu biasanya lebih mahal daripada hari kerja..

4. Enjoy the trip and the togetherness.. :)